Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Siapa ibu kandungku


__ADS_3

Pagi ini, anak-anak panti sudah siap untuk berangkat ke sekolahnya masing-masing. Mereka sudah memakai seragam sekolah. Hanya Alessa yang sejak tadi, tidak nampak ada di antara anak-anak panti itu. Sejak semalam dia masih mengurung diri di dalam kamarnya.


"Bunda, kami berangkat sekolah dulu ya," ucap anak-anak panti itu sebelum pergi.


Sebelum berangkat ke sekolah, mereka semua berpamitan pada Bu Ani dan mencium tangan Bu Ani. Setelah itu mereka pun pergi meninggalkan rumah panti.


Setelah semua anak berangkat ke sekolah dan rumah panti sudah mulai sepi, Bu Ani melangkah dan mendekat ke kamar Alessa. Bu Ani kemudian mengetuk pintu kamar Alessa. Dia khawatir dengan Alessa, karena sejak tadi malam dia masih mengurung diri di dalam kamar. Bu Ani takut terjadi apa-apa sama Alessa.


Tok tok tok...


"Lessa... Alessa. Kamu lagi ngapain di dalam Nak? ayo keluar Nak. Dari tadi malam kan kamu belum makan. Ayo Nak, keluar Nak. Teman-teman kamu sudah berangkat sekolah semua. Kalau kamu lagi malas berangkat sekolah juga nggak apa-apa Nak. Bunda nggak akan maksa. Yang penting kamu mau makan. Jangan buat bunda khawatir seperti ini," ucap Bu Ani.


Sejak tadi Bu Ani masih membujuk Alessa agar Alessa mau membuka pintu. Namun tampaknya Alessa masih marah pada bunda asuhnya itu. Sejak tadi dia tidak menyahut dan tidak mau membuka pintu.


Di dalam kamar, Alessa masih menatap keluar jendela kamarnya. Dia masih tidak menyangka kalau ternyata Alex adalah ayah kandungnya.


"Kenapa aku masih tidak percaya kalau Om Alex itu ayah kandung aku. Pantas aja, banyak teman aku yang bilang kalau aku itu mirip dengan Om Alex," ucap Alessa sembari mengusap-usap wajahnya.


Alessa melangkah dan mendekat ke arah cermin. Setelah itu dia bercermin.


"Apa iya, aku mirip dengan Om Alex ayah kandung aku. Kalau ayah kandung aku Om Alex, lalu siapa ibu kandung aku. Aku harus tanyakan ini sama bunda," ucap Alessa yang masih diselimuti rasa penasaran dengan siapa ibu kandungnya.


Alessa dari dulu, memang sangat penasaran dengan ayah dan ibu kandungnya. Karena sejak dia bayi sampai dia remaja, Alessa belum pernah ketemu dengan orang tua kandungnya. Dan semalam Alessa baru tahu kalau ternyata ayah kandungnya itu Alex. Lelaki yang sering sekali datang ke panti dan dekat dengan anak-anak panti.


"Kalau aku memang anak kandung Om Alex dan Om Alex sayang sama aku, kenapa Om Alex merahasiakan semua ini dari aku dan orang-orang," ucap Alessa.


Tok tok tok...


Suara ketukan masih terdengar dari luar kamar Alessa. Bu Ani sejak tadi masih mengetuk pintu dan mencoba membujuk Alessa agar Alessa mau keluar.


Alessa menoleh dan menatap ke arah pintu.


"Itu pasti bunda. Sebenarnya aku masih marah sama bunda. Tapi aku kasihan dan nggak tega melihat bunda. Dia pasti saat ini sangat mengkhawatirkan aku, " ucap Alessa.


Setelah lama Bu Ani berada di depan kamar Alessa, akhirnya Alessa pun mau membuka pintu kamarnya.


"Bunda, ada apa?" tanya Alessa.


"Kamu nggak sekolah Less?"


Alessa menggeleng. "Nggak Bun. Aku lagi nggak enak badan."

__ADS_1


"Kamu sih, semalam nggak ikut makan malam. Kamu itu punya mag. Kamu nggak boleh sampai telat makan. Ayo, sekarang kamu sarapan. Mumpung bunda belum beresin piring-piringnya," pinta Bu Ani.


Alessa mengangguk


"Iya Bun. Bunda udah makan?" tanya Alessa.


"Belum. Bunda belum makan," jawab Bu Ani.


"Ya udah, kita makan bareng aja ya Bun."


"Iya."


Bu Ani tersenyum saat melihat sikap Alessa yang sudah kembali lagi seperti biasa.


Alessa dan Bu Ani kemudian melangkah ke ruang makan. Setelah sampai di ruang makan, mereka kemudian duduk.


"Bunda cuma masak tumis kangkung, tempe dan tahu aja. Kamu mau makan?" tanya Bu Ani.


Sebenarnya Alessa memang sudah lapar dari semalam. Perutnya juga sudah terasa perih. Namun dia tahan karena dia semalam masih marah dengan Alex dan Bu Ani.


"Iya Bun."


"Bunda ambilkan piring dulu ya."


Alessa bangkit dari duduknya. Setelah itu dia melangkah ke dapur untuk mengambil piring.


Sesaat kemudian, Alessa kembali duduk di ruang makan.


"Ini piring buat bunda," ucap Alessa sembari menyodorkan piring di depan Bu Ani duduk.


"Makasih ya Less."


Alessa tersenyum dan mengangguk.


Setelah mengambil nasi dan lauk pauk, Alessa dan Bu Ani kemudian makan bersama.


Di sela-sela kunyahannya, Alessa menatap Bu Ani lekat.


"Bun, ada sesuatu yang mau aku tanyakan sama bunda," ucap Alessa.


Bu Ani menghentikan kunyahannya dan lantas menatap Alessa .

__ADS_1


"Kamu mau tanya apa Less?" tanya Bu Ani.


"Bu, apa benar kalau aku ini anak kandungnya Om Alex?"


Bu Ani terkejut saat mendengar ucapan Alessa.


Jadi, Alessa sudah tahu semuanya. Dari mana dia tahu masalah ini. Duh, bagaimana kalau Pak Alex marah. Dia pasti berfikir, aku yang sudah membocorkan rahasia ini pada Alessa, batin Bu Ani.


"Bun, kenapa diam aja Bun? Jawab dong Bun pertanyaan aku..."


"Kamu tahu dari mana soal itu Alessa?" tanya Bu Ani.


"Aku dengar sendiri kok, percakapan Kak Dara dan Om Alex tadi malam."


Duh, bagaimana ini. Alessa sudah tahu semuanya sekarang. Jadi semalam dia marah karena masalah ini.


Bu Ani baru tahu kalau semalam Alessa marah karena dia sudah tahu tentang rahasia Alex.


"Jadi, kamu sudah tahu semuanya?" Tanya Bu Ani.


"Iya Bun. Kenapa sih Bun, kenapa bunda merahasiakan semua ini dari aku. Kenapa bunda nggak jujur aja sama aku. Sudah dari dulu aku pengin ketemu dengan ke dua orang tua kandung aku."


"Maafkan bunda Less. Sebenarnya bunda juga sudah ingin mengatakan rahasia ini sama kamu. Tapi ayah kamu belum membolehkannya. Karena ayah kamu yang meminta bunda untuk merahasiakan semua ini dari kamu."


"Om Alex kenapa jahat sekali sama aku Bun. Kenapa dia malu, mengakui aku sebagai anak kandungnya?" ucap Alessa dengan nada tinggi. Dia merasa kecewa dengan Alex.


"Alessa, Om Alex bukannya malu untuk mengakui kamu sebagai anak kandungnya. Tapi mungkin ada alasan tersendiri untuk Om Alex merahasiakan masalah ini dari kamu dan orang banyak."


"Apa alasannya Bun?" Alessa menatap Bu Ani lekat. Ingin mendengar penjelasan dari Bu Ani.


"Bunda juga nggak tahu. Cuma ayah kamu yang tahu."


"Terus kalau Om Alex ayah kandung aku, siapa ibu kandung aku. Siapa ibu kandung yang melahirkan aku? Bunda pasti tahu kan siapa ibu kandung aku, dan dimana dia sekarang."


"Kalau ibu kandung kamu, bunda sama sekali nggak tahu Less."


"Bunda bohong. Bunda pasti bohong. Mana mungkin bunda tidak tahu siapa ibu kandung aku. Bunda kan sudah mengasuh aku dari bayi. Bunda pasti udah pernah lihat dong, seperti apa ibu kandung aku."


"Less, bunda nggak bohong. Bunda memang tidak tahu siapa ibu kandung kamu. Karena waktu itu, ayah kamu datang sendiri ke panti ini dan menitipkan kamu di sini. Dia tidak bersama ibu kandung kamu," jelas Bu Ani.


"Bunda yakin, bunda nggak kenal dengan ibu kandung aku. Aku sudah tahu semuanya sekarang. Lebih baik bunda jujur aja sama aku sekarang. Siapa sebenarnya ibu kandung aku?" Alessa masih mendesak Bu Ani untuk mengatakan siapa ibu kandung Alessa.

__ADS_1


Namun Bu Ani juga tidak pernah tahu siapa ibu kandung Alessa. Karena waktu Alex datang ke sini, dia hanya membawa bayi Alessa. Dan dia juga tidak pernah menceritakan siapa ibu kandung Alessa pada Bu Ani.


__ADS_2