
"Nah itu kesalahan lo. Lagian lo ngapain ngeprank dia? Gue kan udah bilang pesan biasa aja bilang kalau lo Evan. Lo kayak gitu aja ribet banget sih!" Roy juga sedikit emosi melihat Evan tapi dia tetap menahannya agar Evan tidak tambah emosi lagi gara-gara emosinya. " Udah, lo jangan percaya sama foto itu. Jangan sampai cuma gara-gara foto itu, lo datengin Syakirah dan nyekap dia di kamar lo! Udah lo tenang dulu. Gue yakin, Syakirah cuma iseng aja." jelas Roy lagi berharap Evan mau mendengarkan perkataannya, tapi nyatanya tidak.
Evan berjalan keluar markas, memasuki mobil dan menyalakan mesin mobil lalu melajukan mobilnya menjauh dari markas. Roy panik bukan main melihat Evan yang pergi begitu saja. Roy meminta Thomas untuk ikut dengannya, Thomas pun akhirnya ikut dengan Roy. Barangkali ketemu sama Aliya, pikir Thomas. Mereka berdua menaiki motor ninja mereka dan menyusul kepergian Evan.
***
Dan di sinilah Evan di depan rumah Aliya yang di ikuti Roy dan Thomas dari belakang. Evan turun dari mobil dan mengetuk pintu rumah Aliya dengan sangat keras.
Dok...! Dok...! Dok...!
Evan mengetuk pintu dengan sangat keras, tidak peduli ini sudah malam dan banyak orang tidur.
"Van, lo kalau ketuk pintu jangan keras-keras napa! Banyak tetangga! Nanti lo yang ada di marahin dan di usir dari sini!" ujar Roy. Evan tidak menggubris ucapan Roy dan terus mengetuk pintu karena tidak di bukakan.
Sementara yang di dalam, Aliya terlihat menggerutu. Dia baru saja masuk ke dalam mimpi dan harus bangun gara-gara ketukan pintu seseorang. Syakirah sendiri juga tidak mendengar ketukan pintu itu karena dia memakai heansead, padahal dia sedang bermain dengan hpnya.
"Siapa sih?! Ngetuk pintu tidak sopan sama sekali!" gerutu Aliya yang sudah menuruni tangga.
Cklek.
__ADS_1
Pintu pun terbuka, Aliya menguap dengan sangat lebar karena memang matanya masih ingin tidur lagi.
"Siapa sih? Kalau ngetuk pintu rumah orang itu juga harus etikanya dong, bukan malah gedor-gedor rumah kayak orang mau nagih hutang! Kalau tetangga dengar gimana? Aku juga yang bakalan di marahin!" gerutu Aliya yang belum sadar sepenuhnya.
"Dimana Syakirah?!" Evan berbicara dengan nada sedikit emosi. Saat mendengar suara Evan, Aliya langsung tersadar. Dia meneguk ludahnya kasar, takut. Jujur saja jika dia bertemu dengan Evan, dia selalu ketakutan. Entah karena apa.
"Kenapa kau mencari Syakirah? Syakirah sudah tidur jam segini. Kalau mau cari itu besok bukan sekarang. Sekarang sudah malam, dia juga sudah tidur!" rasa ketakutan Aliya lenyap saat sadar orang di hadapannya ini adalah orang yang menganggu tidur nyenyaknya.
"Panggil dia!" lagi-lagi Evan berbicara dengan sangat geram. Dia sangat tidak menyukai Aliya, karena Aliya itu cerewet bukan main, tingkahnya seperti anak kecil, kalau lagi bicara seisi dunia hampir tahu. Makanya kenapa Evan tidak terlalu suka, jika bukan teman Syakirah mungkin Evan sudah membunuhnya dari dulu atau Evan akan mengirimnya ke kutub utara.
"Hei, kau tidak dengar apa! Syakirah sudah tidur. Lebih baik kau pulang. Jangan membangunkan singa yang sedang tidur, bisa-bisa nanti habis di makan." kenapa Aliya menyebut Syakirah seperti singa? Karena jika tidur Syakirah di ganggu dia akan sangat marah karena telah mengganggu waktu istirahatnya.
"Minggir!" Evan mendorong tubuh mungil Aliya, Aliya pun langsung mundur. Untung saja saat itu dia berpegangan pada handle pintu jika tidak, mungkin dia akan jatuh. Evan langsung masuk nyelenong ke dalam rumah Aliya dengan tidak tahu malunya.
Braaakkh.
Suara pintu terbuka dengan sangat keras, Syakirah yang awalnya berbaring langsung duduk saat pintunya di buka dengan sangat keras. Syakirah terkejut saat dia tiba-tiba melihat Evan yang membuka pintu kamarnya. Hati Syakirah terasa sangat sakit saat melihat Evan. Dia teringat dengan masa lalunya dengan Evan yang menyakitkan.
"Evan?" lirih Syakirah.
__ADS_1
Mereka berdua saling pandang, tidak ada yang bicara dari mereka berdua. Syakirah melihat Evan dengan tatapan kekecewaan, sementara Evan menatap Syakirah dengan kerinduan yang bercampur dengan kemarahan. Sementara Roy, Thomas dan Aliya hanya melihat mereka berdua saja, Aliya mau ikut campur tapi dia malah di cegah oleh Roy dan Thomas. Jika ingin selamat, jangan ikut campur, begitu arti cegahan Roy dan Thomas.
Evan menarik tangan Syakirah dengan sangat kasar, Syakirah pun mengikuti Evan. Evan menarik tangan Syakirah keluar dari rumah Aliya, Syakirah mencoba untuk melepaskan tangan Evan dari tangannya tapi tidak bisa karena tangan Evan sangat kuat. Evan mendorong Syakirah agar masuk ke mobilnya dan Syakirah hanya diam saja, ada rasa ketakutan di hatinya. Evan menyalakan mesin dan meninggalkan rumah Aliya begitu saja. Syakirah mulai panik saat Evan mengendarai mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Sementara Aliya, Roy dan Thomas hanya menatap kepergian mobil Evan. Aliya bingung setengah mati karena Evan membawa Syakirah pergi begitu saja, apalagi Aliya tadi juga melihat Evan sedang terlihat marah.
"Hei kalian berdua, Evan mau membawa Syakirah kemana?" tanya Aliya panik. Roy dan Thomas reflesk menoleh melihat Aliya yang sedang panik bukan main.
"Gue juga gak tau Evan mau bawa Syakirah kemana." jawab Roy santai. Aliya tambah panik lagi mendengar jawaban Roy.
"Hei, gimana kalau Syakirah di apa-apain sama Evan? Gimana kalau Evan melecehkan Syakirah? Kalian sendiri kenapa gak ikuti Evan?" Aliya memberondong pertanyaan kepada Roy dan Thomas.
"Heh! Aliya! Otak lo bisa gak sih kalau gak mikir aneh-aneh!" Thomas mulai emosi saat Aliya menfitnah Evan.
"Gimana aku tidak berfikiran yang aneh-aneh. Evan tadi terlihat marah, dia juga menarik tangan Syakirah dengan sangat kasar. Memangnya kau tidak ada pikiran seperti itu apa?!" gerutu Aliya.
"Evan gak akan pernah merusak orang yang dia sayang, bahkan wanita yang gak di kenalnya sekalipun. Lo gak usah mikir aneh-aneh. Apa lo pernah lihat Syakirah di cium sama Evan? Nggak kan. Jadi lebih baik lo jangan mikir yang aneh-aneh Gue yakin Evan gak akan ngapa-ngapain Syakirah." Thomas mencoba untuk menjelaskan kepada Aliya. Bagaimanapun gadis yang ada di depannya ini adalah gadis polos bin lugu yang pikirannya hanya isi akan ketakutan semua.
Aliya mencoba untuk mengerti dengan ucapan Thomas, tapi tetap saja Aliya merasa khawatir. Aliya masuk ke dalam rumahnya lagi, meninggalkan 2 orang yang sedang santai-santai saja di saat panik begini. Aliya mengetikkan sesuatu di hpnya itu.
__ADS_1
"Kau datang ke rumahku sekarang!!! Panik!! Syakirah dalam bahaya!!! Cepat datang!!!!!!!!!" pesan Aliya terkirim dengan tanda seru yang banyak, berharap orang yang membacanya bisa mengerti situasi.
Bersambung......