GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN
S2, Chapter 34


__ADS_3

Setelah pesta selesai dan tamu-tamu mulai pulang, Chaby cepat-cepat naik ke atas membawa Arion, mengganti baju sih putra tercinta. Sekarang Arion sudah punya kamar sendiri. Letaknya bersebelahan dengan kamar Decklan dan Chaby, di tengah-tengah kamar Pika dan kamar suami istri itu. Menurut Chaby dan Decklan kamar Arion memang harus dekat dengan kamar mereka biar sewaktu-waktu kalau Arion butuh apa-apa, orangtuanya hanya dekat situ.


Setelah menidurkan Arion, Chaby mengatur selimut bocah itu biar tertutupi dengan baik dibadannya, mengecup keningnya singkat kemudian balik ke kamarnya dengan Decklan. Ketika masuk kamar itu, ia tidak melihat suaminya. Mungkin ada di balkon atau masih dibawah. Chaby memutuskan untuk membersihkan diri.


Setelah mandi dan berganti pakaian tidur, ia siap-siap naik ke atas ranjang. Namun belum sempat berhasil, ia merasakan tangan kekar itu memeluknya dari belakang. Tentu saja suaminya. Mana mungkin pria lain bukan?


Decklan memeluk Chaby dari belakang dan mengendus tubuh wangi istrinya sambil memejamkan mata. Dua tangannya sudah melingkar di perut Chaby. Kepala Decklan sudah menempel pada tengkuk leher Chaby. Chaby menoleh dan melihat kepala Decklan yang sudah bersandar pada bahu kirinya.


"Kak Decklan mandi dulu sana." suruh Chaby berusaha melepaskan tangan Decklan yang melingkar di perutnya. Tapi pria tidak mau dengar, malah mempererat pelukannya.


"Sebentar aja." gumam Decklan dengan suara pelan. Ia adalah tipe suami yang sangat posesif pada istrinya. Ia bahkan tidak tahu kenapa kalau lagi sendirian sama Chaby, bawaannya selalu pengen bersikap manja dan nempel-nempel begini. Bahkan mereka bisa berakhir dengan melakukan hubungan suami istri. Decklan sungguh ingin terus menanamkan benihnya pada rahim Chaby sampai gadis itu hamil lagi.

__ADS_1


Ia ingin ketika Chaby hamil anaknya yang kedua kalinya, ia bisa ada bersama istrinya. Menemaninya di ruang persalinan. Pria itu masih menyesal tiap kali memikirkan Chaby yang melahirkan Arion sendirian tanpa dirinya disamping.


"Udah sana, mandi dulu biar bersih kak Decklan. Ini udah jam sebelas, nggak baik di tunda-tunda jam mandinya" ujar Chaby lagi.


Dengan malas, Decklan akhirnya melepaskan pelukan. Kemudian berjalan pelan menuju kamar mandi. Ia masih malas mandi tapi tetap menurut pada istrinya.


Selesai mandi, Decklan melihat sang istri tengah asyik membaca buku dongeng milik Arion di tempat tidur. Ia ikut naik ke ranjang lalu menarik tubuh Chaby agar duduk didepannya. Kembali melingkarkan tangannya ke perut istrinya, kemudian menyandarkan dagunya di bahu Chaby dan dengan manja ia bergeliat di sana dengan menghirup aroma tubuh istrinya sendiri sampai Chaby merasa tubuhnya bergetar akibat sensasi geli yang dia rasakan. Chaby mengakhiri bacaannya dan meletakkan buku itu diatas nakas disamping kanan mereka lalu menghentikan tangan Decklan yang mulai nakal merayap ke bagian dadanya.


"Jawab pertanyaan aku dulu." kata Chaby dengan suara yang dibuat setegas mungkin. Decklan mengerutkan kening menunggu istrinya akan bicara lagi.


"Sih dokter perempuan yang bernama Luna itu, sedekat apa sama kak Decklan?" pertanyaan itu berhasil membuat Decklan cukup terkejut. Dari dulu istrinya jarang peduli pada perempuan yang sengaja mendekatinya. Pria itu lalu tersenyum tipis. Rupanya istrinya cemburu.

__ADS_1


"Kamu cemburu?" goda pria itu membalik tubuh Chaby agar bisa melihat matanya langsung. Chaby diam saja namun tetap menunjukkan wajah sebalnya membuat Decklan tersenyum makin lebar. Ia mengangkat dagu Chaby dengan telunjuknya dan mengecup bibir ranum itu sekilas.


"Dokter itu, selama kamu nggak ada disamping aku, dia selalu pengen deketin aku." jawab Decklan menjelaskan. Chaby menatapnya ingin suaminya melanjutkan cerita itu.


"Tapi tenang aja, aku nggak pernah sekalipun tertarik sama dia. Cinta mati aku itu kamu dari dulu." lanjut Decklan lagi kali ini ia terus mengusap-usap rambut Chaby penuh sayang.


Chaby menyipitkan mata menatap ke dalam mata suaminya, mencari kalau-kalau ada kebohongan di mata pria itu atau tidak.


"Sayang, gak usah terlalu mikirin orang lain yang nggak punya hubungan dekat sama kita. Mending mikirin aja bagaimana kita bikin adeknya Arion." Decklan memainkan matanya tersenyum nakal pada sang istri lalu mengubah posisi mereka, menidurkan Chaby dan mulai menggerayangi seluruh tubuh gadis itu. Membuat Chaby mengeluarkan suara-suara seksinya. Kalau mode on bercinta sang suami sudah keluar, gadis itu hanya bisa pasrah. Lagian ia juga menikmati sentuhan-sentuhan itu. Sentuhan yang begitu nikmat, yang membuat tubuhnya melayang tinggi.


Chaby bahkan tidak sadar kapan baju tidurnya sudah lolos dari tubuhnya.

__ADS_1


"Aku masukin sekarang ya." gumam Decklan serak sambil mengarahkan benda keramatnya yang sudah sangat tegang itu ke dalam lubang kenikmatn milik istrinya. Ia menikmati setiap desahn yang keluar dari mulut Chaby. Suara istrinya saat mereka bercinta selalu seksi di telinganya.


__ADS_2