Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Terpesona


__ADS_3

"Tapi, kenapa harus sebanyak ini gaunnya. Apakah aku harus pakai semuanya?" tanya Dara.


Alex terkekeh. Dia tampak lucu mendengar ucapan Dara.


"Oh hehe, tentu saja tidak. Kamu bisa pakai salah satu dari gaun-gaun itu. Dan sisanya, bisa kamu pakai untuk waktu yang lain," ucap Alex yang netra jernihnya, sejak tadi tidak berhenti menatap Dara.


Alex memang tidak membelikan Dara hanya satu gaun saja. Tapi dia akan membelikan Dara beberapa gaun. Mungkin, sudah tujuh gaun yang Alex pilih untuk Dara.


Alex mengambil salah satu gaun yang ada di tangan Dara.


"Kamu bisa coba dulu yang ini Dara," ucap Alex.


Alex mengambil gaun-gaun lain yang ada di tangan Dara, dan menyuruh Dara untuk mencoba salah atau gaun yang dipilihnya.


Dara kemudian berjalan ke ruangan khusus, untuk mencoba gaun itu.


Dara menatap pantulan dirinya di depan cermin. Dara merasa tidak pede saja memakai gaun lengan pendek yang panjangnya di atas lutut.


"Duh, kenapa Tuan Alex harus membelikan aku baju seperti ini," gumam Dara sembari membenarkan bajunya.


"Dara..." seruan Alex sudah terdengar dari kamar ganti.


"Kenapa lama sekali kamu Dara...! ayo dong ke luar sayang...!"


Dengan rasa gugup, Dara pun ke luar dari kamar ganti. Alex terkejut saat melihat Dara.


Walau Dara mempunyai kulit sawo matang, namun dia sangat cantik saat memakai gaun seksi yang model terbuka seperti gaun yang Alex pilihkan itu.


Sejak tadi, Alex tidak berhenti menatap Dara. Dia sepertinya sangat terpesona saat melihat kecantikan gadis cantik itu.


"Wah, perfect. Sangat sempurna..." ucap Alex.


"Nggak nyangka Dara. Kamu bisa berubah sangat cantik seperti ini, padahal kamu baru memakai baju seperti ini dan wajah kamu belum dipoles make up." lanjut Alex.


"Maaf Tuan, saya merasa nggak pede aja pakai baju seperti ini."


"Ya, kamu bisa lepas baju kamu. Dan nanti malam, kamu bisa pakai untuk kita dinner."


"Baiklah. Aku mau ganti baju lagi."


"Ya, silahkan."


Dara kemudian masuk kembali ke kamar ganti dan melepas gaun itu. Setelah itu dia ke luar menemui Alex kembali.

__ADS_1


"Ke mana Tuan Alex." Dara menatap sekeliling. Pandangannya tiba-tiba saja tertuju pada sosok Alex yang sudah berada di depan kasir.


Dara kemudian berjalan mendekati Alex.


"Tuan," ucap Dara yang sudah kembali dengan penampilan culunnya.


Alex menatap Dara dan mengambil gaun yang di pegang Dara. Dia kemudian mengembalikan gaun itu ke kasir.


"Oh, kebetulan Mbak, tambahkan gaun ini juga," ucap Alex.


Kasir itu mengambil gaun Fatia dan menghitung total keseluruhan belanja Alex.


***


Setelah ke butik, Alex mengajak Dara ke salon untuk memoles sedikit wajah Dara.


"Saya ingin, kamu dandani wanita ini secantik mungkin," ucap Alex sembari memegang ke dua bahu Dara.


"Baik Pak Alex. Siap!" ucap seorang wanita muda yang tampaknya pemilik salon itu.


Wanita itu, dan Alex tampak akrab. Sepertinya, mereka memang sudah lama saling mengenal.


Wanita itu bernama Liena. Dia pemilik butik sekaligus salon langganan Alex. Sudah lama Alex berlangganan di butik dan salon milik Liena.


"Dara Mbak."


"Dara, ayo ikut aku. Biar Pak Alex menunggu di sini," ucap Liena.


Liena kemudian membawa Dara masuk ke dalam kamar khusus untuk dia make up. Sementara Alex menunggu di ruang tunggu yang ada di depan salon.


Alex menunggu Dara di luar. Sejak tadi, dia masih tampak resah. Karena wanita yang ditunggunya belum juga keluar. Sesekali dia melirik ke arah jam tangannya.


Waktu sudah menunjukkan jam 6 sore.


"Udah mau maghrib. Kenapa Dara belum keluar juga ya. Hah, semua wanita itu benar-benar menyebalkan. Kebiasaan, kalau dandan itu lama banget!" gumam Alex di kesendiriannya.


Alex memang paling malas jika dia harus menunggu lama. Namun, itu lah resiko yang harus di tanggung untuk seorang lelaki yang biasa mengantar pacarnya ke salon.


Setelah lama Alex menunggu, beberapa saat kemudian, Dara menghampiri Alex dengan Mbak Liena pemilik butik itu.


"Bagaimana Pak Alex cewek anda? cantik kan? Dara sudah aku sulap menjadi bidadari yang cantik jelita," ucap Liena.


Andre terdiam. Dia bangkit dari duduknya dan menatap Dara tanpa berkedip. Sepertinya Alex terpesona saat melihat Dara. Karena Dara berbeda dari sebelumnya. Rambut Dara sudah terurai dan dia juga, sudah lepas kaca mata dengan make up yang sudah membalut wajah sederhananya.

__ADS_1


'Benarkan, kalau Dara itu cantik. Kalau dia mau merubah penampilannya, dia lebih cantik dari wanita-wanita yang pernah dekat denganku' batin Alex.


Liena sejak tadi, masih memperhatikan Alex. Sementara Dara, masih tampak gugup saat merasa dirinya masih diperhatikan Alex.


Ehem...


Deheman Liena membuat Alex dan Dara terkejut. Mereka kemudian menatap Liena bersamaan.


"Apa kalian mau diam-diam seperti ini terus di sini?" tanya Liena menatap Dara dan Alex bergantian.


Alex dan Dara jadi salah tingkah sendiri.


"Oh iya Mbak Liena. Ini aku juga mau pulang," ucap Alex.


"Bagaimana Pak Alex? Ternyata aku berhasil kan? make up ku sudah bisa menghipnotis anda Pak Alex," ucap Liena yang merasa bangga dengan hasil riasannya.


"Ya ya ya, aku tidak pernah meragukan kamu Mbak Liena. Kamu memang the best pokoknya."


Mbak Liena tersenyum.


"Iya. Besok-besok, kalau mau nikahan, panggil aku aja Pak Alex. Aku yang akan menjadi MUA untuk Pak Alex dan calonnya."


Haha...


Alex tertawa renyah saat mendengar ucapan Liena. Liena tahu, jika Alex disinggung soal pernikahannya, dia sama sekali tidak pernah serius menanggapi. Justru dia akan terbahak-bahak mentertawakan pernikahan. Seperti pernikahan itu tidak ada artinya untuk Alex.


"Tapi sayangnya, aku belum mau menikah dan belum mau punya komitmen dengan seorang wanita. Biarlah aku menjadi Alex yang bebas, tanpa terkekang dengan adanya seorang istri dan aku juga belum mau direpoti oleh seorang anak."


Setelah lama berada di salon Liena, Alex kemudian memutuskan untuk pulang. Dia kemudian berpamitan pada Liena sang pemilik butik.


"Ya udah Mbak Liena. Saya mau pamit pulang dulu," ucap Alex sebelum pergi.


"Iya. Silahkan Pak Alex. Dan hati-hati di jalan Pak Alex, Mbak Dara," ucap Liena menatap Alex dan Dara bergantian.


Dara tersenyum.


"Iya Mbak Liena. Makasih banyak ya Mbak Liena. Udah mau make up wajah saya," ucap Dara.


"Iya Dara. Sama-sama."


Setelah berpamitan pada Liena, Alex kemudian menggandeng tangan Dara ke luar dari salon. Setelah itu Alex mengajak Dara masuk ke dalam mobilnya. Mereka kemudian meluncur pergi meninggalkan salon Mbak Liena.


***

__ADS_1


__ADS_2