
"Ya udah, kalau begitu terimakasih banyak ya Pak," ucap Alex pada satpam itu sebelum pergi.
"Iya. Sama-sama Mas."
Alex kemudian pergi meninggalkan satpam itu untuk kembali ke mobilnya. Alex masuk ke dalam mobilnya dan meluncur pergi meninggalkan kampus Dara.
"Dara ke mana ya. Dia sudah pulang ke rumah, atau dia sudah ada di kantor Papa," ucap Alex.
Alex kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Ranti teman kerja Dara. Dia ingin memastikan kalau Dara saat ini sudah ada di kantor ayahnya.
"Halo..." Suara Ranti sudah terdengar dari balik telpon.
"Halo Mbak Ranti, apa Dara sudah nyampe kantor?"
"Belum Pak Alex. Dara belum sampai ke sini. Di sini nggak ada Dara."
"Oh. Ya udah. Makasih banyak Mbak."
"Iya Pak Alex."
Setelah menelpon Ranti, Alex menekan nomer Oca adiknya Dara untuk memastikan kalau Dara saat ini sudah berada di rumahnya.
"Halo..."
"Halo Oca, Kak Dara ada di rumah nggak?"
"Kak Dara nggak ada di sini Kak. Kak Dara kan kerja."
"Oh, jadi Dara nggak di rumah ya."
"Iya Kak."
"Ya udah ya Oca, makasih."
"Iya Kak."
Alex kemudian memutuskan saluran telponnya. Setelah itu dia tampak berfikir.
Sebenarnya Dara kemana sih, kenapa dia nggak ada di rumahnya dan dia juga nggak ada di kantor Papa. Dara sudah membuat aku khawatir, batin Alex.
"Kenapa perasaan aku jadi nggak enak begini ya. Apa jangan-jangan, sudah terjadi sesuatu sama Dara. Aku harus cari Dara. Aku nggak mau sampai terjadi apa-apa sama dia," ucap Alex di sela-sela menyetirnya.
Di tengah-tengah perjalanannya, Alex terkejut saat melihat seorang wanita duduk di pinggir jalan. Di tengah hujan, wanita itu bersimpuh di pinggir jalan dengan bajunya yang basah kuyup.
"Siapa cewek itu. Kenapa dia duduk di pinggir jalan dan hujan-hujanan begitu," ucap Alex.
Alex yang penasaran dengan wanita itu, turun dari mobilnya. Dia membawa payung dan mendekati wanita itu.
"Kamu kenapa duduk di sini?" tanya Alex yang sudah berdiri di dekat wanita itu.
"Mas Alex," ucap Dara.
Alex terkejut saat mendengar suara Dara. Dia kemudian meletakkan payungnya dan membantu Dara untuk berdiri.
"Sayang, kenapa kamu bisa hujan-hujanan begini?" tanya Alex sembari menangkup wajah Dara.
__ADS_1
Dara saat ini basah kuyup. Alex tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan kekasihnya itu.
"Mas Alex. Tadi ada orang-orang yang jahatin aku. Mereka menginjak-injak kaca mata aku sampai hancur. Mereka juga membuang tas dan buku-buku aku. Aku nggak bisa pulang dalam keadaan seperti ini Mas," ucap Dara sembari berderaian air mata.
Alex mengepalkan tangannya geram. Alex memegang ke dua bahu Dara dengan erat dan menatapnya tajam.
"Dara, katakan sama aku, siapa orang yang sudah membuat kamu seperti ini. Katakan sayang...! biar aku bikin perhitungan orang-orang itu."
Dara hanya menggeleng sembari sesekali menyeka wajahnya yang basah karena air hujan.
"Aku nggak tahu siapa. Tapi yang aku lihat, mereka cowok dan pakai motor semua. Mereka udah ngerjain aku, dengan coret-coret baju aku pakai spidol," ucap Dara.
Alex sangat prihatin melihat kondisi Dara saat ini. Alex tidak tahu siapa orang yang sudah ngerjain Dara sampai membuat Dara basah kuyup seperti itu.
"Ya udah, sekarang kita pulang ya. Terus mana tas kamu?" Alex menatap sekeliling untuk mencari tas Dara. Dia terkejut saat melihat tas Dara sudah tergeletak di pinggir jalan.
"Itu tas kamu. Tunggu sebentar ya, aku ambil tas kamu dulu," ucap Alex.
Alex kemudian mengambil tas Dara yang sudah basah karena air hujan dan mengambil buku-bukunya. Setelah itu dia menatap kaca mata Dara yang sudah hancur berkeping-keping.
Sebenarnya, siapa orang yang sudah berani ngerjain Dara. Kalau aku tahu siapa orang itu, aku nggak akan pernah memaafkannya. Akan aku beri pelajaran orang itu,"Geram Alex dalam hati.
"Ayo sayang kita pulang," ucap Alex sembari merangkul bahu Dara.
Alex kemudian membuka pintu mobil untuk Dara.
"Masuk sayang," pinta Alex.
Dara mengangguk dan langsung masuk ke dalam mobil. Setelah itu Alex pun ikut masuk ke dalam mobil.
Di sela-sela menyetirnya, Alex sesekali menatap ke arah Dara. Dara masih mengusap-usap hidungnya yang gatal. Sejak tadi Dara masih bersin-bersin. Mungkin dia masuk angin karena kelamaan berada di tengah-tengah hujan.
"Sayang, kamu kedinginan ya?" tanya Alex.
Dara diam dan hanya mengangguk. Tiba-tiba saja Alex menghentikan laju mobilnya. Setelah itu dia mengambil jasnya dan memberikan jas itu pada Dara.
"Sayang, kamu pakai jas aku dulu ya," ucap Alex.
Alex kemudian memakaikan jasnya ke tubuh Dara. Setelah itu Alex kembali menyetir mobilnya.
"Sayang, kita pulang ke rumah aku aja. Nanti kamu bisa pinjam baju Ratih. Karena aku juga kedinginan dan mau ganti baju juga di rumah."
"Iya Mas."
Dara yang sudah kedinginan dengan wajahnya yang sudah tampak pucat, hanya menuruti apa yang diucapkan Alex.
Alex kemudian meluncur pergi sampai ke rumahnya.
Setelah menempuh beberapa menit perjalanan, akhirnya mobil Alex sampai juga di depan rumah Alex.
Pak Tino buru-buru membuka pintu gerbang untuk Alex. Mobil Alex kemudian meluncur sampai ke garasi. Setelah itu Alex turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Dara.
"Sayang, ayo turun," ucap Alex.
Dara kemudian turun dari mobil Alex. Setelah itu mereka berdua melangkah masuk ke dalam rumahnya.
__ADS_1
"Ratih...! Ratih...!" seru Alex setelah sampai di ruang tengah.
Beberapa saat kemudian, Ratih menghampiri Alex. Ratih terkejut saat melihat Dara dan Alex tampak basah kuyup.
"Kalian dari mana ? kok bisa basah kuyup begitu?" tanya Ratih.
"Jangan banyak tanya Ratih. Dara sudah kedinginan. Tolong kamu pinjami Dara baju ya. Kasihan dia kedinginan," ucap Alex.
"Iya Tuan."
"Cepat! sekarang kamu ambilkan baju untuk Dara."
"Iya Tuan."
Ratih kemudian pergi ke kamarnya untuk mengambilkan baju ganti untuk Dara. Beberapa saat kemudian, Ratih kembali sembari membawa bajunya.
"Ini bajunya Dara." ucap Ratih sembari menyodorkan baju itu pada Dara.
Dara mengambil baju itu dari tangan Ratih.
"Makasih Mbak Ratih, udah mau pinjami aku baju," ucap Dara.
"Iya Dara."
"Kamu boleh kembali ke belakang Ratih," ucap Alex.
"Iya Tuan Alex."
Ratih kemudian pergi meninggalkan Dara dan Alex. Sementara Alex mengajak Dara untuk ke kamarnya.
Sesampainya di depan kamar Alex, mereka menghentikan langkahnya.
"Sayang, kamu langsung ganti baju ya di dalam," ucap Alex menatap Dara lekat.
"Mas Alex, kedinginan juga?" Dara tampak khawatir dengan Alex
"Aku nggak apa-apa Dara. Jangan khawatirkan aku."
"Kalau Mas Alex dingin, Mas Alex duluan aja yang ganti baju. Biar aku nanti aja ganti bajunya setelah Mas Alex."
"Dara, kamar di sini kan banyak, biar aku ganti baju di kamar lain. Kalau kamu mau mandi di kamar aku dan ganti baju di sini, nggak apa-apa. Aku bisa mandi dan ganti baju di kamar lain."
"Iya Mas."
Alex dan Dara kemudian masuk ke dalam kamar itu.
Alex melangkah mendekat ke arah lemari bajunya. Setelah itu Alex mengambil baju ganti untuknya.
"Dara, aku mau mandi dan mau ganti baju dulu ya di kamar bawah."
"Iya Mas."
Setelah Alex pergi dari kamarnya, Dara melangkah masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar Alex. Dara kemudian mandi di sana.
Selesai mandi, Dara kemudian keluar dari kamar mandi dan memakai baju dari Ratih.
__ADS_1