Dipersatukan Oleh Perjodohan

Dipersatukan Oleh Perjodohan
Gara-gara buket bunga


__ADS_3

"Evan juga udah siapin berbagai macam hadiah buat lo kok, banyak malahan. Cuma diam nunggu waktu yang tepat buat ketemu sama lo." jelas Roy lagi.


Syakirah memandangi buket bunga itu. Apakah Evan sudah tidak menyanyangiku lagi? Pertanyaan itu berputar-putar di kepala Syakirah. Padahal kenyataannya Evan sangat mencintai dan menyanyangi Syakirah. Wajar jika Syakirah berpikir demikian karena Evan tidak mau memberikan buket bunganya langsung kepada Syakirah.


Evan bisa melihat kesedihan terpancar dari wajah Syakirah. Apakah Syakirah kecewa? Pertanyaan yang muncul di kepala Evan.


Syakirah masih memandangi buket bunga itu, dan tiba-tiba saja gerombolan geng motor Syakirah datang. Roy dan Thomas panik bukan main, mereka hanya ada 2 orang sementara geng motor Syakirah datang semua. Evan yang berada di dalam mobil sudah was-was. Mereka semua turun dari motor ninja mereka dan menghampiri Syakirah. Alih-alih melihat Syakirah, mereka malah melihat Roy dan Thomas.


"Hah! Ck! Ngapain kalian berdua datang kesini? Mau cari mati!" ujar Clara yang tak lain wakil ketua geng motor Syakirah.


"Siapa coba yang cari mati! Kita datang kesini mau ketemu Syakirah." ujar Roy. Mereka semua melengos mendengar ucapan Roy.


"Lo pikir kita percaya apa? Nggak sama sekali! Dan asal lo tahu kedatangan lo kesini itu malah membuat dampak buruk bagi Syakirah!" Clara.


"Heh! Lo denger ya! Kita datang kesini itu niatnya baik-baik, bukan niat gak baik!" Thomas.


"Halah ngeles aja lo dari tadi!" Angel.


Syakirah dan Aliya sudah was-was. Bagaimana bisa mereka datang pada waktu yang tidak tepat begini, panik Syakirah. Mereka semua memandangi Roy dan Thomas dengan tatapan kebencian.


"Syakirah, aku takut. Masa iya gara-gara buket bunga saja jadi seperti ini?" lirih Aliya di telinga Syakirah.

__ADS_1


"Aku juga." jawab Syakirah.


Bugh.


Bogeman dari tangan Clara mendarat pada wajah tampan Roy. Roy dan Thomas mulai panik. Dan terjadilah pertengkaran antara geng motor Syakirah dan mereka berdua. Syakirah tambah panik lagi, dia sudah lama tidak main tangan seperti ini, apa mungkin dia bisa melerai keduanya?


"Syakirah, lakukan sesuatu. Jangan diam saja!" Aliya sudah panik bukan main. Bagaimana bisa ada tawuran di depan rumahnya, bisa-bisa dia di usir dari perumahan ini nanti.


Evan yang di dalam mobil sudah tepuk jidat dari tadi, harusnya saat geng motor Syakirah datang Roy dan Thomas langsung meninggalkan Syakirah bukan malah berbicara kepada mereka.


"Kalian berdua bodoh banget sih! Masa iya gue turun dan melerai mereka? Mana geng motor Syakirah kejam-kejam lagi, bisa mati mereka berdua kalau begini ceritanya." ujar Evan frustasi. Evan bingung harus keluar mobil atau tidak, jika dia keluar maka Syakirah akan tahu dia, jika tidak keselamatan Roy dan Thomas tergantung mereka sendiri.


Karena sudah tidak bisa di biarkan lagi, akhirnya Syakirah lah yang melerai mereka. Awalnya Syakirah mencoba untuk berteriak dan menghentikan perkelahian mereka tapi mereka tidak mendengarkan Syakirah dan melanjutkan perkelahian mereka. Karena sudah tidak ada pilihan lain, akhirnya ikut campur dengan perkelahian itu. Evan yang di dalam mobil semakin frustasi saat melihat Syakirah yang ikut campur tangan juga.


"Kalian bego atau gimana sih! Ini itu perumahan! Banyak orang disini! Kalian gak kasihan apa sama Aliya?! Masa iya dia harus di usir cuma gara-gara kalian! Kalian itu punya otak gak sih?! Gue itu capek ya lihat kalian. Udah berapa kali gue bilang sama kalian, kalau kalian ketemu sama geng motornya Evan lebih baik kalian biarin aja, gak usah cari gara-gara! Tapi kalian gak pernah dengerin omongan gue! Kalian mau masuk penjara lagi!" ujar Syakirah emosi di depan para geng motornya. Mereka semua diam. Mereka semua termasuk geng motor Evan pernah masuk penjara gara-gara perkelahian, tapi hanya 3 hari karena Syakirah sudah menjemput mereka semua.


"Dan lo Clara!" tunjuk Syakirah kepada Clara. Clara sendiri juga panik karena sudah 2 tahun ini Syakirah tidak menunjuknya. " Lo itu yang gantikan posisi gue saat gue gak megang geng motor gue. Harusnya lo itu tiru gue, bukan malah buat rusuh! Lo tau gak sih kenapa gue milih lo di antara mereka semua?!" tunjuk Syakirah kepada seluruh geng motornya. "Karena lo lebih tegas dari pada mereka!" sekali lagi Syakirah menunjuk Clara lagi.


"Tapi Rah, gue gak mau mereka ketemu sama lo lagi. Gara-gara mereka juga kan lo juga kecewa! Lo itu harusnya sadar, Rah!" Clara mencoba untuk membela dirinya.


Bugh.

__ADS_1


Satu bogeman mendarat di wajah Clara, Clara diam tidak bergeming. Sepertinya gue salah, pikir Clara. Anggota geng motor Syakirah sudah lemas saat melihat Syakirah memukul Clara dengan tangannya sendiri, bahkan kaki mereka sudah bergetar takut.


"Sekarang juga kalian pergi dari sini! Kita selesaikan masalah kita di markas! Gue akan datang kesana setelah ini!" ujar Syakirah. Tanpa kebanyakan bicara, mereka langsung menaiki motor mereka dan meninggalkan rumah Aliya. Roy dan Thomas akhirnya bernafas lega.


"Syaki, maafkan aku." gumam Evan saat melihat gerombolan geng motor Syakirah pergi. Syakirah melihat ke arah Roy dan Thomas.


"Kalian gak apa-apa? Maafin mereka ya. Mereka terlalu terobsesi sama gue dan gue harap kalian bisa memakluminya." ujar Syakirah.


"Oh iya, gue obatin luka kalian dulu. Ayo masuk." Syakirah menyuruh Roy dan Thomas untuk masuk ke rumah Aliya.


"Gak usah, Rah. Kita juga harus pergi, ada urusan yang belum kita selesaikan juga. Nanti kita bisa kompres sendiri, lo gak usah khawatir." ujar Roy.


"Beneran gak apa-apa?" tanya Syakirah memastikan.


"Iya, gak apa-apa. Gue cabut dulu ya." ujar Roy yang langsung meninggalkan Syakirah dan Aliya di ikuti oleh Thomas. Syakirah mengiyakan mereka, percuma juga mereka ada disini, Syakirah juga harus pergi bukan untuk menemui geng motornya.


Roy dan Thomas masuk ke dalam mobil, Roy memutar arah mobilnya. Saat berpapasan dengan mobil yang di tumpangi Roy dan Thomas, Syakirah menyipitkan matanya saat melihat belakang mobil mereka. Jika dilihat dengan mata Syakirah, yang ada di dalam mobil belakang adalah Evan. Syakirah terkejut saat mata mereka bertemu. Kepergian mobil Roy dan Thomas memunculkan banyak pertanyaan di kepala Syakirah.


"Itu Evan, Al." ujar Syakirah kepada Aliya.


"Apaan sih, Rah? Orang gak ada apa-apa kok. Tadi aku lihat tidak siapa-siapa di mobil belakang." jawab Aliya. Memang mobil Evan memiliki kaca hitam yang tidak tembus, hanya orang handal yang bisa melihat dalam mobilnya, seperti Syakirah saat ini.

__ADS_1


"Lo tau apa sih, Al!" Syakirah emosi melihat Aliya yang belum peka juga. Padahal Syakirah pernah menjelaskannya dulu kepada Aliya. Syakirah masuk dan meninggalkan Aliya yang sedang di landa kebingungan.


Bersambung.....


__ADS_2