GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN
S2, Chapter 70


__ADS_3

Mereka sampai beberapa lama kemudian dengan kelihaian Sharon  menembus kemacetan jalan raya. Ketika sampai di UGD, Chaby di dorong di ranjang dorong, dan Decklan terus memegangi tangannya. Sampai Chaby dipindahkan ke ruangan persiapan melahirkan, alat-alat dipasang. Dan alat pemindai detak jantung bayi disambungkan.


Decklan terus mendampingi istrinya di ruang bersalin. Sementara Sharon menunggu dengan cemas di luar. Tak lama sesudah itu Danzel tiba bersama Galen. Dan setelah itu satu persatu keluarga Decklan dan Chaby berdatangan. Mulai dari papa mereka, tante Lily yang datang bersama Gatan dan Arion, Bara dan Pika, juga Andra. Mereka semua rela meninggalkan pekerjaan mereka hari ini demi menyambut kehadiran satu lagi anggota baru dalam keluarga mereka.


Suasana diluar makin tegang ketika mendengar suara teriakan Chaby. Tak ada yang bicara. Masing-masing terus berdoa dalam hati semoga Chaby bisa melewati proses persalinannya dengan lancar dan bayinya lahir dengan sehat.


Suara keras langsung terdengar dari dalam ruang persalinan, suara degup jantung si bayi yang mengencang ketika Chaby mengalami kontraksi. Decklan terus menggenggam tangannya ketika team dokter dan perawat mempersiapkan proses kelahiran. Dengan lembut Decklan menggenggam tangan Elena, memberikan semangat,


"Ayo sayang... Nggak apa-apa. Aku di sini. Bayi kita akan segera lahir. Decklan terus menggenggam Chaby terus member kekuatan pada istrinya.

__ADS_1


Dua puluh menit kemudian bayi bayi itu lahir dengan tangisan kerasnya yang memekakkan telinga. Semua keluarga mereka yang menunggu dengan cemas diluar bersorak gembira. Semuanya berbondong-bondong melihat dari balik kaca karena belum bisa masuk.  Sampai-sampai orang-orang yang melewati jalan itu terheran-heran.


Adik Arion sangat cantik, sehat, dengan kulit kemerahan dan rambut tebal dan gelap, sedikit ikal seperti rambut mamanya. Dokter memotong tali pusarnya dan para perawat membersihkannya untuk kemudian menyerahkan bayi yang masih menangis keras itu ke dalam pelukan ibunya.


Chaby berkeringat, setelah proses melahirkan keduanya yang melelahkan. Tetapi dia sangat bahagia, mendengarkan tangis bayinya yang begitu keras dan sehat, memenuhi ruangan. Diterimanya tubuh bayinya yang lembut dan hangat itu dalam buaiannya, kepalanya mendongak menatap Decklan yang sedang menatap anaknya dengan terpesona. Sama-sama takjub. Pengalaman ini luar biasa, ternyata seperti ini rasanya menemani istri yang melahirkan.


Mata Decklan basah tanpa sadar, oleh rasaharu dan bahagia. Duku dia merasa bersalah karena tidak bisa menemani istrinya ketika Arion lahir. Tapi sekarang dia bisa menebusnya. Decklan bertanggung jawab untuk membahagiakan anak-anaknya. Buah cinta mereka. Juga istrinya tentu saja.


"Arin, liat papa kamu jelek banget kalo nangis...." ucap Chaby setengah meledek. Masih sempat-sempatnya ia meledek suaminya sendiri. Decklan cepat-cepat menghapus airmatanya, tertawa pelan kemudian mengecup puncak kepala Chaby dan menyentuh pelan-pelan jemari bayi mereka. Dengan sangat berhati-hati. Takut melukai putri cantiknya.

__ADS_1


Arinia Nugraha. Nama putri mereka. Mereka sudah sepakat memberi nama itu sebelum Arin lahir ke dunia.


"Chaby, Decklan! Ya ampun, cucu mama sama papa cantik bangeeet..." suara heboh itu muncul ketika pintu ruangan tersebut terbuka. Bahkan bukan hanya mama dan papa mereka yang muncul. Decklan dan Chaby sampai tercengang melihat keluarga mereka yang masuk berbondong-bondong. Suasana jadi hiruk pikuk seperti pasar. Mereka berlomba-lomba ingin melihat seperti apa rupa Arin.


"Cuci tangan dulu, terus baris satu-satu kalau mau megang Arin. Awas saja kalau putriku sampai terkontaminasi virus." kata Decklan tidak peduli mau itu papa atau mamanya sekalipun. Semuanya harus sama rata.


"Tenang kak Decklan, sebelum masuk kita udah cek suhu sama pake handsanitiser kok." balas Pika yang berdiri dibelakang Bara. Habis kakaknya itu lebay banget. Meski sebenarnya ada benarnya juga sih. Tapi bener kok mereka udah pake handsanitiser di luar tadi. Sudah diingatkan sama dokter.


Akhirnya mereka semua berbaris satu persatu menyentuhkan jemari di pipi bayi cantik nan imut itu. Persis mamanya. Tapi hidung dan matanya mirip Decklan. Gatan yang berada paling belakang merasa lucu sendiri lalu langsung mengambil kesempatan untuk merekam momen kebersamaan keluarga mereka.

__ADS_1


Didepan sana, Danzel berbisik pelan ditelinga Sharon.


"Kelak kau juga akan melahirkan anakku." bisiknya pelan ditelinga Sharon. Wajah Sharon memerah seketika.


__ADS_2