
Pak Rajasa dan Rita menghampiri Alex. Mereka kemudian berbaur bersama dengan para tamu Alex.
"Pak Rajasa...! apa kabar Pak?" tanya Pak Bowo yang langsung mengajak Pak Rajasa berjabat tangan.
"Baik Pak Bowo. Bagaimana kabar anda Pak Bowo?" Pak Rajasa balik bertanya.
"Kabar saya juga baik," jawab Pak Bowo.
"Pak Bowo datang sendiri aja, atau sama istri?" tanya Pak Rajasa.
"Saya sama istri. Tuh, istri saya ada di sana." Pak Bowo menunjuk ke arah di mana istrinya berdiri.
"Oh. Iya iya iya..."
"Mas Rajasa, aku ke sana dulu ya," ucap Rita.
Pak Rajasa hanya mengangguk. Pak Rajasa benar-benar bahagia saat ini. Karena Alex anak satu-satunya yang dia punya, akan melangsungkan pertunangannya dengan Dara anak dari sahabat Pak Rajasa.
Pak Rajasa menatap sekeliling. Sepertinya dia sedang mencari keberadaan Bu Vivi. Pak Rajasa berjalan ke arah Dara dan menghampiri Dara.
"Dara, kamu cantik sekali pakai gaun ini," puji Pak Rajasa.
"Makasih Pak Rajasa," ucap Dara.
"Kenapa masih panggil Pak Rajasa. Panggil saja saya Papa. Kamu kan sebentar lagi akan menjadi menantu saya."
Dara tersenyum.
"Iya Papa. Papa ke sini sama siapa?" tanya Dara.
"Sama Rita istri saya," jawab Pak Rajasa.
"Tante Rita nya ke mana?"
"Nggak tahu tadi dia pergi ke mana." Ucap Pak Rajasa "Oh iya Dara, kamu lihat mamanya Alex nggak?"
"Bu Vivi?"
"Iya."
"Tadi dia ada di sini, tapi kemana ya. Mungkin dia lagi ke kamar Pa."
"Oh..."
__ADS_1
****
Di dalam kamarnya, Bu Vivi duduk di sisi ranjangnya. Dia sejak tadi masih menangis. Seharusnya dia bisa kuat menghadapi Pak Rajasa dengan Rita. Namun hatinya terlalu sakit, saat melihat Pak Rajasa menggandeng Rita datang ke rumahnya Alex.
"Kenapa aku harus melihat mereka. Seharusnya tidak ada mereka di pesta ini. Hiks...hiks..." ucap Bu Vivi di sela-sela tangisannya.
Di sela-sela Bu Vivi menangis, ketukan pintu tiba-tiba saja terdengar dari luar kamar Bu Vivi. Bu Vivi segera mengusap air matanya.
Tok tok tok...
"Siapa?" tanya Bu Vivi.
Tak ada jawaban dari luar kamar. Bu Vivi yang penasaran dengan siapa yang datang, mendekat ke arah pintu dan membuka pintu kamarnya. Dia terkejut saat melihat Pak Rajasa.
"Mas Rajasa, ngapain kamu ke sini?" tanya Bu Vivi menatap tajam ke arah suaminya.
"Vivi, seharusnya aku yang tanya sama kamu. Kenapa kamu ada di sini? apa yang kamu lakukan di sini. Sebentar lagi pertunangan anak kita akan di mulai. Kenapa kamu malah bersantai-santai di sini?"
Bu Vivi menghela nafas dalam.
"Vivi sebenarnya kamu kenapa sih? kamu nggak mau ketemu sama aku dan Rita. Aku tahu kamu benci sama kami. Tapi kamu jangan menghindar seperti ini terus dong," ucap Pak Rajasa
"Aku nggak menghindari kamu kok Mas. Aku cuma gerah aja di depan."
Bu Vivi hanya mengangguk. Walau hatinya terasa sakit, namun dia harus kuat untuk menghadapi semuanya.
"Baik. Aku akan keluar dan melihat Alex tukar cincin."
Bu Vivi dan Pak Rajasa kemudian melangkah dan mendekat ke kerumunan orang-orang itu.
Acara tukar cincin pun di mulai. Setelah Alex menyematkan sebuah cincin di jari manis Dara, semua orang bertepuk tangan dengan meriah. Semua orang merasa bahagia, kecuali Rita.
Rita sama sekali tidak ingin melihat pertunangan Dara dan Alex. Hatinya masih sakit saat melihat kemesraan Alex dan Dara. Rita lebih memilih menyendiri di sisi kolam renang rumah Alex dari pada berbaur bersama orang-orang itu.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang. Di saat-saat seperti ini, aku nggak bisa melakukan apa-apa. Kemana sebenarnya Mas Martin. Seharusnya dia sekarang ada di sini, dan melakukan sesuatu. Aku benar-benar benci dengan situasi ini," geram Rita.
Rita sejak tadi masih mondar-mandir di sisi kolam renang. Dia tampak memikirkan sesuatu. Sebenarnya dia ingin menghancurkan pesta itu dan menggagalkan pertunangan Dara dan Alex. Namun, fikiran Rita masih buntu. Biasanya dia selalu mengatur rencana dengan Martin. Namun entah kenapa beberapa hari ini, Martin hilang kabar.
"Sebenarnya Mas Martin kemana ya. Kenapa dia jadi hilang kabar. Dia sama sekali nggak pernah ngabarin aku. Bagaimana caranya aku untuk menjalankan rencana untuk mengambil alih semua harta Pak Rajasa. Kenapa tanpa Martin aku nggak bisa melakukan apapun," gumam Rita di kesendiriannya.
Rita mendekat ke arah kursi yang ada di dekat kolam renang. Setelah itu dia menghempaskan tubuhnya di atas kursi itu.
****
__ADS_1
Setelah acara tukar cincin selesai, Alex mencari Dara. Karena Dara tak tampak ada di kerumunan para tamu itu.
Alex mendekat ke arah Syafa teman sekampus Dara.
"Syafa, lihat tunangan saya nggak?" tanya Alex pada Syafa.
"Saya nggak lihat Kak Dara dari tadi Kak. Mungkin dia lagi ke toilet," ucap Syafa.
"Iya. Mungkin Dara lagi ke toilet. Makasih ya Syafa."
Syafa hanya mengangguk. Setelah menghampiri Syafa, Alex menghampiri Ica dan Oca.
"Ica, Oca, kalian lihat kakak kalian nggak?" tanya Alex pada Ica dan Oca.
"Tadi dia ada di sini Kak. Tapi kemana ya," ucap Oca memutar bola matanya mencari Dara.
"Mungkin Kak Dara ada di atas kali Kak, di kamarnya," ucap Ica.
"Iya. Kakak mau cari Kak Dara dulu di atas."
Alex kemudian naik ke lantai atas untuk mencari Dara di sana.
"Dara, kamu di mana sayang?" ucap Alex setelah sampai di dalam kamarnya.
Alex menatap ke arah jendela kamarnya.
"Kordennya kenapa masih terbuka ya. Apa Dara lupa menutup korden jendelanya," ucap Alex.
Alex kemudian melangkah mendekat ke arah jendela. Alex menatap ke bawah. Di bawah, masih tampak Rita sedang berdiri di sisi kolam renang.
"Rita, ngapain dia di sana," ucap Alex.
Alex kemudian menatap ke kolam renang. Alex terkejut saat melihat ke kolam renang.
"Ya ampun, siapa itu yang tenggelam. Kenapa ada orang tenggelam, Rita membiarkannya saja," ucap Alex.
Fikiran buruk sudah menyelimuti hati Alex.
"Apa jangan-jangan itu Dara," ucap Alex.
Alex buru-buru keluar dari kamarnya dan menuruni anak tangga. Alex segera melangkah ke teras samping rumah di mana Rita dan Dara berada.
"Dara..."seru Alex. Alex yang melihat Dara tenggelam, segera menceburkan dirinya sendiri ke dalam kolam renang untuk menolong Dara.
__ADS_1
Rita terkejut saat melihat Alex menyelamatkan Dara. Rita buru-buru masuk ke dalam rumah agar Alex tidak curiga kalau Rita lah yang sudah mendorong Dara masuk ke dalam kolam renang.