
Chaby menatap Decklan dari balik punggung Pika.
"Dua, tiga? Wleeee...." entah keberanian darimana Chaby malah meledek cowok itu sambil menjulurkan lidahnya pada Decklan. Setelah itu ia cepat-cepat bersembunyi di belakang Pika lagi.
Decklan mengulum senyumnya. Oh rupanya gadisnya ini mau main-main sama dia. Cowok itu maju selangkah lalu dengan sekali sentak Chaby sudah berada disampingnya, memeganginya kuat-kuat dan menggelitik pinggangnya hingga gadis itu tertawa karena geli.
Beberapa orang yang berdiri dekat situ menatap mereka keheranan, tapi Decklan tidak peduli. Ia terlalu gemas tiap kali melihat Chaby melakukan hal-hal lucu begitu.
"Mau ngelawan aku lagi, hm?" gumam Decklan terus-terusan menggelitik Chaby.
"Ampun bos ampun.." ucap Chaby minta ampun di sela-sela tawanya.
"Decklan, mereka siapa?" tanya Elsa akhirnya. Ia merasa tidak suka melihat perlakuan Decklan pada cewek yang entah siapa itu.
Decklan menghentikan kegiatannya dan menatap Elsa. Iya baru sadar ternyata gadis itu masih ada.
Sebenarnya akhir-akhir ini Decklan merasa cukup terganggu karena Elsa sering bertanya dan bicara dengannya. Ia tahu perempuan itu sengaja mau mendekatinya namun pakai alasan tanya tugas atau apalah.
"Kenalin, ini Pika adik gue dan yang ini Chaby, tunangan gue."
"Jadi lo udah punya tunangan?
Suara itu datang dari belakang Elsa. Seorang cowok berambut pirang yang baru saja keluar dari ruangan kelas di belakang mereka. Namanya Huga, teman sekelas dan sekamar Decklan.
Elsa cukup kaget mendengar perkataan Decklan tadi tapi tetap memaksakan seulas senyum. Pika didepannya tertawa puas.
"Pantes aja selama ini gue ajakin lo kencan buta sama cewek-cewek lo nggak mau. Udah punya yang cakep ternyata." Hugo menatap Chaby dengan alis naik turun. Decklan memang punya selera tinggi. Ceweknya aja secakep ini, batinnya.
"Kenalin gue Hugo, temen terbaiknya Decklan nomor satu." ucap Hugo kemudian dengan sangat percaya diri. Orang memang kadang-kadang lebay begitu.
__ADS_1
Pika menyambut tangan cowok itu yang ingin bersalaman sedang Chaby masih menatapnya aneh kemudian berbisik di telinga Decklan.
"Kan temen baiknya kak Decklan cuman kak Bara sama kak Andra, kok dia ngaku-ngaku sih?" bisik Chaby merasa keberatan. Kakinya berjinjit-jinjit karena tinggi badan Decklan yang cukup jauh dengannya. Ia nggak terlalu suka sama cowok yang bilang namanya Hugo itu bahkan gadis itu malah membuang muka saat Hugo mau bersalaman dengannya membuat Hugo menggaruk kepala bingung menatap Decklan. Emangnya dia salah apa?
Decklan hanya tersenyum geli menatap Chaby. Sebelah tangannya terangkat mencubit pipi gadis itu.
"Namanya siapa?" tanya Hugo menatap Decklan.
"Chaby " jawab Decklan.
Hugo menatap Chaby lagi dengan senyuman lebar.
"Chaby, gue salah apa yah? Kok lo kayak nggak suka sih sama gue." padahal menurut Hugo sendiri dia adalah tipikal cowok yang ramah dan gampang akrab dengan semua orang, tapi sih pacarnya Decklan ini malah menatapnya penuh permusuhan.
"By, lo kenapa sih? Kok tiba-tiba gitu?" tanya Pika heran, Chaby nggak biasanya akan bersikap begitu pada orang.
"Dia sok deket sama kak Decklan Pika, aku nggak suka." jawabnya ketus. Mata Hugo sukses membulat lebar.
Selama inikan Elsa terus ngedeketin Decklan, bahas ini bahas itu, pura-pura nanya tugas nggak tahunya cuman pengen deket aja sama Decklan. Eh nggak tahunya Decklan udah punya orang. Emang sih pacarnya ini kekanakan, tapi kalau Hugo jadi Decklan ia juga lebih milih cewek macem Chaby ini karena menurutnya menarik dan nggak sok tunjukkin kalo dia cewek sempurna seperti yang dilakukan Elsa ini.
Menurutnya, orang yang selalu nunjukin sisi baiknya didepan orang lain justru punya banyak hal tersembunyi dalam diri mereka yang mereka nggak mau orang lain tahu.
"Chaby, Pika, kok disini?"
suara Andra membuat mereka semua menoleh pada Andra dan Bara yang berjalan kearah mereka. Chaby langsung tersenyum senang, berlari kecil ke arah dua cowok yang baru datang itu dan mengaitkan tangannya ke lengan mereka. Bara dan Andra saling berpandangan bingung. Mereka ikut-ikut saja saat Chaby membimbing mereka dan berhenti didepan Decklan dan Hugo.
Decklan dari tadi hanya menatap gadis itu gemas. Seolah bisa mengerti pikiran Chaby, ia tahu apa yang akan di katakan gadis itu selanjutnya.
"Liat nih, yang temen terbaiknya kak Decklan itu kak Bara sama kak Andra. Kakak ini baru kenal aja udah sok deket banget sama kak Decklan." katanya dengan wajah jutek. Hugo melongo lalu tertawa lebar.
__ADS_1
"Ya elah itu doang ternyata." ia merasa lucu. Bara dan Andra yang baru datang terlihat bingung.
"Cewek lo lucu Lan." kata Hugo lagi melirik Decklan. Decklan hanya tersenyum. Jelaslah lucu, karena itu ia jatuh hati. Kapan lagi punya pacar menggemaskan seperti Chaby. Chaby mungkin ada banyak kekurangan, tapi Decklan bisa mengisi kekurangan yang ada pada gadis itu jadi mereka bisa saling melengkapi. Nggak semua pasangan yang dua-duanya harus sempurna di mata orangkan.
"Gimana caranya kalian masuk?" tanya Bara melirik Pika. Kampus mereka itu cukup ketat untuk orang luar, jadi Bara merasa penasaran dengan caranya dua bocah ini bisa masuk.
"Oh, kita di bantu Nana." sahut Pika.
Nama Nana sukses membuat Bara, Decklan dan Andra menatap Pika. Kalau di pikir-pikir semenjak kecelakaannya Pika dan saat mereka kembali masuk sekolah, mereka jarang sekali melihat Nana meski sekelas. Cewek itu sepertinya menghindari mereka.
Buat Decklan sih nggak ngaruh apa-apa. Toh dia lebih senang karena cewek itu nggak ganggu dia lagi.
"Nana sekarang kerjanya jadi model dan ada pemotretan di kampus ini kak. Aku sama Chaby ketemu didepan tadi." jelas Pika. Yang membuat ketiga cowok itu merasa lebih aneh lagi karena Nana kok bisa bersikap ramah. Bukannya dia nggak suka sama Chaby dan Pika.
Pika yang seolah tahu arti tatapan cowok-cowok itu kembali menjelaskan.
"Pokoknya kakak-kakak sekalian nggak usah khawatir. Nana nggak jahat lagi kok. Dia juga udah move on dari kak Decklan. Tadi dia minta maaf karena udah kasar sama kita dulu. Kita juga udah temenan sama Nana sekarang." ucap cewek itu panjang lebar. Chaby ikut mengiyakan.
"Pokoknya kalo kak Andra liat Nana sekarang pasti suka deh. Soalnya Nana udah jadi cantik banget, iyakan Pik?" kata Chaby polos sementara Pika hanya mengangguk sambil menahan tawa.
"Hubungannya apa sama gue dodol." ujar Andra mencubit kedua pipi Chaby gemas.
Hugo menatap mereka bingung.
"Kayaknya gue sama Elsa nggak ngerti arah pembicaraan kalian deh. Gimana kalo kita ke kantin aja?" ajaknya kemudian.
"Ayo!" Chaby tiba-tiba memegang lengan Hugo semangat. Ia sangat senang mendengar nama kantin karena pasti mau makan. Hugo sampai terheran-heran. Perasaan tuh cewek tadi anggap dia musuh deh.
Decklan cepat-cepat menarik Chaby menjauh dari Hugo dan menjitak pelan kepala gadis itu.
__ADS_1
"Pacar kamu itu aku, kok megang-megang dia?" Chaby tersenyum lebar menatap cowok itu, diikuti tawa yang lain. Dasar Chaby.
Mereka semua sama sekali tidak menyadari Elsa sudah terlihat kesal bukan main karena cemburu.