
Bab awal season 2 nya aku langsung lompat setelah Chaby kecelakaan ya. Biar kalian bacanya gak terlalu berat. Nanti flashback aja gimana kehidupan Chaby, Decklan sama yang lainnya pasca kecelakaan itu.
...* Happy Reading *...
Seorang gadis berusia sekitar dua puluh enam tahun duduk di sebuah bangku taman dekat sekolah SMA nya dulu. Matanya terus memandang tempat itu dengan eskpresi wajah sedih. Tempat yang ia datangi ini adalah salah satu tempat yang menjadi kenangannya bersama sahabat sekaligus saudari terbaik yang sangat dekat dengannya.
Sudah enam tahun. Enam tahun dia tidak melihat gadis itu lagi, semenjak gadis itu menghilang dan dinyatakan meninggal oleh pihak kepolisian.
"Chaby," gumam Pika terus mengusap-usap gambar Chaby dalam ponselnya. Ya, gadis yang hilang itu adalah sahabat terdekatnya Chaby. Sekaligus saudari iparnya, salah satu orang yang membuat masa mudanya begitu bahagia.
Chaby menghilang dalam kecelakaan. Taksi yang ia naiki menuju bandara menabrak bus, melompat ke jurang dan jatuh ke air. Sopirnya taksinya ditemukan meninggal, sementara Chaby sendiri tidak ditemukan sampai sekarang.
Setelah hampir dua bulan mencari dan tidak ditemukan juga, pihak kepolisian memutuskan pencarian dan mengeluarkan surat kematian Chaby.
Tentu saja dari pihak keluarga tidak terima. Kakaknya Decklan hampir gila. Danzel, Pika tidak tahu harus bagaimana menjelaskannya. Semua orang terpukul. Karena Chaby sangat dekat dengan mereka semua. Belum lagi kak Galen, lelaki itu memang terlihat paling tegar, namun Pika pernah sekali mendapatinya menangis sendirian dengan tersedu-sedu di balkon kamarnya.
Enam tahun berlalu. Tapi bukan berarti mereka telah menerima kenyataan Chaby yang sudah tidak ada. Mereka masih terus mencari gadis itu sampai sekarang. Karena mayat Chaby tidak ditemukan, semua memberikan kepastian pada diri sendiri kalau gadis itu masih hidup dan berada di suatu tempat.
__ADS_1
Tapi enam tahun terlalu lama. Terkadang Pika merasa ragu. Kalau Chaby masih hidup, kenapa gadis itu tidak kembali pada mereka. Hilang ingatan? Sepertinya mustahil. Pika belum pernah menemukan orang yang hilang ingatan di dunia nyata. Atau jangan-jangan Chaby koma di suatu rumah sakit dan belum sadar juga sampai sekarang. Itu satu-satunya yang terpikir diotaknya sekarang ini.
"Kamu mikirin Chaby lagi?" pandangan Pika berpindah ke sosok pria yang menjulang tinggi yang kini berdiri didepannya lengkap dengan pakaian kantoran. Ia dari kantor pasti langsung ke sini.
Gadis itu tersenyum. Kak Bara selalu menemaninya beberapa tahun ini. Bara juga yang terus menghiburnya kalau dia teringat Chaby. Buktinya, pria itu tahu dimana dia sekarang padahal dirinya tidak bilang.
Hubungan keduanya tidak bisa dibilang mulus seperti Chaby dan Decklan dulu. Pernah ada satu waktu keduanya putus, karena kesalahpahaman. Tapi karena mereka sadar masih saling mencintai, keduanya memilih kembali bersama. Pika juga merasa ia sangat membutuhkan kak Bara. Bebannya terlalu berat kalau dia hadapi sendiri.
Apalagi sekarang kakaknya, Decklan sudah berubah drastis pasca menghilangnya Chaby. Kakaknya itu makin dingin, jarang sekali bicara dan lebih suka menyendiri. Padahal sewaktu ada Chaby sifat dingin kak Decklan mulai berubah. Sepertinya Chaby memang punya andil yang sangat besar untuk merubah sifat sang kakak. Sempat hampir sebulan kak Decklan mendapat perawatan di rumah sakit akibat stres yang berlebihan. Papa dan mama mereka sampai bingung mau berbuat apa lagi. Untung nama Chaby berhasil membuat kesadaran Decklan kembali. Terus mencari keberadaan Chaby merupakan kekuatan bagi Decklan. Kalau tidak, Pika tidak tahu lagi apa yang akan terjadi pada kakaknya.
"Aku lagi kangen dia," gumam Pika. Ia menyandarkan kepalanya di bahu Bara yang kini duduk disebelahnya.
"Kak Bara,"
"Mm?"
"Kak Bara juga yakin kalau Chaby masih hidup kan?" tanya Pika. Ia ingin semua orang terdekatnya meyakinkannya supaya dia lebih semangat. Kali ini tangan Bara berpindah ke pipi Pika, mengelus-elus pipi mulus itu.
__ADS_1
"Bukankah kita semua sudah sepakat, selama tidak menemukan mayat Chaby kita akan menganggapnya masih hidup dan terus mencari?"
mereka semua membuat kesepakatan begitu enam tahun lalu. Demi Decklan, juga demi Danzel yang sepertinya akan gila benar kalau mendengar kata-kata seperti Chaby yang sudah meninggal.
Bara ingat dulu Decklan membuat seorang polisi sampai babak belur akibat mengeluarkan surat keputusan dengan meninggalnya Chaby. Danzel, sama saja. Pria itu lebih tenang namun lebih menakutkan lagi. Tidak ada yang yang bisa menebak pikirannya seperti apa. Bara sampai-sampai harus membantu Galen mengurus perusahaan mereka setelah lulus kuliah. Karena perubahan Danzel yang sangat drastis tentu saja.
Danzel bisa tiba-tiba marah tanpa sebab dan memukuli siapa saja yang ada didekatnya. Termasuk Galen sendiri pernah ia pukuli juga.
"Tapi udah enam tahun, gimana kalau Chaby bener-bener..."
"Ssttt," Bara menutup mulut Pika dengan telunjuknya.
"Chaby pasti baik-baik aja, kamu harus yakin." ucap Bara, meski ia sendiri tidak yakin ia harus meyakinkan Pika. Hanya dengan begitu kekasihnya itu akan merasa terhibur. Ia lalu membawa Pika ke pelukannya. Inilah yang paling Pika senangi dari Bara. Pacarnya itu selalu pengertian. Selalu berusaha menghiburnya.
Sebenarnya dulu Bara pernah ingin melamarnya, namun keduanya kembali berpikir matang-matang. Karena keadaan yang terjadi pada keluarga mereka sekarang ini, Bara dan Pika belum berani melangkah ke tahap yang lebih serius. Padahal umur keduanya sudah terbilang matang. Pika sendiri ingin ada Chaby di pernikahannya. Dengan begitu semua akan terasa lengkap.
"Keadaan kak Danzel gimana?" tanya Pika tiba-tiba mengingat Danzel. Sudah hampir sebulan ini ia tidak ketemu dengan kak Danzel. Biasanya ia rajin datang ke perusahaan milik Danzel dan Galen, tempat pacarnya itu bekerja. Tapi bulan ini dirinya terlalu sibuk dengan pekerjaannya yang baru, jadi belum sempat datang.
__ADS_1
"Masih kayak biasa," jawab Bara terus mengelus-elus punggung Pika. Pika menghembuskan nafas pelan. Kalau saja mereka menemukan Chaby, keadaan akan kembali seperti dulu dan semua orang akan senang.