
Deru mobil sudah terdengar dari luar rumah. Alex turun dari mobilnya dan melangkah masuk ke dalam rumahnya. Alex terkejut saat melihat ayah dan ibu tirinya sudah duduk di ruang tamu.
"Kalian mau ngapain ke sini?" tanya Alex menatap ke dua orang itu tajam.
"Alex, kamu baru pulang?" ucap Pak Rajasa.
"Jangan banyak basa-basi Pa, aku nggak suka papa ke sini dengan membawa ular ini." Alex menampakan ketidaksukaannya pada Rita dengan menunjuknya.
"Alex, bisa nggak kamu bersikap sopan sama dia?" Pak Rajasa tidak suka dengan sikap anaknya yang tidak pernah mau menghormati istri mudanya.
"Untuk apa aku bersikap sopan, dengan wanita yang tidak tahu malu seperti dia. Dan berani sekali kamu datang ke sini Rita...!" suara Alex sudah menggema di ruang tamu. Suaranya terdengar sampai ke kamar Bu Vivi.
"Mas Alex udah pulang. Apa yang terjadi di ruang tamu. Dan ke mana Mbak Ratih. Kenapa dia tidak datang ke sini lagi."
Dara yang penasaran, buru-buru melangkah keluar dari kamar Bu Vivi. Dia ingin melihat apa yang terjadi di ruang tamu. Dara terkejut saat melihat Alex, Pak Rajasa dan seorang wanita yang baru Dara lihat.
"Pergi kamu dari sini! aku tidak akan pernah membiarkan kamu mencelakai mama aku. Aku tahu, apa yang akan kamu lakukan terhadap mama aku. Kamu sudah mengirim orang ke rumah sakit untuk melenyapkan mama aku. Iya kan? ngaku kamu Rita...!"'
Alex memang tidak bisa menahan emosinya saat dia bertemu dengan Rita. Alex selama ini sangat membenci wanita itu. Namun Rita seperti belut, yang sangat licin untuk ditangkap. Semua rencana Rita, dia susun dengan rapi, dia juga pandai bersandiwara di depan Pak Rajasa. Sehingga Pak Rajasa selalu mempercayainya.
"Apa! tega banget kamu memfitnah aku Alex. Aku tahu kamu sangat membenciku. Tapi kamu jangan fitnah aku sembarangan dong, apalagi di depan suamiku. Aku nggak seperti apa yang kamu fikirkan Alex. Kapan aku pernah punya niat untuk mencelakai mama kamu."
"Nggak usah banyak bersandiwara. Apalagi di depan Papa aku. Aku tahu niat busuk kamu selama ini Rita. Apa mau aku bongkar semua di depan papa aku?"
Pak Rajasa tampak bingung, setiap kali Alex dan Rita dipertemukan mereka pasti akan berantem.
'Tidak seharusnya aku membawa Rita ke sini. Pasti akan jadi masalah seperti ini,'
Dara buru-buru menghampiri Alex. Dia mencoba untuk menenangkan kemarahan Alex.
"Mas Alex, sabar Mas. Tenangkan diri kamu. Jangan emosi dan teriak-teriak seperti ini. Mama kamu udah tidur. Bagaimana kalau nanti dia terbangun."
Alex menatap Dara.
"Dara, tolong suruh mereka pergi dari sini. Aku nggak mau melihat mereka ada di sini. Jangan biarkan mereka ketemu dengan mama. Karena mama masih sakit. Dia masih amnesia. Aku nggak mau, mereka semakin merusak fikiran mama."
Pak Rajasa terkejut saat mendengar ucapan Alex.
Vivi Amnesia. Batin Pak Rajasa.
__ADS_1
"Iya mas. Kamu tenangin diri kamu dulu ya. Sekarang kamu temani mama kamu di kamarnya. Dia sendirian saat ini. Ratih tadi ke belakang," lanjut Dara.
Alex mengangguk. Tanpa mengucapkan sepatah katapun Alex melangkah pergi meninggalkan ruang tamu.
Dara menatap Alex dan Rita bergantian.
"Pak Rajasa, maafkan Mas Alex ya. Mungkin dia lagi lelah dan banyak fikiran. Jadi dia kasar seperti itu."
"Nggak apa-apa Dara. Saya sudah tahu dari kecil karakter anak saya. Saya sudah memakluminya kok."
"Bu Rita, maaf ya. Mas Alex menyuruh kalian berdua pergi dari sini. Tolong demi kebaikan Bu Vivi dan Mas Alex,kalian berdua pergi dari sini. Saya bukannya mau mengusir. Tapi keadaan hati Mas Alex saat ini, sedang tidak baik-baik saja. Kapan-kapan kalian bisa kok, datang ke sini lagi."
Pak Rajasa mengangguk. Dia kemudian mendekat ke arah Dara.
"Dara, tolong jagain istri saya dan Alex di sini. Karena cuma kamu, wanita yang bisa membuat istri dan anak saya nyaman."
"Sebenarnya ,Mas Alex juga minta aku untuk tinggal di sini merawat Bu Vivi. Tapi saya masih ada kontrak di perusahaan bapak."
"Dara, nggak apa-apa. Turuti saja keinginan Alex. Kamu di sini saja jagain Alex dan istri saya ya."
"Oh, begitu ya Pak. Lalu kerjaan saya di kantor bapak?"
"Kamu nggak usah khawatirkan kerjaan kamu. Di sana masih banyak orang."
"Ya udah. Saya pulang dulu ya. Kamu jagain istri saya di sini. Kalau ada kabar apapun kamu telpon saya ya."
"Iya Pak."
Setelah berpamitan pada Dara, Pak Rajasa menatap Rita.
"Rita, ayo kita pulang!"
"Iya Mas."
Pak Rajasa dan Rita kemudian memutuskan untuk pulang. Mereka keluar dari rumah Alex dan menuju ke mobilnya. Setelah itu mereka meluncur pergi meninggalkan rumah Alex.
Dara mengunci pintu rumah kembali. Setelah itu dia melangkah masuk untuk ke kamar Bu Vivi.
"Lho, Dara. Kok ruang tamu sepi?" tanya Ratih.
__ADS_1
"Mbak Ratih mau ngapain? kenapa bawa-bawa minuman."
"Ini untuk Tuan Rajasa."
"Mereka udah pergi," ucap Dara.
"Kok cepat banget?"
"Tuan Alex sudah pulang tadi. dan dia marah-marah ke Rita."
"Benarkan dugaan aku. Pasti mereka akan berantem. Ya udah deh. Aku bawa lagi ke belakang."
Ratih kembali ke dapur untuk mengembalikan dua cangkir minuman itu.
****
Dara masuk ke dalam kamar Bu Vivi. Dara tersenyum saat melihat Alex. Dara mendekat ke arah Alex.
"Mas Alex, kamu tenang saja ya. Papa kamu dan ibu tiri kamu, mereka sudah pergi tadi."
Alex menatap ke arah Dara.
"Dara, aku mau mandi. Apakah kamu bisa bantu aku?"
Dara terkejut saat mendengar ucapan Alex.
"Apa! bantu kamu mandi? kenapa mandi harus dibantuin. Kan kamu bisa mandi sendiri."
"Hehe... apa yang kamu fikirkan Dara." Alex berdiri dan mendekat ke arah Dara.
"Aku cuma mau kamu siapkan aku air hangat dan siapkan baju ganti untuk aku."
"Apa! kenapa Mas Alex nggak siapkan sendiri aja. Biasanya juga gitu kan?"
"Dara, ayolah. Kamu itu sebentar lagi kan akan jadi seorang istri. Kamu akan menikah dan punya anak. Seharusnya kamu belajar dari sekarang cara menjadi istri dan ibu yang baik. Kamu harus belajar melayani suami kamu dengan baik."
"Istri? istri siapa?"
"Ya istri dari calon suami kamu nanti lah."
__ADS_1
"Tapi masih lama aku nikahnya. Sampai sekarang aja aku belum punya pacar. Lagian, aku masih muda Mas Alex, aku nggak mau nikah dulu. Aku pengin kuliah dulu, setelah itu baru aku nikah."
"Ya udah, sekarang tunggu apa lagi. Siap kan aku air hangat dan baju ganti. Aku mau mandi sekarang Dara."