
Hari Minggu yang begitu cerah, Irsyad menikmati secangkir teh buatan istri nya, karena ia bukan pecinta kopi. Kinar duduk dengan menyandarkan kepala nya di kursi santai sedangkan Irsyad memainkan jari istri nya yang kelihatan bengkak
"Jari jari tangan mu membengkak sayang?"tanya Irsyad"Apakah ini terasa sakit?"
"Tidak, dua hari ini aku mengalami kenaikan berat badan"
"Apakah ini bawaan bayi?"Irsyad mengusap perut istri nya
"Mungkin"
"Kok mungkin?"
"Karena hamil ini lah aku mengalami kenaikan berat badan bahkan jari tangan ku menjadi besar semua"
"Pasti terasa tidak nyaman?"Irsyad mencium jari tangan istri nya dan sekarang Irsyad mengalami yang nama nya mode bucin, Kinar ingin tau gimana Irsyad mengalami fase dimana yang ia rasakan dulu. Namun Irsyad masih beruntung karena Kinar masih menganggap nya suami.
"Tadi nya aku tidak nyaman tapi sekarang aku mulai terbiasa dengan kondisi ku seperti ini, aku kelihatan tidak seksi ya?"tanya Kinar manja
"Badan mu semakin berisi dan kelihatan gemoy dan semok"
"Kamu tau bahasa itu dari mana?"Irsyad tertawa
"Suami mu ini bukan pria yang lahir di tahun tujuh puluhan sehingga tidak mengerti bahasa seperti itu"
"Kau semakin pintar menggoda ku"
"Terkadang aku sendiri juga heran, kenapa sekarang aku jadi suka baper bahkan menjadi bucin"Kinar tersenyum, rasa nya di baperin dan di bucinin suami itu terasa indah
"Saat ini diri mu sedang mengalami yang nama nya jatuh cinta"
"Benar kah? Kenapa baru sekarang aku mengalami semua itu?"
"Jangan bertanya pada ku"
"Lalu?"
__ADS_1
"Tanya pada diri mu sendiri"Irsyad terdiam, ia teringat pertama kali menikah dengan Kinar, bukan kebahagiaan yang ia berikan namun rasa sakit yang tak berujung namun syukur sekarang rasa sakit yang Kinar sudah menepi dan berganti rasa bahagia meski ada rasa takut di hati Kinar namun ia berusaha untuk menepis nya
"Maafkan sikap ku yang dulu ya?"Kinar hanya menatap suami nya"Terlalu banyak sekali luka yang aku toreh"ini bukan permintaan maaf yang pertama kali nya Irsyad ucapkan pada istri nya
"Kau tidak perlu meminta maaf lagi pada ku mas, ini yang sekian kali nya kau mengucapkan kata itu"
"Karena ketika aku ingat dengan semua itu hati ku terasa sakit lalu bagaimana dengan hati mu?"ternyata suami nya sudah sadar dari amnesia kalau perbuatan nya telah menyakiti hati nya
"Jangan pernah mengingat ingat hal itu lagi mas, aku sudah berusaha untuk melupakan nya meski sedikit sulit tapi sudah mulai aku lupakan"Jawab Kinar"Bukan mudah bagi ku untuk melupakan semua itu, terkadang ada rasa takut ketika aku memberikan kesempatan pada mu, apakah kau akan membuat ku bahagia atau justru luka lagi yang akan kau ciptakan?"Irsyad menatap serius wajah istri nya"Berkali kali aku meyakin kan diri ku sendiri kalau kau akan berubah menjadi suami dan calon ayah yang baik tapi jujur hati ini masih khawatir"Irsyad memeluk tubuh istri nya
"Maafkan aku"
"Jika suatu saat kau membuat ku sakit hati kembali, maaf aku tidak akan pernah memaafkan mu kembali, karena sekuat apapun aku berusaha menerima nya aku tetap manusia biasa mas"
"Ya aku tau itu"Irsyad mencium pucuk kepala istri nya
"Kinarrrr"panggil seseorang membuat mata kedua nya langsung mencari ke arah sumber suara
"Mami!"Kinar dan Irsyad memanggil bersamaan dengan wajah penuh bahagia, Kinar berusaha berdiri dengan di bantu suami nya
"Apa kabar sayang"Tatit langsung memeluk menantu nya dengan penuh kerinduan
"Apa kabar Pi?"dari tadi Irfan menahan emosi nya untuk memberi pelajaran kepada putra nya tetapi niat nya tidak jadi ia lakukan karena melihat sikap putra nya yang berubah
"Baik"jawab Irfan dengan melihat kearah istri dan menantu nya yang masih berpelukan"Bisa kita bicara di luar?"
"Tentu Pi"Irsyad mengikuti langkah papi nya dengan di lihat oleh Tatit dan Kinar, mungkin di taman belakang adalah tempat paling cocok untuk mereka berbicara, Irfan membelakangi Irsyad ketika mereka berdua sudah berada di taman, Irfan memasukkan kedua tangan nya di dalam saku
"Adakah niat di balik bersatu nya kau dengan istri mu?"
"Maksud papi?"
"Kau tidak ada niat untuk menyakiti Kinar kembali?"Irsyad menarik nafas nya, kini ia tau ternyata bukan istri nya saja yang meragukan nya, tetapi juga papi nya bahkan ia yakin mami nya juga memiliki keraguan yang sama seperti papi nya"Bukan papi tidak percaya dengan perubahan mu tetapi papi masih tidak yakin kalau kau tidak akan menyakiti Kinar kembali"
"Aku tidak memaksa papi untuk mempercayai ku apa lagi mami, tetapi aku hanya meminta istri ku untuk mempercayai ku karena dengan Kinar mempercayai ku itu sudah lebih dari cukup Pi"
__ADS_1
"Apakah kau bisa membuktikan jika kau tidak akan menyakiti istri mu kembali?"
"Aku sudah berjanji pada Kinar Pi"
"Papi ini seorang pria Irsyad, kita memiliki darah yang sama, darah papi mengalir dalam tubuh mu. Papi tidak ingin ada yang mengatakan kalau semua perbuatan mu karena meniru papi"irfan membalikan tubuh nya dan menatap Putra nya"Papi tidak pernah melakukan perbuatan yang nama nya selingkuh Irsyad, tapi papi heran dari mana kau mendapatkan sifat seperti itu?"Irsyad hanya diam"Jika kau benar benar ingin kembali pada istri mu rubah lah sifat buruk mu irsyad, dan kau juga harus tau sebentar lagi anak mu akan lahir"
"Aku tau itu Pi"jawab Irsyad dengan menundukkan kepala, ia tidak ingin ketika anak nya dewasa kelak selalu membantah dengan nya dan itu pasti akan membuat nya sakit sama seperti yang di rasakan Papi nya karena sikap nya dulu, pada hal ia tau setiap orang tua ingin yang terbaik untuk putra dan putri nya.
"Karena perbuatan mu hubungan papi, mami dengan kedua orang tua Kinar memburuk"Irfan menarik nafas nya"Dan papi tidak tau bagaimana cara nya memperbaiki hubungan ini? Bahkan mami lah yang terlihat lebih sedih karena Arifin menjauh dari Mami mu"Irsyad menatap ke arah Irfan dengan wajah sendu
"Maafkan atas sikap ku Pi, dan aku telah membawa Kinar tanpa izin dari papa nya"
"Itulah yang papi sesalkan, dimana kejantanan mu sampai kau membawa istri mu tanpa seizin orang tua nya terlebih dahulu?"
"Tapi Kinar masih istri sah ku, pi"
"Setelah apa yang kau lakukan pada nya? Orang tua mana yang rela Ir melihat putri nya di perlakukan seperti itu pada suami nya, dan setelah itu tanpa rasa bersalah kau meminta pada mertua mu untuk membawa Kinar bersama mu"Irfan menatap Irsyad lalu meninggalkan nya
"Pi"panggil Irsyad"Apa papi juga meragukan perubahan sikap ku?"Irfan menaikan kedua bahu nya"Pi"
"Papi hanya takut kau akan menyakiti istri mu lagi"
"Itu arti nya papi masih meragukan ku"
"Tidak semudah itu papi mempercayai mu, Irsyad, dan papi lagi mencari keberadaan Susan"
"Untuk apa papi mencari Susan?"tanya Irsyad dengan wajah terkejut
"Apakah kau masih memiliki hubungan dengan wanita tidak waras itu?"tanya Irfan penuh selidik
"Kenapa papi bertanya seperti itu?"
"Wajah mu tidak dapat di bohongi"
"Aku dengan nya tidak memiliki hubungan apapun lagi Pi, dan sekarang aku hanya ingin menata hidup ku untuk lebih baik demi istri ku dan juga calon anak ku Pi"
__ADS_1
"Apakah ucapan mu bisa dapat di percaya?"
"Untuk kali ini saja papi percaya pada ku, jika papi ingin memberi pelajaran pada nya lakukan lah Pi agar papi percaya pada ku dan lakukan lah apa yang ingin papi lakukan pada nya agar hati papi merasa puas"ucap Irsyad penuh rasa percaya diri"Aku sudah lama tidak bertemu dengan nya bahkan nomor ponsel nya telah aku blokir Pi"Irfan masih menatap wajah putra nya namun wajah itu tidak ada kebohongan, pria yang bisa selingkuh di belakang istri nya bahkan di depan istri nya bisa merubah mimik wajah nya agar semua orang dapat mempercayai nya.