Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Senyum Kemenangan


__ADS_3

Dengan langkah penuh percaya diri dan senyum kemenangan, Kinan meninggalkan dewa yang menatap nya penuh penyesalan. Terkadang istri perlu memberi pelajaran pada suami, agar mereka tau kalau istri sudah tidak bisa lagi hidup bersama kembali setelah ada nya penghianatan.


Flash Back


Kinan menangis dengan mendekap kedua putra nya yang masih balita, ia masih tidak menyangka Dewa yang begitu mencintai nya tega mengkhianati diri nya


Seharusnya peran suami istri saling menghargai satu sama lain, itu menjadi salah satu kunci untuk membina rumah tangga yang panjang hingga akhir hayatnya.


Masalah tidak menghargai dalam hubungan suami istri tidak boleh dianggap remeh, karena jika hal tersebut terus berlanjut, maka dapat membesar sehingga dapat berujung dengan saling menyakiti perasaan satu sama lain.


Hidup itu saling berbagi, jangan hanya mau menang sendiri. Di balik kesuksesan seorang laki-laki ada sosok istri yang membantu. Apa sulit nya jika kita saling mengerti dan menghargai, bukan kah itu lebih indah dari pada mementingkan diri sendiri?


Kinar merasakan haus sehingga membuat nya harus turun kebawah, sebenar nya ia malas tetapi rasa haus tidak dapat berkompromi dengan tenggorokan nya, langkah nya terhenti ketika samar samar ia mendengar suara tangisan. Kinar menempelkan telinga nya ke daun pintu kamar Kinan, pelan pelan ia membuka pintu kamar Kinan, sungguh ia benar benar tidak tega melihat adik perempuan nya menangis dengan mendekap kedua putra nya, ia mengambil Diwa yang berada di dekapan ibu nya


"Kak!"panggil Kinan dengan memeluk Kinar


"Tidurkan dulu putra mu, setelah itu kita bicara"Kinan menggendong Dewo yang sedari tadi hanya menatap nya, ia belum paham tentang masalah yang di hadapi kedua orang tua nya, ia masih terlalu kecil harus menanggung keegoisan ayah nya


"Sekarang Dewo bobok ya sayang?"


"Iya ma"di ciumi nya pipi Dewo dengan menangis, Dewo memang anak penurut, hanya butuh waktu lima menit untuk menidurkan nya, sedang Diwa masih tenang di dalam gendongan Kinar


"Sini kak"kata Kinan dengan mengambil Diwa dalam gendongan Kinar"Aku akan memberi nya asi agar dia juga tidur kak"


"Itu lebih baik"Kinar duduk di sofa dengan mengusap perut nya yang sedikit keram


"Perut kak Kinar sakit?"


"Hanya sedikit keram, aku ke bawah dulu ya ambil minum"Kinan menganggukkan kepala nya, sebelum turun ia mencium pipi Diwa yang gemoy. Sebenarnya Kinan tidak tega harus mengganggu jam tidur kakak nya, karena selain Kinar lelah pasti hati nya masih sakit atas tingkah suami nya, tetapi ia butuh teman untuk mengurangi beban nya.


"Kamu belum tidur nak?"


"Eh mama"panggil Kinar dengan terkejut"Haus ma"

__ADS_1


"Kamu apa tidak bawa minum ke kamar?"Kinar menggelengkan kepala nya"Jangan terlalu sering naik turun tangga"


"Iya ma"


"Mama dari tadi kok tidak dengar suara tangisan anak adik kamu ya Kin?"


"Oh,, Dewo dan Diwa sudah tidur ma, maka nya tidak terdengar"


"Syukurlah, lalu gimana dengan Kinan? Apa dia masih nangis terus?"


"Kinan sudah tidur ma"bohong Kinar, ia hanya tidak ingin melihat mama nya semakin stres


"Mama bukan tidak ingin menemui nya, tapi mama masih tidak tega melihat keponakan kamu yang masih kecil kecil"


"Iya, aku tau kok ma, ya sudah aku ke kamar duluan ya ma"


"Kalau butuh sesuatu panggil saja mama, jangan terlalu sering naik turun tangga"


"Minum lah"Kinar memberikan gelas yang berisi air yang di bawa nya dari dapur


"Bukan kah kakak yang haus?"


"Aku sudah minum, pasti tenggorokan mu terasa kering karena menangis terus"Kinar sering di posisi adik nya, maka nya dia tau"Minum lah, kedua jagoan kecil mu pasti kecapekan karena harus melihat mama nya menangis terus"ucap Kinar dengan memegang pipi gemoy Diwa


"Duduklah kak"Kinar menarik nafas nya dengan menurut ucapkan Kinan"Apa kakak lelah? Kalau kakak lelah, kita bicara nya besok saja ya?"


"Kamu gimana sih, tadi mau ngajak aku cerita, sekarang giliran aku sudah siap kamu malah menunda nya"jawab Kinar dengan menepuk pelan paha Kinan


"Aku bingung harus mulai dari mana kak"


"Apakah kamu masih ingin mempertahan kan rumah tangga mu bersama Dewa?"


"Jujur kak, sebenar nya aku sudah tidak ada niat untuk kembali bersama Dewa, tetapi kedua anak ku masih membutuhkan sosok ayah nya kak"

__ADS_1


"Lalu apa yang ingin kau lakukan?"


"Aku hanya ingin membuat nya menyesal karena telah meninggalkan ku demi wanita lain kak"


"Kau hanya butuh merubah penampilan mu. Maaf sebelum nya, kakak lihat setelah kau melahirkan Diwa wajah dan badan mu tidak terurus dengan baik"Kinan tidak terima dengan perkataan kakak nya"Maaf sekali lagi Nan, bukan niat ku untuk memojokkan mu"Kata Kinar dengan mengusap lengan adik nya"Kita sebagai istri selalu di salahkan, baik makanan yang di masak tidak enak, rumah berantakan, bahkan lebih jahat nya lagi seorang suami tidak pernah jujur dengan penampilan kita, mereka itu egois hanya mementingkan diri sendiri, mereka tidak tau betapa lelah nya harus mengurus dua anak yang masih balita sekaligus"Kinan melihat ke arah perut nya yang memang membesar seperti wanita hamil lima bulan"Suami mu kerja selalu di kelilingi wanita wanita cantik dan modis, pasti dia akan membandingkan diri mu dengan mereka"


"Kalau dia tidak suka dengan ku, kenapa dia menikahi ku?"


"Bukan begitu maksud nya, Nan"ucap Kinar dengan memegang tangan adik nya"Laki laki itu semua kodrat nya egois, kita sebagai perempuan hanya menerima apapun yang di lakukan laki laki, sekuat apapun kita memberi kan sebuah alasan, kita tetap yang salah. Pada hal Dewa tau setelah paska melahirkan, tubuh dan wajah mu banyak perubahan, apa dia pernah jujur pada mu tentang penampilan mu? Tidak pernah bukan? Apa dia juga tidak berpikir anak siapa yang telah kau lahiran?"Kinar tersenyum kecut


"Kenapa kakak tidak melakukan apa yang harus aku lakukan?"


"Kita berbeda Nin"


"Berbeda? Kita adalah wanita yang sama sama di tinggalkan suami nya demi wanita lain"


"Susan adalah wanita yang mas Irsyad kenal terlebih dahulu di banding kan aku"


"Lalu kenapa kakak tidak berusaha untuk mengejar nya dari Susan?"


"Aku sama kamu itu beda Kinan, Dewa suami mu mencintai mu dan selalu memuja mu, sedangkan aku, sudah lah tidak perlu mengatakan apapun lagi tentang mas Irsyad. Yang jelas mulai besok pergilah ke tempat di mana bisa membuang lemak yang berada di perut mu ini dan perawatan juga untuk wajah mu yang kusam, aku yakin kau sudah lama tidak pernah ke salon bukan? Rapikan juga rambut mu agar penampilan mu lebih menarik"kata Kinar dengan memegang perut adik nya"Kau tidak perlu memikirkan Dewo dan Diwa, aku dan mama yang menjaga nya secara bergantian"


"Terima kasih kak, terima kasih"Kinan memeluk erat tubuh kakak nya sembari menangis


"Aku hanya tidak ingin kedua putri mama menjadi janda"bisik Kinar dengan mengusap pucuk kepala adik nya dengan penuh kasih sayang"Jika suatu saat kita harus menjadi janda, aku berharap cukup aku saja yang menyandang gelar itu, tidak dengan kamu Kinan"ia semakin menangis dengan memeluk tubuh kecil kakak nya, sudah lama sekali ia tidak pernah merasakan pelukan lembut kakak nya"Sekarang tidur lah, pasti kau begitu lelah menangis terus"Ucap Kinar dengan melepaskan pelukan nya"Besok pagi pergi lah, senang kan diri mu"Kinar menangkup kedua pipi adik nya"Kau tidak perlu khawatir dengan kedua jagoan mu"


"Terima kasih kak"Kinar menganggukkan kepala dengan tersenyum, ia melangkah meninggalkan kan Kinan yang masih memandang nya dengan terharu.


Sejak saat itu Kinan begitu semangat melakukan perawatan hanya demi mengembalikan suami nya dari pelukan pelakor


Flash On


Ternyata apa yang di saran kan oleh kakak nya benar, Dewa sekarang justru mengharapkan nya kembali dan tidak ingin berpisah dari nya.

__ADS_1


__ADS_2