
"Sudah lama sekali, Nam Sarang."
Chaby ingat sekali suara itu. Ia memejamkan matanya dan berusaha mengatur napas. Suasana hatinya memburuk. Tangannya mulai gemetaran dan lututnya lemas namun ia tetap berusaha kuat.
Gadis itu berbalik perlahan menatap lurus kedepan. Firasatnya benar. Seorang wanita tua yang selalu menyalahkan dan menyiksanya dulu kini sedang berdiri didepannya dengan senyum sinis yang terlihat menakutkan.
"O..o..Omma." ucapnya menatap lurus kedepan dengan nafas tercekat. Perempuan tua didepannya itu terus tersenyum sinis lalu melangkah mendekat. Wanita itu bisa merasakan ketegangan gadis didepannya itu dan ia merasa senang.
Pika yang berdiri di sebelah Chaby memang tidak mengerti bahasa asing itu, namun perkataan yang keluar dari mulut Chaby itu ia jelas tahu artinya. Ia memang bukan pecinta drama Korea seperti kebanyakan remaja lainnya, namun satu kata itu tidak asing di telinganya.
Wanita tua itu pasti mama Chaby yang pernah diceritakan sama kak Galen. Ia bisa melihat perubahan besar dari sahabatnya itu. Raut wajahnya terlihat amat sangat ketakutan.
"Kau pergilah, aku ingin bicara dengan anakku sebentar." kali ini wanita itu berbicara pakai bahasa Indonesia sambil menatap Pika. Entah sejak kapan ia belajar bahasa itu bahkan Pika sampai mengakui kalau bahasa Indonesianya cukup baik.
Pika melirik Chaby sebentar. Ia ragu meninggalkan gadis itu namun karena Chaby mengangguk seolah mengatakan tidak apa-apa, ia akhirnya berbalik pergi memberi mereka waktu berdua.
Namun bukan Pika namanya kalau meninggalkan Chaby begitu saja. Ia memang pergi menjauh dari mereka namun memilih bersembunyi dibalik tembok gerbang dan terus mengamati dua perempuan berbeda usia didepan sana.
Ia melihat Chaby terus menunduk didepan wanita tua itu. Mereka berbicara dengan bahasa asing, membuat Pika merengut kesal karena tidak mengerti. Ia akui wanita tua itu terlihat cantik tapi arogan dan menakutkan. Tipikal orang yang sulit didekati. Astaga, kenapa Chaby dan kak Danzel punya ibu yang seram begitu, berbeda jauh sekali dengan mereka.
Pika sejak tadi terus merasa khawatir. Ia akhirnya memutuskan menelpon Decklan. Ia menelpon berkali-kali tapi kakaknya tidak angkat-angkat juga. Pasti mereka lagi belajar, ini kan belum jam istirahat. Gadis itu lalu mengetik sebuah pesan panjang dan mengirimnya kemudian mencari nama Danzel di kontaknya. Ia harus memberitahu kak Danzel juga.
__ADS_1
Pika merasa lega karena tidak perlu menunggu lama kak Danzel mengangkat telponnya. Matanya terus fokus kedepan sambil bicara dengan pria diseberang. Ia menjelaskan apa yang terjadi hari ini dan seseorang yang tiba-tiba datang menemui Chaby dan Chaby yang terlihat begitu ketakutan karena wanita asing itu.
Pika bisa merasakan kepanikan Danzel dari nada bicaranya. Danzel minta padanya untuk terus mengamati Chaby dan wanita itu sampai pria itu datang.
Didepan sana, rasanya Chaby ingin lari sekarang juga namun lututnya terlalu lemas. Ia tidak berdaya. Tidak ada yang bisa dilakukannya. Wanita didepannya itu terus menampilkan senyum sinis dan wajah dinginnya. Aura jahat dan gelapnya begitu mendominasi. Dari dulu selalu begitu.
"Kau tahu aku mencari kalian selama bertahun-tahun ini?"
Chaby terus menunduk, hanya terus mendengar wanita itu berbicara.
"Aku memang sering mengatakan menyesal telah melahirkanmu karena kelahiranmu membuat karirku hancur dan menyalahkan semuanya kepadamu. Tapi kau tidak harus kabur seperti ini. Bagaimana aku bisa melampiaskan sakit hati dan rasa stres ku kalau kau tidak berada di dekatku? Ayolah, semua ini membuatku jadi bertambah gila."
"Karena aku mengalami rasa sakit saat melahirkanmu, bukankah kau juga harus merasakan hal yang sama?"
Chaby refleks mundur ketika wanita itu maju mendekat. Ia harus kuat. Ia harus melawan rasa takutnya. Setidaknya ia harus bertahan. Sudah cukup selama ini ia menderita karena mamanya. Hidupnya sudah bahagia sekarang dan traumanya mulai hilang namun wanita itu malah datang.
"Ayo ikut aku. Kau tidak pantas berada disini. Kita berdua harus sama-sama saling berbagi derita bukan?"
Wanita itu tiba-tiba menarik tangan Chaby kasar. Memaksanya untuk mengikutinya. Namun Chaby menolak keras. Ia mendorong wanita itu dan mencoba lari tapi wanita itu kembali mencengkeram tangannya begitu kuat. Kekuatan Chaby tidak bisa dibandingkan dengannya.
Pika yang sejak tadi hanya melihat dari kejauhan langsung berlari cepat saat melihat Chaby di tarik-tarik paksa oleh wanita itu. Ia membantu gadis itu melepaskan diri dari cengkeraman wanita itu. Menurut Pika perempuan tua itu sudah tidak waras. Obsesinya untuk menyakiti anak kandungnya sendiri amat besar. Orang aneh. Psikopat. Lebih baik di masukan ke rumah sakit jiwa saja.
__ADS_1
"Apa yang anda lakukan, lepasin teman saya!" teriak Pika membantu Chaby melepaskan diri dari wanita itu namun wanita itu sangat kuat. Pika sampai-sampai merasa kewalahan namun tapi tetap tidak mau menyerah.
Sekarang masih jam belajar. Di jalan depan sekolah itu pun tidak ada orang lain, hanya mereka. Satpam terlalu jauh di dalam sana, dan mobil-mobil berseliweran di jalan. Tak ada orang lain yang bisa ia minta bantuan. Berteriak tak ada gunanya. Ia mulai merasa gelisah.
Aduh, kak Decklan sama kak Danzel kenapa lama banget datangnya. Pika berdoa dalam hati. Raut wajahnya cemas. Ia terus membantu Chaby lepas dari wanita itu.
Wanita tua itu mulai kesal pada Pika. Gadis brengsek itu membuatnya emosi. Ketika dilihatnya sebuah mobil melaju dari jauh dengan kecepatan tinggi, tanpa pikir panjang ia langsung mendorong kuat tubuh Pika mengarah ke jalan tepat ketika mobil itu melewati jalanan didepan mereka.
Detik itu juga tubuh gadis itu melayang ke udara dan terhempas dengan keras ke jalan. Chaby sangat kaget dan langsung syok. Pika sempat melihat kearahnya sebelum akhirnya matanya tertutup tak sadarkan diri. Darah segar keluar dari tubuhnya. Mobil yang menabraknya tadi berhenti mendadak.
"PIKAAA!"
Terdengar teriakan kencang seorang lelaki dari ujung sana. Pria itu berlari cepat ke jalanan dengan wajah panik, menghiraukan mobil-mobil lain yang berlalu lalang.
🌴🌴🌴
Gimana ceritanya sampe sini guys?
Ada yang penasaran bab selanjutnya bakalan kayak gimana?
Ikutin terus ceritanya yah🤗
__ADS_1
Jangan lupa kasih like sama komentar juga kalo kalian suka sama ceritanya.
Nanti aku usahain buat update dua bab tiap harinya yah🙏