
Pagi ini Dara sudah sampai di tempat kerjanya. Dara datang ke kantor pagi-pagi sekali. Dia tampak semangat menjalani hari-harinya dengan pekerjaan barunya.
Terbebas dari Tuan Alex adalah keinginannya. Dara sudah tidak mau, berurusan lagi dengan Tuan Alex. dia sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dari tukang cuci gosok.
Dara berjalan masuk ke dalam kantor. Dia kemudian menghampiri Mbak Ranti yang sudah ada di dalam kantor.
"Mbak Ranti," ucap Dara
Ranti menoleh ke belakang.
"Eh, Dara. Kamu cepat banget sampainya."
"Iya Mbak."
Wajah Ranti tiba-tiba saja berubah menjadi sedih.
"Kenapa Mbak?" tanya Dara yang tidak tahu kenapa dengan Mbak Ranti.
"Katanya Pak Rajasa sudah pergi ke luar kota," ucap Ranti.
"Terus?"
"Yah, siap-siap deh kita ganti pimpinan."
"Ganti pimpinan?"
"Iya. Anak Pak Rajasa akan kembali di kantor ini lagi."
"Oh yang kata Mbak playboy dan sombong itu ya."
Ranti mengangguk. "Iya."
'Aku yakin, kalau anak Pak Rajasa tidak seperti Tuan Alex. Tuan Alex itu sangat menyebalkan. Pak Rajasa saja baik, pasti anaknya baik.'
Dara tetap berfikir optimis kalau anak Pak Rajasa itu baik dan tidak mesum seperti Tuan Alex. Dara tidak tahu saja, siapa anak Pak Rajasa yang sesungguhnya.
****
Pagi ini, semua staf kantor sudah menempati ruang kerjanya masing-masing. Sejak tadi Alex masih berada di tempat parkir.
Dia tampak sedang bertelponan dengan seorang wanita.
"Mas, kapan kamu mau ngajak aku dinner lagi? Kamu kenapa sih, akhir-akhir ini ditelpon nggak pernah di angkat, di chat juga jarang di balas."
"Maaf sayang. Aku lagi sibuk banget akhir-akhir ini. Ayahku sudah pergi ke luar kota. Pekerjaan aku, semakin banyak dan menumpuk di kantor."
"Mas, Minggu ini kamu mau kan , aku ajakin jalan. Aku bete banget nih di rumah."
"Aku belum bisa jawab sekarang sayang. Aku nggak tahu minggu ini bisa atau nggak ngajak kamu jalan. Jadwal aku lagi padat banget."
"Yah, sayang sekali kalau kamu nggak bisa keluar hari minggu ini. Padahal aku punya dua voucher makan gratis nih."
"Oh iya? makan di mana?"
__ADS_1
"Ini tempat baru Mas. Lagi ada promo. Makanannya juga kelihatan enak-enak banget."
"Duh sayang, kenapa setiap kita keluar harus dinner sih. Kenapa kita nggak keluar nonton film, nonton konser, atau apa gitu."
"Tapi Mas, selama ini kamu kalau ngajak aku jalan kan pasti ngajak dinner ke cafe."
"Sayang, akhir-akhir ini yang aku lihat, tubuh kamu semakin melar. Apa kamu lupa diet ya."
"Diet? untuk apa aku harus diet? menurut aku, tubuhku udah bagus kok."
"Sayang, coba kamu bercermin deh, kamu itu semakin ke sini makin gendut. Karena kamu kebanyakan ngemil dan makan. Aku nggak suka wanita yang gendut. Nggak enak di pandangnya."
"Masa sih Mas aku jadi gendut. Perasaan berat badan aku masih sama deh. Malah nggak nambah-nambah."
"Sayang, aku itu nggak suka wanita gendut. Aku ingin kamu diet dan jaga tubuh kamu."
"Iya Mas, iya. Demi kamu apa sih yang nggak."
"Ya udah. Aku mau masuk ke kantor nih. Udah dulu ya telponnya."
"Iya Mas. Iya."
"I love you Maria..."
"I love you too Mas Alex."
Alex kemudian memutuskan saluran telponnya. Setelah bertelponan dengan Maria kekasihnya, Alex kemudian berjalan memasuki kantor.
Alex menatap sekeliling. Kantor sudah tampak hening. Mungkin karena semua penghuninya sudah mulai bekerja.
"Biasanya Papa nyuruh aku yang ke luar kota. Tumben dia mau ke luar kota sendiri. Tapi nggak apa-apa lah. Lebih baik seperti itu. Lagian, aku di rumah juga lagi ngurusin mama," ucap Alex.
Setelah itu Alex pun duduk di ruangan ayahnya untuk mengerjakan pekerjaan yang sudah Pak Rajasa berikan padanya.
Alex menekan tombol telpon yang ada di atas meja.
"Halo..." suara seorang wanita dari balik telpon.
"Tolong buatkan minum untuk aku dan bawa ke ruangan Pak Rajasa."
"Baik Pak."
Alex menutup saluran telponnya. Dia kemudian membuka layar monitornya dan mulai bekerja.
****
"Eh Dara, kamu nganggur kan?" tanya Selfi pada Dara.
"Aku lagi ngelap-ngelap kaca Mbak," jawab Dara.
"Eh, biar aku saja sini, yang ngerjain pekerjaan kamu. Kamu bisa kan, buatkan minum untuk si Bos."
"Minuman apa?"
__ADS_1
"Si bos biasanya suka sama kopi yang tidak terlalu manis dan tidak terlalu pahit. Sana kamu buat kan dan antar ke ruangan Pak Rajasa."
Dara terkejut saat mendengar perintah dari Selfi.
"Kok aku sih. Tadi emang siapa yang di suruh?" ucap Dara yang sedikit kesal pada Selfi.
"Eh, kamu karyawan baru di sini. Jangan belagu! Kamu berani sama aku?" Selfi melotot ke arah Dara.
"Baiklah," ucap Dara sembari menundukkan pandangannya.
Selfi merebut kain lap yang ada di tangan Dara. Setelah itu dia mendorong tubuh Dara untuk menjauh darinya.
"Ih, menyebalkan sekali Mbak Selfi itu. Dia beda dari karyawan lainnya. Dia yang disuruh, kenapa aku yang harus ngerjain tugas dia," gerutu Dara sembari berjalan menuju dapur.
Dara kemudian menyeduh kopi untuk dia bawa ke ruangan Pak Rajasa.
Setelah selesai menyeduh kopi, Dara kemudian mengantar kopi itu ke ruangan Pak Rajasa.
Dara sudah sampai di depan ruangan Pak Rajasa sembari membawa nampan yang berisi secangkir kopi buatannya.
Dara kemudian mengetuk pintu ruangan itu.
Tok tok tok ..
"Masuk...!" suara seorang lelaki terdengar dari dalam ruangan itu.
Dara kemudian membuka pintu itu dan langsung masuk ke dalam ruangan itu. Dara menatap sejenak lelaki yang sedang mencari berkas-berkas yang ada di lemari. Dara masih penasaran dengan wajah anaknya Pak Rajasa itu.
"Pak, ini kopi pesanan anda," ucap Dara.
"Taruh di atas meja saya," ucap Alex singkat.
Dara kemudian meletakan cangkir itu di atas meja. Setelah itu dia kembali menatap punggung lelaki yang sejak tadi masih berdiri membelakanginya.
'Kok, aku seperti mengenali suaranya,' batin Dara.
Alex menghentikan aktifitasnya.
"Kenapa aku mendengar suara Dara," gumam Alex.
Alex kemudian menoleh ke belakang. Dia terkejut saat melihat Dara ada dibelakangnya. Begitu juga dengan Dara. Dia sama terkejutnya seperti Alex.
"Tuan Alex. Anda kok bisa ada di sini?" tanya Dara.
"Kamu juga ngapain di sini Dara?" Alex malah balik bertanya.
"Tuan Alex mau jadi penyusup ya di sini?"
Alex terkejut saat mendengar ucapan Dara.
"Apa! penyusup? kamu bilang aku penyusup? yang benar aja kamu Dara. Masak aku harus jadi penyusup di kantor Papa aku sendiri."
"Hah...! " Dara melongo saat mendengar ucapan Alex.
__ADS_1
"Ja-jadi... ka-kamu anaknya Pak Rajasa yang Mbak Ranti ceritain itu?"