Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Keributan di ruangan Alex


__ADS_3

"Mas Alex, kenapa diam aja? Kenapa makanannya di diamin aja?" tanya Dara yang melihat Alex diam.


Sejak Dara menceritakan pengalaman barunya di kampus, mendadak Alex jadi berubah. Alex memang takut kehilangan Dara.


Dia takut kalau hati Dara akan direbut oleh lelaki lain yang jauh lebih muda darinya. Apalagi, Dara dan Alex belum resmi pacaran karena Dara belum sepenuhnya menerima cinta Alex.


Alex yang sejak tadi ditanya hanya bisa diam. Dia sepertinya tidak mendengarkan apa yang Dara ucapkan.


"Mas Alex..." Dara menepuk bahu Alex yang membuat Alex tersentak.


"Eh, iya Dara. Ada apa?" ucap Alex tergagap.


"Tuh kan benar kalau Mas Alex ngelamun. Jadi dari tadi Mas Alex itu mikirin apa? kenapa dari tadi Mas Alex ngelamun aja?" tanya Dara bingung.


"Aku nggak lagi mikirin apa-apa kok Dara," jawab Alex.


"Bohong. Pasti Mas Alex lagi mikirin pacar-pacar Mas Alex ya. Ih...Mas Alex nyebelin deh."


"Dara, siapa yang lagi mikirin pacar-pacar aku. Lagian sekarang aku juga udah nggak punya pacar. Aku jomblo Dara."


Dara tersenyum kecut saat mendengar ucapan Alex.


"Halah, jomblo dari mananya. Dalam hidup Mas Alex itu nggak pernah ada kata jomblo. Iya kan?" Dara masih belum percaya dengan ucapan Alex.


"Eh, ini orang . Malah nggak percaya. Aku serius Dara. Aku sudah putusin semua pacar-pacar aku demi kamu. Aku ingin buktikan sama kamu, kalau aku memang serius cinta sama kamu."


Dara diam dan berfikir.


Apa ucapan Mas Alex bisa aku percaya. Apa Mas Alex sungguh-sungguh dengan ucapannya. Atau dia cuma mau bohongin aku aja agar aku mau jadi pacar dia. Nggak. Aku nggak akan percaya begitu aja dengan Mas Alex. Biasanya seorang playboy itu pasti akan banyak banget bohongnya.


Alex tiba-tiba saja meraih tangan Dara dan menggenggamnya erat.


"Dara, kamu kan pernah bilang waktu itu, kamu mau menerima cinta aku kalau aku sudah berhenti jadi playboy. Sekarang aku sudah berhenti jadi playboy. Apakah kamu mau terima cinta aku?" tanya Alex menatap Dara lekat.


Kali ini, Alex memang serius dengan ucapannya. Dia memang sudah mengakhiri hubungannya dengan wanita-wanita itu demi Dara. Namun Dara masih belum percaya dengan Alex sebelum dia membuktikannya sendiri kalau Alex sudah benar-benar berubah.

__ADS_1


Dara melepaskan tangannya dari genggaman tangan Alex.


"Maaf Mas. Kalau cuma ucapan kamu, aku nggak bisa percaya begitu aja. Aku perlu bukti Mas," ucap Dara.


Duh, Dara. Bagaimana cara aku untuk membuktikan ke Dara, kalau aku memang sudah putusin semua pacar-pacar aku. Apa perlu aku harus bikin konten atau video agar Dara percaya, batin Alex.


"Oke Dara. Aku akan buktikan sama kamu, kalau aku serius dengan ucapan aku. Aku memang sudah putusin pacar-pacar aku. Kalau kamu nggak percaya, kamu bisa tanya sama Doni. Atau kamu lihat ini," ucap Alex sembari membuka jasnya.


"Kamu mau ngapain buka-bukaan di sini."


"Aku mau membuktikan sama kamu, kalau aku juga sempat kena cakaran salah satu pacar aku."


Alex memperlihatkan bekas cakaran di lehernya pada Dara. Dia mau menunjukkan sebuah bukti kalau dia sudah putusin pacar-pacarnya sampai dia pun terkena salah satu cakaran seorang wanita.


Dara mengamati bekas cakaran itu.


"Aku yakin, itu cuma cakaran si meong yang ada di rumah kamu. Bukan cakaran dari seorang wanita."


"Ya ampun Dara, masa kamu nggak percaya sih sama aku. Aku udah jujur sama kamu Dara, kalau aku sekarang sudah nggak punya pacar. Dan cuma Desi satu-satunya wanita yang belum aku putusin."


"Karena Desi nggak ada di Jakarta. Dia lagi di Bali lagi liburan dengan teman-temannya. Dan rencananya aku juga akan putusin Desi kalau dia sudah pulang nanti. "


Wanita yang sejak tadi masih berada di pintu ruangan Alex menangis. Ternyata sejak tadi Desi mendengarkan semua percakapan Dara dengan Alex.


Desi buru-buru masuk ke dalam ruangan itu dan langsung menampar Alex. Dua kali tamparan sudah dia layangkan ke wajah Alex.


Dara terkejut saat melihat kejadian itu. Dara kasihan juga sama Alex yang sudah mendapatkan tamparan dari Desi.


"Jadi kamu mau putusin aku demi office girl ini. Jadi benar ya dugaan aku selama ini. kalau kamu punya hubungan spesial dengan dia..." Desi sudah menunjuk wajah Dara dengan telunjuknya.


"Apa hebatnya sih wanita ini, sampai-sampai kamu rela mau putusin aku Mas!" ucap Desi dengan nada tinggi.


Alex terkejut saat melihat kedatangan Desi. Alex bangkit dari duduknya dan menghadap ke arah Desi.


"Desi, aku bisa jelaskan Des. Maksud aku tadi..." Alex menggantungkan ucapannya saat dia melihat Desi yang tiba-tiba saja sudah menarik tangan Dara dan membawanya ke dekat pintu. Desi langsung menampar Dara.

__ADS_1


"Dasar pelakor. Kamu sudah merebut Mas Alex dari aku. Aku nggak akan biarkan hal itu terjadi. Mas Alex selamanya itu akan jadi milik aku. Dan jangan harap, kamu bisa mendapatkan cinta Mas Alex Dara..!"


"Mbak Desi, aku dan Mas Alex nggak punya hubungan apa-apa. Mbak Desi sudah salah paham sama kami." Dara mencoba menjelaskan pada Desi masalah yang sebenarnya. Namun tampaknya Desi tidak percaya dengan ucapan Dara.


"Nggak mungkin. Aku nggak percaya sama kamu Dara. Aku tahu kamu dekatin Mas Alex pasti karena hartanya kan. Aku tahu orang miskin kayak kamu, pasti cuma mau memanfaatkan Mas Alex saja."


"Nggak Mbak. Mbak Desi sudah salah paham. Aku dan Mas Alex nggak punya hubungan apa-apa."


Desi yang sudah tidak bisa lagi mengontrol emosinya, tiba-tiba saja menjambak rambut Dara. Namun Dara sama sekali tidak melakukan perlawanan. Dia pasrah saja dengan apa yang sudah Desi lakukan padanya.


Alex terkejut saat melihat Desi menjambak Dara. Alex tidak tinggal diam. Dia langsung melangkah untuk melerai perkelahian Desi dengan Dara.


Beberapa saat kemudian, Pak Rajasa dan Ranti masuk ke dalam ruangan Alex. Mereka terkejut saat melihat pemandangan yang tak mengenakan di dalam ruangan itu.


"Ya ampun, Dara..." ucap Ranti sembari mendekat ke arah Dara dan Desi.


Ranti dan Pak Rajasa juga ikut membantu Alex untuk melerai perkelahian Dara dan Desi.


Alex sudah memegangi bahu Desi. Sementara Pak Rajasa dan Ranti sudah memegangi bahu Dara. Mereka sudah berhasil membuat Desi dan Dara diam.


Alex yang sudah mulai emosi dengan Desi, langsung membawa Desi keluar dari ruangannya.


Hiks...hiks...


Dara sejak tadi hanya bisa menangis. Rambutnya masih terasa sangat perih saat Desi menjambaknya.


Ranti sejak tadi masih memberesi rambut Dara yang acak-acakan karena ulah Desi.


"Dara, ada apa sebenarnya sih? kenapa wanita tadi bisa menjambak kamu?" tanya Pak Rajasa


Dara diam dan hanya bisa menangis. Tiba-tiba saja Dara memeluk Pak Rajasa dengan erat.


"Hiks...hiks... tadi aku lagi makan berdua dengan Pak Alex, tapi tiba-tiba wanita itu datang marah-marah. Dan dia malah menyerang aku."


"Sabar ya Dara. Siapa sebenarnya wanita itu?" tanya Pak Rajasa.

__ADS_1


Dara diam. Dara tidak langsung menjawab pertanyaan dari Pak Rajasa. Lidahnya masih kelu untuk bicara. Dia sejak tadi hanya bisa menangis.


__ADS_2