
Sudah hampir dua hari ini Decklan di bantu oleh Andra memeriksa cctv untuk mencari tahu keberadaan Ara. Kemana saja gadis itu pergi. Sayangnya, mereka tidak menemukan apapun. Ara hanya sekali terekam dalam cctv itu. Yaitu hari di mana mereka melihatnya di depan restoran.
Mood Decklan makin buruk. Ia ingin menemukan Chaby secepat mungkin untuk menyalurkan segala rasa rindunya selama ini. Tapi yang terjadi, ia malah kehilangan jejak Chaby. Brengsek! Dengan emosi pria itu meninju dinding kuat-kuat sampai buku-buku jari tangannya terluka akibat ulahnya sendiri.
Dua orang perawat yang datang mau melapor padanya bahkan tidak berani masuk. Hanya Andra yang berani berada di dalam ruangan itu. Ia sudah terbiasa menangani Decklan kalau pria itu sedang marah. Biasanya yang dia lakukan hanya diam saja sampai emosi Decklan reda dan pria itu akan berhenti sendiri.
"Kalian pergi dulu," kata Andra pada kedua perawat itu. Mereka langsung berbalik pergi. Terlalu mengerikan kalau sampai mengusik dokter Decklan saat dia sedang emosi.
Kedua perawat perempuan tadi kembali ke pusat informasi. Di sana berdiri seorang dokter wanita bertubuh tinggi dan terlihat elegan. Namanya Luna. Sudah hampir lima tahun ini Luna bekerja sebagai dokter gigi di rumah sakit itu. Ia juga merupakan salah satu dokter perempuan yang memiliki banyak penggemar karena terkenal cantik dan baik hati.
"Kalian belum melapor ke dokter Decklan?" tanya Luna ketika melihat dua perawat itu kembali. Mereka saling berpandangan.
"Udah dok, tapi di suruh balik dulu sama dokter Andra. Dokter Decklannya lagi tidak bisa di ganggu seperti biasa. Emosinya sedang tidak stabil." sahut perawat berambut cepol bernama Indah. Ia berusaha sepelan mungkin mengatakan kalimat terakhirnya. Hampir semua staff di rumah sakit itu tahu dengan masalah yang di hadapi anak dari direktur rumah sakit mereka. Termasuk Luna.
Tidak ada yang tahu kalau dokter Luna diam-diam menaruh hati pada Decklan. Walau ia tahu Decklan selalu menunggu istrinya kembali. Tahun pertama Luna bekerja di RS itu, ia mengira Decklan adalah pria lajang yang tidak mementingkan pernikahan. Ternyata ia salah. Decklan sudah menikah, namun istrinya menghilang dalam kecelakaan. Itulah gosip yang beredar di seluruh rumah sakit itu.
Luna seringkali mencari kesempatan mendekati Decklan. Ia yakin sekali kalau istrinya tidak akan selamat dalam kecelakaan maut itu jadi dirinya berusaha mendekati Decklan dengan maksud ingin membuat pria itu lupa pada sang istri dan menjalani kehidupan barunya, menghadapi kenyataan.
Sayangnya usaha Luna sia-sia. Ia tidak berhasil. Decklan bahkan tidak pernah meliriknya sama sekali. Bicara dengan pria itu saja sangat sulit, apalagi mendekatinya. Luna makin penasaran seperti apa sosok istri Decklan, sampai-sampai pria itu terlihat depresi berat karena kehilangan sang istri.
__ADS_1
"Dokter, ada pasien baru di IGD. Perlu penanganan secepatnya dok," seru perawat laki-laki yang tiba-tiba muncul. Mendengar itu, Luna langsung berjalan cepat ke IGD.
***
Diruangannya, Decklan terduduk di lantai setelah kelelahan melampiaskan emosinya dengan meninju tembok. Ia tahu itu tindakan yang bodoh, namun ia tetap saja melakukannya. Andra lalu mendekatinya dengan membawa kotak obat. Decklan membiarkan pria itu mengobati tangannya yang terluka akibat ulahnya sendiri.
"Katakan, bagaimana aku bisa menemukannya?" gumam Decklan di sela-sela Andra mengobati tangannya.
"Kau harus bersabar. Kita sudah melihat Chaby bukan? Setidaknya kita melihatnya dalam keadaan yang baik-baik. Hanya saja perlu waktu sampai kita menemukan keberadaannya." ucap Andra panjang lebar.
"Aku perlu menemukannya. Aku harus tahu kenapa dia tidak pernah mencariku selama ini." kata Decklan lagi.
"Kau masih bisa kerja?" tanya Andra kemudian. Walaupun mereka memiliki kekuasaan karena itu rumah sakit milik keluarga mereka, Andra tetap ingin bekerja dengan profesional. Ia ingin Decklan juga begitu. Biar bagaimanapun pria itu adalah calon pengganti papanya nanti. Selama enam tahun ini Decklan memang terbilang banyak membantu membuat rumah sakit itu lebih maju, meski kadang-kadang juga bisa bersikap seenaknya kalau sedang marah.
"Dokter, ada pasien anak umur lima tahun yang perlu diperiksa." lapor seorang perawat yang tiba-tiba muncul sebelum Decklan menjawab pertanyaan Andra tadi.
Andra bersiap berdiri dari tempatnya.
"Dimana?" tanya pria itu.
__ADS_1
"IGD dok,"
"Ayo ke sana," kata Andra lagi mengambil ancang-ancang keluar dari ruangan itu.
"Andra," panggilan itu menghentikan langkah Andra sebentar. Ia berbalik menatap Decklan.
"Aku ikut." ujar Decklan. Andra mengangguk kemudian berbalik keluar dengan langkah cepat.
Ketika memasuki ruang IGD, Andra dan Decklan bisa melihat seorang perempuan berdiri membelakangi mereka sambil memegangi tangan anak kecil yang sedang menangis diatas ranjang. Mungkin itu anaknya. Sekilas Decklan merasa familiar dengan gadis yang membelakanginya itu. Namun ia tidak berpikir lebih jauh. Pandangannya berpindah ke beberapa pasien lainnya yang ditangani beberapa dokter yang bertugas. Beberapa dari antara dokter itu membungkuk hormat pada Decklan dan Andra.
Decklan sendiri kembali fokus pada wanita yang tadi membelakangi mereka dan anak kecil di ranjang itu. Kali ini Andra berjalan dibelakangnya membiarkan pria itu yang memeriksa. Saat mereka berdiri dibelakang gadis itu dan Decklan bersiap untuk memeriksa sih anak kecil, gadis itu ikut berbalik menghadap mereka, betapa kagetnya Decklan juga Andra. Keduanya mematung dalam sekejap.
Decklan menatap gadis itu dan bocah di atas ranjang bergantian berulangkali, seolah masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya. Setelah itu ia langsung memeluk gadis itu kuat-kuat.
"Sayang," ucap Decklan langsung berhambur memeluk gadis itu sangat erat. Seolah tidak ingin gadis itu terlepas lagi dari genggamannya.
Enam tahun, enam tahun ia tidak melihat istrinya. Selama itu juga ia terus menunggu dan tidak pernah berhenti mencari. Dan hari ini, gadis yang ia yakini Chaby itu sedang berdiri didepannya. Decklan tidak pernah membayangkan akan bertemu dengan Chaby seperti ini.
Sedang gadis yang dipeluknya malah kaget dengan pelukan tiba-tiba dari orang asing itu. Dan apa katanya?
__ADS_1
Sayang?