Gadis Cupu Milik CEO

Gadis Cupu Milik CEO
Pembohong


__ADS_3

"Kamu kenapa Alessa?" tanya Bu Ani pada Alessa.


Alessa yang ditanya hanya diam. Dia kemudian memalingkan mukanya ke arah lain. Dia sama sekali tidak ingin menatap Bu Ani.


"Less, Om Alex dan Kak Dara, sudah ada di ruang makan. Mereka menunggu kamu. Ayo sayang kita makan bareng di sana. Kamu belum makan kan?" tanya Bu Ani pada Alessa.


Alessa menghempaskan tangan Bu Ani saat Bu Ani merangkul bahunya. Bu Ani terkejut saat melihat sikap Alessa. Seumur-umur, baru kali ini Alessa bersikap kasar padanya. Bu Ani tidak tahu apa yang membuat Alessa berubah.


"Kamu kenapa Les? Kamu marah sama bunda?" tanya Bu Ani.


"Mulai sekarang aku nggak mau bicara lagi sama bunda dan Om Alex. Bunda dan Om Alex pembohong. Aku benci sama kalian berdua," ucap Alessa.


Bu Ani terkejut saat mendengar ucapan Alessa.


"Apa! Les, kamu kok bisa bicara seperti itu sama bunda dan Om Alex. Emang kami udah bohongi kamu apa?" tanya Bu Ani.


Alessa menatap Bu Ani tajam


"Fikir aja sendiri. Aku udah tahu kok semuanya. Kalau bunda sudah main rahasia-rahasiaan sama Om Alex. Dan aku nggak suka dibohongi."


Bu Ani masih diam dan tampak berfikir. Dia masih tidak mengerti dengan ucapan Alessa.


Sebenarnya Alessa kenapa ya. Kenapa tiba-tiba dia jadi berubah seperti ini.


"Sayang, coba sekarang kamu katakan sama bunda, apa kesalahan bunda dan Om Alex?" tanya Bu Ani.


Alessa diam. Dia tidak mau bicara apapun dengan Bu Ani. Bu Ani sejak tadi masih membujuk Alessa agar dia mau keluar dan berbaur bersama anak-anak yang lain di ruang makan.


Namun Alessa gadis keras kepala itu tetap saja diam dan tidak mau beranjak dari duduknya. Membuat Bu Ani bingung dan bertanya-tanya sebenarnya apa kesalahan Bu Ani yang membuat Alessa sampai Semarah itu.


Setelah Bu Ani lelah membujuk Alessa, Bu Ani pun bangkit berdiri. Dia kemudian meninggalkan Alessa di kamarnya sendiri. Bu Ani kembali ke ruang makan untuk menemui Dara dan Alex.


"Mana Alessanya Bu?" tanya Dara di sela-sela kunyahannya.


"Alessa tidak mau keluar. Dia tidak mau makan bareng kita," jawab Bu Ani.


"Lho, kenapa begitu. Padahal, aku lagi nungguin dia lho. Aku mau makan bareng sama dia," ucap Alex.

__ADS_1


Bu Ani kemudian duduk di samping Alex.


"Pak Alex, maafkan Alessa ya. Sepertinya malam ini Alessa nggak bisa menemani kita makan di sini?" ucap Bu Ani.


Alex mengernyitkan alisnya. "Kenapa begitu Bu?"


"Ibu juga nggak tahu. Sepertinya ada kesalahan kita yang membuat Alessa marah," ucap Bu Ani.


"Alessa marah? Alessa marah kenapa?" Tanya Alex.


"Ibu juga nggak tahu Pak Alex, Alessa marah kenapa."


Jangan-jangan, dia nggak suka lagi dengan keberadaan aku di sini. Prasangka buruk sudah menghinggapi fikiran Dara. Dara fikir, Alessa marah padanya dan tidak suka dengan kehadirannya.


Alex bangkit dari duduknya.


"Pak Alex mau ke mana?" tanya Bu Ani.


"Saya mau lihat Alessa," jawab Alex.


Alex buru-buru melangkah untuk ke kamar Alessa. Alex mencoba untuk membuka pintu kamar Alessa. Namun pintu itu ternyata terkunci dari dalam. Alessa memang sengaja mengunci pintunya dari dalam kamarnya. Dia tidak mau membuka pintu karena dia masih marah dengan Alex dan Bu Ani.


Tok tok tok...


"Les... Alessa...ini Om sayang. Buka pintunya sayang. Kamu marah kenapa sayang? Om minta maaf ya sama Alessa kalau Om punya salah. Sayang, buka pintunya dong sayang..." ucap Alex membujuk Alessa agar Alessa mau ke luar.


Alessa di dalam hanya diam. Dia malah menutup telinganya dengan bantal. Dia tidak ingin mendengar suara Alex lagi sekarang.


Hiks...hiks...hiks...


"Aku nggak mau mendengar suara Om Alex lagi. Om Alex sudah bohongin aku. Ternyata selama ini dia adalah ayah kandung aku. Kenapa Om Alex malu mengakui aku sebagai anaknya. Siapa sebenarnya ibu kandung aku dan di mana dia sekarang," gumam Alessa di sela-sela tangisannya.


Alessa sejak tadi masih menangis di dalam kamarnya.


Alex tidak tahu apa yang sudah terjadi dengan Alessa. Alessa tiba-tiba berubah. Dia tidak mau bicara apapun pada Alex. Dari tadi Alex mengetuk pintu, Alessa pun tidak mau membuka pintu untuk Alex.


Bu Ani mendekat ke arah Alex.

__ADS_1


"Bagaimana Pak Alex? Alessa nggak mau keluar kan?" tanya Bu Ani.


Alex menatap Bu Ani lekat.


"Sebenarnya kenapa dengan Alessa. Tadi sore saja dia baik-baik saja, kenapa sekarang dia jadi seperti ini," ucap Alex yang masih tidak mengerti dengan perubahan sikap Alessa.


"Saya juga nggak tahu Pak Alex." Bu Ani juga tidak tahu apa yang membuat Alessa semarah ini padanya. Tidak biasanya Alessa seperti ini.


Setelah menghabiskan makanannya, Dara bangkit dari duduknya. Dia kemudian menyusul Alex untuk ke kamar Alessa. Dara menghentikan langkahnya setelah dia sampai di depan kamar Alessa.


"Alessa nggak mau buka pintu ya?" tanya Dara.


Alex menggeleng.


"Nggak Dara. Alessa nggak mau buka pintu. Aku nggak tahu dia kenapa," ucap Alex.


"Apa ini semua gara-gara aku ya," ucap Dara.


Bu Ani dan Alex menatap Dara bersamaan.


"Dara, Alessa itu lagi marah dengan ibu dan Pak Alex. Dan ibu nggak tahu apa yang membuat dia bisa semarah ini. Dan Alessa jarang banget ngambek sampai seperti ini," jelas Bu Ani.


"Oh... aku takutnya Alessa nggak suka dengan kedatangan aku. Atau dia tidak setuju dengan hubungan aku dan Mas Alex."


"Dara, kenapa kamu bisa berfikiran seperti itu? Alessa itu nggak seperti itu. Dari tadi siang aja dia masih mau kan ngobrol sama kamu. Dan yang aku lihat, tadi siang saja kalian sudah tampak akrab," ucap Alex.


"Iya sih."


Setelah lama Alex, Dara, dan Bu Ani berdiri di depan kamar Alessa, akhirnya mereka bertiga pergi meninggalkan kamar Alessa. Mereka sudah membujuk Alessa agar Alessa mau keluar dari kamar dan makan bersama di ruang makan. Namun Alessa tetap saja tidak mau.


Waktu sudah menunjukkan jam sembilan malam. Setelah seharian penuh Dara dan Alex berada di panti, akhirnya mereka memutuskan untuk pulang ke rumahnya


"Bu Ani, sudah malam banget, kami mau pulang Bu" ucap Alex berpamitan dengan Bu Ani.


"Lho. Kok pulang. Dara dan Pak Alex nggak mau nginap di sini?" tanya Bu Ani.


"Kapan-kapan aja Bu, kita main lagi ke sini. Besok aku mau kuliah Bu soalnya," ucap Dara.

__ADS_1


"Oh iya. Kamu kan masih kuliah ya."


__ADS_2