GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN
S2 Chapter 3


__ADS_3

Seorang gadis berparas cantik dengan mata indah layaknya boneka turun dari mobil dan melenggang masuk ke dalam toko bunga tempatnya bekerja. Ia bersiul-siul santai dengan ekspresi ceria seperti biasa.


Gadis itu adalah Chaby. Namun karena hilang ingatan, ia tidak tahu nama aslinya. Sekarang semua orang yang mengenalnya memanggilnya Sia. Sudah enam tahun berjalan ini ia hidup dengan nama itu.


Meski bingung dengan jati dirinya yang sebenarnya, Chaby terus menjalani hidupnya dengan bahagia. Apalagi ada Sharon, wanita lajang yang tiga tahun lebih tua darinya itu.


Sharon adalah orang pertama yang dilihat Chaby ketika sadar dari komanya dulu. Kata Sharon ia ditemukan mengambang di sebuah danau di desa kecil waktu wanita itu pergi liburan.


Sharon sempat memeriksa keadaannya yang ternyata masih bernyawa, ia lalu membawanya ke klinik terdekat terdekat. Tidak ada rumah sakit di desa itu karena tempatnya yang terpencil dan jauh dari kota, jadi Chaby hanya di rawat di klinik kecil yang hanya ada satu dokternya dan satu juga perawatnya. Chaby juga sempat koma seminggu dan tidak mengenali siapapun ketika bangun.


Sharon yang pada dasarnya baik hati itu merasa kasihan, apalagi waktu itu dokter bilang kalau Chaby sedang hamil muda. Kalau Chaby tidak mengingat siapapun, bagaimana kelak gadis itu akan melahirkan? Siapa yang akan mendampinginya? Bagaimana dia membesarkan anaknya sendirian? Sharon juga tidak tahu bagaimana caranya mencari keluarga Chaby karena desa terpencil dekat hutan itu tidak banyak penghuninya. Dan semuanya bilang tidak mengenal gadis itu saat ia bertanya. Berarti Chaby bukan penduduk desa itu.


Akhirnya Sharon berbaik hati untuk merawat Chaby. Mulai detik itu, Sharon membawa Chaby tinggal dengannya. Sharon sudah menganggap Chaby sebagai adiknya sendiri apalagi Chaby adalah sosok yang lucu dimatanya. Sharon menganggap Chaby adalah hadiah dari Tuhan untuk menjadi pengganti Aya, adik perempuannya yang telah meninggal karena sakit.


Hubungan Sharon dan Chaby makin lama makin dekat, mereka sudah seperti saudari kandung. Chaby juga bekerja di toko bunga sederhana milik Sharon, katanya ia harus membanting tulang untuk menghidupi sang putra tercinta yang kini sudah berusia lima tahun. Sharon setuju-setuju saja selagi gadis itu senang melakukan kegiatan yang disukainya.

__ADS_1


"Kak Sha,"


panggilan Chaby terhenti saat melihat Sharon sedang berbincang dengan seseorang. Dari belakang lelaki itu berbadan tegap, tinggi dan proporsional bak model. Wajahnya pasti tampan, dari belakang saja sudah terlihat keren begitu. Chaby sangat ingin melihat wajah lelaki yang masih membelakanginya itu.


Tak lama kemudian ia merutuki dirinya sendiri setelah mengingat sesuatu. Ia sudah punya suamikan?. Buktinya ia punya anak yang keluar dari rahimnya beberapa tahun lalu. Walau sekarang dirinya lupa ingatan, bukankah dia harus menjadi istri yang setia? Tapi apa benar ia sudah menikah? Atau jangan-jangan anak yang keluar dari perutnya itu adalah anak haram? Mungkin saja ia berselingkuh, atau paling parah lagi di perkosa dan dibuang ke danau. Masuk akal juga karena ia ditemukan di danau.


Chaby menggeleng-geleng menyadarkan dirinya sendiri. Ia akan memakai opsi pertama yang paling terhormat menurutnya. Yaitu dirinya sudah menikah. Dengan begitu ia tidak akan banyak pikiran. Hanya satu pikiran saja, yaitu menunggu kembalinya ingatannya dan bertemu dengan suaminya lagi.


"Hm, godaan ini terlalu berat, tapi takdir bilang aku harus setia pada papa anakku yang sama sekali tidak aku ingat," desah Chaby lagi bergumam pelan pada dirinya sendiri sambil meratapi nasibnya.


"Sia, kamu udah datang?" suara Sharon menyadarkan Chaby. Lelaki didepan wanita itu ikut berbalik menatap Chaby. Chaby sempat melihat raut wajah lelaki itu yang tiba-tiba berubah menjadi, kaget?


"Buket bunganya udah aku anterin kak." ucap Chaby kemudian. Sharon mengangguk dan menatap lelaki didepannya lagi.


"Oh ya Ka, kenalin ini adek angkat aku." kata Sharon memperkenalkan Chaby pada lelaki yang ternyata Aska itu.

__ADS_1


Aska heran karena Chaby tidak mengenalnya. Sudah enam tahun ini ia berkarir dan melanjutkan studinya di luar negeri, waktu itu kepergiannya sebelum Chaby mengalami kecelakaan. Karena itu ketika kampus lagi heboh-hebohnya dengan berita tentang kecelakaan tragis yang dialami Chaby, dirinya malah tidak tahu. Dulu ia terlalu fokus mengejar cita-cita. Bisa dilihat dari keberhasilannya sekarang.


"Adik angkat?" ulang Aska. Setahunya Chaby punya keluarga yang sangat sayang dan memanjakannya. Ia pernah dengar dari Karrel. Ia akui dirinya sempat tertarik dengan kepolosan dan sifat ceplas-ceplos Chaby yang seperti dulu.


Wajah polos yang dulu dilihatnya dulu dan wajahnya sekarang ini ketika ia tumbuh dewasa terlihat sama saja di matanya. Belum ada perubahan yang signifikan bahkan tidak ada perubahan sama sekali. Hanya saja, ia merasa bingung dengan keberadaan Chaby yang tiba-tiba menjadi adik angkatnya Sharon, kakak kandung mantan kekasihnya.


Ada apa ini? Aska bertanya-tanya dalam hati.


"Iya, aku sudah lama menjadi kakak Sia." jawab Sharon semangat. Chaby ikutan tersenyum.


"Sia?" Aska baru sadar kalau sudah dua kali ini Sharon menyebut nama Chaby dengan panggilan lain. Tapi kenapa? Ia jelas tahu nama gadis itu adalah Chaby. Kenapa tiba-tiba berubah? Apa Sia itu nama tengahnya?


"Mama jeleek..." pandangan ketiga orang dewasa itu berpindah ke bocah laki-laki yang kini berlari ke arah mereka. Chaby menutup matanya dan menghembuskan nafasnya dalam-dalam. Putranya itu selalu saja membuatnya kesal, dasar bocah nakal. Padahal menurutnya dia sangat cantik.


"Kamu bilang apa?" geram Chaby sambil berkacak pinggang tapi sang putra malah memeletkan lidah padanya dan bersembunyi dibelakang Sharon.

__ADS_1


Sharon menertawai mereka. Ia mencubit gemas kedua pipi tembem sih bocah imut yang biasa di panggil Arion itu. Anak itu terus menyembunyikan dirinya dibelakang Sharon.


"Bocah nakal, sini nggak!" seru Chaby bersiap-siap melangkah mendekati Sharon. Tentu saja untuk menangkap putranya yang nakal itu. Aska hanya terus mematung menatap mereka semua dengan wajah bloonnya. Dia masih belum mengerti apa yang sedang terjadi dengan semua yang dilihatnya ini.


__ADS_2