
Setelah ganti baju, Alex keluar dari kamar. Dia kemudian melangkah untuk ke dapur.
"Alex, kamu udah pulang?" tanya Bu Vivi yang saat ini sudah berada di dapur.
"Iya Ma. Aku sama Dara kehujanan tadi di jalan. Makanya aku bawa Dara sekalian ke sini," ucap Alex menjelaskan.
"Oh... jadi kamu ke sini sama Dara?" tanya Bu Vivi.
Alex mengangguk. "Iya Ma."
"Kamu sudah makan Alex?"
"Belum Ma. Aku dan Dara belum makan sejak tadi siang."
"Kamu ngajakin Dara ke sini, terus di mana Dara sekarang?" tanya Bu Vivi.
"Dia ada di atas Ma. Di kamar aku. Dia lagi mandi dan ganti baju," jawab Alex.
"Ya udah, kalau begitu, suruh Dara turun Alex. Nanti biar mama suruh Mbak Mirna nyiapin makan siang," ucap Bu Vivi.
"Iya Ma."
"Kalian nanti, tunggu di meja makan saja," pinta Bu Vivi.
"Iya Ma. Aku panggil Dara dulu ya," ucap Alex.
Bu Vivi mengangguk. Setelah itu Alex pergi naik ke lantai atas untuk ke kamarnya. Sesampainya di depan kamar, Alex mengetuk pintu kamarnya.
Tok tok tok ..
"Sayang, kamu udah ganti baju belum?" seru Alex dari luar kamar.
Beberapa saat kemudian, Dara membuka pintu kamar Alex.
"Mas Alex," ucap Dara yang membuat Alex terpana.
Kalau penampilannya seperti ini, Dara terlihat sangat cantik, batin Alex.
Alex tersenyum saat melihat Dara. Rambut Dara yang basah, terurai kebelakang. Tanpa kaca mata, Dara jauh lebih cantik dari pada berkaca mata. Dan Alex harap, Dara mau merubah penampilannya tanpa kaca mata dan kepang dua. Seperti kebiasaan Dara selama ini.
Alex meraih rambut Dara dan meletakan rambut itu ke belakang telinga Dara.
"Udah aku bilang, kalau kamu cantik seperti ini. Kenapa kamu nggak mau percaya sih sama aku. Jangan pakai kaca mata lagi Dara. Dan rambut kamu, jangan di apa-apain. Begini saja biar cantik," ucap Alex.
Dara hanya tersenyum kecil. Dia sudah terbiasa mendengar kata-kata itu dari bibir Alex. Namun dia hanya menanggapinya biasa saja.
__ADS_1
"Mas, aku sudah selesai ganti baju. Sekarang, kita turun ke bawah yuk! jangan di sini terus," ucap Dara.
"Oh, iya Dara. Ayo sayang kita ke bawah. Mama di bawah sudah menunggu kita," ajak Alex sembari merangkul bahu Dara.
Alex merangkul bahu Dara dan mengajaknya turun ke lantai bawah. Alex kemudian membawa Dara sampai ke ruang makan. Di ruang makan, tampak Mbak Mirna dan Lestari sedang menyiapkan makanan di atas meja.
Mereka tersenyum saat melihat Dara.
"Dara, kamu ada di sini?" tanya Lestari.
Dara membalas senyum Mbak Mirna dan Lestari dan berkata "Iya Mbak Tari. Tadi aku kehujanan, jadi aku mampir ke sini, untuk pinjam bajunya Mbak Ratih."
"Oh.." Lestari hanya manggut-manggut mengerti.
Alex menarik kursi untuk Dara duduk.
"Ayo sayang, duduk. Kamu pasti belum makan kan?" tanya Alex.
Dara menggeleng. "Belum Mas."
Dara kemudian menghempaskan tubuhnya di atas kursi. Begitu juga dengan Alex yang mengikuti Dara duduk.
"Silahkan Dara, Tuan Alex," ucap Mbak Mirna.
"Makasih ya Mbak," ucap Dara.
Setelah itu Mbak Mirna pun pergi meninggalkan ruang makan. Begitu juga dengan Lestari yang mengikuti Mbak Mirna ke belakang.
"Sayang, kamu mau makan sekarang, aku ambilkan ya?" ucap Alex, sembari meraih piring yang ada di depan Dara.
"Nggak usah Mas. Aku bisa ambil sendiri kok," ucap Dara sembari
mengambil piringnya dari tangan Alex. Setelah itu dia mencedokan nasi dan lauk untuk sendiri. Dara kemudian mengambilkan nasi dan lauk untuk Alex.
"Kebalik, harusnya aku yang ngambilin untuk kamu begini," ucap Dara sembari meletakan piring itu di depan Alex.
Alex tersenyum." Makasih ya sayang."
"Iya. Sama-sama Mas."
"Ya udah, ayo kita makan," ajak Alex.
"Iya Mas."
Alex dan Dara kemudian makan bersama siang ini. Karena kejadian tadi siang, membuat mereka telat untuk makan siang.
__ADS_1
"Dara, kamu udah nggak kedinginan lagi?" tanya Alex.
Dara menggeleng. "Nggak Mas."
"Ya udah, makan yang banyak sayang. Pasti kamu lapar kan, karena belum makan. Tadi di kampus, kenapa nggak makan di kantin?" tanya Alex.
"Aku memang lagi malas makan Mas. Nggak tahu kenapa."
Di sela-sela Alex dan Dara makan, Bu Vivi tiba-tiba datang menghampiri meja makan.
"Makan yang banyak Dara, mumpung Mbak Mirna masak banyak," ucap Bu Vivi. Dia kemudian menghempaskan tubuhnya di atas kursi dan duduk berbaur bersama Dara dan Alex.
"Eh, Bu Vivi. Bu Vivi sudah makan?" tanya Dara menatap Bu Vivi lekat.
"Kalau saya sih, sudah makan Dara. Kamu saja dan Alex yang makan, katanya kalian belum makan," ucap Bu Vivi.
"Iya Bu."
Bu Vivi menatap Dara dan Alex bergantian.
"Sebenarnya kalian dari mana aja sih? kenapa kalian bisa kehujanan dan basah seperti itu?" tanya Bu Vivi.
"Aku tadi habis jemput Dara di kampus Dara Ma. Nggak tahunya, aku nemuin Dara ada di pinggir jalan. Dia lagi nangis. Katanya ada yang ngerjain dia sampai kaca matanya hancur Ma," ucap Alex menjelaskan.
"Apa! kaca mata kamu hancur? emang kamu di kerjain siapa?" tanya Bu Vivi.
"Aku nggak tahu Bu. Aku nggak kenal sama mereka. Mereka tiba-tiba datang pakai motor dan magang aku di tengah jalan. Lalu mereka turun dari motornya dan coret-coret baju aku pakai spidol, mereka membuang tas aku dan terakhir, mereka nginjak-nginjak kaca mata aku sampai hancur," ucap Dara.
"Ya ampun, keterlaluan sekali mereka. Itu namanya pembullian Dara. Kamu harus lapor sama Alex, kalau ada orang yang seperti itu di kampus kamu," ucap Bu Vivi yang merasa khawatir dengan cerita Alex.
"Iya Bu. Tapi aku nggak kenal sama mereka. Mereka juga pakai helm semua," jelas Dara.
"Sudahlah, mulai besok, kamu nggak boleh pergi ke kampus sendirian. Aku akan perintah Doni untuk jadi bodyguard kamu," tegas Alex.
Dara terkejut saat mendengar ucapan Alex.
"Apa! Bang Doni jadi bodyguard aku. Jangan Mas. Aku nggak nyaman kalau pakai acara ada bodyguard segala. Malu Mas sama anak sekampus kalau harus pakai dikawal segala."
"Sudahlah, nggak apa-apa Dara. Mulai besok, saya akan suruh Doni untuk kawal kamu kemana pun kamu pergi oke," ucap Alex sekali lagi.
"Tapi Mas..."
"Pokoknya nggak ada tapi-tapian. Mulai besok Doni akan mengawal kamu kemanapun kamu pergi. Karena aku nggak mau kejadian seperti ini akan terulang lagi. Kamu mengerti Dara!"
"Iya Mas. Aku mengerti."
__ADS_1
Dara dan Alex kemudian melanjutkan makannya. Setelah selesai makan, mereka melangkah ke ruang tengah. Dara dan Alex kemudian duduk di ruang tengah.