Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Makan siang


__ADS_3

Alex dan Dara masuk ke dalam rumah. Alex kemudian menatap Dara lekat.


"Dara, aku mau mandi. Apa kamu mau ikut aku mandi?"


Dara membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Alex.


"Apa! ikut kamu mandi?"


Hehe...


"Aku cuma bercanda sayang, jangan tegang gitu dong," ucap Alex.


"Sayang?"


Alex hanya geleng-geleng kepala tampak santai menanggapi kekesalan Dara.


'Ih, menyebalkan sekali lelaki ini. Di saat-saat seperti ini, masih bisa aja dia bercanda seperti itu,'


Dara sebenarnya kesal jika Alex itu bersikap genit padanya. Dara lebih suka Alex yang apa adanya dari pada Alex yang suka gombal dan banyak merayu.


"Kamu kalau mau tunggu di sini, duduklah Dara. Aku mau ke kamar dulu. Aku mau mandi dulu dan mau ganti baju."


Dara mengangguk. Setelah itu Dara pun duduk di ruang tamu. Sementara Alex pergi meninggalkan Dara dan menuju ke kamarnya.


Dara menatap sekeliling rumah Alex. Tak dilihatnya foto Pak Rajasa di sekitar tempat itu.


"Selama aku kerja di rumah ini, belum pernah sekali pun aku melihat foto Pak Rajasa di rumah ini. Apakah Tuan Alex memang sudah membuang semua kenangan tentang ayahnya itu," ucap Dara.


Setelah sampai di kamarnya, Alex membuka jasnya. Setelah itu dia membuka dasinya dan dia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya.


"Gerah banget ya," ucap Alex. "Dari kemarin aku nggak mandi dan nggak ganti baju."


Alex bangkit dari duduknya. Setelah itu dia mengambil handuk dan berjalan untuk ke kamar mandi.


****


"Eh, Dara... kamu ada di sini?" ucap Mbak Mirna yang tiba-tiba mengejutkan Dara.


Dara tersenyum pada Mbak Mirna.


"Mbak Mirna," ucap Dara.


Mbak Mirna mendekat ke arah Dara.


"Kamu ke sini sama siapa? atau kamu udah balik kerja di sini lagi?" tanya Mbak Mirna.


Dara menggeleng.


"Nggak kok Mbak. Aku ke sini sama Tuan Alex tadi."


"Oh."


"Aku dari rumah sakit tadi. Dan Tuan Alex menyuruh aku untuk ikut dengannya pulang ke sini," jelas Dara.


"Iya Dara."


Suara langkah kaki sudah terdengar dari tangga.


"Eh, itu sepertinya Tuan Alex sudah turun," ucap Mbak Mirna.


"Oh, iya."


Beberapa saat kemudian, Alex mendekati Mbak Mirna dan Dara yang ada di ruang tamu.

__ADS_1


"Mbak Mirna, apakah ada makanan? aku lapar banget nih," ucap Alex.


"Tuan mau makan?"


"Iya. Tolong siapkan aku dan Dara makanan ya," pinta Alex pada Mbak Mirna.


"Oh. Iya Tuan. Saya akan siapkan."


Mbak Mirna kemudian berjalan ke dapur. Dia akan menyiapkan makanan untuk majikannya.


Alex menatap Dara. Dia kemudian mendekat ke arah Dara dan duduk di sisinya.


"Kamu pasti belum makan kan?" tanya Alex.


"Aku nggak usah makan Tuan. Aku udah makan di rumah kok," ucap Dara.


"Kamu kan udah makan tadi pagi. Ini sudah jam sebelas siang. Pasti kamu udah lapar lagi kan?"


"Kebetulan, tadi pagi aku udah makan banyak Tuan. Jadi aku masih kenyang."


"Ya udah, kalau kamu nggak mau makan, temani aku aja yuk!"


Alex reflek menggenggam tangan Dara. Dara menatap tangan Alex. Alex yang menyadari kalau dia sudah menggenggam tangan Dara, melepas tangannya.


"Maaf Dara. Aku nggak akan menyakiti tangan kamu lagi. Aku janji."


"Iya Tuan."


Dara bangkit dari duduknya. Setelah itu dia berjalan mengikuti langkah Alex. Alex mengajak Dara ke ruang makan. Di sana, tampak Mbak Mirna sedang menyiapkan makanan.


"Maaf ya Tuan, menunya cuma menu sederhana. Soalnya, saya fikir, Tuan nggak akan pulang hari ini."


"Nggak apa-apa Mbak. Makasih ya Mbak."


"Iya Tuan."


"Dara, ayo kita makan!" pinta Alex.


Dara hanya mengangguk.


"Iya Tuan."


Alex mengambil piring. Dia kemudian mencedokan nasi dan lauk pauknya. Setelah itu dia menyodorkan piring itu kehadapan Dara. "Ini, buat kamu."


Dara merasa tidak enak, karena seharusnya dia yang mengambilkan nasi untuk Alex. Tapi malah dia yang diambilkan.


"Duh, itu buat Tuan aja. Aku bisa kok ambil sendiri," ucap Dara.


"Nggak apa-apa. Nggak usah malu-malu Dara. Ayo ambil. Aku bisa ambil sendiri," ucap Alex.


"Ya udah deh, aku ambil." Dara kemudian mengambil piring itu dari tangan Alex.


"Nah, gitu dong. Katanya kita teman. Kenapa kamu mesti malu sama aku."


"Iya."


Alex mengambil makan untuk dirinya sendiri. Alex dan Dara kemudian makan bersama di ruang makan.


"Dara, aku mau minta maaf ya sama kamu," ucap Alex di sela-sela kunyahannya.


"Minta maaf soal apa?" tanya Dara menatap Alex lekat.


"Karena aku sudah sering bersikap kurang ajar sama kamu," ucap Alex.

__ADS_1


"Oh, itu. Nggak apa-apa Tuan. Namanya juga manusia. Nggak ada manusia yang sempurna Tuan. Setiap manusia pasti punya kesalahan."


Alex tiba-tiba saja terdiam. Dia tampak sedih saat sedang memikirkan sesuatu.


"Kenapa Tuan? kok berhenti makannya?" tanya Dara.


Alex menghela nafas dalam.


"Dosa aku sudah terlalu banyak Dara."


"Dosa apa?" tanya Dara tampak bingung.


Baru pernah Dara mendengar ucapan dari mulut Alex yang menyebut tentang dosanya.


"Aku sudah banyak membohongi pacar-pacar aku, aku sudah banyak melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh sepasang kekasih. Aku sudah banyak berbuat zina Dara. Apakah Tuhan akan mengampuni dosa-dosa ku."


Dara merasa aneh dengan pertanyaan Alex. Kenapa tiba-tiba saja Alex bicara soal kesalahan-kesalahannya di masa lalu. Mungkinkah, Alex sekarang sudah mulai menyadari akan semua kesalahan-kesalahannya.


"Tuan, Allah akan selalu menerima taubatnya orang-orang yang mau bertaubat. Dan pintu taubat itu akan selalu terbuka lebar untuk hamba Nya yang mau bertaubat."


Setelah menghabiskan makanannya, Alex bangkit dari duduknya.


"Mau ke mana Tuan?" tanya Dara.


"Sebentar ya Dara. Aku mau ambil hape aku dulu, hape aku ketinggalan di kamar," ucap Alex.


"Iya Tuan."


Alex kemudian berjalan naik ke lantai atas. Dia menuju ke kamarnya untuk mengambil ponselnya yang ketinggalan di dalam kamar.


Alex terkejut saat mengaktifkan ponselnya. Banyak chat masuk dari dalam Whatsappnya.


"Duh, banyak banget pesan yang masuk. Bingung aku mau membacanya. Papa juga ngechat banyak banget begini. Desi, Maria, Viona, Terra banyak banget .." ucap Alex yang masih menatap hapenya.


Ring ring ring ...


Tiba-tiba saja ponsel Alex berdering.


Alex langsung mengangkat panggilan dari Desi.


"Halo...'"


"Halo sayang. Kamu kemana aja sih? dari kemarin di telponin nggak pernah aktif. Dari mana aja kamu sayang?"


Alex menghela nafas dalam saat mendengar runtutan pertanyaan dari Desi.


"Sayang, aku nggak dari mana-mana kok, kemarin aku emang lupa ngecas hape."


"Ngecas hape kok sampai lupa sayang. Aku ke kantor kamu juga kamunya nggak ada. Ke kantor ayah kamu juga kamu nggak ada. Kamu nggak ngabarin aku sama sekali."


"Maaf sayang. Aku lagi repot banget."


"Repot apa? jangan-jangan kamu ada wanita lain ya sekarang "


"Wanita siapa sayang? wanita yang dekat dengan aku cuma kamu saja sekarang sayang. Nggak ada yang lain."


"Bohong. Pasti kemarin kamu habis jalan ya sama cewek."


"Des, kamu nggak bisa dong, nuduh aku seperti itu. Kamu nggak punya bukti apa-apa kan Des."


"Pokoknya awas ya Mas. kalau sampai ketahuan kamu jalan sama cewek lain, aku nggak akan pernah mau maafin kamu."


"Iya sayang. Percayalah sama aku. Aku nggak pernah jalan sama cewek lain. Aku itu setia sama kamu."

__ADS_1


"Ya udah. Sekarang kamu ada di mana? aku mau ketemu. Aku udah kangen sama kamu dari kemarin."


__ADS_2