
Dara tersenyum saat melihat beberapa orang wanita berpenampilan seksi, tampak masih berada di pinggiran jalan raya. Dara yang masih mengenakan baju seksi, melangkah menghampiri para wanita itu.
"Mbak, permisi. Boleh saya nanya?" tanya Dara pada salah seorang dari mereka.
Seorang wanita berpenampilan menor dan berbaju seksi menatap Dara lekat.
"Nanya apa?" tanya wanita itu.
"Apa di sekitar sini , ada ojek atau taksi Mbak. Saya mau ke rumah sakit. Tapi, dari tadi saya nyari taksi nggak ada. Ojek juga nggak ada."
"Ngapain malam-malam begini nyari kendaraan. Ya jelas-jelas nggak ada lah."
"Terus, kenapa Mbak malam-malam di sini?" tanya Dara
"Saya kan lagi kerja di sini. Saya mau nyari pelanggan."
Dara gadis polos itu tampak bingung. Tapi dia tidak mau terlalu banyak bertanya pada wanita yang sama-sama memakai baju seksi itu.
Suara sirine mobil polisi tiba-tiba saja terdengar. Orang-orang yang ada di sekitar Dara, berlarian pergi menghindar dari kejaran polisi. Sementara Dara, masih tak beranjak dari tempat itu.
Beberapa polisi sudah mencekal beberapa orang wanita itu. Begitu juga dengan Dara. Mereka menyeret Dara dan para wanita itu pergi dari tempat itu.
"Ayo naik!" Pinta salah satu dari polisi itu kepada Dara.
"Pak, kenapa saya di suruh naik. Bapak mau memenjarakan saya? Saya kan nggak salah apa-apa Pak," ucap Dara.
"Jangan banyak bicara. Ayo naik! kamu bisa jelaskan di kantor polisi."
Dara dipaksa naik ke atas mobil polisi beserta para wanita malam itu. Dara sama sekali tidak mengerti kenapa dia juga ikut di bawa polisi.
'Apa-apaan ini. Kenapa polisi membawaku. Apa jangan-jangan, ini ulah Tuan Alex. Tuan Alex mau memenjarakan aku karena aku kabur,' batin Dara.
Dara fikir, Alex yang sudah menyuruh polisi-polisi itu membawanya ke kantor polisi.
***
Para polisi itu, sudah sampai di depan kantor polisi. Mereka sudah mengamankan beberapa wanita malam itu dan membawanya ke kantor polisi.
Seorang polisi menyuruh Dara dan para wanita itu turun.
"Ayo cepat, cepat turun!"
Mereka semua turun dari mobil polisi. Mereka juga digiring ke sel penjara. Dan dimasukan ke dalam sel tahanan.
"Sementara saya tempatkan kalian di sini. Besok, saya akan tindak kalian. Mengerti!" ucap polisi itu.
__ADS_1
Para wanita malam itu, hanya bisa diam. Sementara Dara tidak bisa diam. Sejak tadi dia masih mengoceh di dalam tahanan.
"Pak, keluarkan aku dari sini Pak. Aku mau ke rumah sakit. Ibu aku meninggal dunia Pak. Tolong Pak!"
Polisi itu menatap Dara.
"Saya nggak salah Pak. Saya cuma mau nyari tumpangan untuk ke rumah sakit. Tolong Pak, lepaskan saya."
"Diam kamu! kamu bisa jelaskan besok pagi."
Polisi itu tampaknya tidak mau mendengar ucapan Dara. Dia pergi begitu saja meninggalkan Dara.
Dara hanya bisa menangis malam ini. Dia sudah bisa kabur dari Alex, tapi sekarang dia malah dipenjara.
"Hiks...hiks... tolong Pak. Keluarkan aku dari sini. Aku ingin ketemu ibu aku untuk yang terakhir kalinya."
Dara tidak tinggal diam. Dia harus bisa keluar dari penjara. Dara sejak tadi masih tampak berfikir, bagaimana cara dia untuk bisa keluar dari dalam penjara.
"Aku harus bilang sama Pak Polisi. Kalau aku nggak salah. Apa salah aku sampai-sampai aku dipenjara. Emang aku melakukan tindak kejahatan apa."
****
Ratih masih berada di dalam kamarnya. Dia masih tampak terlelap di atas ranjang kecilnya.
Ring ring ring...
"Halo..."
Ratih terkejut saat mendengar suara tangisan dari balik telpon.
"Halo Mbak Ratih. Ini aku Mbak, Dara. Tolong aku Mbak. Hiks...hiks..."
"Dara. Kamu kenapa? dan kamu ada di mana sekarang? kenapa kamu nangis?"
"Mbak. Aku ada di penjara Mbak. Tolong keluarkan aku dari sini. Cuma Mbak, yang bisa menolong aku."
"Kenapa kamu bisa ada di penjara? bagaimana ceritanya?"
"Ceritanya panjang Mbak. Aku nggak bisa cerita sekarang. Tolong Mbak. Bebaskan aku dari sini. Cuma Mbak, yang bisa menjadi saksi untuk aku kalau aku tidak bersalah."
"Baiklah. Kamu kasih tahu alamatnya di mana?"
"Iya Mbak. Nanti aku share lewat WhatsApp saja ya Mbak. Yang penting nanti Mbak ke sini. Aku sangat membutuhkan Mbak. Nanti, aku akan cerita semuanya setelah Mbak ada di sini."
"Baiklah. Aku akan ke sana sekarang. Mumpung Tuan Alex juga nggak ada di rumah."
__ADS_1
"Tuan Alex ke mana Mbak?"
"Nggak tahu. Dari semalam, Tuan Alex nggak pulang ke rumah."
"Iya Mbak. Makasih banyak ya Mbak."
Tut Tut Tut...
Telpon itu, tiba-tiba saja terputus. Ratih tampak bingung saat mendengar ucapan temannya tadi.
"Dara kok, bisa ada di penjara ya. kenapa dengan dia," gumam Ratih.
Ratih hanya bisa bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada temannya itu. Kenapa Dara saat ini bisa ada di penjara.
Ratih turun dari ranjangnya. Dia kemudian menatap jam dinding. Waktu saat ini, sudah menunjukkan jam lima pagi.
"Ya ampun, ternyata sudah jam lima pagi. Aku harus ke kantor polisi. Aku harus nolong Dara. Kasihan dia kalau sampai dia mendekam di penjara. ibunya kan lagi ada di rumah sakit sekarang."
Ratih kemudian mengambil handuk dan berjalan ke luar dari kamarnya. Dia menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Selesai mandi, Ratih ke luar dari kamar mandi. Dia berjalan ke kamarnya dan masuk ke dalam untuk ganti baju. Tanpa butuh waktu lama, Ratih kemudian buru-buru keluar dari kamarnya dan berjalan cepat menuju ke gerbang utama rumah Alex.
"Mbak, mau ke mana?" tanya satpam rumah Alex.
"Sssttt... Pak Tino, jangan kasih tahu Tuan Alex ya, kalau aku pergi. Aku mau nolongin Dara sekarang," ucap Ratih yang membuat Pak Tino mengernyitkan alisnya.
"Dara? Kenapa dengan Dara?" tanya Pak Tino..
"Dia sekarang ada di penjara. Dan saya tidak tahu, kenapa dia bisa ada di penjara," jawab Ratih.
"Oh, baik Mbak. Tuan Alex juga, kelihatannya belum pulang dari semalam."
"Ya udah. Kalau Tuan Alex tanya, jangan bilang aku pergi ya. Nanti dia bisa marah-marah sama aku."
"Siap Mbak!"
Ratih kemudian berjalan keluar dari gerbang dan menuju ke jalan raya. Dia menatap ke sana kemari untuk menunggu tumpangan.
Ratih tersenyum saat melihat sebuah taksi melintas di depannya. Ratih buru-buru menyetop taksi itu.
Ratih kemudian naik ke dalam taksi dan meluncur pergi meninggalkan rumah Alex.
"Pak, kita ke kantor polisi ya Pak."
"Oh. Baik neng."
__ADS_1
Taksi itu pun kemudian meluncur pergi ke kantor polisi.