Istri Yang Setia

Istri Yang Setia
Berkunjung


__ADS_3

Tatit bersama suami nya hari ini berkunjung di rumah Arifin mereka ingin menanyakan keberadaan Kinar, karena sudah satu bulan Kinar menantu nya pergi meninggalkan kota Jakarta tanpa ada kabar


"Kinan"panggil Tatit


"Eh Tante Tatit apa kabar?" tanya Kinan dengan memeluk Tatit"apa kabar om"tanya Kinan setelah melepas pelukan nya pada Tatit


"Baik sayang, mama kamu ada?"


"Ada tan, mari tan duduk dulu Kinan panggil mama dulu tan"Tatit dan Irfan duduk di ruang tamu dengan menatap seluruh ruangan, Tatit tidak melihat Poto pernikahan Kinar dan putra nya. Tatit yakin Astri pasti sangat membenci Irsyad sehingga Poto pernikahan anak nya tidak terpajang di ruangan mana pun


"Mbak Tatit" panggil Astri dengan memeluk kakak ipar nya


"Kamu apa kabar As?"


"Baik mbak"


"Kenapa kamu tidak pernah menelpon saya?" tanya Tatit dengan menarik tangan Astri untuk duduk di sebelah nya, Astri hanya diam dengan memandang Tatit"apa kah kamu marah dengan saya?"


"Tidak mbak"


"Lalu kenapa kamu tidak memberi kabar kepada saya?"


"Apa yang harus saya katakan mbak?"


"Tentang Kinar dan calon cucu saya, apa kamu sudah tau dimana Kinar berada?"Astri ragu untuk mengatakan pada Tatit, karena Astri yakin pasti Tatit akan menjemput Kinar untuk kembali ke Jakarta. Sementara Kinar sedang menata hidup nya kembali di Jogja dan Astri tidak ingin merusak semua nya dengan mengatakan pada Tatit"kenapa kamu diam Astri? Apa kamu tau dimana kinar berada?"tanya Tatit kembali dengan memegang tangan Astri, mata nya begitu memohon agar Astri memberi taukan keberadaan Kinar putri nya"apa kamu tidak percaya pada saya?"


"Bukan begitu mbak"


"Lalu apa Astri? kamu tidak percaya pada saya?"Tatit masih memegang tangan Astri"Kinar bukan saja menantu saya Astri tapi dia juga keponakan saya, ibu dari calon cucu saya, dan apa kamu tau saya begitu mengkhawatir nya?"ada binar kesedihan di wajah nya yang cantik"apa kamu takut kalau akan saya mengatakan pada Irsyad tentang keberadaan Kinar?"


"Bukan begitu mbak"


"Kamu selalu mengatakan bukan begitu mbak, saya melihat keraguan di mata kamu Astri dan itu terlihat sangat jelas"


"Maafkan saya mbak".


"Apa kamu sudah tau dimana sekarang Kinar berada?"tanya Tatit kembali dengan menatap wajah Astri begitu dalam. Sementara Irfan hanya diam dengan melihat semua itu, dia tidak ingin ikut campur karena ini masalah perempuan. Irfan pergi meninggalkan mereka berdua dan menemui Kinan yang sedang menonton tv bersama kedua anak nya


"Papa kamu mana Kinar?"


"Papa lagi keluar om, kata nya ada urusan"


"oh,,lucu banget anak kamu ya?"kata Irfan dengan memegang Diwa"apa kamu juga ada masalah dengan suami kamu?"tanya Irfan, Kinan memandang wajah Irfan, ya mereka dulu sangat dekat dengan keluarga Tante nya tapi setelah Kinar menikah dengan Irsyad hubungan persaudaraan mereka sedikit renggang bahkan seperti orang asing"ini lah yang om Irfan takutkan Kinan, papa kamu sama Tante Tatit adalah saudara kandung, bahkan kamu dan Kinar dulu sering main ke rumah tapi semenjak kakak kamu Kinar menikah karena di jodohkan dengan Irsyad anak om Irfan hubungan keluarga kita seperti orang asing"


"Itu juga yang Kinan rasakan om"


"om Irfan berharap hubungan keluarga kita kembali seperti dulu. Kamu dan kinar juga sering menginap di rumah Tante kamu tapi sekarang"


"Kenapa om Irfan dulu tidak mencegah perjodohan kak Kinar dan mas Irsyad?"


"Mama dan papa mu juga Tante tatit yang selalu memaksa perjodohan ini"


"Dan om Irfan tidak mencegah nya?"


"Sudah Kinan, sudah"jawab Irfan dengan sedikit kesal"kamu taukan mama dan Tante kamu mereka berdua jika menginginkan sesuatu tidak dapat di cegah?"Kinan memandang wajah Irfan dengan penyesalan, andai saja perjodohan itu tidak terjadi pasti Kinar tidak akan pergi dari rumah ini, Kinar pasti masih seperti dulu yang memiliki hobi tidur meski tidak mandi, tapi sekarang semua nya telah berubah. Kinar harus pergi jauh meninggalkan kedua orang tua nya dan mertua nya, karena keegoisan mereka semua

__ADS_1


"Kenapa kamu diam Astri?"kali ini Tatit tidak bisa tinggal diam, karena dia begitu mengkhawatirkan keadaan kinar dan calon cucu nya, Astri menyerahkan ponsel nya pada Tatit"kenapa kamu menyerah kan ponsel nya pada saya?"


"Catat nomor ponsel nya dan telpon dia mbak, tapi kamu harus janji mbak jangan memaksa nya untuk mengatakan di mana sekarang keberadaan nya?"


"Kenap As?"


"Jika nomor ponsel mbak Tatit tidak ingin di blokir maka jangan menanyakan keberadaan nya?" Tatit begitu terkejut dia tidak menduga jika Kinar akan melakukan hal sejauh itu


"Apa yang terjadi pada nya?"


"Entah lah mbak, saya juga tidak tau"wajah sedih Astri membuat Tatit begitu iba, bagaimana tidak karena ulah putra nya putri adik nya sangat menderita


"Maafkan saya Astri,,,maaf kan saya"Tatit memeluk tubuh Astri adik ipar nya, dia tau betul keadaan Astri saat ini"tolong maafkan saya Astri"kali ini Astri tidak dapat lagi membendung air mata nya, dia menumpahkan rasa sesak yang selama ini mengganjal di dada nya, mungkin dengan menangis seperti ini akan mengurangi semua nya. Berlebihan kah Astri? tidak dia tidak berlebihan ini rasa sayang ibu terhadap anak nya, anak yang tidak pernah membantah nya, anak yang tidak pernah melawan nya, anak yang ketika masih kecil di titipkan kepada orang tua nya karena Astri ingin membuat kedua anak nya tercukupi secara materi meski dia tau kala itu dia telah memutuskan tali kasih sayang antara ibu dan anak. Kini Astri justru salah melangkah dia beranggapan semua ini akan membuat Kinar putri nya bahagia tapi nyata nya tidak. Justru rasa sakit dan kecewa yang ia berikan pada putri nya


Tatit memeluk tubuh adik ipar nya sesar dan melepaskan pelukan nya pada Astri, dan ia menatap wajah adik ipar nya yang begitu sendu, Tatit yakin di sini yang sangat tersakiti adalah pihak istri karena Kinar yang harus menanggung semua nya


"Maafkan Irsyad" ucap Tatit"maafkan anak saya As, tolong maafkan dia"kata tatit dengan menangis


"Tidak ada yang perlu di maafkan mbak, tidak ada yang harus di salahkan dalam hal ini mungkin seperti ini lah takdir Kinar"wanita yang sama sama memiliki wajah cantik kini tengah menangisi nasib anak mereka


"Terima kasih As" Tatit memeluk Astri kembali ingin rasa nya Tatit memberikan energi untuk Astri agar dia mampu menerima semua ini sebagai ujian bagi nya


"Saya akan menelpon Kinar"Tatit mengeluarkan ponsel nya dan menekan nomor ponsel Kinar"terhubung"kata Tatit dengan memandang Astri


"Halo"suara khas Kinar yang tidak pernah Tatit lupakan


"Kinar"panggil Tatit dengan gemetar"apa kabar kamu sayang?"


"Mam"panggil Kinar, ternyata Kinar masih menganggap diri nya sebagai ibu mertua


"Apa kabar sayang?"


"Kenapa kamu harus pergi nak?"tanya Tatit"kamu tidak perlu pergi menjauh dari mam"


"Bukan itu maksud nya mam,,aku hanya"Kinar tidak meneruskan ucapan nya


"Katakan nak kalau kamu baik baik saja?" tanya Tatit dengan menghapus air mata nya, dia sudah cukup menahan rindu pada menantu nya selama satu bulan, mungkin semua orang beranggapan kalau sikap Tatit terlalu berlebihan. Sesungguh nya ini tidak berlebihan mungkin jika seorang anak pamit kepada ibu nya sebelum pergi hati seorang ibu tidak akan cemas seperti ini. Tapi Kinar pergi dengan luka dan amarah yang sulit untuk di redakan bagaimana mungkin Tatit akan bisa tenang apa lagi Kinar pergi dengan membawa calon cucu nya yang belum lahir, bisa saja kinar berbuat nekat. Itulah yang ada di pikiran Tatit"bagaimana dengan calon cucu mam sayang, apa dia baik baik saja?"tanya Tatit. Kinar mengusap perut nya yang semakin membesar"jawablah Kinar apa calon cucu mam baik baik saja?"


"Tidak"jawab Kinar dengan tenang


"Maksud kamu apa nak? apa calon cucu mam baik baik saja?"rasa takut tidak dapat di tutupi dari wajah Tatit


"Dia tidak baik mam"jawab Kinar dengan membelai perut nya"maaf kan ibu nak inilah cara satu satu nya agar nenek kamu tidak perlu mengkhawatirkan kita"batin Kinar


"Maksud kamu apa sayang? Apa calon cucu mam telah tiada?"


"Ya"jawab Kinar dengan suara begitu tenang, kisah rumah tangga nya telah membuat dia menjadi lebih matang dalam menghadapi segala hal


"Kamu bohong nak,,kamu bohong?kamu hanya marah sama mam?"


"Untuk apa aku membohongi mam?"


"Jadi calon cucu mam benar benar telah tiada Kinar?"


"Ya"

__ADS_1


"Tidaaaakkkkkkkkkk!!!!!" jerit Tatit membuat Astri bingung. Sehingga membuat Irfan dan Kinan berlari ke arah mereka


"Apa yang terjadi mbak, katakan mbak?"


"Kamu sengaja membuat calon cucu mam tiada?"


"Tidak mam"suara Kinar masih begitu tenang


"Lalu bagaimana mungkin calon cucu mam tiada? katakan Kinar atau kamu sengaja membuat nya tiada?"


"Mas Irsyad"jawab Kinar


"Maksud kamu Irsyad yang melakukan nya?"


"Iya"tatit mematikan ponsel nya dan menangis meratapi nya"Bagaimana mungkin calon cucu saya tiada?"kata kata Tatit membuat orang yang di sekitar nya terkejut"ini tidak boleh terjadi Astri, ini tidak boleh terjadi!!"tatit menjerit menangis dengan memukuli dada nya


"Apa yang kamu lakukan mi?" Tanya Irfan dengan memeluk tubuh istri nya


"Mami tidak kuat pi, tidak kuat!!"tatit memukuli tubuh Irfan suami nya"mami begitu berharap pi, sangat berharap meski Irsyad dan Kinar tidak dapat bersatu tapi mami masih bisa memiliki seorang cucu pi tapi kenyataan nya semua itu tidak benar pi" Tatit menangis di pelukan suami nya


"Sabar ya mi"Irfan memeluk Tatit begitu erat, karena Irfan tau kalau istri nya begitu mengharapkan kehadiran calon cucu nya itu. Astri hanya mampu terdiam dengan ******* ***** tangan nya


"Bagaimana mungkin calon bayi nya tiada Kinar tidak menghubungi ku, apa Kinar menganggap mama nya juga telah tiada sehingga dia tiada mengatakan apa pun tentang kejadian ini?"Kinan memegang Astri"apa Kinar begitu membenci mama Nan sehingga dia tidak mengatakan apa pun tentang semua ini?"


"Sabarlah ma,,,mungkin kak Kinar punya alasan sendiri"


"Alasan nya karena Kinar sangat membenci mama Kinan"untuk sekian kali nya Astri menyalahkan diri nya


"Tidak ma, kak Kinar tidak pernah membenci mama"


"Tapi kenapa Kinar tidak memberitahu mama kalau calon bayi nya telah tiada?"


"Kak Kinar tidak ingin membuat mama tambah merasa bersalah ma"


"Tapi mama semakin menjadi merasa bersalah dengan kejadian ini Kinar. Bagaimana bisa dia menghadapi semua ini sendirian Kinan, bagaimana mungkin!!?"Kinan tidak dapat berbuat apa pun, di lihat nya Tatit yang menangis di pelukan suami nya"mama sungguh sangat menyesal Kinan,,menyesal,,jika mama tau akan seperti ini mama tidak akan memaksa nya" Astri semakin menyesali nya.


"Telpon Irsyad pi, telpon Irsyad"


"Tapi kenapa harus menelpon Irsyad mi?"


"Dia lah penyebab semua ini"Irfan mengambil ponsel nya dan terhubung


"Halo pi"terdengar suara Irsyad ketika ponsel terhubung


"Ini mami Irsyad"


"Ada apa mi?"


"Apa yang kamu lakukan sampai calon cucu mami tiada Irsyad?"deg jantung Irsyad berdetak begitu kencang seperti habis lari 1000 meter dalam waktu tiga detik.


"Maksud mami apa?"tanya Irsyad kembali karena diri nya juga tidak yakin jika Kinar yang begitu lembut dan baik akan begitu tega membuat calon bayi nya sampai tiada. Dan selama ini Irsyad hanya menganggap kata kata Kinar waktu itu hanya ancaman saja namun ternyata semua nya itu adalah benar


"Jangan pura pura tidak tau Irsyad"


"Aku tidak mengerti mi dan tidak mungkin Kinar melakukan semua itu lagian,,,"

__ADS_1


"Diam!!!!!"bentak Tatit, Irsyad hanya diam dengan menatap pemandangan luar lewat dari jendela kamar hotel nya


"Mami menyesal telah melahirkan anak seperti kamu Irsyad, mami sangat menyesal!!!"tit, ponsel nya terputus dengan geram Irsyad memegang ponsel nya dengan keras diri nya begitu marah ketika mami nya mengatakan kalau calon anak nya kini telah tiada, ternyata apa yang di katakan Nina adalah benar kalau calon bayi nya kini telah tiada lalu untuk apa diri nya harus mencari Kinar.


__ADS_2