
Malam ini, waktu sudah menunjukan jam sepuluh malam. Alex dan Dara saat ini masih berada di ruang tengah. Malam ini adalah malam pertama Dara tinggal di rumah Alex untuk merawat dan menjaga Bu Vivi.
Dara sudah memutuskan akan tinggal di rumah Alex sampai kondisi Bu Vivi membaik. Untuk sementara Dara akan meninggalkan ke dua adiknya dan menitipkan mereka pada Bu Ratna tetangga dekat rumahnya. Seperti yang biasa dia lakukan selama ini.
Alex masih tampak serius dengan laptopnya. Sementara sejak tadi Dara masih tampak resah karena dia bingung mau tidur di mana. Dara sudah ngantuk, namun Alex belum membolehkan dia untuk tidur.
Hoaaammm...
"Kenapa Dara? kamu udah ngantuk?" tanya Alex.
Dara hanya mengangguk.
"Kalau udah ngantuk, ya tidur Dara."
"Aku udah boleh tidur Mas?"
"Iya. Aku juga sama Dara. Udah ngantuk." Alex menutup layar monitornya. Setelah itu dia menutup laptopnya dan dia letakan di atas meja.
"Ya udah. Aku mau tidur sama Mbak Ratih dan Mbak Lestari," ucap Dara sembari bangkit dari duduknya.
"Lho, kenapa kamu mau tidur di kamar pembantu?" tanya Alex.
"Terus aku mau tidur di mana Mas? apa aku harus tidur di kamar mama kamu? aku nggak biasa Mas, tidur pakai AC."
"Kamu boleh deh tidur di kamar aku Dara"
Dara terkejut saat mendengar ucapan Alex.
"A-apa? aku tidur berdua sama kamu gitu?" tanya Dara sembari menghempaskan tubuhnya kembali di atas sofa.
Alex tertawa. Ha...ha...ha...
"Kenapa ketawa? nggak ada yang lucu," Dara cemberut.
"Kamu maunya gitu, tidur sama aku? tidur sama aku ya nanti Dara, kalau kita sudah halal. Kamu tenang aja, kalau kita sudah jadi suami istri nanti, kita akan tidur sama-sama terus Dara."
Dara menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia merasa malu dengan ucapannya tadi.
'Ih, kenapa dengan fikiran aku ini.' batin Dara.
"Maksud aku, kalau aku tidur di kamar Tuan, Tuan mau tidur di mana?" Dara mencoba mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku sih tidur di mana aja Dara. Kamar di sini kan banyak. Tapi kalau kamu mau tidur di kasur yang paling empuk, tidurlah di kamar aku. Dan kalau kamu nggak suka AC, kamu bisa matikan AC yang ada di kamar aku," ucap Alex.
__ADS_1
"Nggak usah Tuan. Aku tidur sama Mbak Ratih aja."
"Jangan Dara, kamar pembantu itu sempit dan panas. Cuma ada kipas angin doang di sana. Nggak ada AC nya. Aku nggak mau sampai kamu kepanasan. Belum lagi dibelakang itu banyak nyamuk.
"Kamu tidur di kamar aku aja nggak apa-apa. Biar aku tidur di kamarnya mama atau kamar tamu. Ratih juga tidurnya sama Lestari. Di kamar Mbak Mirna juga cuma cukup untuk Mbak Mirna saja. Kamu tidak mungkin tidur di kamar pembantu Dara."
"Baiklah. Tapi Mas Alex nggak akan masuk-masuk kan ke kamar kalau aku tidur di sana. Mas Alex nggak akan macam-macam kan sama aku."
Dara sebenarnya masih trauma dengan kejadian yang dulu. Tapi Alex selalu mencoba untuk meyakinkan Dara kalau dia tidak akan macam-macam sama Dara.
Alex tersenyum. "Nggak lah Dara. Kamu percaya deh sama aku. Aku nggak akan macam-macam lagi sama kamu. Aku janji."
"Lagian ini udah malam, aku juga udah ngantuk. Mau ngapain aku masuk-masuk kamar. Kalau kamu takut aku bakalan masuk ke kamar kamu, kunci aja kamar aku dari dalam."
"Ya udah deh. Makasih ya Mas."
"Ya udah, sana. Kalau kamu mau ke kamar aku."
"Iya."
Dara bangkit dari duduknya dan melangkah pergi untuk naik ke lantai atas di mana kamar Alex berada. Dia kemudian mengunci pintu kamar Alex dari dalam.
Dara menatap ke sekeliling kamar Alex.
"Gede banget ya kamarnya Mas Alex," ucap Dara kagum saat melihat kamar Alex yang luas dan banyak barang-barang berharga di dalam kamar itu.
Dara tersenyum.
"Iya. Benar apa kata Mas Alex. Kalau kasurnya empuk banget."
Dara kemudian merebahkan tubuhnya di atas ranjang itu. Setelah itu Dara menatap ke atas langit-langit kamar.
"Kenapa Mas Alex jadi berubah ya. Dia sudah nggak seperti dulu lagi. Dia udah baik banget sama aku. Dia udah nggak mesum lagi seperti dulu. Apa yang sudah membuat dia berubah. Mungkinkah karena Bu Vivi dia berubah," ucap Dara.
Dara mencoba untuk memejamkan matanya. Tiba-tiba saja, notifikasi dari ponselnya terdengar. Dara membuka matanya dan mengambil ponsel yang ada di sampingnya.
Dara membuka sebuah chat.
(Tidurlah Dara, nggak usah mikirin aku terus. Sekarang kita dekat, kalau kamu kangen sama aku, kamu bisa langsung temui aku)
"Ih, Mas Alex chat apaan sih. Siapa juga yang lagi mikirin dia dan lagi kangen sama dia. Kepedean banget sih."
(Selamat malam Dara, semoga mimpi indah)
__ADS_1
Dara hanya tersenyum saat membaca chat dari Alex. Setelah membaca chat dari Alex, Dara kemudian mulai memejamkan matanya kembali untuk tidur.
***
Setelah Dara masuk ke dalam kamar, Alex kemudian melangkah untuk ke kamar ibunya. Dia tersenyum saat melihat ibunya sudah terlelap.
Alex mendekat dan duduk di sisi ibunya. Dia kemudian mengecup kening ibunya.
"Mama, cepat sehat ya Ma. Seandainya mama sudah sehat dan sudah bisa mengingat semuanya, Alex janji. Alex akan menuruti semua keinginan mama. Alex akan segera menikah dan memberikan cucu untuk mama," ucap Alex.
Bu Vivi tiba-tiba saja mengerjapkan matanya saat dia merasakan ada seseorang di sampingnya. Bu Vivi membuka matanya dan langsung menatap Alex.
"Mama, kok mama bangun?"
"Mana Dara? aku haus."
"Dara sudah tidur Ma. Dara sudah aku suruh istirahat. Mama haus? tunggu sebentar ya. Aku ambilin minum di dapur."
Bu Vivi mengangguk. Setelah itu Alex keluar dari kamar Bu Vivi untuk mengambil minum. Beberapa saat kemudian, Alex masuk kembali ke dalam kamar Bu Vivi sembari membawa segelas air putih.
"Ini Ma, minumnya. Minum dulu ya."
Bu Vivi mengangguk. Setelah itu Bu Vivi beringsut duduk dan Alex pun membantu Bu Vivi duduk.
Setelah minum, Bu Vivi menatap Alex.
"Dara tidur di mana?" tanya Bu Vivi.
"Aku suruh Dara tidur di kamar aku Ma."
"Terus kamu mau tidur di mana?"
"Aku mau tidur di sini aja sama mama. Aku mau jagain mama. Barang kali, ada orang jahat yang mau jahatin mama."
Bu Vivi tersenyum.
"Mama tidur lagi ya Ma."
Bu Vivi mengangguk. Dia kemudian kembali berbaring dan memejamkan matanya. Alex mengangkat selimut Bu Vivi dan menutupi tubuh Bu Vivi dengan selimut.
Setelah Bu Vivi kembali tidur, Alex melangkah ke sofa. Dia kemudian berbaring di sofa yang ada di kamar ibunya.
"Dara udah tidur belum ya," ucap Alex. Entah kenapa, Alex jadi merasa bahagia karena Dara sudah mau tinggal di rumahnya.
__ADS_1
"Mudah-mudahan, Dara betah tinggal di sini," ucap Alex.
***