
Dara sejak tadi masih menatap Alex yang masih serius menyetir mobilnya. Dara tidak tahu, Alex akan membawanya ke mana sekarang.
"Kita mau ke mana Tuan?" tanya Dara.
Dara masih penasaran, ke mana Alex akan membawanya pergi.
Alex yang ditanya hanya diam. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan Dara. Membuat Dara semakin bingung. Karena dia tidak tahu, apa tujuan Alex sebenarnya. Dan apa yang akan Alex lakukan padanya.
"Tuan, aku mau pulang. Tolong antarkan aku pulang!" ucap Dara.
Dara memohon agar Alex mau mengantarkan dia pulang sekarang. Karena sejak di kantor, Alex belum mau mengizinkan Dara pergi. Mungkin saja, sekarang Alex mau mengantarkan Dara pulang.
"Tuan, ibuku masih sangat membutuhkan aku. Di rumah sakit, dia sendirian. Tuan, aku juga harus mengurus dua adik aku. Di rumah, mereka juga nggak ada yang ngurus. Tuan tolong, biarkan aku pergi!" Dara masih terus merengek seperti anak kecil. Meminta Alex untuk mengantarnya pulang.
Alex menatap sejenak Dara sebelum dia kembali fokus dengan menyetirnya.
"Tuan, aku mohon. Antarkan aku pulang!" ucap Dara sekali lagi, yang membuat emosi Alex meluap.
"Dara! bisa diam nggak kamu Dara...!" sentak Alex yang membuat Dara terlonjak kaget.
Dara hanya bisa menundukkan kepalanya. Dia tidak berani lagi untuk bicara pada Alex. Suara Alex cukup membuat tubuh Dara bergetar. Rasa takut sudah menjalar ke tubuhnya.
Dara saat ini, hanya bisa diam. Terserah Alex saja, mau membawanya ke mana. Lagian, jika Alex mau macam-macam dengannya pun, Dara sudah tidak bisa menolak karena Dara sudah mendapatkan uang dua puluh juta itu. Walau masih dalam bentuk cek.
Ring ring ring...
Suara deringan ponsel Dara, mengejutkan Dara dan Alex. Dara hanya membiarkan ponsel itu berdering tanpa mengangkatnya. Karena dia takut untuk mengangkat telpon di depan Alex. Dara takut, Alex akan marah lagi padanya.
"Kenapa tidak di angkat?" suara berat Alex terdengar.
Dara hanya diam. Dia kemudian mengambil ponselnya dan menonaktifkan ponselnya.
"Kenapa di matiin?" tanya Alex yang tampak bingung dengan Dara.
Dara yang ditanya hanya diam. Dia kemudian menyimpan ponselnya ke dalam tasnya.
'Dasar cewek aneh. Tadi dia ngotot banget meminta aku untuk mengantarnya pulang. Sekarang, dia malah diam kayak patung.' batin Alex.
Setelah melakukan beberapa menit perjalanan, akhirnya mobil Alex sampai di depan sebuah butik.
__ADS_1
Alex menghentikan mobilnya setelah sampai di butik langganannya.
'Ngapain Tuan Alex membawa aku ke butik.' batin Dara.
Setelah memarkirkan mobilnya, Alex kemudian meminta Dara untuk turun."Turun!"
Dara yang masih bingung, hanya diam di dalam mobil. Dia tidak langsung turun menuruti keinginan Alex.
"Dara aku bilang turun...!" ucap Alex dengan nada tinggi.
Lagi-lagi Dara tersentak kaget. Alex memang lelaki yang sedikit tempramen. Namun, dia juga bisa romantis ke semua wanitanya. Dan sikap romantis dan pandai merayu itu yang membuat banyak wanita tergila-gila sama dia.
"I-iya." ucap Dara tergagap.
Dara kemudian turun dari mobil Alex. Setelah itu, Dara mengikuti langkah Alex masuk ke dalam butik.
"Sekarang, kamu bisa pilih baju apa saja yang kamu mau," ucap Alex setelah sampai di dalam butik bersama Dara.
"Baju untuk apa?" tanya Dara yang masih heran. Untuk apa Alex menyuruhnya untuk memilih baju.
"Jangan banyak tanya. Pilih saja, dan ambil sesukamu!" tegas Alex.
"Baik Tuan."
"Em, aku pilih mana ya." Dara bingung untuk memilih. Karena baju yang ada di butik itu, mahal-mahal harganya.
Dara membaca bandrol harga yang ada di baju-baju itu. Dara hanya bisa menegak ludahnya saat melihat harga yang tertera di bandrol-bandrol itu.
'Wah, mahal banget harganya. Harga baju-baju di sini mahal banget. Satu baju saja, sudah bisa untuk membeli sepuluh setel baju aku.' batin Dara.
Dia tidak menyangka saja, kalau baju di butik bisa semahal itu. Mungkin, ini adalah salah satu butik orang-orang berkelas seperti Alex.
Dara kemudian mengambil baju yang paling murah yang ada di butik itu. Setelah itu, dia mendekat ke arah Alex.
"Aku ambil yang ini Tuan," ucap Dara.
Alex mengambil baju yang ada di tangan Dara. Dia kemudian merentangkan baju itu dengan ke dua tangannya dan mengamati sejenak baju itu.
"Baju apaan ini. Ternyata bukan cuma diri kamu aja yang kampungan. Selera kamu ternyata juga kampungan. Kamu mau mempermalukan aku ya." Alex tampak sedikit kesal.
__ADS_1
Dara tambah bingung dengan ucapan Alex.
"Maksudnya?" Tanya Dara.
"Apa kamu tahu, kalau semua wanita yang jalan denganku itu cantik-cantik. Nggak kampungan seperti kamu. Apalagi, pakai baju seperti ini," ucap Alex dengan nada mengejek.
"Kalau aku kampungan dan jelek, kenapa kamu mau jalan denganku!" Dara menatap Alex penuh emosi.
Sejak tadi pagi, Dara memang masih emosi dengan Alex. Karena Alex tidak membolehkan dia untuk pulang. Alex sudah mengurungnya seharian di dalam ruangan kantornya.
"Kembalikan baju ini ke tempatnya." Alex melempar baju pilihan Dara itu ke wajah Dara.
Dara hanya bisa menerimanya dengan sedih. Alex benar-benar tidak sopan.
"Kalau kamu nggak bisa milih, biar aku yang akan memilihkannya untukmu," ucap Alex setelah itu.
Tanpa butuh waktu lama, Alex kemudian berjalan berkeliling mencari baju yang cocok untuk Dara kenakan nanti malam. Karena nanti malam, Alex akan mengajaknya dinner.
Beberapa saat kemudian, Alex membawa beberapa gaun seksi dan mendekat ke arah Dara.
"Ini, pakailah nanti malam. Kamu harus kelihatan cantik nanti malam. Aku akan mengajak kamu makan malam," ucap Alex sembari memberikan beberapa gaun kepada Dara.
Duh, bagaimana ini. Aku takut. Apa yang akan Tuan Alex lakukan padaku nanti malam. Mungkinkah, dia hanya ingin makan malam saja bersamaku. Atau ada rencana lain yang sedang Tuan Alex rencanakan. batin Dara.
Dara masih menatap gaun-gaun seksi yang ada di tangannya.
Gaun-gaun itu, gaun yang harganya sangat mahal. Namun, Dara sangat tidak menyukainya. Karena gaun-gaun pilihan Alex itu sangat terbuka. Dan Dara tidak biasa memakai baju seksi dengan aurat yang terbuka sana-sini.
"Tuan, apakah aku harus memakai gaun seperti ini? Ini terlalu terbuka. Aku nggak biasa memakai baju terbuka seperti ini. Aku nggak mau memakainya Tuan," ucap Dara. Dia menolak mentah-mentah baju-baju yang dipilihkan Alex untuknya.
"Jangan membantah. Aku sudah memberikan kamu cek dua puluh juta. Setelah ini, kamu bisa langsung urus biaya operasi ibu kamu," ucap Alex menegaskan.
Dara kembali berfikir. Memang benar, kalau Alex sudah memberikan Dara cek dengan nominal dua puluh juta. Dan itu juga sudah atas persetujuan Dara untuk menuruti syarat dari Alex.
Lagi-lagi Dara sudah tidak bisa menolak permintaan Alex. Karena Dara juga sangat membutuhkan uang itu. Seandainya ada pilihan lain untuk Dara, mungkin Dara tidak akan mau menerima syarat dari Alex untuk tidur dengannya satu malam.
"Baiklah. Aku akan pakai gaun ini." Akhirnya Dara pun setuju untuk memakai gaun pilihan Alex.
Alex tersenyum.
__ADS_1
"Aku ingin kamu mencobanya Dara. Aku ingin lihat bagaimana cantiknya kamu memakai gaun-gaun pilihan aku ini," ucap Alex.
.