
Dara terkejut saat tiba-tiba saja Alex meraih tangan Dara dan menggenggamnya erat.
"Dara, aku ingin kamu jawab jujur pertanyaan dari aku," ucap Alex menatap Dara lekat.
"Iya Mas. Aku akan jawab jujur dengan semua pertanyaan kamu."
"Dara, apakah kamu benar-benar cinta sama aku?" tanya Alex.
Dara diam. Dia bingung mau menjawab apa. Saat Alex menatapnya lekat dan mempertanyakan hal itu, entah kenapa jantung Dara mendadak berdegup lebih kencang dari biasanya. Dara tampak gugup saat mendengar pertanyaan yang keluar dari bibir Alex.
Dara menghela nafas dalam.
"Sebenarnya aku..."
Dara menggantungkan ucapannya. Sementara Alex menunggu jawaban dari Dara.
Setelah lama Alex menunggu jawaban dari Dara, Akhirnya Dara mengatakan juga, kalau dia juga cinta sama Alex.
"Aku juga cinta sama kamu Mas," ucap Dara.
Wajah Dara langsung berubah memerah, saat dia mengatakan kalau dia juga cinta sama Alex. Dara tidak berani menatap Alex karena dia malu sama Alex. Sementara Alex tersenyum. Dia sangat bahagia mendengar jawaban dari Dara. Jawaban yang selama ini dia tunggu-tunggu.
"Dara, katakan sekali lagi Dara. Aku ingin mendengarnya sekali lagi," ucap Alex dengan mata berbinar-binar.
Alex meraih dagu Dara, dan menghadapkan wajah Dara ke wajahnya.
"Tatap aku sayang. Aku ingin mendengar jawaban kamu sekali lagi," ucap Alex yang wajahnya sudah sangat dekat dengan Alex.
"Aku... aku juga cinta sama kamu Mas Alex," ucap Dara sekali lagi.
Alex tersenyum. Dengan sigap, dia langsung mencium punggung tangan Dara berkali-kali.
"Dara, aku bahagia Dara, karena aku sudah bisa mendapatkan cinta tulus dari seorang gadis baik hati seperti kamu," ucap Alex.
"Dan aku mau tanya sama kamu. Jika suatu saat aku bangkrut dan aku hidup miskin, apa kamu siap ikut hidup miskin bersama aku?" tanya Alex.
Dara tersenyum.
"Kamu nanya sama aku, apakah aku mau hidup miskin bersama kamu Mas? sekarang aja aku sudah hidup miskin Mas. Jika aku tetap miskin, ya berarti memang aku belum ditakdirkan menjadi orang kaya. Dan aku mencintai kamu bukan karena kekayaan kamu Mas. Aku mencintai kamu itu tulus dari hati aku yang terdalam. Bukan karena ketampanan kamu dan kekayaan kamu," ucap Dara panjang lebar.
"Jika kamu mengajak aku hidup miskin, aku pun sudah biasa hidup dalam kemiskinan. Malah yang aku takutkan, kamu tidak akan sanggup hidup miskin seperti aku," lanjut Dara.
Alex tersenyum, wanita seperti Dara lah yang selama ini Alex cari. Dan dari semua jawaban Dara, Alex sudah bisa menilai kalau cinta Dara itu memang tulus.
"Dara, aku ini punya masa lalu yang buruk. Apakah kamu mau menerima masa lalu aku?" tanya Alex menatap lekat wajah cantik Dara.
"Masa lalu apa Mas? aku sudah tahu, kalau kamu seorang playboy. Dan kamu sering membawa wanita-wanita tidur di hotel. Dan aku tidak akan mempermasalahkan hal itu, selama kamu masih mau setia sama aku dan tidak akan lagi mengulangi hal itu."
__ADS_1
"Aku janji Dara. Mulai sekarang sudah tidak akan ada lagi wanita di hidup aku kecuali kamu. Aku akan setia sama kamu sampai aku mati. Aku tidak akan pernah mengkhianati cinta kita dan aku akan selalu cinta sama kamu. Aku akan melupakan semua masa lalu aku dengan mantan-mantan aku. Dan setelah ini, kita akan membuka lembaran hidup baru Dara."
Dara tersenyum.
"Aku percaya sama kamu Mas. Kalau kamu itu memang serius cinta sama aku."
"Iya Dara. Makasih karena kamu sudah mau menerima cinta aku."
Dara mengangguk. Setelah itu, Alex dan Dara saling diam. Mereka menatap ke depan, dan larut dalam fikiran mereka masing-masing.
Alex menatap Dara lekat.
Sebenarnya ada satu lagi masa lalu aku dengan seorang wanita Dara. Dan semua orang tidak ada yang tahu tentang hal ini, begitu juga dengan orang tuaku. Semua orang juga tidak akan menyangka dengan hal ini. Dan sebelum pernikahan kita, aku akan jujur sama kamu dengan masa lalu aku itu. Semoga kamu bisa menerima semua masa lalu aku dan mau menerima kekurangan aku. Karena aku tidak akan pernah menutupi rahasia apapun dari istri aku, "batin Alex.
Alex memang selama ini menyimpan sebuah rahasia besar yang tidak ada satu orang pun tahu tentang rahasia itu. Karena Alex akan mengungkapkan rahasia itu setelah dia menikah nanti. Dan rahasia apa yang selama ini Alex simpan? hanya Alex yang tahu.
Hoaaammm.
"Mas, aku udah ngantuk Mas. Aku mau ke kamar dulu ya," ucap Dara.
"Iya sayang. Aku juga udah ngantuk. Besok aku juga mau ke kantor pagi-pagi."
Dara mengangguk.
Dara bangkit berdiri. Setelah berpamitan dengan Alex, Dara kemudian melangkah pergi meninggalkan ruang tengah. Setelah Dara pergi dari ruang tengah, Alex pun bangkit berdiri dan mengikuti Dara pergi. Alex kemudian melangkah ke kamar tamu untuk tidur.
****
Mungkin karena semalam mereka tidur sampai larut malam, sehingga membuat mereka mengantuk dan sulit untuk bangun pagi-pagi.
Oca mengerjapkan matanya. Dia terkejut saat melihat asap mengepul dari luar kamarnya.
Oca langsung membangunkan Ica kakaknya.
"Kak Ica, bangun Kak. Di depan pintu ada asap Kak. Sepertinya rumah kita kebakaran deh," ucap Oca.
Ica mengerjapkan matanya. Dia terbatuk-batuk saat terbangun. Asap itu semakin menebal dan masuk ke dalam kamarnya. Membuat mereka berdua sesak nafas karena asap itu.
"Oca, kenapa bisa ada asap di depan kamar kita," ucap Ica.
"Aku juga nggak tahu Kak. Jangan-jangan, rumah kita kebakaran Kak," Ucap Oca.
Mereka berdua sudah tampak panik saat melihat asap yang ada di luar kamarnya.
"Ya ampun Oca. Kita harus keluar dari sini. Kita harus cari pertolongan,' ucap Ica.
"Iya Kak."
__ADS_1
Ica dan Oca mendekat ke arah jendela kamarnya dan meminta tolong. Mereka berharap kalau akan ada orang yang mau menolong mereka dan menyelamatkan mereka dari kebakaran itu.
"Tolong...! tolong...! tolong...!" seru Oca dari dalam rumah.
"Tolong...! tolong...kami...! kami terjebak di sini. Tolong selamatkan kamu..." seru Ica.
*****
Pagi ini Dara masih menemani Alex di ruang makan. Tiba-tiba saja ponsel Dara berdering.
"Dara, telpon kamu bunyi Dara, angkat aja Dara, siapa tahu penting," ucap Alex di sela-sela e.
Di sela-sela kunyahannya, Dara pun mengangguk. "Iya Mas."
Dara kemudian mengambil ponselnya yang ada di depannya duduk dan dia pun mengangkat panggilan dari Bu Ratna.
"Halo Assalamualaikum Bu."
"Halo Dara, kamu ada di mana sekarang. Kamu harus cepat pulang. Rumah kamu kebakaran dan ke dua adik kamu terjebak di dalam rumah itu."
"Apa! rumah aku kebakaran? Dan ke dua adik aku, Ica dan Oca terjebak di dalamnya?"
"Iya Dara. Apa kamu bisa cepat datang ke sini."
"Baiklah. Aku akan segera ke sana."
Dara menutup saluran telponnya. Setelah itu dia menatap Alex lekat.
"Mas Alex, aku mau pulang Mas. Rumah aku kebakaran. Kita harus menyelamatkan adik aku. Karena Ica dan Oca sekarang ada di dalam rumah itu. Mereka berdua terjebak di dalam kebakaran itu," ucap Dara menjelaskan.
"Apa! kebakaran? baiklah. Ayo sekarang kita ke sana. Kita harus cepat-cepat ke sana untuk menyelamatkan adik kamu."
"Iya Mas."
Dara dan Alex kemudian melangkah pergi meninggalkan ruang makan. Mereka pergi keluar rumah dan melangkah ke garasi di mana mobil Alex terparkir. Setelah itu Alex dan Dara masuk ke dalam mobil. Tanpa butuh waktu lama, Mereka pun meluncur pergi untuk ke rumah Dara.
Bu Vivi melangkah ke ruang makan. Dia terkejut saat tidak melihat Dara dan Alex ada di ruang makan.
"Kemana ya anak-anak. Kenapa mereka nggak habiskan makanannya. Mereka pergi kemana sih. Masa pergi nggak pamitan dulu sama aku," ucap Bu Vivi.
Dia heran saat melihat Dara dan Alex yang pergi, tanpa berpamitan dulu sama Bu Vivi.
"Ada apa ya, nggak biasanya mereka seperti ini."
Bu Vivi kemudian melangkah ke dapur untuk memanggil Mbak Mirna.
"Mbak Mirna. Tolong kamu beresin meja makan. Dara dan Alex sudah pergi."
__ADS_1
"Baik Nyonya."