GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN
BAB 73


__ADS_3

"Apa yang lo lakuin sampe Chaby bisa biasa-biasa lagi kayak tadi?" kali ini Andra bertanya. Dia dan Decklan belajar kedokteran, harusnya mereka bisa dengan cepat mengambil tindakan awal walau itu bukan bidang mereka.


Menurut Andra peran-peran orang terdekat Chaby sangat penting dan dukungan mereka semua pasti bisa menyembuhkan gadis itu perlahan-lahan.


"Gue hanya berusaha nenangin dia." jawab Decklan.


"Rencana lo kedepan?" giliran Bara yang bertanya.


"Gue pengen ngedampingin Chaby, nyembuhin penyakitnya perlahan-lahan."


Bara dan Andra saling berpandangan dan tersenyum.


"Kayaknya masalah itu, kita juga bisa bantuin elo." ujar Andra. Mereka bertiga saling menatap sambil tersenyum.  Padahal dulu sebelum mengenal Chaby dan berkumpul bersama Pika juga, ketiganya tidak pernah mempedulikan urusan perempuan. Sekarang kalau tidak ada kedua gadis itu, seperti ada yang kurang.


Pika dan Chaby sahabat yang sangat solid dengan karakter yang berbeda. Tapi mereka sangat cocok bersama.


"Lo mau kemana?" tanya Decklan ke Bara yang bersiap-siap keluar tenda.


"Cari angin." sahut cowok itu.


Decklan melirik Andra yang hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh. Bara memang selalu seperti itu, suka sekali menyendiri. Entah sudah yang ke berapa kalinya hari ini lelaki itu menghilang entah kemana.


                                 ***

__ADS_1


Bara tidur-tiduran di bawah pohon Ketapang, menikmati udara malam hari yang dingin namun entah kenapa menyejukan baginya. Matanya menerawang ke awan-awan, menatap bintang malam yang menghiasi langit, yang membuat suasana malam hari ini bertambah indah dari dalam pandangannya.


Pikirannya beralih ke seseorang yang selalu ia pikirkan sejak pertama kali melihatnya. Cowok itu tersenyum tipis.


Pika.


Tak ada satupun yang pernah tahu kalau ia menyukai gadis itu diam-diam, hanya dirinya. Sudah lama ia menyukai Pika. Sejak mengenal Decklan, berteman dengan cowok itu dan main ke rumah cowok itu. Disanalah pertama kali ia melihat Pika yang masih pakai seragam SMP. Awalnya ia mengira perasaannya kepada Pika hanya sebatas kagum saja, namun lama-kelamaan semakin ia mengenal gadis itu, dan Pika yang mulai berani berbicara padanya juga tampang malu-malu gadis itu diawal-awal mereka ketemu membuat Bara sadar itu bukan kekaguman biasa.


Namun waktu itu Pika punya pacar. Bara bahkan sangat marah saat tahu Pika hampir diperkosa oleh mantan pacarnya.


Bara adalah jenis cowok yang sangat tertutup dan pendiam. Ia begitu kaku sampai-sampai dirinya tidak berani menyapa Pika duluan, ia selalu pura-pura cuek saat Pika bicara dengan Decklan kalau ada dirinya. Ia juga tahu Pika hanya menganggapnya sebagai sahabat kakaknya dan cowok itu tidak yakin Decklan akan setuju kalau seandainya ia dan Pika berpacaran.


Dengan perasaan yang ragu-ragu itu Bara memutuskan mengubur dalam-dalam perasaannya terhadap Pika.


Namun, ketika kembali bertemu gadis itu saat pertama kali Pika masuk SMA yang sama dengan mereka, Bara tidak bisa berbohong kalau perasaan itu masih ada.


Ketika Pika dan Chaby mulai berkumpul bersama mereka, perasaan sayang Bara ke Pika kian bertambah. Terkadang ia tidak tahan untuk menyentuh atau mencubit pipi gadis itu yang suka sekali menasehati Chaby, seperti ibu-ibu.


Pernah ada satu waktu ketika melihat Pika memeluk Andra di aula sekolah dulu, jujur waktu itu ia cemburu namun pura-pura biasa saja. Bara juga sering merasa cemburu kalau mendengar Pika membicarakan cowok lain yang menurut cewek itu sangat tampan. Yah, Pika dan Chaby begitu ceplas-ceplos berbicara apa saja kalau mereka sedang bersama. Bahkan tidak malu-malu membicarakan masalah wanita didepan dirinya, Andra juga Decklan.


Saat Pika mengalami kecelakaan mobil dan koma, Bara sangat terpukul. Ia hanya bisa melihat gadis itu diam-diam di rumah sakit. Ia selalu menemui Pika ketika tidak ada siapa-siapa didalamnya dan bercerita dengan gadis itu.


Bara sangat senang saat Pika kembali sadar. Gadis itu juga tetap ceria seperti biasa dan masih suka mengomel. Namun Bara masih belum berani mendekatinya terang-terangan. Ia masih ragu apakah Decklan akan memberinya kesempatan mendekati adiknya.

__ADS_1


Namun hari ini, saat melihat Pika yang memakai jaketnya, entah kenapa hasratnya untuk memiliki gadis itu sangat kuat. Bara yang tidak tahan memutuskan untuk menyendiri, memikirkan matang-matang apa yang harus ia lakukan kedepannya. Ia harus memulai sebelum gadis itu diambil orang. Dan hal pertama yang harus ia lakukan adalah bicara dengan Decklan. Ia harus meyakinkan Decklan. Ia tahu Decklan sangat selektif dan begitu berhati-hati memilih pasangan Pika akibat kejadian dulu. Ia juga tidak mau persahabatannya dengan Decklan renggang karena tidak saling percaya.


"Pika..," tanpa sadar Bara menggumamkan nama itu.


"Kak Bara manggil aku?"


Bara terkesiap mendengar suara itu. Jantungnya tiba-tiba berdetak sangat cepat. Rasa gugup sekaligus malu menyelimuti dirinya. Ia cepat-cepat mengganti posisinya yang tidur-tiduran itu, menarik nafas panjang, membuangnya dan menarik lagi sampai jantungnya benar-benar kembali normal seperti biasanya.


Ya Tuhan, kenapa gadis ini datang di waktu yang tepat, ketika ia menggumamkan namanya. Bara tersenyum tipis setengah mendengus. Ia mendongak menatap Pika yang masih berdiri didepannya dengan ekspresi heran. Cowok itu menepuk tanah berumput jarum disebelah kirinya sambil terus menatap Pika.


"Mau duduk?" tawarnya.


Pika ikut duduk di sebelah cowok itu. Ada perasaan senang di hati Bara. Ini adalah pertama kalinya ia dan Pika duduk berduaan. Ada rasa canggung, tapi Bara tidak mau menyia-nyiakan moment yang selalu ia tunggu-tunggu ini.


"Belom tidur?" tanyanya menatap Pika. Ia melihat gadis itu tertawa.


"Nggak bisa tidur, Chaby lagi mimpi kayak gini." Pika mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ingin memperagakan gaya Chaby dalam mimpinya.


"Pika, Pika, aku hantu yang bakal makan kamu. Hahaha." kata Pika mengucapkan mimpi Chaby. Gadis itu lalu tertawa. Bara ikut tertawa, Chaby memang lucu tapi gadis didepannya ini juga lucu. Mungkin setiap cowok yang menyukai perempuan akan merasa orang yang mereka sukai itu berbeda dari yang lain, seperti yang dirasakan Bara saat ini. Ia menyayangi Chaby karena menganggapnya sebagai adik, sedang Pika, ia ingin memilikinya.


"Gimana aku bisa tidur coba, dalam mimpi pun Chaby masih aja pengen nakut-nakutin aku." tambahnya lalu menghela napas dan menghembuskannya. Pika menoleh kesamping menatap Bara.


"Kak Bara sendiri? Kenapa belum tidur?" tanyanya. Bara tersenyum tipis.

__ADS_1


"Aku lagi mikirin seseorang."


Dahi Pika berkerut samar. Tumben kak Bara ngomongnya lembut begitu.


__ADS_2