GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN
Bab 114


__ADS_3

Chaby buru-buru berdiri menjauh dari tempat tidur. Oke, sekarang ia bertambah gugup. Ia tahu setelah sah menjadi suami istri, yang akan mereka lakukan bukan lagi sebatas ciuman tapi lebih. Namun, ia sudah lelah, apa kak Decklan akan memaksanya melakukan malam ini?


Tidak, tidak. Chaby menggeleng-geleng. Kenapa dirinya jadi segugup ini, padahal saat prosesi pernikahan tadi ia tidak merasa gugup sama sekali. Gadis itu menggigit bibirnya kemudian mendongak menatap Decklan.


"K..kak Decklan, a..aku capek. B..bisa kita tidur dulu ng, ah!"


tanpa hitungan detik Decklan sudah menarik gadis itu duduk dipangkuannya sebelum ia selesai bicara.


"Nggak ada tidur malam ini, sayang." gumam Decklan membelai-belai wajah Chaby. Ia lalu menuntun tangan istrinya melingkar di lehernya.


Wajah mereka makin tidak berjarak. Mereka sama-sama bisa merasakan hembusan nafas di kulit masing-masing. Decklan tidak berhenti menatap wajah cantik Chaby tanpa make up. Gadis itu sudah membersihkan diri dan Decklan makin merasa mabuk mencium wangi gadisnya itu.


Decklan mengencangkan dekapannya pada tubuh ramping Chaby yang selalu pas untuk didekapnya. Pria itu tersenyum menyeringai menatap Chaby.


"Kamu sangat manis dan wangi." bisiknya serak kemudian mengecup bahu kiri Chaby yang putih dan halus itu. Ia makin tidak tahan menyentuh gadis itu sekarang juga tapi ia sadar ia harus menahan diri. Mereka sama-sama akan melakukannya pertama kali hari ini, ia tidak boleh tergesa-gesa dan membuat Chaby kaget. Ia akan melakukannya perlahan-lahan sampai hasrat keduanya benar-benar bangkit.


"Baju tidurmu membuat mataku segar lagi." ujar Decklan lagi. Ia baru sadar ternyata pakaian tidur yang dipakai Chaby sangat seksi hingga mampu membangkitkan gairahnya. Saking tipisnya kain baju yang dipakai Chaby, Decklan sampai-sampai bisa melihat kain warna merah yang membungkus kulit bagian dalam gadis itu.


Chaby mengerutkan kening. Ia masih tidak sadar kalau pakaian tidur yang dipakainya itu tembus pandang. Ia hanya asal memakai baju yang sudah terletak di atas meja tadi setelah mandi.


"Kamu benar-benar menggodaku sayang."

__ADS_1


Decklan segera beraksi. Ia mengangkat tubuh Chaby kemudian melemparnya keatas kasur. Lalu dirinya menyusul menindih gadis itu.


Chaby memekik pelan saking kagetnya dengan Decklan yang sudah berada diatasnya, ia jadi tidak tahu mau melakukan apa.


"Sekarang aku akan ngajarin kamu bagaimana bagaimana melakukan hubungan suami istri." Decklan mengatakan itu dengan tatapan penuh makna. Ia ingin memberikan Chaby malam yang tak akan pernah gadis itu lupakan.


Jarak wajah Decklan makin dekat. Kemudian bibirnya sudah menempel di bibir Chaby.


Lembut dan kenyal. Dua kata yang menggambarkan akan tautan kedua pengantin baru itu. Semula hanya kecupan manis dan penuh perasaan. Lalu berubah menjadi ******* kecil yang membangkitkan hasrat keduanya.


Ciuman keduanya belum putus bahkan semakin dalam. Hingga keduanya berhenti sejenak, memberi jeda pada tautan penuh hasrat itu.


Chaby agak terengah-engah. Dan Decklan tidak berpindah dari atas tubuhnya sedetikpun. Chaby bisa lihat tatapan Decklan yang penuh api gairah ketika menatapnya.


Hanya butuh satu gerakan bagi Decklan membawa Chaby ke dalam kenikmatan yang belum pernah dirasakan oleh gadis itu sebelumnya.


Chaby tunduk kepada pria yang telah mengikatnya ke dalam hubungan pernikahan. Ia rela dan pasrah dengan posisinya saat ini. Ia siap menyambut akan kejutan sentuhan yang mungkin akan membuat tubuhnya penuh peluh malam ini. Ralat, sudah tengah malam.


"Malam ini kamu benar-benar akan jadi milik aku seutuhnya." ujar Decklan sebelum kembali mencium bibir Chaby, kemudian turun pada area lain di titik-titik sensitif gadis itu sampai akhirnya mereka melakukan pelepasan mereka bersama.


Saat Decklan merobek selaput darah gadis itu tadi, Chaby memekik kesakitan tapi kini gadis itu mulai menikmati. Reaksi Chaby saat Decklan bermain di tubuhnya membangkitkan gairah pria itu untuk terus melakukannya lagi dan lagi.

__ADS_1


Chaby merasakan sensasi yang sangat aneh yang baru pertama kali dirasakannya namun terasa nikmat. Ia ingin mendorong kepala Decklan menjauh namun tubuhnya tidak bisa menolak. Badannya menggelinjang hebat karena Decklan terus menerus bermain disana.


"Mmpph.."


Decklan tersenyum puas karena


Chaby sudah terbawa dengan permainannya.


"Kamu sangat nikmat sayang."


perkataan itu membuat Chaby merasa malu.


Decklan kembali menggerakkan pinggulnya, cukup lama sampai Chaby perlahan-lahan mulai bisa mengikuti permainannya ini. Mereka melakukannya beberapa kali sampai keduanya benar-benar merasa kelelahan.


Decklan berbaring disamping Chaby setelah keduanya berhasil mencapai *******. Nafasnya masih terengah-engah. Pria itu tersenyum puas. Akhirnya hari ini datang juga. Hari dimana Chaby menjadi miliknya seutuhnya. Ia menyamping menatap Chaby.


"Gimana sayang, masih mau lagi? Aku masih kuat." gumamnya hanya berniat menggoda. Chaby cepat-cepat menggeleng.


"Aku udah capek, nggak bisa lagi kak Decklaan." sahut gadis itu lemah sambil mengerucutkan bibir. Decklan tertawa lalu memeluknya.


"Istri aku ini gemesin banget sih." katanya mencubit pipi Chaby.

__ADS_1


"Ya udah, kita bisa terusin saat bulan madu nanti. Tidurlah." balasnya  kemudian menutupi tubuh polos mereka dengan selimut. Sesaat kemudian mereka tertidur setelah kelelahan melakukan kegiatan panas tadi.


                                 


__ADS_2