
"Aku juga harus kerja besok," ucap Alex menimpali.
"Ya udah. Maafkan atas sikap Alessa ya. Besok ibu akan bujuk Alessa. Dan ibu mau tanya kenapa dia ngambek."
"Iya Bu. Titip Alessa ya Bu. Kalau aku ada waktu senggang, nanti aku ke sini lagi."
"Iya Pak Alex."
Setelah berpamitan dengan ibu panti, Alex dan Dara kemudian keluar dari rumah panti diikuti Bu Ani di belakangnya. Bu Ani mengantar Dara dan Alex sampai keluar rumah.
Dara dan Alex kemudian masuk ke dalam mobilnya. Sebelum pergi, mereka melambaikan tangannya pada Bu Ani.
"Hati-hati di jalan ya Pak Alex, Dara..."
"Iya Bu," ucap Dara dari dalam mobil..
Alex dan Dara kemudian meluncur pergi meninggalkan panti asuhan itu.
Dara dan Alex masih menatap ke depan. Dara sepertinya sudah mulai lelah.
Hoaaammm...
"Kamu kenapa sayang? ngantuk?" tanya Alex sembari sesekali menatap ke arah Dara.
Dara hanya mengangguk.
"Ya udah, tidur aja."
Dara menatap Alex lekat.
"Boleh nggak aku pinjam bahu kamu?" tanya Dara.
"Boleh dong sayang."
Dara kemudian menenggelamkan kepalanya di bahu Alex. Setelah itu dia mulai memejamkan matanya.
****
Di sisi lain, Bu Vivi masih menunggu Alex. Sudah jam sepuluh malam Alex dan Dara belum pulang juga ke rumah. Bu Vivi saat ini masih tampak resah. Dia sejak tadi masih mondar-mandir di ruang tengah.
"Alex dan Dara sebenarnya kemana sih. Kenapa mereka nggak pulang-pulang," ucap Bu Vivi.
"Nya, belum tidur Nya?" tanya Lestari mengejutkan Bu Vivi.
"Lestari. Ngagetin aja kamu ini, kamu sendiri ngapain ke sini. Dan kenapa kamu belum istirahat?" ucap Bu Vivi sembari memegang dadanya karena kaget.
"Aku memang belum ngantuk Nya. Aku sebenarnya mau lihat ke depan. Pintu sudah aku kunci atau belum."
"Nggak usah di kunci pintu depannya. Alex dan Dara belum pada pulang."
__ADS_1
"Oh, mereka belum pulang? emang mereka pergi ke mana Nya?" tanya Lestari.
"Belum. Nggak tahu mereka pergi ke mana. Sana, kamu kembali ke kamar. Biar saya saja nanti yang ngunci pintu kalau Dara dan Alex sudah pulang."
"Iya Nya."
Lestari kemudian melangkah untuk kembali ke kamarnya. Sementara Bu Vivi ke ruang tamu untuk melihat ke depan.
"Tuh kan, mereka belum pulang. Kemana aja sih mereka," ucap Bu Vivi.
"Aku telpon lagi aja kali ya," ucap Bu Vivi.
Bu Vivi kemudian menekan nomer Alex. Lagi-lagi Alex tidak mengangkat panggilannya.
"Alex... angkat dong. Kemana sih kamu Alex..." ucap Bu Vivi geram.
Di saat Bu Vivi sedang menghubungi Alex, tiba-tiba saja deru mobil dari luar rumah terdengar.
"Itu pasti mobilnya Alex. Kemana aja tuh anak dua. Kenapa susah banget dihubungi dari tadi."
Alex menghentikan laju mobilnya setelah dia sampai di garasi rumahnya. Sebelum turun dari mobilnya, Alex menatap Dara yang saat ini masih terlelap di sisinya.
"Sayang, bangun sayang, udah nyampe nih," ucap Alex sembari menepuk-nepuk pelan pipi mulus Dara.
Dara yang dibangunin hanya menggeliat.
Beberapa saat kemudian, Dara mengerjapkan matanya. Dia mengucek matanya dan menatap Alex.
"Sudah sampai ya Mas," ucap Dara.
"Iya. Kamu mau turun dan jalan sendiri, atau mau aku gendong?"
"Ngapain di gendong. Aku bisa kali jalan sendiri."
Dara akan turun dari mobilnya. Namun Alex buru-buru mencekal tangannya.
"Dara, soal Alessa, tolong ya jangan pernah bilang apa-apa soal Alessa pada orang lain. Apalagi pada orang tuaku. Aku belum siap untuk mengatakan hal ini pada orang lain. Cukup aku dan kamu saja yang tahu hal ini. Ini rahasia kita berdua Dara."
Dara mengangguk.
"Iya. Kamu tenang saja. Aku nggak akan bilang-bilang ini sama Pak Rajasa atau pun Bu Vivi."
Setelah berkata seperti itu, Dara pun turun dari mobil Alex. Dia melangkah ke teras depan rumah dan masuk ke dalam ruang tamu..
"Dara, kamu dari mana aja sih? Kenapa sampai larut malam begini. Coba lihat jam berapa ini? Kamu sudah bikin Mama cemas tahu nggak," rutuk Bu Vivi saat Dara masuk ke dalam ruang tamu.
"Maaf Ma, Dara kemalaman ya. Tadi pagi Mas Alex yang ngajakin Dara jalan-jalan," ucap Dara.
"Tapi nggak harus sampai malam juga seperti ini. Mama khawatir sama kalian berdua. Mama takut terjadi apa-apa sama kalian di jalan. Di telpon juga nggak di angkat. Untuk apa punya hape kalau ada orang telpon nggak di angkat."
__ADS_1
"Kapan mama nelpon. Dara kan baru bangun. Hape Dara juga nggak tahu ada di mana "
Beberapa saat kemudian, Alex muncul dari balik pintu.
"Ada apa ini Ma?" tanya Alex.
"Mama kamu marah Mas. Karena kita pulangnya kemalaman," ucap Dara menuturkan.
"Duh Ma, maaf Ma. Alex sudah membuat mama khawatir. Tadi pas mama telpon, Alex juga lagi nyetir dan ada di jalan. Jadi Alex nggak bisa angkat telpon." Alex mendekat ke arah Bu Vivi.
"Kalian sebenarnya dari mana sih? kenapa jalan-jalan sampai jam segini. Seharusnya kalau mau pulang malam, chat mama dulu. Bilang kalian ada di mana dan mau pulang jam berapa. jangan bikin Mama khawatir."
"Iya Ma. Maaf. Alex lupa ngabarin mama," ucap Alex.
"Ya udah kalau gitu. Aku ke kamar dulu ya. Aku juga udah ngantuk," ucap Dara.
"Iya Dara. Selamat malam sayang."
"Malam..."
Dara tersenyum. Setelah itu Dara pun pergi meninggalkan Alex dan Bu Vivi. Dara melangkah masuk ke dalam kamar. Setelah itu dia menghempaskan tubuhnya di atas tempat tidurnya.
Dara kemudian mulai memejamkan matanya kembali. Sementara Alex, dia merangkul bahu ibunya dan mengajak ibunya masuk ke dalam kamarnya.
"Ma, kenapa mama nggak tidur aja sih? kenapa mama harus nungguin Alex dan Dara pulang. Di sini kan mama sudah punya teman. Ica dan Oca. Kalau mama kesepian, mama bisa kan minta mereka untuk nemenin mama "
Bu Vivi menghela nafas dalam.
"Mama bukannya merasa kesepian. Tapi mama khawatir sama kamu dan Dara kalau kalian pulang malam. Mama khawatir sama kalian. Mama takut terjadi apa-apa sama kalian. Apalagi mama tadi telpon kamu dan Dara, kalian nggak ada yang angkat telpon mama."
"Ma, maafin aku ya. Kalau aku sudah membuat mama cemas," ucap Alex.
Setelah sampai di dalam kamar Bu Vivi, Alex menatap Bu Vivi lekat.
"Udah malam ma. Sekarang mama tidur ya. Mama tidur aja yang nyenyak dan jangan fikirin macam-macam."
"Iya Alex."
Bu Vivi kemudian naik ke atas tempat tidurnya dan berbaring.
Alex menarik selimut untuk menutupi tubuh Bu Vivi.
"Selamat tidur ya Ma. Alex ke kamar dulu."
"Iya Alex. Selamat malam Alex."
"Malam mama."
Alex kemudian melangkah keluar dari kamar ibunya.
__ADS_1