
Rasa bosan yang di rasakan Kinar akhirnya terbalas sudah ketika dokter Gea mengizinkan Kinar pulang, rasa bahagia tidak dapat di hindari dari wajah nya dan Astrea mamah nya, ini lah momen yang paling di tunggu Kinar, meski dokter menyarankan agar Kinar harus lebih banyak istirahat karena tulang yang patah pada dada nya sewaktu waktu bisa membuat nya sesak.
Begitu sampai di rumah nenek nya ia di sambut begitu antusias oleh nek Popon dan bi Narsih. Dengan di tuntun Astrea untuk duduk di sofa
"Terima kasih nek, bi Narsih terima kasih"ucap Kinar ketika ia sudah duduk
"Sama sama mbak"
"Akhir nya hari hari yang begitu kelam berakhir juga, mudah mudahan ini terakhir kali nya kamu masuk rumah sakit nak"Kinar tersenyum, siapa pun yang melihat senyum nya saat ini, semua tidak akan menyangka jika ia baru saja terbangun dari koma nya, Nina selalu mengembangkan senyum di bibir nya.
"Nin, terima kasih banyak ya"
"Sstt"Nina menutup bibir Kinar dengan jari nya"Jangan mengucapkan apapun pada ku bestie, aku tidak akan pernah lelah menjaga mu sampai kapan pun"
"Jangan begitu, apakah kau ingin seumur hidup mu menjaga ku?"Nina tersenyum"Aku juga ingin melihat mu bahagia dengan pria pilihan mu, bukan kah kau sudah memiliki kekasih? Jangan katakan kalau kau jatuh cinta pada ku?"Nina tertawa terbahak bahak
"Aku sudah pernah mengatakan pada mu, kalau aku wanita normal, sudah tentu sedikit pun aku tidak tertarik pada mu"semua tertawa mendengar ucapan Nina, sahabat tak kan menghilang ketika masalah datang, tapi mengandeng tangan mu dan menghadapi nya bersama sama.
Irsyad ingin membuktikan pada istri dan kedua mertua nya kalau ia benar benar berubah, ia begitu bersemangat mengawali kerja nya, bahkan Ica yang selalu memandang nya tidak di hiraukan. Sekarang ia ingin fokus dengan pekerjaan nya, bahkan ia begitu bersemangat untuk menyambut kelahiran calon buah hati nya, ia tidak perduli kehadiran nya di ingin kan atau tidak, bagi nya ketika istri nya melahirkan nanti ia ingin berada di samping nya. Senyum bahagia terukir di bibir nya yang seksi
"Masuk" ketika ia mendengar suara ketukan di pintu ruangan nya
"Maaf pak, ini ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani pak, semenjak bapak berada di Jogja semua nya tidak ada yang menghandle nya pak"
"Letakan di atas meja"
"Tapi pak,,,"
"Apa kurang jelas?"
"Ah tidak pak"
"Jika tidak ada lagi yang ingin di bahas, kau boleh keluar"ucap Irsyad tanpa melihat ke arah Ica.
__ADS_1
Ica begitu heran melihat perubahan sikap Irsyad yang begitu dingin terhadap nya, apa yang sedang terjadi pada nya. Irsyad belajar dari kesalahan nya untuk memperbaiki semua nya.
Jam istirahat, waktu nya makan siang untuk semua orang tidak terkecuali Irsyad, ia masih begitu sibuk di depan laptop nya. Hari ini ia entah mendapat energi dari mana sehingga sedikit pun ia tidak merasa lapar, ia mengusap wajah nya dengan menggunakan tangan kiri nya, tiba tiba ia teringat dengan kondisi Kinar yang sedang tidak sadar kan diri
"Apakah Kinar sudah bangun dari koma nya atau,,,?"Ia memegang ponsel nya, ia ingin menghubungi Nina, karena ia pasti saat ini yang paling tau dengan kondisi istri nya,
"Aku hanya ingin tau keadaan nya saat ini. Maaf pa, aku telah melanggar janji ku" Irsyad menekan nomor Nina, terhubung. Nina mengambil ponsel nya yang bergetar
"Mau apa lagi manusia robot ini?"batin nya
"Sebentar ya Kin, aku angkat ponsel ku dulu"
"Akhir nya kekasih mu menghubungi mu juga"Nina tersenyum, apa jadi nya jika Kinar tau kalau yang menghubungi nya adalah suami robot nya
"Ya"sahut Nina begitu dingin
"Nin"panggil Irsyad pelan, kenapa manusia robot suara nya begitu lembut, apa dia sedang kesambet ya, atau otak nya lagi keseleo?
"Aku hanya ingin tau tentang keadaan Istri ku, Nin?"
"Wow,, hebat banget ya pak, setelah apa yang bapak lakukan pada Kinar, bapak masih berani menanyakan keadaan nya?"Nina tertawa
"Aku hanya ingin tau keadaan nya Nin"mungkin jika Kinar yang mendengar suara Irsyad yang lembut, pasti hati nya akan luluh macam kerupuk kena siram kuah soto. Tapi Nina bukan Kinar yang akan mudah percaya dengan Irsyad si manusia robot.
"Untuk apa? Untuk bapak sakiti kembali?"
"Tidak Nin, aku hanya khawatir"lagi lagi Nina tertawa terbahak bahak
"Khawatir? Selama ini kemana saja rasa khawatir nya pak? Sekarang baru bawa rasa khawatir segala, gak lucu tau"
"Aku benar benar khawatir Nin"
"Buang jauh jauh rasa khawatir pak Irsyad, karena percuma"
__ADS_1
"Maksud kamu apa?"
"Maksud kamu apa? Pakai nanya lagi? Aduh pak Irsyad, jangan bilang saat ini pak Irsyad lagi ke sambet setan yang nama nya amnesia, jika itu benar akan sulit untuk di sembuhkan, tapi jika memang bapak kesambet setan yang bernama amnesia satu permintaan ku, pak?"
"Kau ingin agar aku tiada?"
"Tidak akan semudah itu pak Irsyad Malik Ibrahim tiada, karena aku mau sebelum pak Irsyad tiada harus ada pembalasan terlebih dahulu dari Kinar?"
"Jika aku harus mati di tangan Kinar, aku rela Nin. Bahkan jika Kinar meminta ku untuk terjun bebas dari gunung pun aku rela, hanya satu pinta ku Nin, jika Kinar melahirkan izinkan aku berada di samping nya"
"Jika Kinar melahirkan suami robot seperti anda berada di samping nya, yang ada bayi nya tidak mau keluar, karena lebih baik dia berada di perut ibu nya selama nya, dari pada harus melihat ayah nya yang jahat"
"Tolong jangan bicara seperti itu Nin"
"Waduh gawat ni, ternyata pak Irsyad benar benar kesambet setan yang bernama amnesia, kalau cuma keseleo tidak mungkin berubah 380 derajat"batin Nina
"Selama ini aku hanya pegawai pak Irsyad, jadi jangan ucapkan kata tolong pak, karena telinga ku gatal mendengar nya"sejak kapan manusia robot kalau bicara tidak pakai emosi, ini patut di curigai, atau ini hanya modus nya agar ia bisa kembali dengan istri nya
"Perlu anda ketahui pak, aku bukan Kinar yang akan percaya begitu saja dengan setiap ucapan pak Irsyad"
"Aku tidak memaksa mu untuk mempercayai semua ucapan ku, Nina"lagi dan lagi Nina di buat terheran heran"Aku hanya ingin tau keadaan istri ku saat ini?"tanya Irsyad pelan"Salah kah jika aku hanya ingin mengetahui keadaan nya?"
"Salah, bahkan salah pakai banget, udah ah mendengar ocehan pak Irsyad, saya menjadi lapar"
"Nin"panggil nya pelan
"Maaf ya pak, aku tidak akan semudah itu memercayai bapak"tep, ponsel langsung di matikan Nina. Sementara Irsyad langsung menyandarkan tubuh nya di kursi kebesaran nya.
"Ternyata begitu sulit untuk mengembalikan kepercayaan seseorang yang sudah tidak percaya lagi sama kita, tetapi aku tidak akan semudah itu menyerah Kinar, aku akan melakukan apapun agar kau mau memaafkan dan mempercayai semua ucapan ku, Kinar"ucap nya lirih
Untuk pertama kali nya ia merasakan penyesalan. Perasaan dimana ia merasakan kasihan dan membenci pada diri nya sendiri.
Pintu maaf kini telah tertutup rapat, kesalahan yang mendalam kini tertinggal jauh dalam jejak perjalanan. Semua yang terjadi kini tidak mungkin bisa kembali, hanya kata maaf atas khilaf yang telah di lakukan yang bisa di ucapan
__ADS_1