
Gemericik air sudah terdengar dari dalam kamar mandi. Dara menatap pintu kamar mandi yang tertutup rapat.
"Pasti Mas Alex lagi ada di kamar mandi. Lagi ngapain sih dia. Udah tahu sekarang ini kamar aku. Masih aja numpang ke kamar mandi yang adadi dalam kamar ini," ucap Dara.
Beberapa saat kemudian, Alex membuka pintu kamar mandinya. Alex tersenyum saat melihat Dara.
"Sayang, kamu sudah siuman?" ucap Alex sembari mendekat ke arah Dara.
Dara diam. Dia tampak kesal dengan Alex karena Dara fikir, kalau Alex yang sudah mengganti bajunya dengan baju tidur.
Alex menghempaskan tubuhnya dan duduk di sisi Dara.
"Kenapa sayang?" tanya Alex menatap Dara lekat.
"Mas, kamu yang udah ganti baju aku?" Dara menatap tajam ke arah Alex.
"Kalau iya, emang kenapa? sebentar lagi kita kan akan jadi suami istri. Jadi nggak apa-apa dong, kalau aku gantikan baju kamu," ucap Alex dengan santai.
"Ih... Mas Alex nyebelin banget sih...!" ucap Dara sembari memukul-mukul dada bidang Alex. Dia saat ini sangat kesal dengan Alex.
"Sayang, sayang, sayang, cukup sayang..." ucap Alex yang sudah memegangi kedua tangan Dara.
"Aku cuma bercanda sayang, mama dan Ratih yang sudah ganti baju kamu," ucap Alex menjelaskan.
Dara mulai tenang setelah mendengar penjelasan dari Alex.
"Kamu yakin? kalau mama kamu yang sudah ganti baju aku?" tanya Dara menatap Alex lekat.
"Iya sayang. Mama yang udah gantiin baju kamu," jawab Alex.
Dara menghela nafas dalam. Dia kemudian diam. Dia masih teringat saja dengan kejadian beberapa jam yang lalu, di mana Rita ibu tiri Alex sudah mendorong Dara hingga Dara masuk ke dalam kolam renang. Dara hampir saja tenggelam karena dia tidak bisa berenang.
"Sayang kamu kenapa? apa yang lagi kamu fikirkan?" tanya Alex.
"Ibu tiri kamu. Dia nyebelin banget Mas."
"Emang apa yang sudah Rita lakukan sama kamu?"
"Dia menyuruh aku untuk meninggalkan kamu Mas. Kata Tante Rita, aku nggak pantas buat kamu. Karena kita itu sangat jauh berbeda," ucap Dara
"Rita berani bilang gitu sama kamu?" Alex tampak geram saat mendengar cerita Dara.
Dara mengangguk.
__ADS_1
"Iya Mas. Dia juga ngatain aku cupu lah, miskin lah, masih kecil lah, dia juga bilang, kalau aku cuma mau memanfaatkan kebaikan kamu dan Pak Rajasa saja."
"Terus kamu bilang apa aja sama dia?"
"Ya aku bilang, kalau aku itu tulus cinta sama kamu. Aku nggak pernah memanfaatkan kamu dan Pak Rajasa. Dan aku juga nggak pernah punya niat ingin menguasai harta kamu dan harta Pak Rajasa."
"Dara, kamu jangan masukin ke hati ya kata-kata dia. Dia itu wanita iblis yang hanya ingin menguasai harta papa. Dia benci dengan hubungan kita. Karena dia masih suka sama aku," ucap Alex. yang akhirnya keceplosan juga
"Maksud Mas Alex apa? Rita suka sama Mas Alex?" tanya Dara tidak mengerti.
"Dara, mulai sekarang aku akan terbuka sama kamu. Sebelum kamu jadi istri aku, aku ingin kamu tahu semua masa lalu aku dan aku ingin kamu tahu semua rahasia yang aku sembunyikan selama ini."
"Iya. Rahasia apa emang yang sedang kamu sembunyikan Mas? Terus, apa maksud ucapan kamu tadi Mas?"
"Dara, Sebenarnya aku dan Rita punya masa lalu. Dan sebenarnya kami itu dulu pernah menjalin hubungan. Rita itu sebenarnya mantan pacar aku."
Dara terkejut saat mendengar ucapan Alex.
"Apa! ibu tiri kamu itu sebenarnya mantan pacar kamu? kok bisa dia nikah sama ayah kamu. Apakah dulu, kamu dan Pak Rajasa merebutkan Tante Rita?"
"Nggak begitu Dara. Aku dan Rita pacaran itu sejak kami duduk di bangku kuliah. Dan kami pacaran juga cuma sebentar. Cuma satu tahun aja."
"Kalau boleh aku tahu, kenapa kalian putus?" tanya Dara penasaran dengan cerita Alex.
"Aku sudah mutusin Rita karena Rita ketahuan selingkuh dengan lelaki lain. Aku merasa sangat dikhianati. Dan dari situlah aku membenci wanita dan hati aku tertutup untuk semua wanita."
"Kalau itu aku nggak tahu Dara. Aku ngga tahu ayah aku kenal di mana dengan wanita licik itu. Aku aja kaget, waktu Papa ngajak Rita pulang ke rumah aku. da di saat itulah mama hancur. Dia gila karea papa aku nikah lagi "
"Oh." Dara manggut-manggut mengerti dengan cerita Alex.
"Rita itu dulu mengkhianati aku. Dia pacaran dengan lelaki yang lebih tampan dan lebih kaya dari aku. Dia itu matre. Dan aku nggak tahu, kenapa tiba-tiba papa diam-diam nikah sama Rita dan membawa Rita pulang ke rumah. Dan itu awal aku membenci papa dan awal hancurnya hubungan aku dengan papa."
"Oh. Jadi begitu ya Mas, ceritanya. Kenapa kamu baru cerita sekarang Mas?"
"Karena sekarang kamu itu calon istri aku. Dan aku nggak mau menutup-nutupi apa yang seharusnya kamu tahu."
"Iya Mas. Aku suka dengan sikap kamu yang seperti ini."
Alex menatap Dara lekat.
Dan masih ada satu lagi Dara rahasia besar yang belum kamu tahu. Bahkan ayah dan ibuku juga belum tahu tentang rahasia besar ini. Dan aku akan mengatakan kejujuran itu , setelah hari pernikahan kita sudah dekat.
"Mas Alex, kenapa Mas Alex ada di sini? pestanya sudah selesai ya?"
__ADS_1
"Iya. Ini aja udah jam 12 malam."
"Oh ya. Jadi aku pingsan udah berapa jam?"
"Mungkin lima jam kamu pingsan."
"Duh, aku jadi nggak lama dong , menikmati pesta itu."
"Nggak apa-apa sayang, yang penting kita sudah tunangan."
"Iya Mas."
Alex bangkit dari duduknya.
"Kamu mau ke mana Mas?"
"Aku udah ngantuk sayang. Aku mau tidur di kamar samping. Kamu tidur di sini aja ya, atau mau temani aku tidur di kamar samping."
"Nggak. Aku nggak mau tidur sama kamu, kecuali kalau kita sudah nikah. Tapi..."
"Tapi apa?"
"Kalau kamu belum ngantuk sih, aku ingin kamu temani aku di sini Mas. Aku kan baru bangun, jadi aku belum bisa tidur lagi. Apa kamu mau temani aku di sini sampai aku tidur?"
Alex tersenyum. Dia tahu apa maksud Dara.
"Ya udah, aku tahu maksud kamu. Ya udah, aku nggak akan pergi, sebelum kamu tidur. Aku akan temani kamu ngobrol sampai kamu terlelap."
"Makasih ya Mas."
Dara naik ke atas ranjangnya. Setelah itu dia berbaring dan menatap Alex lekat.
"Dara, seandainya kita nikah nanti, kamu ingin punya anak berapa?" tanya Alex menatap Dara lekat.
"Dua. Satu cowok, dan satu cewek," jawab Dara singkat.
"Kalau aku, pengin punya anak cowok Dara."
"Iya. Aku juga pengin punya anak cowok. Anak cewek aku juga pengin."
"Tapi aku pengin anak pertama kita cowok."
"Iya. Masih jauh Mas. Kita aja belum nikah. Kenapa kita udah mikir ke sana"
__ADS_1
"Nggak apa-apa. Namanya juga keinginan dan rencana. Dan tetap aja Tuhan yang menentukan."
Setelah Dara terlelap, Alex kemudian menyelimuti Dara dengan selimut. Setelah itu Alex bangkit berdiri. Sebelum pergi, Alex mengecup kening Dara. Setelah itu, Alex pun pergi meninggalkan kamar Dara.