
Alessa dan Dara saling melempar senyum. Alex bahagia, akhirnya Dara mau juga menerima masa lalunya yang buruk. Dan mungkin Dara juga mau menerima Alessa sebagai anaknya.
Kalau Alessa sekarang usianya sudah lima belas tahun, berarti saat Alessa lahir, Mas Alex masih dua puluh tahun. Mas Alex masih kuliah dan masih muda banget berarti waktu itu. Dan Kinara? seperti apa Kinara? batin Dara.
Dara sejak tadi masih bertanya-tanya dalam hati. Dia jadi penasaran dengan sosok Kinara.Masa lalu Alex seperti mimpi saja untuk Dara. Dara masih tidak percaya kalau Alex ternyata sudah punya anak. Dan anak itu sudah lima belas tahun usianya. Lebih tua satu tahun dari Ica dan Oca.
Dara masih diam mematung di teras depan rumah panti. Sementara Alex dan Alessa sudah masuk ke dalam rumah panti itu.
Setelah Dara tersadar dari lamunannya, Dara menatap sekeliling.
"Lho, kok aku ditinggalin sih. Ih, Mas Alex nyebelin banget sih," gerutu Dara.
Dara mendekat ke arah pintu. Dia mengintip sedikit dari balik pintu bunda panti yang sedang ngobrol dengan Alex dan Alessa.
"Pak Alex, akhirnya Pak Alex datang juga ke sini. Alessa sudah sangat merindukan Pak Alex. Dari kemarin dia sudah nanyain Pak Alex terus,"ucap Bunda Ani. Bunda asuh Alessa yang ada di panti asuhan itu.
Alessa mirip banget dengan Mas Alex. Kenapa Alessa nggak tahu kalau Mas Alex adalah ayah kandungnya. Apa Alessa selama ini nggak menyadari kalau dia itu mirip dengan Mas Alex. Apa karena kemiripan itu, Mas Alex enggan untuk membawa Alessa ke rumah besarnya.
"Maaf ya, Bu Ani, Alessa, setahun ini saya lagi sibuk banget. Dan di rumah saya juga lagi banyak masalah. Jadi saya nggak bisa datang ke sini. Kalau kangen sih, saya kangen banget dengan Alessa," ucap Alex.
"Jangan berdiri saja Pak Alex. Ayo kita duduk Pak Alex!" Bu Ani mempersilahkan Alex untuk duduk.
"Om, Kak Daranya kok nggak di suruh masuk. Kan kasihan kalau dia nunggu di luar terus," ucap Alessa.
Alex menepuk keningnya sendiri.
"Oh iya. Om sampai lupa memperkenalkan Dara pada Bu Ani."
Bunda Ani mengernyitkan alisnya.
"Maaf, kalau boleh tahu, Dara siapa sih?" tanya Bu Ani.
"Ada deh bunda. Kak Dara itu, orang spesialnya Om Alex," ucap Alessa.
"Siapa Pak Alex?" Bu Ani menatap Alex lekat.
Alex tersenyum. "Calon istri saya Bu Ani. Lebih tepatnya tunangan saya."
"Kok dia nggak ikut masuk? apa dia pemalu ya?"
"Nggak juga kok Bu," ucap Alex.
Alex melangkah keluar untuk menghampiri Dara yang saat ini masih ada di dekat pintu depan..
"Dara, kenapa kamu nggak ikut masuk?" tanya Alex.
"Emang kamu nyuruh aku masuk?"
__ADS_1
"Tadi aku dan Alessa sudah mengajak kamu masuk ke dalam. Tapi kamu masih berdiri aja seperti patung. Ayo sekarang kita masuk. Aku akan kenalkan kamu sama bunda pantinya Alessa," ucap Alex yang sudah menggenggam tangan Dara dengan erat.
Setelah itu Alex mengajak Dara masuk ke dalam rumah panti.
"Ini Bu, Dara. Tunangan saya," ucap Alex memperkenalkan Dara pada Bu Ani
Bu Ani mengulurkan tangannya.
"Saya Ani. Bunda asuhnya Alessa."
Dara menyambut uluran tangan Bu Ani.
"Saya Dara. Tunangannya Mas Alex," ucap Dara.
"Ayo duduk Dara, Pak Alex." Bu Ani mempersilahkan Alex dan Dara duduk.
Setelah semua duduk, Bu Ani memerintahkan Alessa untuk membuatkan minum untuk Dara dan Alex.
"Les, tolong bunda Les. Buatkan minum untuk Pak Alex dan Dara."
Alessa mengangguk. "Iya Bunda."
Alessa kemudian melangkah ke dapur untuk membuatkan minum untuk Dara dan Alex.
"Jadi, kalian sudah tunangan?" tanya Bu Ani.
"Kenapa nggak ngundang ibu? Kalau ibu di undang, pasti ibu dan anak-anak datang ke sana."
"Maaf Bu. Saya juga lupa ngundang ibu. Karena acaranya mendadak banget."
Dara melirik Alex.
Ih, dasar Mas Alex tukang bohong. Lagian siapa yang mengadakan pesta dadakan. Bilang aja kalau dia tidak mau Alessa datang ke rumahnya.
"Oh... begitu. Selamat ya. Ibu doakan, semoga kalian cepat-cepat nikah," ucap Bu Ani.
"Kalau nikah sih kayaknya masih lama Bu. Saya aja masih kuliah."
"Oh. Ya nggak apa-apa dong nikah sambil kuliah."
"Duh, tapi kalau punya anak kan nanti bisa nggak fokus kuliahnya."
"Ya tunda dulu aja punya anaknya."
Alex tersenyum dan menatap Dara.
"Dengar kan kata Bu Ani. Tunda dulu kehamilannya. Kita nikah dulu aja."
__ADS_1
Di sela-sela Bu Ani, Dara dan Alex ngobrol, beberapa saat kemudian , Alessa mendekat ke arah mereka sembari membawa tiga gelas teh manis hangat.
"Duh, repot-repot banget Les," ucap Dara.
"Nggak apa-apa Kak," ucap Alessa sembari meletakan minuman itu di atas meja.
"Makasih ya sayang," ucap Alex yang tidak pernah berhenti memanggil sayang pada Alessa.
Alessa hanya mengangguk dan tersenyum. Setelah itu dia duduk di sisi bunda pantinya.
"Oh iya. Om Alex kapan tunangan sama Kak Dara?" tanya Alessa.
"Satu minggu yang lalu," jawab Alex.
"Kok Om Alex nggak ngundang kami di sini."
Maafkan aku Alessa. Aku belum siap mengajak kamu ke rumah. Wajah kamu itu mirip banget denganku. Jika aku mengajak kamu ke tempatku, semua orang pasti akan mempertanyakan siapa kamu sebenarnya. Dan rahasiaku bisa terbongkar. Tapi papa janji Papa akan mengajak kamu ke rumah papa setelah papa nikah nanti.
"Alessa. Om nggak ngundang orang banyak. Karena ini kan cuma pesta pertunangan. Nanti kalau pesta pernikahan, baru Om akan undang kamu dan adik-adik panti kamu," ucap Alex.
"Benar ya Om. Aku pengin deh lihat rumah Om. Karena aku nggak pernah di ajak Om main ke rumah Om."
"Iya. Nanti Om ajak kamu kapan-kapan ya."
****
Dara masih bercakap-cakap dengan Bu Ani di teras depan rumah panti. Sementara Alex, masih tidur di sofa ruang tamu rumah panti. Sepertinya Alex kelelahan, sehingga dia terlelap begitu saja di ruang tamu rumah panti. Namun Bu Ani, Alessa dan Dara hanya membiarkan Alex begitu saja.
"Sepertinya, Pak Alex itu lelah banget ya," ucap Bu Ani.
"Iya. Perjalanan untuk ke sini memang cukup jauh dan tadi saja jalanan macet. Harusnya sampai satu jam, malah tadi sampai satu jam setengah," ucap Dara menjelaskan.
"Oh iya Dara. Kalau ibu boleh tahu, udah berapa lama kamu punya hubungan dengan Pak Alex?" tanya Bu Ani.
Dara diam dan tampak berfikir.
"Berapa lama ya. Kayaknya nggak lama Bu. Belum ada setahun kok. Mungkin delapan bulananlah kalau nggak salah."
"Oh. Sudah cukup lama ya."
"Iya Bu. Dan baru pertama kali ini saya datang ke sini."
"Iya. Pak Alex memang sering sekali datang ke sini untuk menemui Alessa anaknya."
"Ibu tahu kalau Alessa anaknya Mas Alex?" tanya Dara menatap lekat wajah Bu Ani.
Bu Ani mengangguk.
__ADS_1
"Iya. Cuma ibu yang tahu masalah ini. Alessa pun tidak tahu mengenai hal ini."