Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Terbongkar


__ADS_3

Pak Rajasa mengepalkan tangannya geram saat melihat rekaman CCTV yang ada di rumahnya.


Dari rekaman CCTV itu, semua sudah jelas kalau Rita selama ini hanya pura-pura baik saja di depan Pak Rajasa. Padahal selama ini Rita itu sudah jahat dengan keluarga Pak Rajasa. Sudah banyak bukti kejahatan Rita yang sudah Pak Rajasa temukan di dalam rekaman CCTV itu.


Di dalam rekaman CCTV itu, Pak Rajasa bisa melihat semua gerak-gerik Rita dengan Martin. Dan semua sudah terbongkar saat Anton buka suara.


Selama ini Anton sudah tahu, hubungan Rita dengan Martin. Namun Anton diam karena selama ini dia di ancam oleh Martin dan Rita.


Selama ini Anton juga tahu, siapa dalang perampokan yang dulu terjadi di rumah Pak Rajasa.


"Kurang ajar. Jadi selama ini Rita dan Martin sudah membodohi ku. Kenapa kamu baru bilang sekarang Anton...!" ucap Pak Rajasa dengan nada tinggi.


Pak Rajasa tampak marah pada Anton. Karena selama ini Anton diam saja. Dia tidak mengatakan apapun pada Pak Rajasa, padahal selama ini dia tahu semua kebusukan Rita dan Martin.


"Maafkan saya Tuan Rajasa. Waktu itu saya di ancam oleh Martin dan di suruh tutup mulut oleh mereka. Tapi sekarang saya berani buka mulut karena saya tidak pernah melihat Martin lagi datang ke rumah ini. Dan saya menyesal karena baru mengatakannya sekarang. Saya juga takut Tuan Rajasa tidak akan percaya sama saya.


Martin kan orang yang waktu itu Rita kenalkan ke aku sebagai sepupunya. Aku nggak akan pernah memaafkan mereka. Bila perlu aku akan penjarakan mereka berdua. Dengan bukti rekaman CCTV ini, aku bisa jebloskan mereka ke dalam penjara. Dan aku juga punya saksi kunci Anton. Dan mereka tidak akan bisa mengelak lagi.


Pak Rajasa mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Dia kemudian menelpon Alex.


"Halo Alex, bisa kamu ke rumah papa sekarang?"


"Ada apa sih Pa? ngapain aku harus ke rumah papa. Aku capek banget Pa, baru pulang kerja."


"Alex, ada yang harus kamu tahu. Dan ini sangat penting Alex."


"Penting apa Pa?"


"Ini soal rekaman CCTV di rumah papa. Papa baru lihat semua rekaman CCTV di rumah Papa. Dan benar apa kata kamu Alex. Rita mau menikah dengan papa karena cuma mau harta papa saja. Dia tidak benar-benar cinta sama papa."


"Apa! rekaman CCTV ? bukankah rekaman CCTV di rumah papa itu rusak?"


"Yang rusak itu cuma rekaman waktu ada perampokan saja Alex. Dan semuanya papa bisa lihat kalau Rita selama ini kerja sama dengan seorang lelaki untuk memanfaatkan papa."


"Sekarang Rita di mana?"


"Papa nggak tahu Rita di mana. Kemarin papa sudah membelikan mobil baru atas nama Rita. Dan setelah papa belikan mobil, Rita malah jarang di rumah. Nggak tahu dia main ke mana."


"Menurut aku, papa sudah terlalu baik sama Rita. Papa itu sudah dibutakan hatinya oleh cinta papa ke wanita itu. Makanya dia jadi ngelunjak sekarang. Kalau dia dibiarkan saja, dia bisa semena-mena dengan keluarga kita Pa,"


"Iya Alex. Papa memang bodoh. Tapi semuanya belum terlambat Alex. Kita masih bisa memberikan hukuman mereka agar mereka jera."

__ADS_1


"Iya Pa. Kalau papa sudah punya bukti semua kejahatan Rita, kita laporkan saja Rita ke polisi Pa. Aku juga benci banget sama dia. Masa dia kemarin dorong Dara sampai dia masuk ke kolam renang. Dara itu kan nggak bisa renang. Aku nggak tahu bagaimana nasib Dara kalau aku nggak buru-buru menolongnya."


"Alex cepat kamu ke sini dan lihat rekaman CCTV di rumah papa. Papa benar-benar lagi bingung Alex."


"Iya Pa. Sekarang aku langsung ke sana ya Pa."


"Iya Alex. Papa tunggu ya."


****


Sore ini Alex sudah tampak rapi. Setelah pulang kerja, dia mandi dan langsung ganti baju. Setelah rapi, Alex pun melangkah keluar dari rumahnya.


"Mas Alex, kamu rapi banget mau ke mana?" tanya Dara. Saat ini Dara dan ke dua adiknya ada di halaman depan rumah Alex.


"Aku mau ke rumah papa Dara. Apa kamu mau ikut?" tanya Alex.


"Mau ngapain?"


"Ada sedikit keperluan penting."


"Aku tunggu di rumah aja deh Mas. Kamu sendiri aja ke rumah papa. Nggak apa-apa kan?"


Alex mengangguk.


"Iya Mas. Hati-hati di jalan ya."


Alex mengangguk. Dia kemudian melangkah dan mendekat ke arah Doni.


"Don, ikut aku Don."


"Mau ke mana Bos?"


"Kita akan lihat sesuatu di rumah Papa."


"Lihat apa bos?"


"Sudahlah, nanti kamu tau sendiri. "


"Baik Bos."


Doni dan Alex kemudian bersamaan melangkah ke arah mobil, setelah itu merekapun masuk ke dalam mobilnya.

__ADS_1


"Sebenarnya, ada apa sih Bos? ada urusan penting apa?" tanya Doni di sela-sela menyetirnya.


"Kata Papa, papa sudah mendapatkan bukti-bukti kejahatan Rita. Dia sudah melihat semua rekaman CCTV di rumahnya."


"CCTV? bukankah CCTV itu sudah rusak?"


"Ternyata nggak semuanya rusak Don. Papa sudah menemukan rekaman lain. Dan semua kebusukan Rita, niat jahat Rita, dan persekongkolan Rita dengan lelaki yang bernama Martin, sudah terbongkar"


Doni tersenyum. Dia bahagia saat mendengar kabar bahagia itu. Selama ini Doni juga sangat membenci Rita karena kesombongannya.


"Akhirnya ya Bos, Pak Rajasa sekarang sudah tahu semuanya. Jadi dia tidak akan pernah memberikan sepeser pun hartanya untuk wanita ular itu. Saya juga sudah menduga, kalau uang yang ada di brankas kantor itu Rita yang ngambil. Karena siapa lagi yang tahu kunci brangkas kalau bukan Rita."


"Iya Don. Aku yakin, Rita dalang dari semua kejahatan yang terjadi selama ini. Teror mama, aku juga yakin, kalau Rita dan Martin pelakunya. Dan aku akan mengumpulkan semua bukti-bukti untuk menjebloskan dia ke penjara," ucap Alex.


Beberapa saat kemudian, mobil Alex sudah sampai di depan rumah Pak Rajasa. Alex dan Doni turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam rumahnya. Mereka kemudian melangkah ke arah ruangan di mana Pak Rajasa dan Anton berada.


Alex membuka kamar itu.


"Papa, Anton, kalian ada di sini?" ucap Alex sembari masuk ke dalam kamar itu.


"Alex sini. Lihatlah semuanya."


Alex kemudian melihat seluruh isi


CCTV itu. Dari awal sampai akhir.


Alex tersenyum kecut.


"Bisa-bisanya wanita licik itu berani memasukan lelaki ke dalam rumah ini, waktu papa di luar kota. Aku benar-benar nggak nyangka. Aku fikir, dia itu cuma mau menguasai harta papa aja. Ternyata dia juga selingkuh di belakang Papa, dan kerja sama dengan lelaki selingkuhannya itu."


Alex mengepalkan tangannya geram. Dia sudah mengeraskan rahangnya. Ingin sekali dia melepaskan amarahnya itu pada Rita.


"Bos, kita nggak boleh gegabah bos. Lebih baik, kita pura-pura tidak tahu dulu aja soal ini. Kita lihat lagi aja sejauh apa Rita dalam bertindak."


"Kenapa begitu? kenapa kita tangkap Rita saja."


Martin tersenyum.


"Dia itu wanita licik. Dia licin seperti belut, kalau kita gegabah dalam bertindak, dia bisa kabur dan menghilangkan jejaknya bersama kekasih gelapnya itu," ucap Doni.


"Benar apa kata kamu Don. Kita lihat saja sejauh mana Rita bertindak. Kita harus bisa jebak dia," ucap Alex.

__ADS_1


"Iya..." Pak Rajasa manggut-manggut menyetujui usulan dari Doni dan Alex.


"


__ADS_2