Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Meresahkan


__ADS_3

Rita membelalakkan matanya saat melihat pemandangan yang ada di ruangan Alex.


Ya ampun, Alex. Apa yang dia lakukan di sini bersama seorang wanita. Jangan-jangan, dia lagi berbuat mesum. Ih, menyebalkan sekali. Kenapa aku harus melihat ini sih, geram Rita dalam hati.


Beberapa saat kemudian, Pak Rajasa masuk ke dalam ruangan Alex. Dia terkejut saat melihat Alex dan Dara yang sedang berpelukan.


"Apa-apaan ini Alex, Dara. Kenapa kalian berbuat mesum di sini," ucap Pak Rajasa yang tampak marah saat melihat Alex dan Dara berpelukan.


Dara mendorong tubuh Alex dan langsung berdiri saat dia mendengar suara Pak Rajasa.


Dara terkejut saat melihat Pak Rajasa dan Rita sudah berada di ruangan itu. Sementara Alex sangat santai sekali duduk dan menatap ayah dan ibu tirinya.


Dara menatap Pak Rajasa mencoba untuk menjelaskan semuanya.


"Pak Rajasa, jangan salah paham dulu. Aku dan Mas Alex, nggak ngapa-ngapain kok. Tadi aku cuma mau mengobati Mas Alex aja. Karena tubuh Mas Alex terluka


"Mas, ini wanita yang kamu bilang sedang dekat dengan Alex itu? kamu nggak salah mau menjodohkan Dara dengan Alex. Lihat saja, penampilannya norak banget begitu," bisik Rita di dekat telinga Pak Rajasa.


Pak Rajasa menatap Alex tajam. Dia nampaknya tidak menghiraukan ucapan istrinya.


"Alex, kenapa sih dengan kamu Alex, kamu itu suka sekali mempermalukan papa. Kenapa kamu harus pelukan sama Dara di sini. Bagaimana tadi kalau ada orang yang lihat kamu pelukan sama Dara dan mesra-mesraan di sini. Mereka fikir, kamu sudah berbuat mesum di kantor ini. Malu papa Alex," ucap Pak Rajasa penuh amarah.


"Pa, emang masalahnya apa kalau aku pelukan sama Dara. Aku cinta kok sama dia," ucap Alex datar.


Pak Rajasa terkejut saat mendengar ucapan Alex. Begitu juga dengan Rita. Dia terkejut sekaligus kesal dengan Alex.


"Cinta? kalian saling mencintai? Alex, kalian itu belum sah jadi suami istri. Kalian nggak boleh peluk-pelukan. Itu jatuhnya pada perzinaan. Dan zina itu dosa Alex," ucap Pak Rajasa.


Pak Rajasa tidak tahu saja bagaimana dengan anaknya selama ini. Dia sering sekali membawa gadis-gadis cantik masuk ke hotel. Cuma, setelah kenal dengan Dara, Alex berubah total. Dia tidak lagi menggandeng gadis-gadis cantik dan mengajak para gadis itu jalan.

__ADS_1


"Kalian saling mencintai? ya udah, kenapa kalian nggak nikah saja. Papa nggak suka ya Alex, dengan sikap kamu. Kamu harus jaga harkat dan martabat keluarga kita Alex. Kamu itu anak pemilik perusahaan Rajasa Group, seharusnya kamu bisa menjaga nama baik keluarga kita. Bagaimana kalau ada wartawan yang meliput. Bisa malu papa Alex."


Alex bangkit berdiri.


"Terus, mau papa apa sekarang? papa mau aku menikahi Dara? oke aku akan menikahi Dara. Sekarang papa bisa panggil penghulu ke sini. Dan suruh penghulu untuk mengesahkan pernikahan kami," ucap Alex tiba-tiba.


Dara terkejut saat mendengar ucapan Alex.


Apa! Mas Alex nggak sungguh-sungguh kan mau nikahin aku.


"Alex, bicara apa kamu ini. Ya nggak bisa semudah itu dong Alex. Mempersiapkan pernikahan juga butuh waktu yang lama. Selama ini papa nggak pernah menggelar acara besar. Seandainya kamu menikah, papa juga harus undang semua teman-teman papa dan orang-orang penting seperti rekan bisnis Papa. Menikah saja Alex , dari pada kamu berbuat seperti ini terus. Meresahkan."


Rita yang sudah muak mendengar percakapan Pak Rajasa dengan Alex segera pergi meninggalkan ruangan Alex.


"Terserah papa sajalah," ucap Alex.


Pak Rajasa memutar tubuhnya dan langsung keluar dari ruangan Alex. Dara tidak tinggal diam, dia langsung mengejar Pak Rajasa untuk menjelaskan semuanya.


Pak Rajasa menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menghadap ke Dara.


"Ada apa Dara?" tanya Pak Rajasa.


"Pak Rajasa, tolong percaya sama aku. Tadi di dalam, tidak seperti apa yang bapak lihat. Aku bisa menjelaskannya Pak."


Pak Rajasa mengernyitkan alisnya .


"Menjelaskan apa Dara?"


"Mas Alex tadi ketumpahan kopi panas. Dan aku ke ruangannya untuk mengobatinya. Dan soal pelukan tadi, Mas Alex yang memeluk aku dengan paksa," ucap Dara menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Pak Rajasa.

__ADS_1


Pak Rajasa tersenyum.


"Iya. Saya percaya sama kamu Dara. Saya sudah tahu, kalau anak saya itu memang gila."


"Tapi Pak Rajasa nggak akan nikahkan aku dengan Mas Alex kan?" Dara sangat berharap, kalau pernikahan itu tidak akan pernah terjadi.


Dara tidak mau menikah dengan Alex kalau saja Alex masih menjadi playboy.


"Kalau kalian saling mencintai, Alex dan kamu juga mau seriusan, nggak apa-apa kalau kalian ingin segera menikah. Soal biaya itu nggak masalah buat saya. Yang penting kamu dan Alex mau benar-benar serius untuk menjalani kehidupan rumah tangga."


"Tapi, aku dan Mas Alex, nggak ada rencana seperti itu Pak Rajasa. Kami aja, belum pacaran. Masa kami harus buru-buru nikah "


"Kalau masalah hati, saya nggak bisa ikut campur Dara. Itu urusan kamu dengan anak saya. Saya sebagai ayahnya Alex, hanya ingin yang terbaik saja untuk Alex. Alex sudah terlalu dewasa, seharusnya dia sudah punya istri dan anak.


"Jika anak saya cinta sama kamu, saya akan merestui hubungan kalian berdua. Saya menginginkan hal ini, juga sudah sejak dulu. Sebelum saya menikah dengan Rita saya sudah mengharapkan Alex menikah."


Dara diam. Dia tidak tahu dengan maksud Alex saat ini.


"Ya udah Dara, saya mau balik lagi ke ruangan saya. Kamu bisa lanjutkan pekerjaan kamu lagi Dara."


Dara mengangguk.


"Iya Pak."


Pak Rajasa kemudian pergi meninggalkan Dara. Sementara Dara masih benar-benar bingung saat tiba-tiba saja, Pak Rajasa dan Alex membahas soal pernikahan.


Apa Mas Alex, benar-benar cinta sama aku.Apa dia nggak lagi PHP in. Tapi, aku belum siap untuk nikah. Apalagi menikah dengan lelaki dewasa seperti Mas Alex. Jarak usia aku dengannya juga cukup jauh. Kenapa sih dengan Mas Alex. Aku saja belum menerima cintanya, tapi dia sudah maksa banget ingin menikah dengan aku. Kalau dia nikah dengan aku, lalu bagaimana pacar-pacarnya yang belum dia putusin


Dara masih tampak berfikir. Dia benar-benar bingung dengan apa yang harus dia lakukan sekarang.

__ADS_1


Sebenarnya Dara belum siap nikah dan dia masih ingin melanjutkan kuliah. Dia juga masih punya dua adik yang belum ingin dia tinggalkan.


Sebenarnya Dara sudah berencana ingin menikah jika ke dua adiknya itu sudah lulus SMA, namun jika Tuhan sudah mempertemukan dengan jodohnya, Dara bisa apa. Mungkin saja, jodoh Dara itu Alex.


__ADS_2