
Dara menatap kamar Alex yang luas. Setelah menyiapkan air hangat, Dara berjalan ke arah lemari baju Alex. Dia membuka lemari itu untuk memilihkan baju ganti untuk Alex.
"Baju apa ya, yang mau Tuan Alex pakai," ucap Dara yang tampak bingung saat memilihkan baju untuk Alex.
Sebenarnya, Dara sudah lumayan tahu baju-baju mana saja yang sering Alex pakai. Karena dia juga pernah menjadi tukang cuci gosok di rumah Alex.
Dara kemudian mengambil satu setel baju yang ada di lemari Alex. Setelah itu dia meletakan baju itu di atas ranjangnya.
Dara melangkah keluar dari kamar itu. Dara kemudian turun ke bawah untuk ke kamar Bu Vivi.
"Mas Alex, air hangat dan bajunya sudah aku siapkan," ucap Dara setelah sampai di kamar Alex.
"Iya Dara. Makasih. Kamu sudah makan Dara?" Alex menatap Dara lekat.
Dara menggeleng.
"Setelah aku mandi, kita makan bareng ya. Oh iya. Bagaimana adik-adik kamu. Dia sudah tahu kalau kamu mau nginap di sini?"
"Aku sudah telpon mereka Mas. Mas Alex tenang saja, kalau nggak ada aku, adik aku biasanya sama tetangga sebelah rumahku. Mereka orang baik. Aku selalu titipkan adik-adik aku ke keluarga Bu Ratna."
"Ya sudah kalau begitu. Kamu jagain mama dulu ya. Aku mau mandi."
"Iya mas."
Alex pergi keluar dari kamarnya. Sementara Dara mendekat ke arah Bu Vivi dan duduk di sisi Bu Vivi.
Bu Vivi mengerjapkan matanya dan menatap wajah Dara.
"Dara..."
Dara tersenyum.
"Bu Vivi udah bangun?"
"Dara, mana Alex? dia masih di kantor ya?"
"Mas Alex nya lagi mandi dulu Bu. Dia baru pulang dari kantor tadi."
Bu Vivi mencoba beringsut duduk.
Dengan sigap Dara langsung membantu Bu Vivi duduk.
"Gimana keadaan ibu sekarang?" tanya Dara.
"Rasanya ibu sudah mulai membaik Dara. Cuma, kepala ibu saja yang masih sakit." Bu Vivi memegangi kepala yang terasa sakit.
"Sabar ya Bu. Dara yakin, sebentar lagi ibu pasti akan sembuh. Oh iya. Ibu mau makan? Dara ambilkan makan ya?"
"Boleh Dara."
"Ibu tunggu dulu di sini ya. Aku mau ambilkan makanan dulu."
Dara kemudian pergi meninggalkan Bu Vivi sendiri. Dia akan mengambilkan makanan untuk Bu Vivi.
Di sisi lain, Alex keluar dari kamar mandi. Dia masih bertelanjang dada dengan handuk yang masih terlilit di pinggangnya.
Alex menghampiri tempat tidurnya dan menatap baju yang ada di atas ranjang.
"Dara, pinter juga milih baju untuk aku. Aku jadi semakin kagum aja sama dia. Nggak salah aku pilih dia untuk merawat ibu aku. Dia itu gadis yang berbeda dari gadis yang lain. Lama-lama aku jadikan istri juga kamu Dara."
__ADS_1
Alex mengambil baju itu dan langsung memakainya. Setelah itu Alex mendekati cermin dan menyisir rambutnya. Tidak lupa dia juga menyemprotkan parfumnya ke seluruh tubuhnya.
Setelah rapi, Alex keluar dari kamarnya. Dia turun ke bawah untuk ke kamar ibunya. Sesampainya di depan kamar ibunya, Alex tersenyum saat melihat Dara masih menyuapi ibunya.
'Dara sayang banget sama mama. Duh, kenapa aku semakin hari semakin kagum aja sama dia. Apa aku sudah mulai jatuh cinta pada gadis itu.'
Alex masuk ke dalam kamar mamanya.
"Mama, mama udah bangun?" tanya Alex.
Dara menoleh ke arah Alex.
"Mas, mama kamu lagi makan Mas."
"Makan yang banyak ya Ma. Biar mama cepat sembuh."
"Katanya Dara belum makan Alex. Sana kamu ajak dia makan. Mama nggak apa-apa makan sendiri," ucap Bu Vivi.
Alex tersenyum."Iya. Alex akan panggil Ratih untuk gantian nyuapin mama."
Alex menghampiri Dara dan meraih tangan Dara.
"Ayo, kita makan dulu. Biar mama sama Ratih nanti."
Dara bangkit dari duduknya dan meletakan semangkuk bubur itu ke atas nakas.
"Bu, Dara keluar dulu ya."
"Iya Dara."
Setelah itu Dara keluar dari kamar Bu Vivi mengikuti Alex.
Ratih buru-buru menghampiri Dara dan Alex.
"Iya Tuan. Ada apa?" tanya Ratih.
"Tolong suapin mama aku Ratih. Dara mau makan dulu!" pinta Alex.
"Oh, iya Tuan."
"Buburnya sudah ada di kamar mama."
"Siap Tuan."
Ratih kemudian buru-buru pergi untuk ke kamar Bu Vivi.
"Sayang, ayo duduk!" ucap Alex sembari menarik kursi untuk Dara duduk.
Dara menatap Alex. Merasa aneh dengan panggilan sayang itu.
"Sayang?"
"Oh, maksud aku Dara, ayo duduk!"
"Iya Mas."
Dara kemudian menghempaskan tubuhnya di atas kursi ruang makan.
"Kamu tunggu di sini ya. Aku mau ambil piring satu lagi untuk kamu."
__ADS_1
Dara hanya mengangguk. Sementara Alex pergi ke dapur untuk mengambil piring untuk Dara makan.
"Tuan muda, kan piringnya udah aku siapkan," ucap Lestari.
"Aku mau ambil piring lagi untuk Dara."
"Oh. Kalian mau makan bareng?"
"Iya. Dara belum makan soalnya."
Setelah mengambil piring, Alex kemudian kembali ke ruang makan sembari membawa piring untuk Dara. Dengan sigap dia langsung mencedokan nasi dan lauk pauk untuk Dara.
"Kenapa jadi kamu yang melayani aku Mas? harusnya kan aku yang ngambilin kamu nasi."
Alex tersenyum" Nggak apa-apa Dara. Aku ingin kamu makan yang banyak. Agar kamu ngga sakit dan bisa terus merawat mama."
"Iya Mas."
Dara dan Alex kemudian makan bersama di ruang makan.
Ring ring ring...
Suara ponsel yang ada di atas meja Alex berdering. Alex hanya membiarkannya saja tanpa mengangkatnya.
"Mas, dari siapa? siapa yang nelpon?" tanya Dara di sela-sela kunyahannya.
"Oh, ini nggak penting Dara."
"Angkat aja Mas. Sia?pa tahu penting."
"Biarkan saja lah. Kita kan lagi makan. Aku nggak suka di ganggu, kalau lagi makan."
Ring ring ring...
Ponsel itu terus saja berdering. Sampai membuat Alex kesal.
"Halo..."
"Halo sayang..." suara seorang wanita sudah terdengar dari balik telpon.
"Maria. Ada apa kamu malam-malam gini nelpon?"
"Aku lagi kangen sama kamu sayang. Kemana aja sih kamu selama ini? aku itu selalu telponin kamu, chat kamu. Tapi kamu ngga pernah angkat telpon dari aku dan nggak mau balas chat aku. Kamu kenapa sih? lagi ada masalah ya sama kamu? atau kamu lagi marah sama aku?"
Alex menatap Dara. Sebenarnya dia tidak mau Dara semakin ilfil padanya. Karena seringnya Alex berhubungan dengan wanita. Makanya selama ada di dekat Dara, Alex tidak pernah mau mengangkat telpon dari pacar-pacarnya.
Dara yang sejak tadi masih fokus makan, hanya diam. Dia sama sekali tidak mau memperhatikan Alex. Karena jujur, Dara tidak begitu peduli sama Alex. Karena dari awal Dara kenal dengan Alex, Dara sudah tahu kalau lelaki itu playboy.
****
Maafin ya, kemarin kehabisan kuota, jadi Up nya cuma satu bab.🙏
Marhaban ya ramadhan,
Selamat menunaikan ibadah puasa...
bagi yang menjalankannya.
Jangan lupa perbanyak amal ibadah ya di bulan ramadhan. terutama banyak-banyaklah membaca Al-Qur'an.
__ADS_1