
Mulai hari ini Nina tidak lagi bekerja di perusahaan Irsyad karena ia sudah tidak merasa nyaman apa lagi Kinar juga sudah tidak satu kantor lagi denah nya dan itu membuat nina semakin tidak nyaman
tok,,tok,,tok, ketuk Nina di depan pintu ruangan Irsyad
"Ya masuk"suara Irsyad terdengar dari dalam, Nina memutar handle pintu
"Maaf mengganggu waktu nya pak"
"Kau, ada apa kau kemari? Saya tidak memanggil mu" Nina mendekati meja Irsyad
"Saya keruangan bapak hanya ingin mau mengantar surat pengunduran diri saya pak"
"Kau mau Resign?"
"Saya mau kembali ke Jogja pak" Irsyad memandang Nina
"Apa kau akan menikah?"
"Itu salah satu alasan saya kenapa saya Resign pak" Irsyad diam terpaku dengan menatap surat pengunduran diri Nina
"Apa kau sudah tau dimana keberadaan Kinar?"
"Tidak pak, kenapa bapak bertanya pada saya bukan kah bapak suami nya dan seharusnya bapak mencari nya?"tanya Nina"Kinar meninggalkan bapak sudah satu bulan tapi sampai sekarang pak Irsyad belum menemukan keberadaan Kinar?"
"Saya sudah berusaha Nin bahkan sampai detik ini saya mencari nya, tapi tidak ada hasil nya"
"Karena pak Irsyad mencari Kinar tidak dengan sungguh sungguh"
__ADS_1
"Apa maksud mu!!??"
"Percuma bicara dengan pak Irsyad karena pada akhir nya akan ribut"ucap Nina dengan meninggalkan Irsyad
"Jangan membuat saya emosi Nina!!?"
"Santai pak jangan marah, tanpa saya bicara pak Irsyad juga akan emosi"kata Nina"seorang pak Irsyad tidak dapat menemukan keberadaan istri nya selama satu bulan bukankah itu sungguh aneh?"lanjut Nina"apa bapak tidak khawatir dengan kata kata Kinar kalau dia akan melenyapkan bayi yang berada di rahim nya?"
"Jangan membuat saya menjadi khawatir Nin" Nina merasa geli mendengar kata kata Irsyad
"Kenapa pak Irsyad merasa khawatir dengan ucapan saya?bisa saja kan Kinar menggugurkan calon bayi nya jika dia selalu ingat dengan perlakuan pak Irsyad pada nya?"
"Kinar tidak mungkin melakukan hal itu karena saya yakin Kinar begitu mencintai calon bayi nya"
"Apa bapak benar benar lupa kalau dia sangat membenci ayah calon bayi nya?"Irsyad terdiam mendengar ucapan Nina"sudah satu bulan ini Kinar juga tidak pernah menelpon saya pak, bisa saja setelah dia menggugurkan calon bayi nya setelah itu Kinar jatuh cinta pada seorang lelaki yang bisa mencintai nya dengan ikhlas"
"Kenapa bapak begitu marah?"tanya Nina dengan senyum sinis"mungkin saja sekarang ini Kinar sudah bahagia dengan laki laki lain"
"Jika saya tidak mendapat kan nya maka orang lain juga tidak akan mendapatkan nya"
"ha,,"Nina begitu terkejut"apakah pak Irsyad akan membuat Kinar tiada?"tanya Nina"jika memang Kinar mendapatkan pengganti pak Irsyad itu arti nya pak Irsyad harus merelakan nya bukan kah Kinar juga berhak untuk bahagia? jangan terlalu mementingkan kebahagian bapak sendiri"
"Itu tidak mungkin,, dan Kinar tidak mungkin melupakan saya begitu saja. Mungkin Kinar memang membenci saya tapi dia tidak pernah membenci calon anak saya" Nina tertawa terbahak bahak sampai ia lupa sekarang ia berdiri di depan siapa, ini kesempatan bagi Nina membalas semua perlakuan Irsyad pada Kinar sahabat nya
"Ha..Ha..Ha.. Tidak pakai mungkin pak tapi Kinar memang sangat membenci pak Irsyad. Dan kenapa pak Irsyad begitu percaya diri? Kinar bisa saja melakukan semua nya karena mengingat selama menikah dia tidak pernah mendapatkan kebahagian sedikit pun dari suami nya apakah pak Irsyad lupa akan hal itu?" kali ini Irsyad hanya diam tanpa bicara karena selama menikah dengan nya Kinar tidak pernah di buat nya bahagia sekali pun
"Saya tidak percaya akan hal itu"
__ADS_1
"Harus berapa kali saya katakan pak, jangan terlalu percaya diri karena rasa percaya diri itu yang akan nanti nya membuat diri pak Irsyad akan hancur"
"Kau mengancam saya!!???"Nina tertawa terbahak bahak kembali"hentikan tawa mu!!"Nina sampai mengeluarkan air mata
"Mengancam seorang Irsyad Malik Ahmad itu suatu hal yang tidak mungkin, dan untuk apa saya mengancam? Saya hanya ingat dengan kata kata Kinar sebelum dia pergi dari mu pak Irsyad!!!bentak Nina sehingga membuat irsyad terkejut"saya bukan Kinar yang diam saja ketika di sakiti dan saya juga sangat bersyukur Kinar meninggalkan suami egois seperti pak Irsyad. Jika saya menjadi Kinar mungkin saya akan meracuni anda sampai anda tiada tapi sayang Kinar memiliki hati yang begitu luas sehingga di sakiti berulang kali dengan suami nya dia tetap memaafkan nya. Terkadang saya heran terbuat dari apa hati Kinar sehingga bisa selembut itu"kata Nina tanpa rasa takut"percuma bicara dengan manusia robot seperti anda tuan karena anda tidak memiliki hati sedikit pun, saya selalu berdoa semoga Kinar mendapatkan kebahagian nya setelah pergi dari hidup Anda"setelah bicara seperti itu Nina membanting pintu ruangan Irsyad sehingga membuat beberapa karyawan terkejut dengan hal itu
"Apa yang terjadi mbak?"tanya Ica sekretaris Irsyad
"Itu bukan urusan mu dan kamu tidak perlu ikut campur dengan urusan saya!!"bentak Nina membuat Ica menciut"dan sekarang kamu bisa bebas bekerja sama dengan Susan tapi harus kamu ingat Ica kamu akan menyesal jika Irsyad mengetahui nya jika selama ini sekretaris nya ikut andil dengan kepergian istri nya. Ingat itu Ica!!"kata Nina dan berlalu pergi dari hadapan Ica
"Apa yang di katakan mbak Nina itu benar ca?"
"Jangan mempercayai nya"
"Jika hal itu benar maka kamu harus bertanggung jawab Ca"mendengar kata kata dari rekan nya Ica hanya diam dan bergidik ngeri jika mengingat apa yang akan di lakukan bos nya terhadap diri nya mungkin Ica akan menyesal seumur hidup karena melalukan hal yang membuat Kinar pergi jauh dari suami nya. Rasa cemburu pada Kinar membuat Susan melakukan semua nya dengan bantuan Ica
Dengan menahan amarah Nina menyusun semua barang barang nya ke dalam kardus
"Kamu mau kemana Nin?"
"Tempat ini sudah seperti neraka bagi saya mbak, jadi lebih baik saya keluar dari neraka ini sebelum seluruh tubuh saya terbakar"
"Saya tidak paham dengan kata kata kamu Nin?"
"Suatu saat mbak akan mengerti dengan ucapan saya"
Ketika kalian melakukan sesuatu yang baik dan mulia tapi seorang pun tidak memperhatikan nya, maka jangan bersedih. Karena matahari selalu tampil cantik setiap pagi meski sebagian penonton nya masih tidur
__ADS_1