Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Menjadi karyawan baru


__ADS_3

Pagi ini Dara sudah siap untuk pergi ke kantor Pak Rajasa. Dia akan kembali ke kantor Pak Rajasa sekaligus dia akan membawa berkas-berkas lamaran pekerjaannya.


Seperti apa kata Pak Rajasa kemarin. Dara besok boleh datang ke kantornya lagi dan dia bisa langsung bekerja dengan membawa persyaratan lamaran pekerjaan.


"Oca, Ica, kalian sudah siap mau berangkat?" tanya Dara pada ke dua adiknya yang sudah memakai seragam sekolah.


"Iya Kak," jawab Ica.


"Ya udah. Kakak juga mau ke kantornya Pak Rajasa," ucap Dara.


Ica tersenyum.


"Kakak yakin, udah diterima kerja di kantornya Om Rajasa?" tanya Ica


"Iya Ica. Semua ini karena kamu. Kamu yang sudah membuat kakak kenal dengan Pak Rajasa. Dan ternyata Pak Rajasa itu orang yang sangat baik sekali Ca."


"Iya Kak. Aku tahu," ucap Ica.


"Syukurlah Kak, kalau kakak sudah mendapatkan pekerjaan lagi, jadi kita juga nggak ikut bingung," ucap Oca.


Saat ini Dara dan ke dua adiknya sudah berada di ruang makan. Setelah semua makanan sudah berada di atas meja, Dara, Ica dan Oca kemudian makan bersama.


Selesai makan, ke dua adik kembar Dara berpamitan pada Dara.


"Kak, aku berangkat dulu ya," ucap Ica. Dia kemudian mencium punggung tangan Dara.


Oca bangkit berdiri. Dia juga mencium punggung tangan kakaknya.


"Aku juga berangkat dulu ya Kak," ucap Oca.


"Iya. Hati-hati di jalan ya."


"Iya Kak," ucap Ica dan Oca kompak.


Setelah itu si kembar Ica dan Oca keluar dari rumahnya. Mereka akan berangkat ke sekolah seperti yang setiap hari mereka lakukan.


Dara menatap makanan yang ada di atas meja. Setelah itu Dara membereskan piring-piring kotor yang ada di atas meja dan membawanya ke dapur. Sebelum pergi, dia juga menyimpan terlebih dahulu makanannya itu.


Setelah semua pekerjaan rumahnya beres, Dara kemudian pergi keluar dari rumahnya untuk pergi ke tempat kerja barunya.


Sesampainya di depan kantor Pak Rajasa, Dara turun dari ojeknya. Setelah dia membayar ongkos ojeknya, Dara kemudian berjalan mendekati gerbang kantor Pak Rajasa. Setelah itu dia masuk ke dalam halaman kantor besar itu.


Dara menatap sekeliling. Sudah banyak karyawan yang berlalu lalang berangkat ke kantor. Dara kemudian berjalan mendekati satpam yang kemarin dia temuin.


"Kamu lagi," ucap satpam itu saat melihat Dara.


"Mau ngapain kamu ke sini lagi?" tanya satpam itu.


Dara tersenyum.

__ADS_1


"Kemarin aku sudah ketemu Pak Rajasa. Dan dia menyuruh aku untuk kembali ke sini dan berkerja di sini," jelas Dara.


"Kamu yakin? terus kamu mau kerja apa?" tanya satpam itu.


Sebelum Dara menjawab pertanyaan dari satpam, seseorang berseru dari belakang Dara.


"Dara...!"


Dara langsung menoleh ke belakang. Dia tersenyum saat melihat Ranti wanita yang kemarin Pak Rajasa kenalkan padanya. Seorang office girl yang sudah lama berkerja di kantor Pak Rajasa. Yang sekarang sudah menjadi ketua di antara office boy dan office girl yang lain.


Ranti berjalan mendekat ke arah Dara.


"Dara, kamu sudah berangkat," ucap Ranti.


Dara tersenyum dan mengangguk. "Iya Mbak."


"Ayo kita masuk ke dalam!" pinta Ranti.


"Iya Mbak. Mbak duluan aja."


"Ya udah, aku duluan ya."


Ranti kemudian berjalan masuk ke dalam kantor. Sementara Dara masih menatap ke tempat parkir.


'Aku seperti kenal mobil itu,' batin Dara yang masih menatap mobil yang tidak asing lagi untuknya.


"Oh, nggak kok. Sekarang pak satpam percaya kan sama aku. Kalau aku sekarang kerja di sini," ucap Dara sembari menatap satpam itu lekat.


Satpam tersenyum.


"Iya. Semoga betah kerja di sini ya Mbak."


"Iya. Jangan panggil aku Mbak. Panggil aja aku Dara. Kayak Pak Tino aja selalu panggil Mbak. Rasanya aku sudah tua kalau di panggil Mbak."


"Iya Dara. Semangat bekerja."


Dara mengangguk. Setelah itu dia berjalan masuk ke dalam kantor. Dara melangkahkan kakinya sembari mengingat-ingat sesuatu.


"Tadi kok, mobil yang jalan ke parkiran seperti mobilnya Tuan Alex ya. Apa Tuan Alex ke sini. Tapi untuk apa dia ke sini. Ini kan bukan kantor dia," gumam Dara sembari berjalan ke belakang kantor. Dia akan menemui Mbak Ranti dan teman-temannya di sana.


Sesampainya di belakang, dia melihat beberapa orang office girl dan office boy sudah berkumpul. Dara masuk ke dalam sebuah ruangan tempat teman-temannya berkumpul.


"Selamat pagi..." ucap Dara.


Mereka semua menatap Dara.


"Siapa dia?"


"Aku nggak tahu. Mungkin dia karyawan baru."

__ADS_1


Bisik-bisik karyawan Pak Rajasa sudah terdengar di telinga Dara. Mereka tampak asing dengan Dara. Hanya Ranti dan beberapa orang yang tahu tentang Dara. Dan semuanya belum ada yang mengenal Dara.


"Oh, aku lupa memperkenalkan Dara sama kalian semua. Dia Dara teman baru kita. Dia baru hari ini bekerja di sini," ucap Ranti.


"Oh, dia kerja di sini juga, kok penampilannya aneh gitu," ucap Selfi yang sejak tadi masih memperhatikan penampilan Dara.


"Hush, Selfi. Jangan bicara sembarangan. Kata Pak Rajasa, kita harus kerja sama dan kompak. Untuk menjaga lingkungan perusahaan agar tetap aman dan nyaman."


Penampilan Dara memang seperti biasa, dia selalu dengan gaya rambutnya yang di kepang dua dan kaca mata besar yang selalu melekat di matanya. Namun walau dia jelek, Alex tetap masih tertarik padanya. Entah kenapa dengan Alex. Dia begitu terobsesi dengan Dara. Sampai sekarang saja dia masih penasaran dengan Dara.


Ring ring ring...


Suara ponsel Ranti berdering.


"Halo selamat pagi..."


"Ranti, apa Dara sudah datang?"


"Iya Pak Rajasa. Dia sudah sampai."


"Tolong suruh Dara ke ruangan saya. Saya ingin bicara dengannya."


"Baik Pak."


Setelah sambungan telpon itu terputus, Ranti menatap Dara.


"Dara, Pak Rajasa memanggilmu. Dia sedang menunggu kamu di ruangannya."


Dara diam. Dia masih bingung untuk ke ruangan Pak Rajasa. Kemarin saja dia bingung untuk mencari pintu keluar karena saking besarnya kantor itu.


"Ruangannya di lantai atas kan?" tanya Dara.


"Iya. Ruangan Pak Rajasa ada di lantai tiga. Kamu bisa cari lift di depan," jawab Ranti.


"Baiklah."


Dara kemudian berjalan untuk mencari lift. Dia kemudian masuk ke dalam lift. Beberapa saat kemudian, seorang lelaki masuk ke dalam lift. Dia berdiri di depan Dara.


'Aku seperti mengenal parfumnya. Dia seperti Tuan Alex' batin Dara yang masih menatap punggung lelaki yang ada di depannya.


Beberapa saat kemudian lift pun terbuka, lelaki itu pergi meninggalkan Dara. Begitu juga Dara yang ke luar dari lift dan menuju ke ruangan Pak Rajasa.


"Nggak mungkin dia Tuan Alex. Kalau Tuan Alex dia pasti mengenaliku. Tapi dia diam saja tadi. Dia sama sekali nggak menyapaku. Duh, kenapa aku nggak lihat wajahnya tadi, benarkah kalau lelaki yang bersama aku di lift adalah Tuan Alex," gumam Dara di sela-sela langkahnya.


Dara masih melangkahkan kakinya untuk sampai ke ruangan Pak Rajasa. Sesampainya di depan ruangan Pak Rajasa, Dara diam.


'Duh, kenapa aku harus mikirin lelaki itu sih. Dia mana mungkin ada di sini. Apa jangan-jangan aku sudah mulai gila. Karena aku sering berfikiran tentang Tuan Alex. Padahal dia sama sekali nggak ada di sini. Tapi aku merasa dia bergentayangan menghantuiku. Jangan sampai aku jatuh cinta beneran sama dia,


.

__ADS_1


__ADS_2