
Sesampai nya di kafe, Irsyad langsung memarkirkan mobil nya dan berlari untuk membuka pintu mobil untuk istri nya, namun Kinar terlihat acuh tak acuh. Irsyad berjalan dengan memeluk punggung istri nya, begitu masuk ke dalam, suasana kafe sedikit ramai sehingga membuat mata mereka semua tertuju kepada kedua nya, dan yang membuat Kinar tidak nyaman adalah tatapan mata pegawai nya, mereka tersenyum dengan menutup mulut nya. Kinar hanya mampu menarik nafas
"Nin"
"Pak Irsyad!!"panggil Nina terkejut, bagaimana mungkin mereka berdua kini terlihat begitu mesra, sejak kapan mereka begitu harmonis? Dan Irsyad, dia memperlakukan Kinar begitu baik, apakah arti nya Irsyad sudah menerima istri nya, tidak,, tidak,, Irsyad kelihatan sedang jatuh cinta, mata dan perlakuan nya pada Kinar tidak dapat di bohongi. Apalagi tanda merah di leher Kinar, pasti mereka berdua melewati malam begitu indah sampai Irsyad mampu membuat tato warna merah merona. Nina menepuk jidat nya
"Apa yang membuat mu melamun?"beberapa pegawai nya begitu terpesona melihat ketampanan babang Irsyad, kalau mereka boleh jujur, mereka tidak yakin kalau suami bos nya begitu tampan. Tapi memang mereka berdua pasangan yang begitu serasi, sang istri begitu cantik dan sang suami begitu tampan pasti ketika anak nya lahir cantik nya memakai pangkat dan kuadrat. Ada rasa iri di hati mereka
"Tidak ada pak"Jawab Nina dengan menatap Kinar yang masih diam
"Tolong kamu jaga istri saya, dan jika sudah pulang kabari saya kalau Kinar lupa, dan ingatkan istri saya ketika waktu nya makan siang dan minum vitamin nya"Hadeh sejak kapan manusia robot ini begitu perduli? dan siapa pula yang merubah nya menjadi mode perhatian namun terkesan cerewet?
"Iya pak iya"
"Dan satu lagi, jika istri saya ingin bertemu seseorang kabari saya"sejak kapan robot bisa menjadi overprotektif seperti ini? Pasti Kinar yang telah merubah nya menjadi mode perduli dan cerewet"Dan ingat jangan lupa?"
"Iya pak"
"Aku kekantor dulu ya sayang, ingat jangan kecapean"ucapnya dengan mencium kening istri nya"Ingat,,"
"Iya mas, aku tau. Kamu tidak perlu mengulangi nya berkali kali"sahut Kinar acuh membuat Nina merasa heran
"Kalau begitu aku pergi dulu ya"Sebelum pergi Kinar mencium tangan suami nya dan Irsyad mencium kening Kinar, ya ampun mereka seperti pasangan yang tidak pernah memiliki masalah. Irsyad ingin memulai semua nya dengan baik sehingga ketika putri nya lahir ia hanya akan merasa bahagia
Nina membawa Kinar ke dalam ruangan nya, terlalu banyak yang ingin ia tanyakan, perihal kenapa Kinar bisa bersama dengan manusia robot dan kenapa ada tanda merah di leher nya.
"Kau sudah kembali dengan suami robot mu?"tanya nya ketika sudah berada di dalam ruangan dan Kinar sudah duduk di sofa"Bagaimana bisa?"
"Terlalu panjang untuk di jelaskan Nin"
"Aku benar benar penasaran Kin, bagaimana bisa suami robot mu berubah menjadi mode baik dan perhatian seperti itu, kau punya remote kontrol nya?"
"Kau pikir mas Irsyad itu Televisi?"tanya Kinar dengan menepuk paha Nina pelan"Pakai remote kontrol segala"
"Lalu bagaimana mungkin ia berubah sedemikan mungkin, bahkan kelihatan bucin"
"Mas Irsyad bukan anak ABG lagi Nin, sehingga harus bucin segala"
"Tapi memang benar Kin, terus tanda leher ini?"Kinar menepuk paha Kinar"Jangan bilang kalian berdua menghabiskan malam panjang,, tu kan dugaan ku tidak salah? Eh tapi kenapa kalian bisa bersama"
"Mas Irsyad membawa ku kabur"
__ADS_1
"Ha.. Yang benar aja kali Lo Kin? Masak iya lo di bawa kabur sama laki Lo sendiri?"
"Papa tidak mengizinkan ku untuk hidup bersama dengan mas Irsyad Nin? Papa takut mas Irsyad akan mengulangi hal yang sama kembali?"
"Rumit banget sih rumah tangga Lo seperti cerita di film India. Terus kalau papa mu tidak mengizinkan mu kenapa kalian berdua bisa bersama?"
"Aku dan mama satu pemikiran Nin, ingin memberikan kesempatan sekali lagi untuk mas Irsyad"
"Terlalu sulit untuk di jabarkan, saat ini aku membutuhkan guru matematika untuk menjelaskan rumus keberadaan mu, kenapa kalian berdua bisa bersama kembali?"
"Kau tidak perlu guru matematika Nin untuk menjabarkan rumus tentang kembali nya mas Irsyad ke dalam pelukanku, karena semua ini sudah takdir ku untuk hidup bersama mas Irsyad kembali. Ada pribahasa yang mengatakan, bukan bertemu lalu berjodoh tetapi karena berjodoh lah maka bertemu, dan kini aku di pertemukan kembali dengan mas Irsyad"
"Aduh Kin, kata kata mu membuat ku semakin tidak paham, tapi apakah kau tidak trauma?"
"Tidak"
"Ternyata cinta mu begitu besar terhadap nya, sehingga begitu mudah bagi mu untuk melupakan segala perbuatan nya"
"Entah lah Nin, aku juga bingung"
"Apakah rasa nya tidak berubah?"
"Rasa apa!?"Nina langsung tertawa
"Jalan yuk Nin"
"Jalan kemana?"
"Mood ku lagi tidak baik, aku ingin melihat sawah dan duduk di tengah pondok nya"
"Itu bukan mood mu yang menurun kali Kin"
"Lalu apa?"
"Itu nama nya ngidam"
"Lebih seru kalau kita naik motor Nin"
"Gila Lo, gak,,gak,,gak"
"Please Nin"
__ADS_1
"Telpon dulu laki Lo"
"Tidak perlu"
"Aku tidak mau kalau di salah kan Kin"
"Itu akan menjadi urusan ku"
"Kamu kenapa sih?"
"Mood ku hari ini rusak karena mas Irsyad"Kinar menatap Nina"Hari ini aku bertemu dengan mantan kekasih mas Irsyad"
"Itu kan mantan nya, kenapa kau harus merasa cemburu?"
"Bukan satu Nin, tapi hari ini aku bertemu dengan dua mantan nya"
"Hormon mu saja yang lagi tidak baik dan itu juga karena bawaan kehamilan mu"Ucap Nina dengan mengusap lengan sahabat nya"Suami mu tidak memperlakukan mereka secara berlebihan kan?"
"Tidak sih"
"Terus kenapa kau harus cemburu?"
"Aku hanya tidak suka"
"Tidak suka ketika bertemu dengan mantan kekasih suami mu biasa Kin, tapi kalau pertemuan itu membuat mood mu rusak itu luar biasa"
"Jalan yuk"Ajak Kinar dengan mode manja, sehingga membuat nya tidak tega
"Sekarang?"
"Iya"
"Aku tidak bisa bayangin ketika keponakan ku lahir"
"Kenapa dengan keponakan mu?"
"Pasti manja banget, pada hal kau tidak memiliki sifat itu, dari mana kau mendapatkan sifat itu?"Kinar terdiam sambil berpikir
"Iya juga ya Nin, dari mana aku mendapatkan sifat manja ku ini?"
"Tau,, dari mana kau mendapatkan nya?"
__ADS_1
"Ya aku ingat, setelah mas Irsyad membawa ku kabur"
"Alamak Jang, keponakan ku luar biasa sekali"ucap Nina dengan mengusap perut Kinar"Baru berapa hari kau bersama suami mu? Sudah membuat mu berubah menjadi mode manja seperti ini"mereka tertawa