GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN
S2, Chapter 57


__ADS_3

Ketika Chaby membuka matanya, ia masih berada dikamar yang sama. Yah, ruang rawat tempat dia dan Decklan melakukan kegiatan panas mereka itu semalaman. Chaby merasa pengap dan ingin mandi. Pandangannya menatap ke sekeliling ruangan.


Mana kak Decklan? Suaminya itu tidak kelihatan. Ia juga tidak ada baju lain untuk mandi. Koper mereka kemarin tidak ada di sini. Mungkin sudah dibawah pulang ke rumah. Pandangannya berhenti ke dokter wanita yang muncul dari ambang pintu. Mungkin itu dokter jaganya. Karena dokter perempuan itu datang-datang langsung memeriksa dirinya. Padahal menurutnya dia sudah sehat dan sudah bisa pulang. Namun karena sikap dokter itu ramah, Chaby mencoba bersabar selama sang dokter mengecek kondisinya.


"Bagaimana, kamu masih merasa mual?" tanya dokter Nanda ramah. Chaby menggeleng. Ia sudah jauh lebih membaik dari kemarin. Bahkan sudah merasa sangat sehat.


"Aku udah bisa pulangkan dok?" Chaby balas bertanya. Dokter Nanda tersenyum tipis sebelum akhirnya menganggukkan kepala.


"Tapi karena kamu dalam kondisi hamil, aku menyarankan kamu untuk sering datang ke sini buat memeriksakan kondisi bayi dalam perutmu. Kamu juga harus lebih banyak istirahat, menghindari kerja berat dan rajin mengonsumsi makan bergizi. Itu baik untuk anak dalam kandungan kamu." tutur dokter Nanda lagi. Chaby hanya mengangguk-angguk. Pandangannya kembali tertuju ke depan pintu kamar itu. Berharap suaminya akan muncul dari balik pintu. Sayangnya nihil. Decklan tidak muncul-muncul juga. Sebenarnya suaminya itu kemana sih pagi-pagi begini. Tidak tahu apa dia sudah gerah dan ingin pulang secepatnya.


"Dok, dokter kenal suami aku kan?" akhirnya ia memutuskan bertanya. Pasti dokter didepannya ini tahu siapa kak Decklan. Tidak ada salahnya bertanya. Hpnya juga tidak ada bersamanya entah dimana, jadi ia tidak bisa menelpon sama sekali.


"Tentu saja. Kamu kan istri dari anaknya kepala rumah sakit. Semua staf di rumah sakit ini kenal kamu. Kamu tahu, banyak perempuan yang kerja di rumah sakit ini tuh iri berat sama kamu." ucap Nanda mencoba mengambil kesempatan agar bisa akrab dengan Chaby. Tentu saja ia ada alasannya sendiri, supaya nanti dirinya bisa bertanya-tanya tentang laki-laki tampan kemarin.


Kening Chaby terangkat karena dokter itu tiba-tiba berbicara akrab. Ia memang sudah dengar dari Pika kalau banyak perempuan yang mencoba-coba mendekati suaminya selama dia tidak ada. Tapi ia sangat percaya pada suaminya. Buktinya, walau dirinya hilang bertahun-tahun, Decklan tetap setia nungguin dia. Dan, kalau mereka iri berat sama statusnya yang menjadi istrinya seorang Decklan, ia malah lebih senang.

__ADS_1


Masalahnya sekarang, Chaby ingin segera mandi dan pulang. Ia lebih senang dirumah saja, tidak suka berlama-lama di sini. Jadi dia butuh tahu dimana keberadaan suaminya.


"Dokter tahu nggak dimana suami aku?" tanya Chaby lagi.


"Dokter Decklan ada jadwal operasi sekarang. Dia juga berpesan katanya bilang ke kamu kalau dia sudah menghubungi adiknya untuk menjaga kamu selama dia melakukan operasi." jelas dokter Nanda lagi. Lalu pintu kamar itu terbuka. Menampilkan seorang laki-laki tinggi yang parasnya mirip Decklan namun lebih muda sepuluh tahun. Itu Gatan, adik kandungnya Decklan. Dan adik ipar Chaby tentu saja.


"Pagi kak Chaby." seru Gatan berjalan ke arah Chaby dengan senyum lebarnya. Tangannya memegangi tas sedang dan buah-buahan segar.


Dokter Nanda akhirnya memutuskan keluar dari situ. Sebenarnya dia masih ingin berlama-lama untuk mengorek berita tentang lelaki yang dilihatnya kemarin dari Chaby. Tapi ia merasa tidak enak kalau didengar orang lain. Dia juga masih ada pasien lain yang harus dia lihat. Mau tak mau ia tetap harus pergi.


"Aku libur hari ini." sahut Gatan sambil mengatur buah-buahan segar yang dibawahnya tadi ke atas meja samping tempat tidur.


"Mama anterin Arion ke sekolah. Kak Pika kerja. Bang Danzel juga sibuk. Hari ini aku doang yang nggak ngapa-ngapain. Bang Decklan bilang jadwal operasinya pagi ini nggak bisa di geser sama sekali, jadi dia minta tolong aku buat temenin kak Chaby selama dia operasi. Oh ya, aku bawain peralatan mandi sama bajunya kakak." Gatan melanjutkan. Chaby mengangguk mengerti.


"Bukannya Arion ada sama kak Danzel?" ia ingat kemarin putranya itu di bawah pergi oleh kakaknya dan kak Sharon.

__ADS_1


"Iya. Tapi udah dijemput mama tadi pagi. Katanya biar mama aja yang anterin ke sekolah."


Chaby mengangguk-anggukan kepala lagi. Ia lalu mengambil tas berisi pakaian miliknya yang dibawah oleh Gatan dan beranjak ke kamar mandi. Ia tidak tahan lagi dengan tubuh baunya.


"Gatan tunggu bentar ya. Kakak mandi dulu." kata Chaby yang mendapatkan anggukkan oleh sang adik ipar. Gatan sendiri langsung tidur-tiduran di ranjang sambil bermain game di hpnya.


\*\*\*


Habis mandi dan berganti pakaian, Chaby merasa badannya sudah segar. Tidak pengap lagi seperti tadi. Ia keluar dari kamar mandi tapi tidak melihat keberadaan adik iparnya. Namun ada sebuah catatan diatas meja. Chaby mengambil dan membacanya. Di sana Gatan menulis keluar sebentar cari sarapan buat gadis itu. Chaby tersenyum tipis. Ia merasa senang karena semua anggota keluarga kak Decklan memperlakukannya sebagai keluarga kandung. Ia sama sekali tidak merasa canggung dengan mereka.


Karena menunggu cukup lama dan Gatan belum muncul-muncul juga, Chaby memutuskan keluar untuk berjalan-jalan. Letak kamar rawatnya memang berbeda dengan kamar rawat biasa. Ia tidak tahu ini di lantai berapa, tapi keadaannya agak sepi tidak seperti di lantai bawah. Mungkin karena area ini lebih istimewa. Tapi dia merasa merinding sih kalau hanya berjalan sendiri di gang lantai itu.


Gadis itu berjalan ke arah tangga. Melihat-lihat dan berdiri sebentar di sana sambil menggigit apel yang dibawahnya dari kamar. Chaby berdiri menghadap tangga. Lalu dalam sekejap ia merasakan tubuhnya melayang akibat dorongan keras dari belakang dan jatuh terguling-guling di tangga. Terakhir yang didengarnya sebelun pingsan adalah teriakan keras seseorang memanggil namanya.


"CHABY!"

__ADS_1


__ADS_2