Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Gaun seksi


__ADS_3

"Kita mau ke mana Tuan?" tanya Dara.


Dara bingung kemana lagi Alex akan membawanya.


"Pulang," jawab Alex singkat.


"Kita nggak jadi makan malam?" Dara menatap lekat Alex yang masih fokus menyetir.


"Aku ingin kamu pakai baju-baju yang sudah aku belikan untuk mu tadi," ucap Alex.


"Tuan Alex yakin, akan menyuruh aku pakai baju terbuka seperti itu? tapi aku nggak biasa memakainya Tuan. Aku malu kalau memakai baju kayak gituan. Dan bolehkah kalau aku nggak memakainya?"


"Dara, nggak ada tawar menawar. Kamu harus memakai gaun itu. Kamu sudah aku berikan cek dua puluh juta. Kamu harus nurut sama aku dan nggak boleh membantah. Kalau kamu membantah, kamu harus kembalikan cek itu sekarang!" ucap Alex yang membuat Dara diam.


Dara tampak berfikir.


'Sebenarnya, aku nggak mau melakukan ini. Tapi, aku terpaksa. Demi kesembuhan ibu, aku akan melakukan apapun walau itu, harus menghancurkan hidupku sendiri.' batin Dara.


"Baiklah. Aku akan menuruti apa mau kamu."


"Nah, begitu dong."


****


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan dari salon sampai rumah, mobil Alex pun akhirnya sampai juga di depan rumahnya.


Sesampainya Alex di depan gerbang rumahnya, Pak Tino satpam rumah Alex membuka gerbangnya. Alex kemudian masuk ke halaman depan rumahnya dan melajukan mobilnya sampai ke garasi rumahnya.


"Turun!" pinta Alex.


Dara mengangguk. Dara pun buru-buru turun dari mobil Alex. Dara tidak mau Alex marah lagi sama dia.


Dari kejauhan, Pak Tino masih menatap Dara yang saat ini, sudah berdiri di sisi Alex.


"Tuan Alex ngajak siapa lagi tuh. Duh, parah banget, padahal baru kemarin dia ngajak cewek ke rumah. Sekarang, udah ngajak cewek baru lagi," ucap Pak Tino. Setelah itu, Pak Tino menutup pintu gerbangnya kembali.


Alex dan Dara berjalan ke teras. Setelah itu, Alex memencet bel rumahnya.


Ting Tong...

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Ratih muncul dari balik pintu. Dia terkejut saat melihat Alex menggandeng seorang wanita yang berbeda lagi.


"Tuan Alex. Anda sudah pulang?" tanya Ratih sembari menatap Alex dan Dara bergantian


Ratih hanya menyapa majikannya.


Sepertinya, Ratih tidak mengenali Dara. Karena wajah Dara sudah sangat berubah karena make up Liena.


Alex diam. Begitu juga dengan Dara. Dara tidak berani bicara apapun saat ada di dekat Alex. Dia tidak mau membuat Alex kesal.


Tanpa butuh waktu lama, Alex kemudian buru-buru menyeret Dara masuk ke dalam rumahnya. Mereka berjalan naik ke lantai atas menuju kamar Alex.


"Wanita siapa tadi ya, sepertinya wanita itu, nggak asing untuk aku. Aku seperti pernah melihatnya, tapi di mana ya." Ratih mengingat-ingat dimana dia pernah bertemu dengan wanita yang di bawa Alex tadi.


Ratih tidak tahu saja, kalau yang dibawa Alex itu adalah Dara temannya sendiri.


Ratih pangling pada Dara, dan dia tidak mengenali Dara lagi karena Dara yang sudah berubah menjadi cantik. Tanpa kaca mata, dan rambut kepang membuatnya berubah seratus delapan puluh derajat.


Setelah sampai di lantai dua, Alex mengajak Dara masuk ke dalam kamarnya.


Deg deg deg...


Degup jantung Dara sudah terasa kencang. Dara sejak tadi hanya sesekali memegang dadanya. Dia takut dengan apa yang akan dilakukan Alex padanya setelah ini.


Dara masih mematung. Keringat dingin sudah mulai membasahi keningnya. Alex masih menatap Dara tanpa berkedip. Sepertinya, Alex memang benar-benar terpesona dan terpikat dengan kecantikan gadis 19 tahun itu.


Alex mendekat ke arah Dara. Membuat Dara takut dan mundur beberapa langkah.


"Tu-Tuan. Apa yang mau Tuan lakukan padaku?" ucap Dara dengan tubuh bergetar.


Alex tersenyum. Matanya sejak tadi, masih melebar menatap Dara dari atas sampai bawah.


"Tidak salah lagi, kamu sangat cantik Dara." Alex membelai pipi Dara, yang membuat Dara merasa mual dengan kegenitan Alex.


Ingin rasanya Dara untuk menampar lelaki itu. Namun, Dara sadar, dia masih teringat dengan ibunya. Dia masih butuh uang dua puluh juta itu.


Alex tiba-tiba saja sudah mendekatkan bibirnya ke wajah Dara. Dengan sigap, Dara segera mendorong tubuh Alex yang membuat Alex terhuyung ke belakang.Dara tidak akan pernah membiarkan Alex bebas menciumnya.


"Maaf Tuan, aku mau ganti baju dulu. Bisakah anda ke luar sebentar? bukankah katamu, kita akan pergi dinner malam ini," ucap Dara.

__ADS_1


"Oh, iya Dara. Saya baru ingat. Kalau kita mau pergi," ucap Alex.


"Ya, silahkan ganti baju." Alex berjalan dan dia menghempaskan tubuhnya di atas ranjangnya. Alex duduk di sisi ranjangnya.


Kembali Alex menatap Dara. Membuat Dara risih dan ingin rasanya dia memukul Alex dengan balok kayu yang besar.


'Tuan Alex benar-benar menyebalkan,' gerutu Dara dalam hati.


Dara menatap Alex tajam.


"Tuan, apa anda tidak bisa keluar dulu? saya mau ganti baju!" ucap Dara.


"Ganti baju, tinggal ganti baju aja. Kenapa kamu malah ngusir aku. Ini kan kamar aku. Jadi kamu nggak ada hak untuk ngusir aku," ucap Alex.


'Memang benar ini kamar Tuan Alex. Tapi, apa aku harus ganti baju di depan Tuan Alex. Ih, kenapa aku harus ketemu sama orang kayak gini. Sangat menyebalkan,'


"Ya udah. Mana bajunya. Biar aku ganti baju di tempat lain saja," ucap Dara, meminta Alex untuk mengambilkan gaun yang akan dipakainya.


Alex bangkit berdiri. Dia kemudian mengambil kantong yang berisi baju-baju baru Dara yang sudah dibelinya tadi.


"Pakai! dan jangan membantah. Karena untuk saat ini, dan sampai besok pagi, kamu milikku. Kamu tidak akan pernah bisa lari dariku Dara." Alex memberikan salah satu gaun itu pada Dara.


Setelah itu, Alex pun melenggang pergi meninggalkan kamarnya. Dia meninggalkan Dara sendiri di kamarnya.


Setelah Alex pergi, Dara menatap gaun seksi yang ada ditangannya. Dia menatap gaun itu dengan seksama. Baju seksi tanpa lengan yang panjangnya hanya di atas lutut.


"Aku nggak pernah pakai baju beginian. Aku malu, kalau aku harus mengumbar aurat ku. Apalagi untuk keluar di depan umum dengan memakai baju seperti ini. Tapi, demi ibu aku akan lakukan apapun. Asal ibu bisa operasi," gumam Dara.


Setelah lama berfikir, akhirnya Dara memakai baju seksi itu juga.


Dara sejak tadi masih bercermin. Dia tampak menarik-narik gaun merah hati itu, ke bawah.


"Duh, kenapa pendek sekali bajunya," ucap Dara.


Dara kemudian membenarkan bagian dada yang tampak sangat terbuka menurut Dara.


"Huh, apa aku akan pakai beginian saat keluar nanti. Bagaimana kalau ada orang yang melihat aku pakai seperti ini. Pasti aku akan dijadikan bahan gosip oleh mereka. Mereka bisa berfikiran macam-macam tentangku." Dara masih mengkhawatirkan dirinya.


Bagaimana jika ada seseorang yang mengenalnya dan melihat Dara berbaju seksi seperti itu. Dara pasti akan sangat malu.

__ADS_1


Sejak tadi, Dara masih melamun.


'Aku malu, kalau harus keluar rumah pakai baju seperti ini. Bagaimana kalau ada orang yang aku kenal melihat penampilan aku berubah seperti ini. Mereka pasti akan berfikiran macam-macam tentangku' batin Dara.


__ADS_2