
'Jadi benar, Pak Rajasa yang aku kenal itu ayahnya Tuan Alex. Duh, kenapa dunia ini sempit banget. Baru saja aku seneng udah terbebas dari lelaki ini, tapi kenapa aku harus ketemu dia lagi di sini'
Dara sejak tadi masih diam mematung. Sementara Alex sejak tadi masih menatap Dara dan memperhatikan Dara.
Dia kemudian berjalan mendekat ke arah Dara.
"Kamu pakai seragam Office girl? kamu kerja di sini Dara?" tanya Alex.
"Apa ini pekerjaan staf kantor yang kamu bilang ke aku Dara?"
Dara tidak bisa menjawab runtutan pertanyaan dari Alex. Dia masih syok dengan pertemuannya kembali dengan Alex. Dara memutar tubuhnya dan buru-buru melangkahkan kakinya ke arah pintu. Namun Alex dengan sigap segera menarik tangan Dara dan membawa tubuh Dara ke hadapannya.
"Kamu mau ke mana? kebiasaan banget kamu kalau ada orang belum selesai bicara sudah mau pergi."
"Maaf Tuan, aku masih banyak kerjaan. Aku harus kembali kerja," ucap Dara. Dia sejak tadi tidak berani untuk menatap lelaki jangkung itu.
"Kamu nggak boleh pergi sebelum kamu jawab pertanyaan aku Dara."
Dara masih menundukan pandangannya.
"Dara, urusan kita belum selesai Dara," ucap Alex.
"Urusan apa?" tanya Dara penuh rasa takut.
"Kenapa kamu buang cek dari aku?" Alex meraih wajah Dara dan mengangkat sedikit dagu Dara hingga Dara menengadah dan menatapnya.
Tubuh Alex yang tinggi, tatapan mata Alex yang teduh, dan wajahnya yang begitu tampan membuat semua wanita terhipnotis saat berada di dekatnya. Seperti Dara saat ini, dia tidak bisa memungkiri kalau dia juga mengagumi Alex.
Hatinya sejak tadi sudah mulai bergejolak, mungkinkah benih-benih cinta itu sudah tumbuh di hati Dara.
Dara meraba dadanya saat Alex menatapnya dalam.
'Nggak, aku nggak boleh jatuh cinta pada lelaki ini. Tapi kenapa dengan jantung ini. Kenapa aku merasa gugup saat berada di dekat Tuan Alex. Apa yang sebenarnya terjadi. Tuan Alex seperti punya sihir yang mampu membuat jiwa dan raga ini tidak bisa menolak sentuhannya. Tapi aku nggak boleh berada di sini terus. Aku harus pergi dari ruangan ini,' batin Dara.
"Dara, kamu cantik Dara. Kamu tahu kalau aku masih kangen sama kamu Dara. Setiap hari, aku nggak bisa tidur memikirkan kamu. Kamu sudah membuat aku selalu gelisah Dara," ucap Alex sembari membelai pipi Dara dengan lembut.
__ADS_1
"Kenapa kita tidak lanjutkan saja hubungan kita malam itu? aku tahu kamu tidak berpengalaman dalam bercinta. Tapi aku bisa ajari kamu Dara."
Alex tiba-tiba saja memeluk Dara dengan erat. Yang membuat Dara terkejut sekaligus takut. Namun lagi-lagi Dara tidak bisa menolak Alex. Begitu juga dengan malam itu, dia sudah merelakan bibirnya untuk Alex sentuh. Dan Alex sudah merenggut ciuman pertama Dara.
Ceklek.
Pintu ruangan Alex tiba-tiba saja terbuka.
"Mas Alex, apa yang kamu lakukan?" Tiba-tiba Desi salah satu pacar Alex datang ke ruangan Alex.
Alex membelalakkan matanya dan langsung mendorong tubuh Dara hingga Dara mundur beberapa langkah.
"Desi... " ucap Alex.
Desi menatap Alex dan Dara bergantian.
"Apa yang kamu lakukan dengan office girl ini Mas? kenapa kalian berpelukan?" tanya Desi menatap Alex nanar.
"Desi, kamu sudah salah paham Desi. Aku nggak pernah memeluknya. Tadi aku kesandung dan aku hampir terjatuh. Dan aku terjatuh dalam pelukan perempuan ini," ucap Alex.
"Kamu bohong Mas. Udah jelas-jelas tadi kamu peluk dia. Aku nggak nyangka ya Mas, ternyata selera kamu itu rendahan banget. Lihat saja, penampilan perempuan ini, nggak banget gitu."
Alex berjalan mendekati Desi. Setelah itu dia meraih tangan Desi.
"Lepaskan aku Mas!"Desi langsung menghempaskan tangannya.
"Kamu itu benar-benar jahat ya sama aku. Kamu udah bohongin aku. Katanya kamu sudah tobat nggak mau jadi playboy lagi. Tapi kenapa kamu malah berdua-duaan dengan dia dan peluk-peluk dia...!" ucap Desi.
Dia tampak sangat marah dan emosi pada Alex. Dia juga cemburu saat Alex memeluk wanita lain.
Dara tidak mau terlalu peduli dengan urusan Alex dan Desi. Dia juga sudah terlalu muak dengan Alex. Dara kemudian memutuskan untuk pergi dan meninggalkan ruangan Alex
Sementara Alex dan Desi sejak tadi masih cekcok di ruangan Pak Rajasa.
"Des, terserah kamu saja Des, kamu mau percaya atau nggak sama aku. Yang penting, aku nggak punya hubungan apa-apa sama office girl tadi. Aku cuma kesandung dan mau jatuh tadi. Dan aku nggak sengaja jatuh ke pelukan perempuan tadi," ucap Alex.
__ADS_1
"Aku nggak percaya sama kamu Mas. Sudah susah-susah aku siapin bekal makan siang untuk kamu. Aku antar ke kantor kamu, tapi katanya kamu di kantor ayah kamu. Terus aku udah bela-belain datang ke sini, tapi apa yang aku lihat setelah sampai di sini. Kamu pelukan sama wanita tadi."
Desi terkejut saat tiba-tiba saja Alex menempelkan jari telunjuknya ke bibir Desi.
"Sudahlah sayang, jangan perpanjang masalah sepele seperti ini,"ucap Alex.
Desi diam. Dia tampak masih marah dengan Alex. Namun Alex sejak tadi masih sebisa mungkin merayu dan membujuk Desi agar Desi mau percaya dan memaafkannya.
Desi adalah anak dari rekan bisnis Alex. Ayah Desi orang yang punya pengaruh besar dalam perusahaan Alex.
Ayah Desi dan Alex sudah menjalin kerja sama sejak satu tahun yang lalu. Dari ayah Desi lah Alex banyak belajar tentang bisnis. Bukan hanya dari ayahnya saja Alex belajar, dari rekan-rekan bisnisnya Alex juga banyak belajar. Itu yang membuat Alex menjadi seorang pengusaha muda yang hebat.
****
Sore ini, semua karyawan sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Tinggal Dara yang masih berada di kantor itu. Masih tinggal segelintir orang saja yang masih berada di kantor Alex. Karena hari ini tidak ada lemburan, jadi mereka semua pulang lebih cepat dari biasanya.
Alex keluar dari kantornya dengan terburu-buru. Dia menatap Dara dari kejauhan. Dara tampak masih resah menunggu kendaraan yang akan ditumpanginya.
Alex berjalan ke arah Dara. Dia kemudian menepuk bahu Dara dengan pelan. Dara menoleh ke belakang.
"Tuan Alex," ucap Dara terkejut saat Alex ternyata sudah berada di depannya.
"Tuan Alex, mau ngapain ke sini?" tanya Dara.
"Kamu sendiri, kenapa di sini sendirian?"
"Aku lagi nunggu ojek."
"Ini udah mau maghrib. Nggak ada ojek yang narik."
"Kata siapa?"
"Ya kata aku lah."
"Dari kemarin juga aku pulang naik ojek."
__ADS_1
"Kelamaan Dara. Mendingan kamu pulang bareng aku aja "