Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Sedih


__ADS_3

Rita masih menatap keluar jendela. Saat ini dia masih berada di ruangan Pak Rajasa. Sebenarnya tujuan Rita ke kantor suaminya itu, untuk membawakan bekal makan siang untuk suaminya. Namun dia malah melihat pemandangan yang sangat tidak mengenakkan di ruangan Alex.


Saat aku melihat Alex mesra-mesraan sama wanita lain, hatiku nggak sesakit ini. Tapi kenapa saat Alex mengatakan kalau dia mencintai Dara dan ingin menikahi wanita itu, kenapa hatiku merasa sakit ya. batin Rita.


"Sudah lima tahun aku menikah dengan ayahnya Alex. Tapi kenapa aku nggak bisa melupakan Alex. Padahal aku dan Alex mustahil untuk kembali bersama. Karena kita sudah jadi anak dan ibu," ucap Rita.


Rita kembali berfikir. Walau dia sudah menjadi istri Pak Rajasa, tapi dia masih tidak ikhlas saja kalau ada wanita lain yang memiliki Alex.


Rita tidak mau Alex bahagia dengan wanita lain. Kalau saja Rita tidak bisa memiliki Alex, Rita pun tidak akan pernah membiarkan Alex dimiliki wanita lain.


Penyesalan memang selalu datang terlambat. Begitu juga dengan Rita. Dulu dia sudah mencampakkan Alex, dia sudah mengkhianati Alex dengan selingkuh dengan lelaki lain yang lebih segalanya dari Alex. Padahal waktu itu Alex sangat mencintai Rita. Tapi Rita sudah menyia-nyiakan lelaki sebaik Alex.


Mungkin itu semua yang membuat Alex membenci wanita dan menjadi seorang playboy. Dan sakit hatinya Alex pada Rita, dia bawa sampai sekarang.


Dan setelah kehadiran Dara wanita yang menurut Alex unik itu, semua trauma masa lalunya mendadak hilang. Dan Alex mulai merasakan jatuh cinta lagi setelah lama hatinya mati karena tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta.


Alex dekat dengan banyak wanita, namun dia tidak pernah mau bermain rasa. Karena dia takut kecewa untuk yang kedua kalinya. Dan saat dia pertama kali melihat Dara, benih-benih cinta mulai tumbuh dihatinya sampai saat ini.


"Sayang, kamu ngapain di sini?" tanya Pak Rajasa yang sudah berdiri di belakang Rita.


Rita tampaknya sedang melamun sehingga dia tidak merasakan kehadiran suaminya.


"Alex," ucap Rita.


Rita fikir, kalau yang ada di belakangnya itu Alex. Mungkin sejak tadi Rita memang sedang mengenang masa-masa indahnya bersama Alex waktu mereka masih pacaran dulu.


"Kok, Alex. Ini saya Rita..."


Rita memutar tubuhnya dan menghadap ke suaminya.


Pak Rajasa, tumben banget sih, Pak Rajasa panggil aku sayang, batin Rita.


"Mas Rajasa."


"Apa yang lagi kamu fikirkan? kamu lagi mikirin kelakuan anak kita tadi ya?" tanya Pak Rajasa.


Rita tersenyum.


"Nggak kok Mas. Aku nggak lagi mikirin apa-apa," jawab Rita.

__ADS_1


"Kamu kenapa Rita. Kok, seperti sedih gitu. Apa yang membuat kamu sedih?"


Rita berjalan mendekat ke arah sofa. Setelah itu dia menghempaskan tubuhnya di atas sofa.


Pak Rajasa tidak tahu kenapa dengan istrinya. Selama ini, Pak Rajasa memang tidak pernah tahu menahu dengan masa lalu Rita dan Alex. Dan dia juga tidak mau tahu, masa lalu Rita.


Baginya, sudah memiliki wanita yang masih muda dan cantik itu sudah lebih dari cukup. Dan Pak Rajasa masih mengharapkan seorang anak dari Rita. Karena tidak mungkin Pak Rajasa mengharapkan anak dari istri pertamanya.


"Kamu yakin, mau merestui hubungan Alex dan wanita itu?" tanya Rita.


"Yakinlah Rita. Emang kenapa?"


Rita menatap Pak Rajasa tajam.


"Tapi Dara itu cuma seorang office girl Mas. Apa kamu nggak malu mempunyai mantu yang tidak berkelas seperti itu?"


"Tapi dengan kehadiran Dara di tengah-tengah kehidupan aku dan Alex, sudah membuat hubungan aku dan Alex dekat lagi Rita. Sebelum Dara hadir di kehidupan kami, kamu tahu kan bagaimana sikap Alex padaku. Dia seperti tidak pernah menganggap aku ayahnya."


"Tapi aku nggak setuju kalau kita punya mantu seperti Dara. Pacar Alex kan banyak. Cantik-cantik dan dari kalangan orang berada. Alex kan bisa pilih salah satunya. Masa sama Dara sih."


"Kalau aku sih, tidak pernah melarang Alex untuk punya hubungan dengan siapapun. Alex sudah mau bicara sama saya saja itu sudah untung Rita. Saya nggak mau, bermusuhan terlalu lama dengan Alex. Jadi saya akan selalu dukung apapun keinginan Alex."


"Mas, kamu itu seorang ayah. Kenapa kamu harus takut sama Alex anak kandung kamu sendiri. Seharusnya kamu bisa jadi ayah yang tegas. Ayah yang ditakuti oleh anaknya sendiri. Bukan ayah yang pengecut seperti ini."


Pak Rajasa terkejut saat mendengar ucapan Rita. Dia tidak tahu apa maksud Rita.


"Kamu ngatain saya pengecut? baru kali ini ada yang ngatain saya pengecut." Pak Rajasa menatap Rita tajam. Hatinya benar-benar tidak enak saat istrinya sendiri mengatakan dia pengecut.


Rita menutup mulutnya.


Duh, kenapa ini mulut. Kenapa aku bisa keceplosan sih. Duh, jangan sampai Pak Rajasa marah, sakit hati dan akhirnya nggak ngasih harta warisan ke aku.


Rita bangkit dari duduk dan mendekat ke arah Pak Rajasa. Dia kemudian meraih tangan suaminya dan menggenggamnya erat.


"Mas, maafkan aku. Aku nggak ada maksud untuk bicara seperti itu. Maafin aku Mas."


"Nggak apa-apa Rita. Sudah, nggak usah kamu fikirkan soal itu," ucap Pak Rajasa sembari melepaskan genggaman tangan Rita.


Pak Rajasa kemudian melangkah ke meja kerjanya dan menghempaskan tubuhnya di atas kursi. Dia membuka layar monitornya untuk kembali bekerja. Rita masih tidak enak telah mengucapkan hal-hal yang menyakiti hati Pak Rajasa. Namun Rita tidak tinggal diam. Dia mendekati Pak Rajasa dan memijat-mijat bahu suaminya.

__ADS_1


"Maafin aku ya Mas. Aku menyesal telah mengatakan hal itu. Kamu pasti lelah kan, aku pijitin ya."


Pak Rajasa diam. Dia sudah fokus kembali dengan pekerjaannya.


"Kamu tidak mau pulang Rita?" tanya Pak Rajasa.


"Kamu saja belum makan mas. Kan aku udah bawakan kamu bekal makan siang. Tapi kenapa kamu nggak makan?"


"Tinggal di situ saja Rita rantangnya. Nanti aku makan kalau sudah lapar," ucap Pak Rajasa sembari menatap kertas-kertas penting yang ada di depannya.


Rita yang sudah merasa tidak dibutuhkan lagi oleh suaminya, akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan ruangan suaminya. Dia tidak mau Pak Rajasa semakin marah padanya jika Rita masih saja mengganggu pekerjaannya


"Ya udah. Aku pulang dulu ya Mas."


Rita mencium punggung tangan Pak Rajasa. Setelah berpamitan dengan Pak Rajasa, Rita kemudian pergi meninggalkan ruangan Pak Rajasa.


Setelah Rita pergi, Pak Rajasa kemudian mengambil telpon yang ada di atas meja. Setelah itu dia menelpon seseorang.


"Halo Ranti, bisa ke ruangan saya sekarang?"


"Iya Pak bisa."


"Sekarang ya."


"Iya Pak."


Pak Rajasa menutup saluran telponnya.


Beberapa saat kemudian, Ranti mengetuk pintu ruangan Pak Rajasa.


Tok tok tok...


"Masuk saja Ranti."


Ranti kemudian masuk ke dalam ruangan Pak Rajasa.


"Ranti, tolong bawa makanan itu ke ruangan Alex. Siapa tahu dari tadi Alex belum makan," ucap Pak Rajasa sembari menunjuk ke arah rantang itu.


"Baik Pak."

__ADS_1


Ranti kemudian mengambil rantang yang ada di atas meja. Setelah itu dia membawa rantang itu keluar untuk dia bawa ke ruangan Alex.


__ADS_2