
Sore ini Alex dan Dara sudah berada di dalam mobilnya. Alex sengaja ingin membawa Dara ke suatu tempat yang satu tahun ini tidak pernah dia kunjungi.
Di tempat itu, ada rahasia besar Alex yang selama ini Alex sembunyikan dari orang-orang. Dan hari ini, Alex akan membongkar semua rahasia itu pada calon istrinya.
"Kita sebenarnya mau ke mana sih Mas?" tanya Dara pada Alex.
"Nanti kamu juga tahu sendiri. Dari dulu, aku memang sering banget ke tempat ini. Tapi karena kesibukan aku, satu tahun aku nggak ke tempat ini."
Dara penasaran sebenarnya Alex akan membawanya ke mana. Sesampainya di depan panti asuhan, Alex menghentikan laju mobilnya.
"Panti asuhan. Kita kok ke panti asuhan mau ngapain?'
"Kamu tahu Dara, kalau di panti ini, ada calon ahli waris keluarga Rajasa," ucap Alex
"Maksud kamu?" Dara tampak tidak mengerti dengan maksud Alex.
"Sebelum kamu menjadi istriku, aku ingin kamu tahu sebuah rahasia besar ku Dara."
"Rahasia besar apa Mas?"
"Jika aku mengatakan hal besar ini sama kamu, mungkin kamu akan menjadi orang yang pertama mengetahui hal ini."
"Hal besar apa Mas?"
"Kamu lihat, ada anak cewek remaja sepantaran adik kamu di sana." Alex menunjuk anak remaja cantik sepantaran adiknya Dara.
"Iya. Kenapa dengan anak cewek itu Mas?"
"Dia adalah cucu perempuannya papa."
Dara terkejut saat mendengar ucapan Alex.
"Apa! cucu perempuannya papa kamu. Jadi Pak Rajasa sudah punya cucu. Kamu ternyata punya saudara lain Mas? Itu ponakan kamu?"
"Sebenarnya dia anak kandung aku Dara."
Dara terkejut saat mendengar ucapan Alex.
"Apa! anak kandung kamu Mas? bagaimana bisa? apa selama ini kamu sudah pernah punya istri dan anak? apa kamu sebenarnya duda? kenapa kamu bohongin aku."
__ADS_1
"Nggak Dara. Dia anak yang selama ini tidak pernah aku inginkan kehadirannya. Dia lahir dari rahim seorang gadis yang pernah aku nodai beberapa tahun yang lalu."
"Bagaimana ceritanya Mas kamu sudah punya anak sebesar itu?"
"Itu sudah lama sekali terjadi Dara. Waktu itu aku masih duduk di bangku kuliah. Dan teman-teman SMA aku, mengadakan reuni besar-besaran. Dan aku tidak tahu apa yang terjadi, kenapa aku bisa bersama Kinara di hotel. Sepertinya memang ada yang sengaja menjebak kami malam itu. Dan saat itulah, aku melepas keperjakaanku. Dan nggak tahu kenapa, hubungan aku dengan Kinara membuat Kinara hamil."
"Kinara?" ucap Dara yang masih tidak menyangka dengan cerita Alex..
"Iya. Wanita itu namanya Kinara."
"Kenapa bisa kamu menelantarkan anak kandung kamu sendiri di panti asuhan Mas. Kenapa kamu nggak membawa anak kamu ke rumah kamu? kamu benar-benar jahat ya. Kamu orang kaya raya, kamu punya harta yang tidak akan habis tujuh turunan. Tapi kamu membiarkan anak kandung kamu, hidup di panti asuhan. Kamu gimana sih Mas. Tega ya Mas kamu," ucap Dara yang sudah tampak kesal dengan Alex.
"Aku nggak berani Dara, mengajak Alessa ke rumah papa. Aku takut papa akan marah sama aku, karena aku sudah menghancurkan nama baik keluarga Rajasa. Waktu itu, aku juga menyuruh Kinara untuk menggugurkan kandungannya. Dan aku benar-benar menyesal dengan apa yang sudah pernah aku lakukan terhadap Kinara."
"Terus, di mana Kinara? seharunya kamu nikahin Kinara dan bawa Kinara dan anak kamu ke rumah kamu. Bukan malah menelantarkan anak kandung kamu seperti ini."
"Kinara sudah meninggal Dara."
"Apa? meninggal?"
"Iya. Kinara meninggal saat dia melahirkan Alessa."
Kinara adalah teman SMA Alex. Dia gadis cupu yang sudah terjebak satu malam di hotel bersama Alex.
Saat mengetahui Kinara hamil, Alex sama sekali tidak mau bertanggung jawab. Dia takut dengan kemarahan ayahnya karena sudah membuat aib di keluarga besarnya dengan menghamili seorang wanita.
Alex menyuruh Kinara untuk menggugurkan kandungannya. Namun Kinara tetap bersikukuh dengan pendiriannya. Dia memilih untuk mempertahankan bayi itu, hingga akhirnya Kinara pun melahirkan Alessa. Anak cantik yang sudah bertahun-tahun Alex titipkan di panti asuhan.
Kinara adalah gadis yatim piatu yang tinggal hanya bersama neneknya. Dia gadis miskin dan gadis cupu yang sama sekali bukan level Alex. Alex malu untuk mengakui benih yang di kandung Kinara.
Kinara dan neneknya tidak bisa berbuat apa-apa. Apalagi untuk menuntut keluarga Rajasa. Mereka hanya bisa diam sampai pada akhirnya, Kinara dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setelah melahirkan Alessa.
Alex masih ingat bagaimana nenek Kinara menghadang dia di jalan.
flash back
Chiiiitttttt...
Alex ngerem mendadak saat dia akan menabrak seorang wanita tua yang ada di depan mobilnya.
__ADS_1
Alex menghentikan laju mobilnya. Dia kemudian menatap wanita tua itu.
"Dia itu kan neneknya Kinara. Untuk apa dia menghadang jalanku," ucap Alex.
Alex turun dari mobilnya. Dia terkejut saat melihat nenek Kinara sudah membawa bayi dalam gendongannya. Alex yakin kalau bayi itu adalah anak Kinara.
"Tuan Alex yang terhormat, ini adalah buah hati kamu dan Kinara. Ambilah bayi ini Tuan Alex," ucap Nenek Kinara.
"Nggak. Saya nggak mungkin membesarkan dan merawat anak ini Nek."
"Tapi siapa lagi yang mau merawat bayi ini. Nenek sudah tua, nenek sudah tidak bisa merawat dan membesarkan bayi ini sendiri. Dan ibu dari bayi ini juga sudah meninggal. Dan orang tua satu-satunya bayi ini cuma anda Tuan Alex."
Alex terkejut saat mendengar ucapan nenek Kinara.
"Apa! Kinara meninggal Nek?"
"Iya Tuan Alex. Kinara meninggal karena Kinara telat di bawa ke rumah sakit. Nenek nggak punya uang untuk membawa kinara ke rumah sakit. Dan sebelum Kinara meninggal, dia meminta nenek, untuk memberikan bayi ini pada Tuan Alex. Kinara harap, Tuan Alex mau merawat dan membesarkan bayi ini,"
"Tapi saya nggak mau menerima anak ini."
"Tuan Alex, nenek mohon ambilah bayi ini. Terserah Tuan Alex mau apakan bayi ini. Ini adalah anak kandung Tuan Alex. Tuan Alex punya banyak uang. Tuan Alex bisa tes DNA bayi ini. Kalau Tuan Alex tidak mau merawat dan membesarkan bayi ini, Tuan Alex bisa berikan bayi ini pada orang yang membutuhkan."
Dengan tangan gemetaran, Alex pun akhirnya mengambil bayi itu dari gendongan neneknya Kinara.
"Nenek sudah tua, nenek tidak tahu kapan nenek akan menyusul anak dan cucu nenek. Nenek cuma wanita tua sebatang kara. Tenaga nenek juga sudah sangat lemah. Nenek tidak mungkin merawat bayi itu dan membesarkan bayi itu sendiri."
"Baiklah. Aku akan rawat dan besarkan dia. Tapi bukan dengan tanganku. Melainkan dengan tangan bunda asuhnya yang ada di panti asuhan. Aku akan jamin kehidupannya selama dia berada di panti asuhan. Aku akan selalu memperhatikannya sampai dia dewasa dan sampai aku siap membawanya di keluarga Rajasa," ucap Alex setelah menggendong bayi itu.
"Terima kasih banyak Tuan Alex. Nenek sudah lega akhirnya Tuan Alex mau menerima dan mau menjamin kehidupan bayi ini."
****
Dara manggut-manggut mengerti mendengar cerita Alex. Sampai-sampai tak terasa air mata Dara sudah bercucuran membanjiri pipinya.
Hiks...hiks...hiks...
Dara terkejut saat tiba-tiba saja Alex menangis. Selama mengenal Alex, baru kali ini Dara melihat Alex menangis.
"Aku memang jahat Dara. Aku memang kejam sama Kinara dan anak kami. Seandainya dulu aku menikahi Kinara, aku yakin kehidupan Kinara pasti akan terjamin. Dan aku yakin , saat melahirkan, Kinara akan mendapatkan perawatan yang terbaik oleh dokter. Dan dia tidak akan sampai meninggal," ucap Alex dengan berderaian air mata.
__ADS_1
"Aku ini memang lelaki pengecut. Aku berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab. Tapi waktu itu, aku malu jika aku menikahi gadis cupu dan gadis miskin seperti Kinara. Aku takut nama baik aku rusak jika semua orang tahu kalau aku menghamili gadis cupu itu."