Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Kasmaran


__ADS_3

Sore ini Selly masih menangis sendiri di dalam kamarnya. Dia benar-benar bingung dengan suaminya. Setelah Selly hamil besar dan hampir melahirkan, Martin tidak pernah ada untuknya.


Setiap hari Martin selalu pergi. Siang dan malam, dia jarang ada di rumah. Dan saat tadi Selly menelpon suaminya, suara wanita yang angkat telpon Martin.


"Sebenarnya, siapa wanita yang bersama suami aku tadi. Kenapa bisa dia angkat telpon Mas Martin. Tadi dia bilang, dia lagi mancing sama Mas Martin. Kenapa Mas Martin ngajak cewek mancing. Jangan-jangan, selama ini benar dugaan aku. Kalau suamiku memang ada wanita lain di luar sana," ucap Selly di sela-sela tangisannya.


Selly mengusap air matanya. Dia bingung, karena dia tidak bisa menghubungi suaminya. Padahal sudah sejak tadi pagi, perut Selly kontraksi. Namun Martin sejak tadi pagi, malah pergi meninggalkan istrinya.


Selly bangkit dari duduknya. Dia sejak tadi masih memegangi perutnya yang sudah terasa sangat sakit.


"Duh, Mas Martin. Perut aku sakit banget. Di saat-saat seperti ini, seharusnya Mas Martin ada di sisi aku. Kenapa dia harus pergi mancing sama cewek. Apa dia udah nggak sayang dengan aku dan calon anaknya," ucap Selly.


Selly sudah tidak mau mengharapkan Martin lagi. Dia kemudian keluar dari kamarnya untuk meminta bantuan orang di luar. Siapa tahu, ada tetangga rumahnya yang mau berbaik hati sama dia dan mau mengantarkan Selly ke puskesmas atau rumah sakit terdekat.


Selly keluar dari rumahnya dan menatap sekeliling.


"Biasanya di luar rame, kenapa sekarang sepi banget begini," ucap Selly.


Beberapa saat kemudian, seorang ibu menghampiri Selly.


"Mbak Selly, kenapa kok perutnya di pegangin terus. Perutnya sakit ya?" tanya Bu Taria tetangga samping rumah Selly.


Selly yang sudah tidak bisa menahan rasa sakitnya hanya bisa mengangguk pelan. Sejak tadi dia masih memegangi perutnya.


Bu Taria bingung saat melihat Selly.


"Jangan-jangan Mbak Selly mau lahiran. Ke mana Mas Martinnya Mbak?" tanya Bu Taria pada Selly.


"Suami aku pergi dari tadi pagi. Hapenya nggak bisa dihubungi. Dan dari tadi pagi, perut aku sakit Bu. Sepertinya memang benar kalau aku mau lahiran."


"Duh, gimana ini. Aku harus minta pertolongan. Kasihan Mbak Selly mau lahiran, tapi suaminya malah nggak ada di rumah," ucap Bu Taria.


"Tunggu di sini ya Mbak Selly. Saya mau nyari mobil untuk Mbak Selly ke rumah sakit. Biar saya nanti yang temani Mbak Selly ke rumah sakit."


***


Alex dan Bu Vivi saat ini masih berada di ruang makan. Sejak tadi Alex makan sembari bermain hape.


Alex tampak sangat bahagia sekali malam ini. Bu Vivi tidak tahu apa yang membuat Alex terlihat bahagia.


"Alex, kamu sepertinya lagi bahagia banget hari ini. Kamu seperti orang yang lagi jatuh cinta dan kasmaran,"ucap Bu Vivi di sela-sela kunyahannya.

__ADS_1


Alex menghentikan aktifitasnya dan menatap ibunya lekat.


"Mama bisa aja," ucap Alex.


"Kamu lagi jatuh cinta sama siapa?" tanya Bu Vivi.


"Ah, mama. Tanpa Alex katakan pun, Mama pasti sudah bisa menebak kan wanita siapa yang sudah membuat aku jatuh cinta," ucap Alex.


Bu Vivi tersenyum.


"Siapa? Dara ya?" terka Bu Vivi.


"Tuh, mama juga udah tahu."


Bu Vivi menghela nafas dalam.


"Yah, kalau kamu udah merasa kamu sudah menemukan wanita yang cocok, cepat-cepat aja kamu halalin. Jangan nunggu lama-lama Alex. Usia kamu sudah tua, mau nunggu apa lagi," ucap Bu Vivi.


"Ma, masalahnya, Dara itu masih lama Ma, lulus kuliahnya. Mungkin empat atau lima tahunan lagi lah kami menikah."


Bu Vivi mengernyitkan alisnya.


"Lima tahun lagi? Kamu mau nikah nunggu umur berapa Alex? sekarang aja kamu udah tiga puluh lima. Nunggu ubanan baru kamu nikah. Kalau lima tahun lagi kelamaan Alex. Kenapa kamu nggak ajak Dara nikah sekarang aja,"


"Ya udah, cari saja cewek lain Alex. Cewek yang sudah dewasa dan sudah siap di ajak nikah."


Alex terkejut saat mendengar ucapan ibunya.


"Cari cewek lain? Ma, ya nggak bisa gitu dong. Alex kan cuma cintanya sama Dara. Kalau cari cewek sih, gampang banget Ma, Alex bisa dapat puluhan cewek dalam seminggu. Tapi kalau cewek yang baik itu jarang ada Ma. Kalau menurut Alex, cuma Dara cewek yang tulus dan baik. Dia juga nurut banget Ma"


"Iya. Mama tahu itu Alex. Nanti mama bilang sama Dara. Mama akan nyoba bujuk dia, agar dia mau mempercepat pernikahannya. Soalnya, mama udah nggak sabar pengin punya cucu."


Alex kemudian melanjutkan makannya. Setelah Alex menghabiskan makanannya, Alex kemudian bangkit dari duduknya.


"Ma, aku ke kamar dulu ya," ucap Alex.


Bu Vivi hanya mengangguk.


Alex kemudian melangkah untuk ke kamarnya. Sesampainya di dalam kamar, Alex kemudian menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


"Aku kangen sama Dara. Aku telpon Dara aja kali ya."

__ADS_1


Alex kemudian menekan nomer Dara.


"Halo..." Suara Dara sudah terdengar dari balik telpon.


"Halo sayang... lagi ngapain sayang?"


"Aku lagi belajar Mas."


"Belajar yang rajin ya sayang, biar kamu bisa cepat-cepat lulus dan kita bisa cepat-cepat nikah."


"Ih Mas Alex. Kenapa sih, selalu aja bahas nikah. Aku belum siap nikah Mas. Aku masih pengin kuliah."


"Ya nggak apa-apa. Banyak kok anak yang nikah sambil kuliah. Dan ada juga mahasiswa yang punya anak tapi dia masih kuliah. Anak kuliahan itu bebas Dara. Beda sama anak sekolah."


"Tapi aku tetap nggak mau nikah muda."


"Dan aku juga nggak mau nikah umur 40 tahun Dara."


"Ya udah, cari cewek lain aja yang mau kamu ajak nikah."


"Tapi aku nggak mau nikah sama cewek lain. Aku cuma ingin nikah sama kamu sayang. Karena aku cuma cinta sama kamu"


"Ya udah, kalau gitu tunggu aku lulus kuliah."


"Ya udahlah, kalau mau kamu begitu. Aku akan tunggu sampai kamu lulus kuliah"


"Mas, aku mau belajar dulu ya. Kamu bisa nggak untuk malam ini, jangan ganggu aku dulu."


"Iya sayang. Aku nggak akan ganggu kamu. Tapi besok, aku antar kan kamu lagi ya ke kampus?"


"Iya Mas. Besok kita berangkat bareng lagi."


"Ya udah ya sayang. Selamat malam sayang. I love you."


"I love you too Mas."


Alex kemudian memutuskan saluran telponnya. Dia kemudian tersenyum.


"Aku seneng, Dara sekarang sudah mau sedikit-sedikit membuka hatinya untuk aku," gumam Alex.


Alex kemudian berbaring. Setelah itu dia menatap langit-langit kamarnya.

__ADS_1


"Sekarang, aku cuma cinta sama kamu Dara. Aku nggak akan pernah menduakan kamu dengan wanita lain. Aku akan lupakan semua masa lalu aku dengan wanita-wanita yang pernah dekat dengan aku. Dan aku ingin memulai lembaran yang baru dengan kamu," ucap Alex.


__ADS_2