GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN

GADIS MANJA DAN PANGERAN DINGIN
Bab 88


__ADS_3

Chaby berpikir keras di ruang baca apartemennya. sore ini ia hanya duduk sendirian ditemani instrumen musik kesukaannya yang mengalir indah di telinga. Setelah menghitung-hitung tanggal, ternyata lusa kak Decklan berulang tahun. Ia harus cari hadiah dan kasih kejutan. Tapi apa yah, apa besok malam kak Decklan bisa ijin keluar? Ia ingin menjadi orang pertama yang memberi ucapan selamat pada sang pujaan hati. Gadis itu meraih ponsel dimeja, mematikan instrumen yang di putarnya tadi kemudian mencari kontak Decklan dan menelponnya. Kayaknya sih kak Decklan nggak lagi sibuk karena telponnya langsung diangkat.


"Kenapa sayang, kangen sama aku?" goda cowok diseberang sana. Jarang-jarang Chaby menelponnya duluan, biasanya juga dia. 


"Kak Decklan udah makan?" tanya Chaby basa-basi.


"Menurut kamu?"


"Kok menurut aku sih? Kan yang makan kak Decklan, gimana sih dasar oon." rengut Chaby. Decklan yang mendengar gadis itu mengumpat merasa tidak suka.


"Chaby, kok ngomong kasar kayak gitu? Aku nggak suka!" tegur Decklan tegas. Chaby cepat-cepat menutup rapat mulutnya dan memukul-mukul pelan menggunakan tangannya. Ini nih, akibat terlalu banyak nonton film yang banyak kata-kata kasarnya.


"Heheh." tawanya.


"Kak Decklan besok ngapain? Sibuk nggak?" tanya gadis itu kemudian.


"Besok aku praktek seharian."


"Ohh," ada rasa kecewa di hati Chaby dan Decklan sepertinya bisa menangkapnya dari suara gadis itu.


"Kenapa nanya gitu, mau ketemu aku?" dalam hati Decklan, sesibuk apapun dia, kalau Chaby tiba-tiba bilang butuh dia disampingnya cowok itu akan mengesampingkan yang lain dulu. Gadis itu nomor satu, juga keluarganya tentu saja. Ia tipikal cowok yang lebih memilih mengutamakan keluarga dibanding karir. Karir memang penting, tapi itu tidak bisa dibandingkan dengan keberadaan keluarganya. Sejak pacaran dengan Chaby, ia sudah menganggap gadis itu sebagai keluarganya.


Chaby menggeleng-geleng kepala meski Decklan tidak melihatnya.


"Nggak, aku nanya doang kok."


"Bener? Nggak bohong? Aku udah pernah ingetin kan kita harus saling jujur?" selidik Decklan sekaligus mengingatkan.


"Beneran kak Decklan sayang." Chaby memang berbohong. Tapi ia tidak bisa jujur pada Decklan kalau mau kasih cowok itu surprise, nanti bukan surprise lagi dong. Decklan tertawa pelan.

__ADS_1


"Ya udah, aku masih ada kelas sore sekarang. Aku tutup yah." Decklan lalu memutus kontaknya setelah Chaby mengiyakan.


Chaby mendesah berat. Kalau sudah begini, ia hanya bisa meminta pendapat pada Pika. Pika selalu punya banyak akal, pasti ia bisa kasih masukan yang bagus buat Chaby. Betul, ia harus tanya Pika besok.


                                ***


"Hah? Gimana caranya aku nyelinap masuk ke asramanya kak Decklan? Itu kan asrama cowok, kalo ketauan gimana Pik?" Chaby tidak menyangka Pika akan memberinya ide gila itu ketika ia meminta bantuannya memikirkan ide. Memangnya dia sudah gila apa masuk ke asrama cowok tengah malam begitu. Dan, bagaimana juga cara masuknya? Ia tidak tahu.


"Ada ide lain nggak Pik? Aku rasa ide kamu yang pertama itu terlalu bahaya, aku nggak berani." imbuhnya.


"Alah, cemen lo itu doang." ujar Pika remeh. Wajah Chaby berubah cemberut.


"Pik, boleh pinjem penghapus pensil nggak?" Lenka, salah satu teman sekelas mereka entah sejak kapan sudah berdiri dekat situ menatap Pika.


Pika mengangguk lalu menyodorkan penghapus pensil miliknya ke Lenka. Lenka mengambil benda yang barusan dipinjamnya dari Pika lalu menatap kedua gadis didepannya itu bergantian.


"Lo berdua nggak ke kantin?" tanya Lenka. Ini kan memang jam istirahat. Kalau dia nggak ke kantin karena mau ngerjain tugas tapi Pika dan Chaby yang jarang absen dari kantin itu malah santai didalam kelas, makanya itu ia bertanya.


"Oh, kalo gitu gue balik ke bangku gue yah. Entar kelar pake penghapus lo gue balikin." pamit cewek itu kemudian berjalan ke bangkunya dibagian depan.


Pika kembali melirik Chaby. Kayaknya gadis itu masih berpikir bagaimana caranya kasih kak Decklan surprise.


"Udah terima aja saran gue tadi, masalah gimana cara masuknya bisa kita atur. Kan kak Decklan sekamar sama kak Andra dan Hugo, bisa tuh minta bantuan sama mereka." katanya. Chaby menyamping.


"Tapi..." ia masih merasa ragu.


"Udah gitu aja. Entar kita ajak kak Andra sama Hugo ketemuan buat atur strategi gimana?


Setelah lama menimbang-nimbang, Chaby mengangguk mengiyakan. Ia juga tidak terpikir ide lain. Kalau mau jadi orang pertama yang ngasih kak Decklan ucapan selamat tentu saja ia harus bertemu cowok itu jam dua belas malam. Nah, jam segitu kak Decklan ada di asrama. Mana mungkin kan dia meminta kak Decklan keluar asrama tengah malam, cowok itu bisa curiga. Apalagi otak kak Decklan itu sangat cepat berpikir. Bisa-bisa sebelum ngasih surprise ia sudah ketahuan duluan sama cowok itu. Jadi intinya, masukan Pika itu yang paling baik.

__ADS_1


"Terus kuenya gimana? Nggak mungkin kan aku ngerayain ulang tahu kak Decklan tanpa kue?" tanya Chaby lagi.


"Yah beli, gimana sih."


"Maksud aku, cara nyembunyiin kuenya dalam kamar asramanya kak Decklan biar nggak ketahuan."


"Oh, gampang diatur mah itu. Belakangan aja mikirnya. Sekarang kamu harus beliin kak Decklan hadiah apa." oh iya bener. Chaby tadinya mau nanya itu juga ke Pika.


"Kira-kira kak Decklan bakalan suka hadiah apa yah?" ia bertanya.


Pika mengetuk-ngetuk dagu,


"Gue juga nggak terlalu tahu sih sama seleranya kak Decklan, tapi gue yakin selama hadiah itu dari lo, kakak gue pasti bakalan suka banget." tuturnya menatap Chaby.


"Atau gini aja, nanti kita berdua mampir ke mall pulang sekolah buat cari hadiah, gimana?" Chaby langsung mengangguk setuju.


"Gila gue nggak nyangka ketos kita bakalan ngelakuin kayak gituan sama cowok, padahal keliatan polos tuh cewek. Pake di pamerin lagi ke postingan IG nya." pandangan Chaby dan Pika beralih ke dua teman kelas mereka yang baru masuk saking hebohnya mereka berdua.


"Gue pikir sih ketos tuh cewek yang polos banget, nggak tahunya.."


"Tapi lo ngerasa aneh nggak sih? dia sendiri yang selfie di kamar bareng cowok, tapi tuh cowok malah asyik ketiduran. Kayak nggak tahu lagi di foto gitu. Malah tuh cowok ganteng banget lagi."


"Ada apaan sih sama ketos? Cerita dong." seru Pika penasaran.


"Itu sih ketos, pamerin udah ditidurin cowok. Lo liat deh di Ig nya ada kok." balas cewek yang biasa dipanggil Luna. Tanpa menunggu Pika cepat-cepat membuka Ig dan mencari nama Citra, ketua osis mereka. Chaby ikut-ikutan penasaran dan melihat bersama Pika.


Mereka berdua terpana saat melihat foto selfie Citra yang duduk di tempat tidur pakai piyama sexy dan cowok yang ketiduran disampingnya. Captionnya meresahkan.


"Makasih sayang udah bikin aku melayang berkali-kali semalaman."

__ADS_1


Yang bikin Chaby dan Pika kaget adalah mereka kenal cowok itu. Keduanya saling menatap dan menyebut nama cowok itu bersamaan.


"Karrel?"


__ADS_2