Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Masa lalu


__ADS_3

Setelah meletakan segelas air putih di atas meja ruang tengah, Selly kemudian duduk di dekat Martin. Dia kemudian menatap suaminya tajam.


"Bang, aku mau tanya sama kamu. Sebenarnya setiap hari kamu pergi kerja itu, kamu kerja apa? tidak mungkin kamu kerja tiba-tiba kamu bawa pulang uang dan perhiasan sebanyak ini. Ini sangat nggak masuk akal Bang. Apa jangan-jangan, kamu sudah ngerampok rumah orang ya. Atau kamu selama ini jadi begal atau jambret," ucap Selly panjang lebar.


Selama ini Selly istri Martin memang tidak pernah tahu apa pekerjaan Martin yang sebenarnya. Dia hanya tahu kalau Martin setiap hari berangkat kerja. Dia berangkat pagi dan pulang sore seperti orang kantoran.


Namun yang membuat Selly curiga adalah kenapa Martin bisa membawa uang dan perhiasan-perhiasan mahal sebanyak itu. Barang-barang dari mana sebenarnya itu.


"Selly sudahlah. Kamu nggak usah banyak protes. Aku kerja banting tulang setiap hari hanya untuk kamu sayang. Untuk biaya persalinan anak kita nanti," ucap Martin


"Tapi aku nggak mau makan uang hasil haram, jika seandainya saja pekerjaan kamu itu dilakukan dengan cara tidak halal. Lebih baik sekarang kamu jujur sama aku Bang. Uang dan perhiasan dari mana semua ini?" tanya Selly yang sudah mulai geram karena suaminya sejak tadi belum mau jujur.


"Selly, kalau aku nggak melakukan ini, kita akan hidup miskin terus Selly. Dan aku tidak mau membiarkan kamu dan anak kita berlarut-larut hidup dalam kemiskinan."


"Bang aku tanya sekali lagi sama kamu. Uang dan perhiasan dari mana semua ini? apa kamu habis ngerampok?" tanya Selly sekali lagi.


"Ya. Kalau aku habis ngerampok memang kenapa hah! aku melakukan semua ini demi kamu Selly...!" ucap Martin dengan nada tinggi.


Air mata Selly luruh seketika itu juga. Selly menangis saat mengetahui kalau ternyata suaminya sudah merampok uang dan perhiasan di rumah-rumah orang kaya.


"Bang, kenapa kamu harus lakukan itu. Mencuri itu dosa besar. Apalagi merampok. Dan uang yang kamu hasilkan itu uang haram. Dan aku nggak mau menerima uang haram sepeserpun dari kamu."


"Selly. Apa kamu fikir, uang yang aku kasih ke kamu setiap hari itu uang halal. Semuanya itu hasil dari merampok. Dan itu memang pekerjaan aku setiap hari," ucap Martin yang akhirnya mengakui juga kalau uang yang dia berikan ke istrinya setiap hari adalah hasil kerja kerasnya dari hasil merampok.


Selly terkejut bukan main saat mendengarnya. Ternyata selama ini uang yang Martin berikan padanya adalah uang haram.


"Apa! astaghfirullahaladzim. Istighfar kamu Bang. Tobat kamu Bang. Jangan kamu lakukan hal itu lagi. Kamu harus cepat-cepat meninggalkan pekerjaan kamu itu sebelum kamu kena azab," ucap Selly mencoba mengingatkan suaminya. Namun Martin sang suami tidak mau mendengar nasihat istrinya.

__ADS_1


"Halah, tahu apa kamu tentang azab Selly. Kalau aku nggak melakukan pekerjaan ini, aku tidak akan bisa menafkahi kamu. Kalau aku nggak bekerja, kita itu nggak akan bisa makan."


"Tapi pekerjaan yang halal kan banyak Bang. Nggak harus dengan mencuri."


"Kalau kamu nggak mau uang dan perhiasan ini, ya sudah. Biar aku simpan sendiri."


"Tapi aku nggak mau, kamu kasih nafkah hasil dari uang haram Bang."


"Ingat Selly. Sebentar lagi kamu itu mau melahirkan. Aku harus ngumpulin uang yang banyak untuk biaya kamu melahirkan. Apa kamu mengerti!"


"Tapi nggak begitu juga caranya Bang."


Martin sudah tidak mau lagi menghiraukan istrinya. Dia menutup koper itu dan membawanya pergi ke kamar.


"Ya Allah. Kenapa dengan suamiku. Aku fikir selama ini dia kerja di kantor. Nggak tahunya dia itu jadi rampok. Jadi selama ini Bang Martin sudah membohongi aku. Tega sekali dia. Pokoknya, mulai sekarang aku tidak akan mau menerima uang pemberian dari Bang Martin lagi. Lebih baik aku cari uang sendiri saja yang halal."


****


"Kamu lagi ngapain di sini?" tanya Rita yang sudah berdiri di belakang Alex.


"Kamu mau ngapain ke sini?" Alex balik bertanya. Pandangannya masih fokus ke depan. Dia sama sekali tidak mau menatap Rita.


"Aku ke sini, cuma mau minta maaf sama kamu Lex," ucap Rita.


"Maaf untuk apa?" tanya Alex.


Rita semakin mendekatkan dirinya dan dia berdiri tepat di sisi Alex berdiri.

__ADS_1


"Aku minta maaf, karena dulu aku sudah pernah melukai perasaan kamu. Aku minta maaf, karena dulu aku pernah mengkhianati kamu," ucap Rita.


Alex menatap Rita tajam


"Kamu bicara apa? dan kamu mau minta maaf soal apa?"


"Masa lalu kita Lex."


"Masa lalu? untuk apa kamu membahas lagi soal masa belasan tahun yang lalu. Yang aku sendiri saja sudah tidak ingat sedikit pun soal masa lalu. Apalagi masa lalu kita."


"Lex, jujur aku menyesal Lex. Karena aku sudah pernah mengkhianati kamu dan pernah melukai perasaan kamu. Aku ingin kita berteman lagi seperti dulu Lex. Jangan ada dendam di antara kita lagi. Dan hilangkan semua kebencian di antara kita. Apalagi sekarang kita itu sudah menjadi ibu dan anak."


"Kamu fikir, aku mau menganggap kamu ibu sambung aku. Kamu fikir, aku mau memanggil kamu dengan sebutan ibu. Aku itu benci sama kamu Rita!" ucap Alex.


"Kamu bisa melukai perasaanku. Kamu bisa mengkhianati aku. Dan aku bisa menerima dan memaafkan semua itu. Tapi aku tidak bisa memaafkan kalau kamu merebut kebahagiaan ibu aku. Dengan kamu menikahi ayah aku, itu sama saja kamu sudah merebut semua kebahagiaan ibu aku. Paham kamu Rita...!" ucap Alex dengan nada tinggi.


"Aku nggak bermaksud merebut kebahagiaan ibu kamu Lex. Seandainya aku tahu kalau Pak Rajasa adalah ayahmu, tidak mungkin aku mau menikah dengannya Lex. Tapi semua ini sudah terlanjur terjadi."


"Dulu, kamu meninggalkan aku demi mengejar cinta lelaki lain yang lebih kaya dari aku. Dan setelah lama kita terpisah, kamu datang dan mengaku kalau kamu itu istri baru ayahku. Dan kamu sudah menghancurkan kebahagiaan ke dua orang tuaku. Nggak apa-apa kamu hancurkan perasaan aku. Tapi aku nggak akan bisa memaafkan kamu jika kamu menghancurkan ibu aku."


Jika di ingatkan lagi soal masa lalunya, Alex benar-benar tidak sanggup. Hati Alex sudah mulai bergemuruh. Emosinya sudah mulai memuncak. Namun Alex selalu berusaha meredamnya.


Alex menatap Rita tajam.


"Aku tahu, rencana licik kamu. Kamu menikahi ayahku karena ayahku itu kaya raya. Karena harta ayahku tidak akan habis tujuh turunan. Dan kamu sengaja masuk ke dalam kehidupan ayahku demi mendapatkan harta ayahku kan."


"Nggak Lex. Kamu salah. Aku memang tulus cinta sama ayah kamu. Aku sayang sama dia. Karena dia lelaki yang sangat baik."

__ADS_1


"Dan sekarang kamu ingin memanfaatkan kebaikan ayah aku. Iya kan."


"Nggak Lex. Aku nggak seperti apa yang kamu fikirkan."


__ADS_2