Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Kabar buruk


__ADS_3

Siang ini Alex masih berada di dalam kantornya. Ponsel yang ada di meja kerjanya tiba-tiba saja berdering.


Alex kemudian mengangkat panggilan dari nomer ayahnya.


"Halo..." suara seorang lelaki sudah terdengar dari balik telpon.


"Halo. Ini bukan suara papa. Suara siapa ini?"


"Halo Pak Alex. Saya Pak Rizal karyawannya Pak Rajasa. Pak Alex, tolong cepat ke sini Pak Alex. Saya menemukan Pak Rajasa di dalam kamar mandi dan dia dalam keadaan pingsan. Sepertinya Pak Rajasa baru saja terjatuh."


"Pak Rizal. Cepat anda bawa papa ke rumah sakit. Pakai mobil siapa kek, yang penting sekarang anda harus bawa papa saya ke rumah sakit. Saya akan siap-siap ke sana sekarang."


"Baik Pak Alex."


"Tolong pegang hape papa, biar saya gampang untuk menghubungi anda."


"Baik Pak Alex."


Setelah memutuskan saluran telponnya, Alex kemudian mematikan layar monitornya. Dia mengambil jasnya dan memakainya.


Usai itu, Alex mengambil hape dan memasukkannya ke dalam saku jasnya. Dia kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangannya.


"Pak Alex, mau ke mana Pak?" tanya Widia.


"Saya mau ke rumah sakit," jawan Alex.


"Siapa Pak yang sakit?"


"Papa saya masuk rumah sakit."


"Tapi Pak, meeting kita sepuluh menit lagi akan di mulai."


"Batalkan dulu aja meetingnya. Saya nggak punya waktu lama lagi. Saya harus segera ke rumah sakit sekarang."


Tanpa banyak bicara, Alex buru-buru berjalan keluar dari kantornya. Dia menuju ke mobil yang dia parkirkan di tempat parkiran kantor.


Alex kemudian masuk ke dalam mobilnya. Setelah itu dia pun meluncur pergi meninggalkan kantor.


Ring ring ring...


Suara ponsel Alex kembali berdering. Alex mengangkat panggilan dari nomer ayahnya.


"Halo..."


"Halo Pak Alex, saya dan Anton sudah sampai di rumah sakit. Sekarang Pak Rajasa sedang ada di ruang UGD dan dia lagi ditangani dokter."


"Oke. Anda jangan kemana-mana dulu Pak Rizal. Tunggu saya datang. Saya lagi ada di dalam perjalanan ke rumah sakit ini."


"Iya Pak Alex. Saya akan tunggu bapak di sini."


****


Sepulang kuliah, seperti biasa Dara ke kantor Pak Rajasa untuk bekerja.


Dara melangkah masuk ke dalam kantor itu untuk menemui teman-temannya.


"Dara, kamu baru nyampe?" tanya Mbak Ranti pada Dara.

__ADS_1


"Iya Mbak."


"Dara, ada kabar buruk Dara. Kamu udah tahu belum?"


"Kabar buruk apa?" tanya Dara penasaran.


"Dara, Pak Rajasa masuk rumah sakit."


"Apa! Pak Rajasa masuk rumah sakit? kapan dan kenapa?"


"Tadi dia jatuh di kamar mandi yang ada di ruangannya. Sepertinya dia terpeleset Dara."


"Terus, pak Rajasa nggak apa-apa kan?" tanya Dara khawatir.


"Nggak tahu kalau itu Dara. Soalnya, Pak Rizal menemukan Pak Rajasa dalam keadaan pingsan di dalam toilet."


Ya ampun kasihan sekali papa. Kenapa bisa jadi seperti ini sih. Padahal semalam aku masih telpon-telponan dengan Papa. Mudah-mudahan saja papa nggak apa-apa, batin Dara.


"Pak Alex sudah tahu belum soal ini?" tanya Dara pada Ranti.


"Nggak tahu kalau itu Dara. Mungkin dia belum tahu."


"Ya udah, makasih banyak ya Mbak Ranti. Aku mau telpon Mas Alex dulu."


"Iya."


Dara mengambil ponsel yang ada di dalam tas kecilnya. Setelah itu dia menelpon Alex


"Halo sayang..."


"Halo Mas. Benar nggak sih kalau papa masuk rumah sakit?'


"Kenapa kamu nggak hubungin aku."


"Dara, aku lagi panik. Dan sekarang aku lagi nyetir dan aku masih ada di dalam perjalanan ke rumah sakit. Aku belum sempat hubungi siapa-siapa Dara."


"Ya udah, aku mau susul kamu sekarang ya Mas."


"Iya sayang. Kita ketemu di rumah sakit ya."


"Iya Mas."


Setelah memutuskan saluran telponnya, Dara kemudian buru-buru melangkah keluar dari kantor Pak Rajasa.


Dara berjalan ke jalan raya untuk menunggu taksi. Setelah taksi datang, Dara pun naik ke dalam taksi.


"Jalan Pak..." ucap Dara.


"Mau ke mana Neng?' tanya sopir taksi.


"Kita ke rumah sakit ya."


"Baik Neng."


Taksi itu kemudian meluncur untuk pergi ke rumah sakit.


Setelah menempuh beberapa menit perjalanan dari kantor sampai ke rumah sakit, akhirnya taksi yang ditumpangi Dara pun berhenti tepat di depan rumah sakit.

__ADS_1


Sebelum turun, Dara membayar ongkos taksi. Setelah itu Dara turun dan melangkah masuk ke dalam rumah sakit.


Dara menghentikan langkahnya setelah melihat Anton.


"Itu kan Anton sopirnya papa," ucap Dara.


Dara kemudian memanggil-manggil Anton.


"Bang Anton tunggu...!" seru Dara sembari berlari mendekati Anton.


Anton menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang saat mendengar seruan Dara.


"Bang Anton mau ke ruangan Papa ya?"


"Non Dara? mana Tuan muda?" tanya Anton pada Dara.


"Tuan Alex belum datang ya? tadi katanya dia ada di dalam perjalanan ke sini Bang."


"Mungkin dia masih terjebak macet Non."


"Tadi aku naik taksi juga cepat kok. "


"Beda jalur mungkin Non."


"Bang Anton mau ke mana? mau ke ruangan papakan?"


"Non, Pak Rajasa masih ada di ruangan UGD. Kondisinya katanya masih kritis. Sebenernya saya mau pulang ke rumah untuk ngambil barang-barangnya Pak Rajasa untuk saya bawa ke sini. Nggak mungkin Bik Lastri saya suruh datang ke sini sendiri."


"Oh biar nanti saya sama Mas Alex aja yang ngambil baju-baju Papa. Bang Anton tunggu dulu aja di sini."


"Iya Non. Nanti tergantung Tuan Alex nya aja."


Dara dan Anton kemudian melanjutkan melangkah untuk ke ruang UGD.


"Kenapa Pak Alex lama sekali datangnya," ucap Rizal.


"Mungkin kejebak macet Pak Rizal," ucap Dara.


"Dara, kamu tahu dari mana Pak Rajasa di rumah sakit?" tanya Rizal pada Dara.


"Mbak Ranti yang ngasih tahu aku. Katanya Pak Rajasa tadi pingsan di dalam kamar mandi yang ada di dalam ruangannya."


"Iya Dara. Tadi aku ke ruangannya Pak Rajasa. Dan aku tidak melihat Pak Rajasa ada di meja kerjanya. Aku dengar benda jatuh di dalam toilet yang ada di dalam ruangannya Pak Rajasa. Mungkin itu suara Pak Rajasa waktu terjatuh."


"Dan Pak Rizal, buru-buru nolong Pak Rajasa?"


"Iya Dara. Saya telpon Pak Alex, dan Pak Alex menyuruh saya untuk bawa Pak Rajasa ke rumah sakit."


"Untunglah ada Pak Rizal yang melihat kejadian itu. Bagaimana kalau papa sampai sore tergeletak dan pingsan sendiri di dalam kamar mandi . Aku nggak tahu apa yang akan terjadi pada Pak Rajasa.


Di sela-sela Dara dan Rizal ngobrol, Alex datang menghampiri mereka.


"Bagaimana kondisi papa saya?" tanya Alex menatap Anton, Rizal dan Dara berganti.


"Pak Rajasa masih ditangani dokter. Dan dari tadi belum ada dokter yang keluar dari ruangan ini," jelas Rizal.


"Kenapa papa bisa jatuh di kamar mandi?" tanya Alex menatap Rizal lekat.

__ADS_1


"Saya juga tidak tahu Pak Alex. Waktu saya masuk ke dalam ruangan Pak Rajasa, ada suara seperti benda jatuh di dalam kamar mandi. Saya lihat ke dalam. Ternyata Pak Rajasa sudah pingsan di dalam kamar mandi."


__ADS_2