Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Siuman


__ADS_3

Setelah Alex berhasil menyelamatkan Dara, Alex membawa Dara ke tepi kolam renang. Alex kemudian menepuk-nepuk pipi Dara untuk membangunkannya.


"Dara, bangun sayang... Dara... bangun sayang. Apa yang terjadi sebenarnya, kenapa kamu bisa tenggelam," ucap Alex.


Sejak tadi Alex masih mencoba untuk membangunkan Dara. Namun Dara tidak mau bangun. Dia masih saja pingsan.


Alex mencoba mengeluarkan air yang ada di dalam perut Dara, dengan menekan bagian perut Dara. Namun Dara masih tetap diam.


"Aku harus kasih dia nafas buatan," ucap Alex.


Dan yang terakhir, Alex kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Dara untuk memberikan Dara nafas buatan.


Beberapa saat kemudian, Dara terbangun dengan memuntahkan cairan dari dalam tubuhnya. Dara bangun dengan terbatuk-batuk.


Uhuk...uhuk ... uhuk...


"Mas Alex..." ucap Dara dengan lemah.


"Iya sayang. Kenapa kamu bisa tenggelam sih? apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Alex.


Sebelum Dara menjawab, Alex terkejut saat tiba-tiba saja Dara pingsan lagi. Alex akhirnya menggotong tubuh Dara dan membawa Dara masuk ke dalam rumah.


Semua orang menatap Dara dan Alex yang lewat begitu saja di tengah-tengah mereka. Mereka hanya bisa bertanya-tanya dalam hati. Kenapa dengan Alex dan Dara. Kenapa mereka bisa basah kuyup di tengah malam seperti ini.


Bu Vivi, Pak Rajasa, Ica dan Oca juga terkejut saat melihat tubuh Dara di gotong Alex naik ke lantai atas.


"Kenapa ya dengan Dara. Apa dia pingsan? kenapa Dara dan Alex bisa basah kuyup begitu," ucap Bu Vivi.


Bu Vivi yang penasaran dengan Dara dan Alex, buru-buru melangkah naik ke atas mengikut Alex dan Dara.


"Alex, kenapa dengan Dara?" tanya Bu Vivi setelah dia sampai di kamar Alex.


"Dara tadi tenggelam di kolam renang Ma," jawab Alex.


"Apa! kok bisa sih? Dara kecebur di kolam renang?" Bu Vivi terkejut saat mendengar ucapan Alex.


"Iya Ma. Untung saja tadi aku lihat dia. Kalau nggak, aku nggak tahu nasib Dara akan seperti apa kalau aku nggak nolongin dia."


"Kok bisa sih, Dara kecebur? dia kenapa nggak hati-hati sih," ucap Bu Vivi.


"Aku tahu Ma, siapa yang sudah ngelakuin ini. Kayaknya dia memang sengaja mendorong Dara sampai Dara terjatuh ke kolam renang."


"Apa! siapa yang sudah berani menceburkan Dara ke kolam renang Alex?" tanya Bu Vivi penasaran.


"Rita. Siapa lagi kalau bukan Rita. Orang cuma dia wanita jahat yang ada di sini. Cuma dia yang benci sama aku dan Dara. Dan aku lihat Rita ada di sisi kolam renang waktu Dara kecebur Ma." Alex menjelaskan.


"Oh ya? ya ampun. Kasihan sekali Dara."


Bu Vivi mendekat ke arah Dara dan duduk di sisi ranjang. Bu Vivi kemudian meraih tangan Dara dan menggenggamnya erat.


"Alex, Dara sepertinya kedinginan. Tangannya dingin banget. Kita harus segera ganti bajunya. Dan ambilkan minyak angin Alex. Untuk menghangatkan tubuh Dara," ucap Bu Vivi.

__ADS_1


"Iya Ma."


Alex kemudian mengambil baju ganti untuk Dara dan minyak angin.


"Panggilkan Ratih di bawah Alex," pinta Bu Vivi.


"Untuk apa Ma?" tanya Alex.


"Mama mau suruh Ratih bantuin mama melepas baju Dara. Bajunya basah banget begini. Kasur kamu juga ikutan basah kan."


"Baik Ma. Aku telpon Ratih aja deh."


Alex mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Setelah itu dia menelpon Ratih.


"Halo Tuan... ada apa?"


"Ratih, tinggalkan dulu pekerjaan kamu. Kamu naik ke atas ya, ke kamar saya sekarang."


"Mau ngapain Tuan?"


"Jangan banyak tanya. Cepat naik ke atas!"


"Baik Tuan."


Alex menutup saluran telponnya. Setelah itu dia menatap ibunya.


"Ratih lagi ke sini Ma."


Beberapa saat kemudian, Ratih datang menghampiri kamar Alex. Ratih terkejut saat melihat Dara dan Alex basah kuyup.


"Ya ampun, Non Dara kenapa Nya?" tanya Ratih saat melihat Dara pingsan di atas ranjang Alex.


"Dara itu baru saja tenggelam di kolam renang. Untung saja Alex melihatnya. Kalau tidak, entahlah bagaimana nasib Dara selanjutnya. Dara itu kan nggak bisa renang," ucap Bu Vivi.


"Ratih, saya mau minta tolong sama kamu. Baju Dara kan basah, dia kedinginan. Tolong bantu mama saya untuk mengganti baju Dara!"


"Baik Tuan Alex.


"Saya juga mau ganti baju dulu," ucap Alex.


Setelah itu Alex pun pergi meninggalkan kamarnya untuk ganti baju di kamarnya yang lain.


Di lantai bawah, Rita masih merengek minta pulang.


"Mas, ayo kita pulang," ucap Rita.


"Tapi Rita, pesta kan belum selesai. Masih banyak tamu di sini. Masa kita akan tinggalkan pesta, sementara tamu-tamu kita masih di sini."


"Tapi Mas. Aku pengin pulang. Aku capek, lagian ini juga udah malam."


"Ya udah. Tapi saya mau ke atas dulu mau pamit sama Alex."

__ADS_1


"Nggak usah pamit sama Alex Mas. Kita pulang sekarang aja."


"Ya udah, saya mau pamit dulu sama Ica dan Oca."


"Ya udah cepat ya."


Pak Rajasa kemudian menghampiri Ica dan Oca.


"Ica, Oca, Om Rajasa pulang dulu ya. Kalau Kak Alex nyariin, bilang aja, kalau Om Rajasa pulang," ucap Pak Rajasa sebelum pergi.


"Baik Om. Hati-hati di jalan ya Om," ucap Ica.


"Iya Ica."


Setelah berpamitan dengan Ica dan Oca, Pak Rajasa kemudian melangkah pergi meninggalkan pesta itu bersama Rita. Mereka berdua melangkah ke depan dan menghampiri mobilnya.


Anton segera membuka pintu mobil untuk Pak Rajasa dan Rita.


Di atas, Bu Vivi masih menatap tajam ke bawah di mana mobil Pak Rajasa berada.


"Setelah mencelakai Dara, dia kabur begitu saja. Aku benar-benar nggak terima dengan semua ini," geram Bu Vivi.


Ratih yang sejak tadi masih memijat kaki dan tangan Dara, penasaran dengan apa yang Bu Vivi lihat di bawah.


"Nyonya lagi ngelihatin apa?" tanya Ratih.


Bu Vivi menatap Ratih.


"Rita. Istri mudanya Pak Rajasa. Dia yang sudah mencelakai Dara. Dan sekarang dia kabur gitu aja meninggalkan pesta ini."


"Maksud Nyonya, yang membuat Non Dara kecebur ke dalam kolam renang itu Nyonya Rita?"


"Iya. Dan Rita tidak akan bisa mengelak. Karena di sini banyak CCTV. Saya bisa saja laporkan dia ke polisi. Kalau sampai Rita yang mendorong Dara masuk ke dalam kolam renang."


"Laporkan saja Nya. Biar dia kapok. Dia itu memang jahat. Dan dia nggak ada kapok-kapoknya untuk jahatin orang."


"Huh, kenapa suamiku bisa menikahi wanita ular seperti itu."


"Sabar ya Nya."


Setelah lama Dara pingsan, akhirnya Dara siuman juga. Dia terkejut saat melihat ke sekeliling. Ternyata dia sudah ada di dalam kamar Alex.


Saat ini, Dara hanya sendiri. Karena Bu Vivi dan Rita sudah meninggalkan kamar Alex.


Dara beringsut duduk. Dia kemudian menatap sekeliling kamar.


"Lho, kenapa tiba-tiba saja aku ada di kamarnya Mas Alex. Siapa yang sudah membawa aku ke sini. Pasti mas Alex," gumam Dara.


Dara kemudian menatap bajunya.


"Dan, kenapa aku bisa pakai baju tidur. Apa jangan-jangan, Mas Alex yang sudah mengganti baju aku. Ih...! Mas Alex nyebelin banget deh. Kenapa sih dia suka sekali mesum sama aku," geram Dara. Dia fikir kalau Alex yang sudah mengganti bajunya.

__ADS_1


__ADS_2