GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN
Bab 89


__ADS_3

"Karrel?"


Lina dan teman yang satunya lagi melirik heran ke Chaby dan Pika.


"Lo berdua kenal sama tuh cowok?" tanya Luna antusias.


"Karrel temenan sama kita." sahut Chaby.


"Gue akuin ganteng banget sih. Cowok dewasa kayak dia mah bebas ngelakuin apapun yang dia mau." kata Luna lagi.


"Tapi kok gue kayak nggak percaya yah." Pika mulai angkat suara namun hanya bisa didengar oleh Chaby. Kedua teman sekelas mereka tadi sudah lanjut jalan ke bangku mereka. Setahunya Karrel nggak punya pacar dan Karrel itu cowok baik-baik. Apa semalam itu terjadi karena Karrel mabuk? Ngapain juga sih tuh ketos pake posting-posting segala, dasar pamer. Chaby mengiyakan, ia rada-rada nggak percaya juga, tapi dia lebih memilih cuek. Urusan Karrel bukan urusannya. Otaknya sekarang lebih dipenuhi sama cara mau kasih kak Decklan surprise.


                                 ***


Sialan


Karrel mengerang kesal. Ia tidak tahu Citra akan senekat itu memotret dirinya yang ketiduran di kamar Bion . Bahkan menulis caption sembarangan. Mungkin bagi kebanyakan orang itu hanya masalah kecil, tapi buat Karrel berbeda. Ia tidak mau wanita yang disukainya menganggapnya sebagai lelaki bajingan.


Citra bukan pacarnya, mereka juga tidak dekat. Karrel selalu menghindari gadis itu karena gadis itu sudah sangat terobsesi padanya. Dulu ia menghormati gadis itu karena Citra adalah adik sahabat baiknya. Tapi kali ini dia benar-benar harus memberinya peringatan dan menjauhi gadis itu. Banyak orang yang tahu Citra itu anak yang berprestasi dan pintar, tapi Karrel tahu ada masalah dengan gadis itu. Dia selalu ingin semua yang disukainya menjadi miliknya meski harus melakukannya dengan cara yang licik. Yah, seperti kejadian sekarang ini.


Karrel tidak berhenti-berhenti merasa kesal. Kenapa juga dia malah tidur di rumah Bion semalaman hanya untuk mendengarkan curhatan lelaki yang baru putus cinta itu. Karena kecerobohannya, Citra dengan gampang malah memanfaatkannya.


"Rel, gue bener-bener nggak nyangka adek gue bakalan ngelakuin hal senekat itu." Bion melirik Karrel yang terlihat tidak tenang dari tadi dan terus mengacak-acak rambutnya kesal. Ia merasa bersalah. Citra memang sudah gila. Cewek itu nggak sadar apa dia malah merendahkan dirinya sendiri dengan postingannya itu supaya orang-orang tahu. Nama baik keluarga mereka mau di taruh dimana nanti?

__ADS_1


"Gue janji bakal nyuruh dia hapus postingan itu dan minta maaf sama lo." ucap Bion ketika Karrel menatapnya.


"Adek lo bener-bener udah sinting." Karrel merasa sangat kesal sekaligus muak. Ia tidak mau bertemu cewek itu lagi. Bion hanya diam, ia tentu tidak bisa membela adiknya karena memang kenyataannya Citralah yang salah.


"Lo beneran nggak mau coba ngasih Citra kesempatan deket sama lo?"


Karrel memicingkan matanya menatap Bion dingin. Masih berani dia bertanya begitu setelah apa yang dilakukan adiknya? Hah, jangankan kesempatan buat dekat, kesempatan bertemu dengannya pun ia tidak sudi. Gadis itu membuatnya jijik.


"Gue udah suka sama cewek lain." katanya pasti. Memang ia tidak bohong. Meski cewek yang dia suka sudah milik orang lain tapi ia tetap suka.


Bion menatap Karrel seolah tidak percaya. Ia memang tidak percaya. Belum pernah sekalipun ia lihat Karrel dekat dengan gadis lain lagi setelah putus dengan mantan pacarnya.


"Lo bohongkan?" tanya pria itu mencari kebohongan dalam mata Karrel.


                                   ***


Sorenya, Hugo dan Andra menatap Pika dan Chaby dengan ekspresi terheran-heran. Tadi siang, Pika dan Chaby menelpon Andra. Katanya ada hal penting yang akan mereka lakukan dan membutuhkan bantuan cowok itu dan Hugo tapi nggak boleh ketahuan Decklan. Pastinya Andra penasaran. Tak tanggung-tanggung ia menarik Hugo ikut dengannya dan keempat orang itu bertemu di mall. Sekarang mereka sedang duduk bersama di salah satu tempat makan dalam pusat perbelanjaan itu.


Andra yang sejak awal penasaran dengan rencana Pika dan Chaby bertambah heran setelah mendengar rencana gila mereka. Hugo bahkan tidak bisa berkata-kata.


"Lu berdua nggak pikir apa ini rencana bahaya banget, gimana kalo ketauan?" ujar Andra kurang setuju dengan rencana itu. Hugo mengangguk setuju.


"Kita udah pikir kok kak, dan nggak bakalan ketauan kalo kak Andra sama kak Hugo bantuin kita." Andra berdecak pelan. Mereka pikir segampang itu apa.

__ADS_1


"Jadi gini." Pika mulai membahas rencana yang sudah diaturnya.


"Nanti Chaby bakal dibantu kak Andra masuk diam-diam, kak Hugo mantau penjaga asrama sama ajakin kak Decklan kemana gitu biar Chaby nggak ketahuan masuknya. Chaby bakal sembunyi di tempat yang nggak bisa kelihatan sampe jam dua belas baru bole keluar buat kasih kak Decklan kejutan." jelas Pika panjang lebar. Chaby mengangguk-angguk setuju. Sementara dua cowok didepan mereka itu hanya melongo. Andra tidak mampu berkata-kata lagi. Bukan hanya sekali dua kali ia berkumpul dengan dua makhluk ini dan ia sudah sangat mengenal mereka, ia tahu kalau mereka sudah memutuskan apa yang pengen mereka lakuin, mereka pasti akan terus memaksa. Andra tidak bisa menolak.


"Gimana, gampangkan kak?"


Hugo melotot menatap Pika.


"Gampang apaan? Rencana lo ini rencana yang hampir nggak mungkin buat dilakuin." semburnya tidak setuju.


"Sekali-sekali lah kak Hugo bantu kita-kita. Beramal itu baik loh kak." ucap Chaby tersenyum lebar. Hugo menoleh.


"Beramal lo bilang? Chaby, dimana-mana tuh beramal di panti, sama anak-anak terlantar, orang-orang kurang mampu. Nah elo, beramal di saat lo mau masuk asrama cowok diam-diam? Itu bukan beramal namanya Chaby, tapi nambah-nambah dosa." cerocos Hugo panjang lebar. Chaby mencibir. Andra dan Pika malah tertawa mendengar celotehan Hugo.


"Udah-udah. Kasian juga kalo Chaby nggak bisa kasih Decklan kejutan. Tampangnya mau nangis tuh." ujar Andra sekaligus meledek Chaby. Gadis itu langsung mendelik tajam ke Andra, tidak terima kalau dibilang mau nangis. Orang tampangnya ceria banget gitu juga.


"Maksud lo, lo iyain rencana gilanya nih dua cewek?" Hugo menatap Andra yang membalasnya dengan anggukan.


"Lo juga harus kerja sama, mereka ngandalin lo tuh liat." ujar Andra.


Hugo menatap Pika yang menatapnya penuh harap kemudian melirik Chaby yang tengah bersedekap dada dan cepat-cepat membuang muka darinya ketika ia menatap gadis itu. Hugo menertawainya. Dasar kekanakkan.


"Ya udah, gue bakalan nambah satu dosa lagi malam ini." katanya dengan ekspresi meledak ke Chaby. Gadis itu hanya memasang muka cemberut.

__ADS_1


__ADS_2