
Terpaksa deh Chaby membuat lagi Sanwich yang baru buat sang putra, akibat gosong karena ulahnya sendiri. Ia dan Decklan sarapan makanan yang ada di meja makan buatan Danzel tadi. Tinggal dipanaskan sedikit papa mama dan anak itu maka bersama. Sebenarnya Decklan sudah sarapan tadi sebelum ke sini, tapi melihat istri dan anaknya makan, ia jadi ingin makan lagi.
Habis makan ketiganya bersantai di sofa ruang duduk. Arion kembali sibuk dengan permainannya, sementara Decklan bersedekap dada memandang istrinya. Ia kembali jengkel mengingat dirinya yang di pukul tadi. Sisa-sisa sakit dikepalanya masih ada.
"Lain kali kamu mukulin aku kayak tadi lagi, aku bakal..."
"Bakalan apa?" potong Chaby langsung, bersedekap dada dan balik menatap Decklan galak.
"Bakalan hukum aku lagi kayak yang dulu-dulu waktu kita awal-awal pacaran sampai nikah? Nggak mempan wleee.." ledek Chaby memeleletkan lidahnya ke suaminya. Decklan ingin membalas perkataan sang istri tapi pria itu tiba-tiba menyadari sesuatu.
Decklan terdiam sebentar, tak bergeming. Ia menatap istrinya lama. Chaby sampai keheranan menatap suaminya.
"Kak Decklan?" panggilnya tapi pria itu terus mematung.
"Kak Decklan, aku salah ngomong ya? panggilnya lagi.
__ADS_1
"Ingatan kamu udah pulih? Kamu udah ingat semuanya lagi sekarang?" tanya Decklan memastikan apa yang dia dengar tadi. Walau Chaby tidak secara langsung mengatakan ingatan sudah pulih, perkataannya membuat Decklan berpikir begitu.
Chaby ikut terdiam. Oh iya. Padahal ia mau bilang tadi tapi dia lupa. Lalu gadis itu menganggukkan kepala sambil tersenyum menatap suaminya.
"Kak Decklan belum batalin janji mau bawa aku bulan madu ke Paris kan?" gumam Chaby pelan, kemudian dia merasakan suaminya memeluknya erat-erat sampai ia kesulitan bernafas.
"Kak Deck..lan..."
Decklan tidak peduli. Ia tetap memeluk sang istri kencang-kencang. Menyalurkan seluruh kebahagiaannya pada istri tercintanya. Tidak apa-apa deh kena pukul hari ini. Ia tidak akan membuat perhitungan lagi. Ada kebahagiaan paling besar yang ia rasakan karena Chaby mengingat kenangan mereka lagi.
"Kak Decklan jangan macam-macam, ada Arion di sini." ucap Chaby pelan.
"Kan kita olahraganya di kamar mandi sayang. Ari nggak bakalan liat. Yang penting suara des*h kamu nggak kuat." bisik Decklan lalu tanpa aba-aba mengangkat tubuh Chaby.
"Kak Decklan!" pekik Chaby tertahan. Tangannya refleks melingkar ke leher Decklan. Arion menatap kedua orang dewasa itu sebentar.
__ADS_1
"Papa sama mama mau kemana?" tanya bocah itu. Berbeda dengan Chaby yang gelagapan di tanya seperti itu, Decklan malah santai.
"Mau bantuin mama kamu bikin adek, Arion main sendiri sepuluh menit ya sayang." ujar Decklan. Ari awalnya bingung maksud perkataan papanya. Namun pada dasarnya bocah itu memang penurut, jadi dia menurut saja dan lanjut bermain.
Chaby tidak bisa berkata-kata lagi. Ia membiarkan dirinya dibawa oleh Decklan ke kamar. Decklan tidak teringat untuk mengunci kamar, tapi kamar mandi ia kunci. Decklan mengisi bathup dengan air hangat lalu membantu menurunkan Chaby, membantunya membuka pakaian tidur yang masih melekat ditubuh gadis itu, dan membuka pakaiannya sendiri, kemudian mengangkat sang istri lagi masuk ke dalam bathup.
"Aku rindu bercinta sama kamu di kamar mandi." gumam Decklan. Mereka memang belum pernah berhubungan intim didalam kamar mandi sejak Chaby ditemukan.
Decklan berbaring didalam situ dengan tubuh Chaby duduk di perut datarnya. Chaby yang merasa tidak nyaman dengan kalung di lehernya, membuka kalung itu dan meletakkannya di sisi bathup tepat di didekat kepala Decklan, yang menyebabkan dadanya yang masih tetap kencang itu berada tepat didepan wajah suaminya.
Decklan tidak dapat menahan diri lagi dan langsung menangkap dada itu membuat Chaby menjerit jengkel.
"Kak Decklan jangan kuat-kuat gigitnya dong, sakit tahu." celetuk Chaby. Tapi Decklan seolah tidak peduli dan terus mengemutnya dengan buas.
Kedua tangan Chaby meremas rambut di kepala suaminya itu dengan geram. Decklan semakin menjadi-jadi. Astaga, sepertinya ia harus rajin meminum suplemen supaya tubuhnya prima saat menghadapi suaminya melakukan adegan dewasa ini. Ia heran kenapa suaminya ini tidak pernah merasa capek ketika mereka melakukan hubungan intim. Padahal mereka sudah terlalu sering melakukannya. Walau Chaby sendiri menyukai sentuhan-sentuhan sang suami yang rasanya begitu nikmat, tapi kadang ia juga merasa tidak sanggup karena suaminya sangat buas saat menidurinya. Pokoknya setelah ini ia harus segera konsultasi ke dokter, untuk menanyakan suplemen apa saja yang bisa membuat keadaan tubuhnya selalu prima saat berhubungan intim dengan suaminya kapan saja. Ia juga ingin menyenangkan suaminya, mengingat sudah enam tahun mereka terpisah.
__ADS_1
Kedua tangan Decklan turun mengelus-elus paha Chaby serta pinggul ramping milik sang istri. Jarinya sudah tidak sabar dan langsung masuk ke dalam kehangatan yang sudah tercipta pada pusat tubuh istrinya.